1,721,031 research outputs found
Studi komparatif gaya seni Yogya-Solo
Pada awalnya adalah parabangsawan Kerajaan Mataram yang saling berebut kekuasaan. Pertikaian keluarga ini tak hanya mengakibatkan perbutan tahta, tapi menyebabkan perpesahan kerajaan. Persaingan dan konflik senjata mengimbas dalam bentuk perang budaya atau persaingan budaya. Maka ketika Mataram pecah menjadi Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat patron budaya pun terbelah menjadi dua gaya seni yang masing-masing ditentukan oleh penguasa yang memerintah. Makalahirlah gaya seni Surakarta dan gaya seni Yogyakarta
Uji teori estetik trilogi keseimbangan dengan metode tiga tahap enam langkah penciptaan seni kriya di kalangan mahasiswa pergurua tinggi seni di Indon
tujuan penelitian ini adalah kelayakan temuan teori estetik trilogi keseimbangan dengan metode tiga tahap enam langkah, sehingga teori estetik ini dapat dipahami, dihayati, dan diterapkan dan atau dikembangkan sebagai acuan dalam proses penciptaan seni. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kwalitatif dengan maksud hasil penerapan ide dasar penciptaan seni kriya yang ditransformasikan sebagai landasan penciptaan seni tersebut dapat dideteksi tingkat keberhasilannya
Keramik Kasongan Heritage
Penerbitan buku ini merupakan bagian dari rangkaian program kegiatan Direktorat Pengembangan Seni Rupa, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendukung perkembangan seni kriya khususnya kerajinan dan sekaligus memberikan referensi, informasi dan promosi Keramik Kasongan. Keramik Kasongan merupakan sentra kreatif dan destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Letak lokasinya berada di wilayah Kabupaten Bantul, tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta
Seni Kriya Indonesia - Dilema Pembinaan dan Pengembangannya Pidato ilmiah pada Dies Natalis Ketujuh ISI Yka, Sabtu 20 Juli 1991.
Cahaya Bagi Kreasi Estetik
Cahaya sebagai suatu gejala harus sudah disadari, sejak orang mengenal siang danmalam. Pada siang hari suhu udara menjadi hangat atau panas akibat terkena pancaransinar matahari. Oleh sebab itu, wajar jika cahaya diasosiasikan dengan panas; panasdiasosiasikan dengan iklim, yakni bagian siklus realitas alam yang ditimbulkan oleheksistensi matahari. Cahaya tidak hanya sebagai kekuatan (energi) yang memberikan dayahidup segala makhluk di dunia, tetapi disadari bahwa tanpa cahaya segala sesuatu tidakmungkin terlihat atau digumuli adan dikembangkan bagi kepentingan hidup.Pada dasarnya sumber cahaya dapat dipilahkan menjadi dua macam, yaitu sumbercahaya alami dan buatan. Sumber cahaya alami antara lain, berasal dari matahari dan kilat(lightningj dengan segala implikasinya; sedangkan sumber cahaya buatan antara lain,berasal dari api dan listrik. Efek yang ditimbulkan oleh kedua sumber cahaya itu telahmempengaruhi kesadaran manusia, sehingga setelah mengalami sentuhan estetik umbulfenomena tertentu yang terkesan dramatik, mitis, dan religius, atau sama sekali bersifatprofan. Hal itu bergayut dengan eksistensi manusia yang memiliki kesadaran rasional danirasional sekaligus. Sejalan dengan itu, pengenalan dan pemahaman manusia mengenaicahaya juga terbagi menjadi dua alur pikir yang berbeda, termasuk di dalamnyaperanannya di bidang penciptaan karya seni. Kehadiran cahaya dalam seni juga memilikidua kecenderungan terpisah, yaitu munculnya sifat sacral (dramatik, mitis, dan religius)dan profan. Bukti untuk itu dapat diperhatikan melalui uraian berikut
Seni kearjinan mebel ukir Jepara : kajian estetika melalui pendekatan multidisipli
xvi, 312 p : il.; 23 cm
Nukilan Seni Ornamen Indonesia
Buku ini membahas tentang seni ornamen, ruang lingkup dan pengertiannya, serta tinjauan historis & pengembangannya dalam seni kriya. Buku ini menyertakan beberapa contoh motif hias dari berbagai daerah di Indonsia. Buku ini bermanfaat bagi pencarian & penggalian serta pengembangan seni ornamen Indonesia
Butir-butir mutiara estetika timur : Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia
Buku ini menguraikan tentang aspek historis dan pertumbuhan seni kriya tradisional Indonesia dan menjelaskan juga seni kriya yang hadir dalam masyarakat yang memiliki potensi dan peluang besar untuk dikembangkan menjadi unit usaha produksi yang bersifat industrial sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam buku ini juga dipaparkan mengenai konsep dan pemikiran estetis dalam wacana seni kriya Indonesia yang dirangkum dalam sejarah estetika sejak masa pengaruh budaya Dongson, pra Hindu, Hindu, Budha, islam dan Eropa barat yang menjadi jiawa dan memacu pertumbuhan cipta kreasi seni kriya saat ini
- …
