1,726,351 research outputs found
Pidato Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Drs. Guntur Kriya Retro: Biutifikasi dan Legitimasi Artistik
Pidato pengukuhan Prof. Dr. Drs. Guntur sebagai Guru Besar di Institut Seni Indonesia Surakarta membahas peran dan makna "Kriya Retro" dalam konteks seni dan budaya. Kriya retro, yang merujuk pada penggunaan objek-objek seni bergaya lama, bukan hanya merefleksikan nostalgia tetapi juga proses legitimasi artistik. Dalam pidatonya, Prof. Guntur menguraikan bagaimana kriya retro, melalui estetika dan proses biutifikasi, menjadi sarana memperindah ruang domestik dan publik. Kriya retro, yang populer dalam berbagai bentuk seperti furnitur dan arsitektur, menghubungkan masyarakat dengan masa lalu sambil memberikan makna baru dalam kehidupan modern. Fenomena ini tidak hanya menghadirkan elemen visual masa lalu tetapi juga memperkuat identitas kolektif dan individual. Pidato ini juga mencakup pentingnya sumber daya, pasar, dan wirausahawan estetika dalam mendukung keberlanjutan kriya retro. Pada akhirnya, kriya retro menjadi simbol identitas budaya yang terus berkembang, menunjukkan bagaimana seni dan warisan budaya berperan dalam membentuk estetika masyarakat kontemporer
POTENSI KEJADIAN BADAI GUNTUR BERDASARKAN PARAMETER KELEMBAPAN, LABILITAS UDARA, DAN MEKANISME PENGANGKATAN (STUDI KASUS: DI BANDAR UDARA FRANS KAISIEPO BIAK)
Thunderstorms is a weather condition that is harmful to the flight activities. The potential thunderstorms (especially thermal thunderstorms) assesment for Indonesia in particular Biak area needs to be done to reduce the risk of bad thunderstorms to flight activity at airports Frans Kaisiepo Biak. The thunderstorms is affected by the existence of water vapor in the atmosphere. The content of water vapor in the atmosphere can be estimated from the value of precipitable water, while atmospheric instability conditions can be identified from the Convective Available Potential Energy (CAPE), assuming an air parcel at the surface is heated until it reaches the temperature of the convective (TC) so that air parcels can be lifted up to convective condensation level (CCL) and it condensate. Logistic regression is one of mathematical models approach that can be used to describe the relationship between the independent variables with response variables that are bound dikotomik (event and non-event). By using observation data of surface and upper air in 2006-2009 analysis of air instability and its relation to the probability of thunderstorm occurrence is carried out. Results show that precipitable water between surface and 300 hPa height has correlation and directly proportional to the probability of thunderstorm occurrence, and convective temperature (TC) has correlation and inversely proportional to the probability of thunderstorm occurrence. While CAPE at CCL to 300 hPa height has not correlation to the probability occurrence of thunderstorms. Thunderstorm probability model has 58.8% of accuracyBadai guntur (thunderstorms) merupakan fenomena cuaca yang berbahaya bagi aldifitas penerbangan. Kajian mengenai potensi badai guntur (khususnya badai guntur termal) untuk wilayah Indonesia khususnya wilayah Biak perlu dilakukan untuk mengurangi resiko buruk badai guntur terhadap aktifitas penerbangan di Bandar Udara Frans Kaisiepo Biak. Kejadian badai guntur dipengaruhi oleh keberadaan uap air di atmosfer. Kandungan uap air di atmosfer dapat diperkirakan dari nilai precipitable water. Pertumbuhan awan badai juga sangat erat kaitannya dengan kondisi labilitas atmosfer yang dapat diamati melalui nilai Convective Available Potential Energy (CAPE) dengan asumsi bahwa suatu paket udara di permukaan dipanaskan hingga mencapai Suhu Konvektif (TC) sehingga paket udara tersebut dapat terangkat hingga paras kondensasi konvektif (CCL) dan paket udara mengalami kondensasi. Regresi logistik merupakan salah satu pendekatan model matematik yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel respon terikat yang bersifat dikotomik (event dan non-event). Dengan menggunakan data pengamatan permukaan dan pengamatan udara atas tahun 2006-2009 dilakukan analisis hubungan variabel labilitas udara dan peluang kejadian badai guntur. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variabel precipitable water antara permukaan Bumi dan ketinggian 300 hPa (precipitable w aterigrmclh.Pa) mempunyai korelasi dan berbanding lurus dengan peluang kejadian badai guntur, sedangkan Suhu Konvektif (TC) mempunyai korelasi dan berbanding terbalik dengan peluang kejadian badai guntur. Sedangkan variabel CAPE antara ketinggian CCL dan 300 hPa (CAPE22.2 hPa) tidak mempunyai korelasi terhadap peluang kejadian badai guntur. Model peluang badai guntur memiliki nilai akurasi 58,8%hal. 139-15
Analisis Potensi Kejadian Badai Guntur
Badai guntur merupakan salah satu faktor terjadinya kecelakaan pesawat.
Tingginya potensi badai guntur di wilayah Bogor menyebabkan kegiatan
penerbangan lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia.
Prediksi badai guntur mengunakan parameter udara atas dapat meminimalkan
resiko yang ditimbulkan badai guntur. RAOB merupakan software untuk
menganalisis atmosfer bagian udara atas. Software ini akan menghasilkan
parameter seperti LI(Lifted Index), CAPE (Convective Available Potential
Energy), dan PW (Precipitable Water) yang dapat digunakan untuk memprediksi
kejadian badai guntur. Tujuan penelitian ini adalah mengamati fluktuasi dan
kecenderungan kejadian badai guntur berdasarkan parameter PW, LI dan CAPE
tahun 2014 wilayah Landaan Udara Atang Sendjaja. Kejadian badai guntur pada
Landasan Udara Atang Sendjaja terbanyak yaitu pada bulan april yang merupakan
puncak musim peralihan. Badai guntur cenderung mengalami peningkatan ketika
parameter LI menurun. Setiap wilayah memiliki akurasi parameter yang berbedabeda
untuk wilayah Landasan Udara Atang Sendjaja Parameter LI merupakan
parameter paling baik dalam memprediksi badai guntur. Residance time massa
udara mengakibatkan dalam proses terjadinya badai guntur mengalami waktu
tunda. Seluruh parameter memiliki akurasi paling baik ketika terjadi residance
time 1 hari dengan akurasi untuk 00 UTC dan 12 UTC sebesar 51%
NILAI MORAL DALAM SYAIR GUNTUR (MORAL VALUES IN SYAIR GUNTUR)
Nilai Moral dalam Syair Guntur. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran obyektifdari dua nilai moral dalam syair Guntur adalah: (1) kebijakan moral tentang memori, berpikir,kejernihan pikiran, dan kekuatan otak, (2) kesederhanaan moral ketenangan, kesabaran, kemurahanhati , integritas, kepuasan, dan loyalitas. Teori yang digunakan sebagai dasar untuk pengembanganinstrumen adalah teori sastra lisan Aarne dan Stith Thompson, dan teori tentang nilai-nilai moraloleh Miskawaih. Data dari penelitian ini adalah syair klasik Guntur terdiri dari 101 halaman (603bait puisi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, metodedeskriptif, dan teknik analisis isi. Analisis data dilakukan selama pengumpulan data. Hasilmenunjukkan bahwa ada dua nilai moral dalam syair Guntur, yaitu (1) nilai kearifan moral yangtentang memori, berpikir, kejernihan pikiran, kekuatan otak, dan (2) kesederhanaan moral ketenangan,kesabaran, kemurahan hati, integritas, kepuasan, dan loyalitas. Unsur yang paling dominan dalamsyair Guntur adalah nilai moral kebijaksanaan, terutama dalam berpikir dalam syair Guntur.Kata-kata kunci : nilai-nilai moral, syair klasi
Poster Senipedia
Merupakan karya seni rupa berupa karya poster, dengan judul Poster Senipedia karya dari Dr. Guntur, M.Hu
Aplikasi Senipedia
Merupakan karya ilmiah berupa karya Program Komputer, dengan judul Aplikasi Senipedia karya dari Dr. Guntur, M.Hu
Peranan pengadilan negeri dalam mengatasi kemacetan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham
182 hlm. ; 14,7 x 21 cm
Brosur Panduan Merek Senipedia
Merupakan karya seni rupa berupa karya brosur, dengan judul Brosur Panduan Merek Senipedia karya dari Dr. Guntur, M.Hu
Beksan Guntur Segara
Skripsi ini tentang Beksan Guntur Segara yang merupakan salah satu tari klasik Jawa gaya Yogyakarta. Dalam deskripsinya dikatakan bahwa, setiap bangsa di dunia memiliki tarian, termasuk yang hidup di Indonesia. Tujuan orang menari dari zaman ke zaman selalu berubah, termasuk dalam pementasan Beksan Guntur Segara. Dulu, orang primitive menari dengan tujuan mempengaruhi alam sekitarnya, misalnya supaya turun hujan dsb. Jaman feodal orang menari untuk raja atau untuk upacara adat. Sekarang orang menari kadang untuk bersenang senang atau untuk menjaga kesehatan jasmani, ada juga yang ingin melestarikannya warisan nenek moyang. Dalam sebuah pementasan seni tari selalu terkait dengan seni-seni yang lain.
Kata kunci: Guntur Segara, tari tradisional, tari klasik, Yogyakart
ANALISIS LAGU GUNTUR GALUNGGUNG KARYA MANG KOKO
Penelitian “Analisis Lagu Guntur Galunggung Karya Mang Koko”, bertujuan memaparkan gramatika musikal dan makna filosofis dari lagu Guntur Galunggung karya Mang Koko. Latar belakang permasalahan lagu Guntur Galunggung memiliki ciri khas tersendiri dalam kawih wanda anyar atau yang biasa disebut kawih Mang Kokoan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui paradigma kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Semua data yang terkumpul diolah dan dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi dan penyimpulan data. Temuan hasil tentang gramatika musikal memaparkan tentang bentuk, struktur, pola ritme, unsur musik (karawitan) dan melodi. Sedangkan makna filosofis dalam rumpaka lagu Guntur Galunggung merupakan galian arti rumpaka lagu Guntur Galunggung yang dikaitkan dengan makna filosofis dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Analisis Lagu Guntur Galunggung,
The study entitled “The Analysis of Guntur Galunggung Song by Koko Koswara”, aimed to describe the musical grammar and the philosophical meaning of Guntur Galunggung song by Koko Koswara. The background of this study was that Guntur Galunggung song had particular characteristic in kawih wanda anyar which was called kawih Mang Kokoan. The method employed in this study was descriptive analysis through qualitative paradigm. The data of this study was collected through observation, interview, literature review and documentation. The obtained data was processed and analyzed through reduction, presentation, verification and data inference. The finding of musical grammar exposed the form, structure, rhythm pattern, element of music (karawitan) and melody. Meanwhile, the philosophical meaning in Guntur Galunggung song was the exploration meaning of Guntur Galunggung song which was related to the philosophical meaning in daily life.
Keyword: Guntur Galunggung song analysi
- …
