1,720,958 research outputs found
Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2016
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh,profitabilitas,
struktur aktiva, ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan makanan
dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2016. Tujuan kedua
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemilihan struktur
modal antara perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun
2011-2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan
perusahaan yang masuk kelompok BEI pada tahun 2011-2016.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling dan diperoleh sampel sebanyak 7 perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada
periode 2011-2016 sehingga diperoleh data observasi sebanyak 42 data observasi.
Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan data
panel yang didahului oleh uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas data, uji
heteroskesdastisitas, uji multikolinearitas dan uji autokorelasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh terhadap struktur modal
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2016. Profitabilitas
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan struktur
aktiva dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
struktur modal perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2016.
Ada perbedaan dalam pemilihan struktur modal antara perusahaan non manufaktur
dan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2016
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Tingkah Laku Lokomosi Ayam Broiler Jantan Umur 3 sampai 6 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan intensitas
cahaya terhadap tingkah laku lokomosi ayam broiler jantan umur 3 sampai 6
minggu. Peubah yang diukur adalah bobot badan, suhu, dan kelembaban kandang,
umur serta jumlah ayam broiler jantan yang melakukan tingkah laku lokomosi
menuju intensitas cahaya dengan taraf 17 lux, 22 lux, 38 lux dan 95 lux.
Pengamatan dilakukan 3 kali setiap minggu mulai umur 3 sampai 6 minggu.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dan data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dibahas secara deskriptif.
Hasil yang diperoleh menunjukan respon tingkah laku lokomosi ayam broiler
jantan pada umur 3 minggu dengan tingkat preferensi menuju intensitas cahaya 17
lux (2.67±0.57), umur 4 minggu menuju intensitas 38 lux (3.33±0.57), umur 5
minggu menuju intensitas 22 lux (3.33±0.57) dan umur 6 minggu menuju 38 lux
(3.33±0.57). Ayam jantan broiler semua umur yang melakukan lokomosi
menunjukan tingkat preferensi yang tinggi terhadap intensitas cahaya 38 lux
(2.25±1.32). Umur yang berbeda memiliki nilai rataan preferensi yang berbeda
terhadap intensitas cahaya
Hubungan antara umur dengan bobot badan induk dan litter size kambing Senduro di kecamatan Senduro kabupaten Lumajang
Kambing Senduro merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Ettawa, kambing Kacang dan kambing Jawarandu yang berada di daerah Senduro, Kabupaten Lumajang. Kambing Senduro memiliki keistimewaan jika dibandingkan dengan kambing lainya, yaitu secara kualitatif memiliki warna dominan putih, postur tubuh besar serta memiliki telinga yang panjang. Kambing Senduro merupakan galur atau ras kambing PE baru, sehingga perlu dijaga kualitas serta ditingkatkan kuantitasnya dengan meningkatkan produktivitasnya. Kambing Senduro dalam perkembangbiakannya mempunyai litter size yang cukup bagus. Dalam sekali melahirkan rata rata menghasilkan 2 ekor anak kambing (cempe) atau lebih.
Penelitian ini di dilaksanakan di peternakan kambing rakyat Dusun Banjarsawah Desa Kandangan Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang pada tanggal 27 Oktober 2018 sampai dengan 18 Desember 2018. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 98 induk kambing Senduro yang
telah beranak. Alat yang digunakan yaitu timbangan bulat gantung dengan model FRT ZY-006 mempunyai kapasitas berat maksimal 100 kg dengan akurasi 500 g dan rompi kambing (rompi yang digunakan untuk alat penimbangan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan observasi. Pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu sampel yang akan digunakan telah ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yaitu induk kambing Senduro yang telah beranak. Pengamatan yang dilakukan meliputi pendugaan umur melalui gigi seri permanen (PI), bobot badan dan litter size. Data diperoleh dari pengamatan, penimbangan secara langsung serta melalui wawancara dengan peternak. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dan korelasi untuk mengetahui hubungan umur dengan bobot badan dan litter size menggunakan persamaan regresi linear.
Hasil penelitian menunjukan hubungan antara umur dengan bobot badan induk memiliki persamaan garis regresi Y = 33,49 + 3,88X, umur dengan litter size Y = 1,02 + 0,12X, dan bobot badan dengan litter size Y = 0,77 + 0,02X. Hasil analisis statitistik menunjukkan bahwa hubungan antara umur dengan bobot badan memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,568 yang berarti bahwa tingkat keeratannya rendah. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,32 yang menunjukkan bahwa bobot badan ditentukan oleh umur sebesar 32% sedangkan 68% ditentukan oleh faktor lain. Umur dengan litter size memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,248 yang berarti bahwa tingkat keeratannya sangat rendah. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,061 yang menunjukkan bahwa litter size ditentukan oleh umur sebesar 6,1% sedangkan 93,9% ditentukan oleh faktor lain. Bobot badan dengan litter size memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,253 yang berarti
bahwa tingkat keeratannya sangat rendah. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,064 yang menunjukkan litter size ditentukan oleh bobot badan sebesar 6,4% sedangkan 93,6% ditentukan oleh faktor lain.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan antara umur dengan bobot badan induk kambing Senduro mempunyai koefisien korelasi sedang, sedangkan umur dengan litter size dan bobot badan induk dengan litter size berkorelasi rendah. Penelitian ini menyarankan perlunya dilakukan peningkatan produktivitas kambing Senduro dengan cara mengevaluasi bobot badan secara rutin untuk mengetahui kondisi nutrisi pakan, psikologi, cadangan energi dalam tubuh dan manjemen pakan untuk mengetahui kebutuhan ternak serta pemilihan bibit yang baik disertai dengan hasil recording. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan paritas yang sama dan tempat penelitian yang berbeda
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
