1,721,141 research outputs found

    Pemrograman Falak metode Tiga Kitab Karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan microsoft excel

    Full text link
    Skripsi yang berjudul Pemrograman Falak Metode Tiga Kitab Karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah Menggunakan Microsoft Excel ini menjawab rumusan masalah tentang pemrograman falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel dan evaluasi program falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel. Rumusan masalah di atas dijawab dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Sumber data primer yang digunakan oleh Penulis adalah tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah dan Microsoft Excel. Sumber data sekundernya adalah buku Astronomical Algorithms karya Jean Meeus. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi. Dan Content analysis digunakan pada teknik analisis data. Hasil penelitian ini sebagai jawaban rumusan masalah yang telah disebutkan di atas. Jawaban rumusan masalah pertama, melakukan beberapa tahapan: 1) Membuat konsep yang digunakan dalam program. 2) Mengumpulkan data tentang perhitungan awal Bulan Hijriyah, awal waktu salat, gerhana Bulan, gerhana Matahari. 3) Coding kalender Hijriyah, jadwal imsakiyah, gerhana Bulan, gerhana Matahari, dengan sub-sub program. 4) Desain tata letak untuk pengguna umum, dengan membuat user interface yang menarik. Jawaban rumusan masalah kedua, Evaluasi yang Penulis lakukan menghasilkan kesimpulan, Value kalender Hijriyah tidak memiliki perbedaan, hasil perhitungan jadwal imsakiyah memiliki selisih terbesar 4 menit karena adanya perbedaan metode perhitungan yang digunakan kedua program, gerhana Bulan tidak memiliki perbedaan terkait tanggal kejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya, gerhana Matahari tidak memiliki perbedaan terkait tanggal kejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya. Saran yang diberikan oleh Penulis setelah melakukan penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya perkembangan pesat pada teknologi dan informasi yang semakin mudah didapat, mampu menghasilkan program aplikasi ilmu falak yang lebih inovatif. kripsi yang berjudul Pemrograman Falak Metode Tiga Kitab Karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah Menggunakan Microsoft Excel ini menjawab rumusan masalah tentang pemrograman falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel dan evaluasi program falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel. Rumusan masalah di atas dijawab dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Sumber data primer yang digunakan oleh Penulis adalah tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah dan Microsoft Excel. Sumber data sekundernya adalah buku Astronomical Algorithms karya Jean Meeus. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi. Dan Content analysis digunakan pada teknik analisis data. Hasil penelitian ini sebagai jawaban rumusan masalah yang telah disebutkan di atas. Jawaban rumusan masalah pertama, melakukan beberapa tahapan: 1) Membuat konsep yang digunakan dalam program. 2) Mengumpulkan data tentang perhitungan awal Bulan Hijriyah, awal waktu salat, gerhana Bulan, gerhana Matahari. 3) Coding kalender Hijriyah, jadwal imsakiyah, gerhana Bulan, gerhana Matahari, dengan sub-sub program. 4) Desain tata letak untuk pengguna umum, dengan membuat user interface yang menarik. Jawaban rumusan masalah kedua, Evaluasi yang Penulis lakukan menghasilkan kesimpulan, Value kalender Hijriyah tidak memiliki perbedaan, hasil perhitungan jadwal imsakiyah memiliki selisih terbesar 4 menit karena adanya perbedaan metode perhitungan yang digunakan kedua program, gerhana Bulan tidak memiliki perbedaan terkait tanggal kejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya, gerhana Matahari tidak memiliki perbedaan terkait tanggalkejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya. Saran yang diberikan oleh Penulis setelah melakukan penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya perkembangan pesat pada teknologi dan informasi yang semakin mudah didapat, mampu menghasilkan program aplikasi ilmu falak yang lebih inovatif

    Rashdul kiblat dua kali dalam sehari di Indonesia : studi analisis pemikiran KH. Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah dalam kitab Jami’ Al-Adillah Ila Ma’rifati Simt Al-Qiblah

    Full text link
    Rashdul kiblat adalah fenomena saat benda atau tongkat yang berdiri tegak memiliki bayangan yang mengarah ke arah kiblat. Ada dua kali saat rashdul kiblat yaitu rashdul kiblat tahunan saat deklinasi Matahari diatas Kakbah dan rashdul kiblat harian saat azimut Matahari berhimpit dengan azimut kiblat. Pada umumnya rashdul kiblat harian hanya bisa terjadi satu kali dalam sehari. Kitab Jami’ al-Adillah ila Ma’rifati Simt al-Qiblat karya KH. Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah memaparkan terkait rashdul kiblat dua kali dalam sehari. Dalam hal ini fokus penelitian yang penulis lakukan adalah rashdul kiblat dua kali dalam sehari di Indonesia. Penulis ingin mencari tahu terkait metode hisab rashdul kiblat dalam kitab Jami’ al-Adillah ila Ma’rifati Simt al-Qiblat dan kriteria rashdul kiblat dua kali dalam sehari di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis melakukan studi kepustakaan (library research) dengan data primer dari kitab Jami’ al-Adillah ila Ma’rifati Simt al-Qiblat dan wawancara dengan KH. Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah. Serta data sekundernya dari buku-buku yang membahas terkait kiblat dan metode penentuannya, serta pendukung lainnya seperti ensiklopedi, jurnal ilmiah, dan wawancara. Untuk menganalisis data yang digunakan penulis adalah analisis melalui teknik deskriptif analitis (menjelaskan). Dari penelitian yang penulis lakukan telah didapatkan hasil bahwa rumus rashdul kiblat dalam kitab Jami’ al-Adillah ila Ma’rifati Simt al-Qiblat menggunakan dalil sinus dan cosinus yang digunakan dalam spherical trigonometri. Terkait data azimut kiblat yang digunakan untuk menghitung rashdul kiblat dalam kitab Jami’ al-Adillah ila Ma’rifati Simt al-Qiblat adalah azimut kiblat menggunakan perhitungan spherical dan Vincenty. Terkait temuan kriteria rashdul kiblat dua kali dalam sehari di Indonesia dari penelitian yang penulis lakukan menunjukkan bahwa tidak semua daerah di Indonesia bisa terjadi dua kali rashdul kiblat dalam sehari. Hanya daerah tertentu saja yang masuk dalam krtieria yang dapat dimungkinkan terjadi rashdul kibla dua kali dalam sehari. Daerah yang tidak termasuk dalam kriteria dapat dipastikan bahwa tidak dapat terjadi rashdul kiblat dua kali dalam sehari

    Metode perhitungan awal bulan Qamariah dalam kitab Ṡamarât Al-Fikar karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah

    Full text link
    Di Indonesia, terdapat banyak ulama maupun pakar falak yang mengabdikan karyanya dengan dibukukannya berbagai sistem perhitungan awal bulan qamariah, waktu salat, arah kiblat dan gerhana. Salah satunya adalah perhitungan awal bulan qamariah dalam kitab Ṡamarᾱt al-Fikar yang disusun oleh Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah. Kitab ini menggunakan rumus segitiga bola dan hampir setengahnya berupa tabel-tabel yang berisi tahun al-Majmū‘ah, tahun al-Mabṣūṭah, tabel bulan Hijriah dan Masehi, tabel Waktu (hari, jam, menit, detik) dan dilengkapi dengan tabel-tabel koreksi lainnya yang sudah menggunakan algoritma astronomi masa kini (kontemporer), oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji : 1) Bagaimana metode perhitungan awal bulan qamariah dalam kitab Ṡamarᾱt al-Fikar?; 2) Bagaimana keakuratan metode perhitungan awal bulan qamariah kitab Ṡamarᾱt al-Fikar?. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengambil sumber data primer yaitu kitab Ṡamarᾱt al-Fikar, dan teknik pengumpulan data yang terdiri atas dokumen dan wawancara. Untuk menganilisis data, penulis menggunakan metode analisis dengan pendekatan deskriptif analitis yaitu untuk menggambarkan bagaimana pola perhitungan yang ada dalam kitab Ṡamarᾱt al-Fikar, sehingga analisis data yang digunakan adalah content analysis, yaitu untuk menganalisis metode perhitungan awal bulan qamariah kitab Ṡamarᾱt al-Fikar. Selain menggunakan content analysis, dalam penelitian ini penulis juga menggunakan comparative study, untuk mengkomparasikan hasil perhitungan penentuan awal bulan qamariah dalam kitab Ṡamarᾱt al-Fikar dengan metode hisab kontemporer lainnya yaitu Almanak Nautika dan Ephemeris, untuk mengetahui sejauh mana hasil penentuan awal bulan qamariah dalam kitab Ṡamarᾱt al-Fikar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan antara perhitungan kitab Ṡamarᾱt al-Fikar dengan metode kontemporer lainnya dilihat dari data Matahari dan data Bulan, dalam kitab Ṡamarᾱt al-Fikar harus dicari secara manual, sedangkan dalam Almanak Nautika dan Ephemeris langsung tersedia dalam bentuk tabel. Begitu pula dengan rumus sudut waktu Bulan yang digunakan, karena menggunakan rumus sudut waktu Bulan yang berbeda maka menghasilkan ketinggian hilal yang berbeda pula. Meskipun begitu hasilnya tidak terpaut jauh, dan hanya berkisar menit, jadi hisab ini dinilai cukup akurat untuk dijadikan pedoman dalam penentuan awal bulan qamariah

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Studi analisis metode penentuan awal bulan Qamariah dalam kitab Al-Dūrr Al-Anīq karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah

    Full text link
    Di Indonesia terjadi perkembangan ilmu hisab dengan pesat seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, dan kecanggihan teknologi serta meningkatnya peradaban dan sumber daya manusia, hisab juga mengalami perkembangan dan kemajuan. Bermula sebatas hisab urfi atau hisab istilahi, lalu muncul generasi hisab haqiqi taqribi, kemudian hisab haqiqi tahqiqi, lalu hisab kontemporer. Kitab al-Dūrr al-Anīq merupakan salah satu kitab falak karangan KH. Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah pengasuh Ponpes Al-Mubarok Lanbulan Baturasang Madura yang tergolong sudah menggunakan metode kontemporer. Dalam hal ini, kitab al-Dūrr al-Anīq dibandingkan dengan hisab metode hisab kontemporer yang lain yaitu Ephemeris. Standar perbandingannya adalah karena keduanya menggunakan metode kontemporer sehingga hal ini memungkinkan untuk dibandingkan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui metode dan akurasi penentuan awal bulan Qamariah dalam kitab al-Dūrr al-Anīq. Kitab ini akan dibandingkan dengan hisab kontemporer yang lain yaitu Ephemeris. Metodologi yang digunakan (1) Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif; kategori fungsionalnya penelitian ini termasuk kedalam penelitian kepustakaan (library research). (2) Jenis data primer (al-Dūrr al-Anīq dan hasil wawancara) dan data sekunder (dokumen dan buku yang terkait dengan objek penelitian). (3) Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. (4) Metode analisis data menggunakan metode analisis isi yaitu analisis metode hisab awal bulan Qamariah dalam kitab al-Dūrr al-Anīq dan studi komparatif yaitu membandingkan hasil dari kitab al-Dūrr al-Anīq dengan Ephemeris untuk mengetahui tingkat akurasi. Hasil penelitian menunjukkan pertama, bahwa metode hisab kitab ini sudah menggunakan metode hisab kontemporer, yang mengambil data-data dari tabel yang sudah disediakan. Hasil hisab dari kitab ini sudah dapat disandingkan dengan perhitungan kontemporer lainnya untuk keperluan penentuan awal bulan Qamariah. Kedua, Meskipun tergolong dalam kitab yang baru dikeluarkan, tingkat akurasi hasil hisab awal bulan Qamariah kitab al-Dūrr al-Anīq menurut penulis tergolong sudah cukup akurat dan dapat dijadikan pedoman dalam penentuan awal bulan Qamariah

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore