178,607 research outputs found
PENIMBUNAN KOMODITAS (IH}TI>KA>R) DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI [email protected]
Penimbunan Komoditas (Ih}ti>ka>r) merupakan perbuatan beresiko tinggi (moral hazard)yang dapat merugikan masyarakat secara luas. Dari perbuatan tersebut, rakyat akan merasakan kesusahan karena langkanya barang dan harga yang mahal. Ulama berbeda pendapat atas keharaman Penimbunan Komoditas (Ih}ti>ka>r)ini, diantaranya adalah pendapat dari Imam al-Ghazali. Adapun pokok masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana konsep Penimbunan Komoditas (Ih}ti>ka>r)dalam perspektif Imam al-Ghazali, dan 2) Bagaimana aplikasi pemikiran Imam al-Ghazali tentang Penimbunan Komoditas (Ih}ti>ka>r)di masa sekarang.
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah studi kepustakaan (library research) yakni dengan mengacu kepada sumber primer yang berjudul Ih}ya’ ‘Ulu>m ad-Di>n dan ditambah lagi dengan buku-buku lain yang berkaitan dengan permasalahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Content Analysis, di mana objeknya merupakan hasil penelusuran pustaka Sedangkan pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik yaitu dengan cara mengumpulkan informasi aktual secara terperinci dari data yang diperoleh, untuk menggambarkan secara tepat masalah yang diteliti, dan dianalisis secara langsung sehingga dapat disusun sebagaimana yang diperlukan dalam penelitian ini.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep penimbunan komoditas atau Ih}tika>r menurut Imam al-Ghazali hanyalah pada bahan makanan pokok saja, dan waktu yang tidak ditentukan, sehingga hal tersebut tidak bisa sepenuhnya diaplikasikan pada perekonomian masa sekarang, karena kemajuan peradaban dan perubahan kebutuhan manusia tidak hanya berupa makanan pokok, tetapi juga barang lain seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Tetapi jika dilihat dari sisi kemudaratan atau menyulitkannya, konsep penimbunan komoditas (Ih}tika>r) menurut Imam al-Ghazali masih relevan untuk diaplikasikan, karena dalam menentukan keharamannya, Imam al-Ghazali tidak hanya melihat objek dan waktu penimbunan, tetapi juga melihat dari sisi menyulitkan atau tidaknya di masyarakat
Physicality 2006 : first international workshop on physicality, Lancaster University, 6-7 February 2006.
Ghazali. Le Tabernacle des Lumières, (Michkât al-Anwâr), traduction de l’arabe et introduction par R. Deladrière
Monnot Guy. Ghazali. Le Tabernacle des Lumières, (Michkât al-Anwâr), traduction de l’arabe et introduction par R. Deladrière. In: Revue de l'histoire des religions, tome 200, n°1, 1983. pp. 113-114
Ghazali. Le Tabernacle des Lumières, (Michkât al-Anwâr), traduction de l’arabe et introduction par R. Deladrière
Monnot Guy. Ghazali. Le Tabernacle des Lumières, (Michkât al-Anwâr), traduction de l’arabe et introduction par R. Deladrière. In: Revue de l'histoire des religions, tome 200, n°1, 1983. pp. 113-114
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSEPEKTIF IMAM AL-GHAZALI
ABSTRAK
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSEFEKTIF
IMAM AL-GHAZALI
Oleh
Munshorif
Pendidikan akhlak tidak bisa dipisahkan dari ruang lingkup
pendidikan Islam. Sebab, pendidikan akhlak yang bertujuan untuk
mencapai akhlak yang sempurna merupakan puncak dari tujuan
pelaksanaan pendidikan Islam itu sendiri. Dengan kata lain, seorang
muslim tidak dapa dikatakan dikatakan sempurna agamanya bila
akhlak dalam kehidupannya tidak mencerminkan akhlak yang baik.
Pendidikan akhlak adalah upaya sadar dan terencana untuk
menanamkan nilai-nilai akhlak yang di internalisaikan kedalam
pribadi peserta didik sehingga diharapkan akan terbentuk kepribadian
yang berakhlak mulia. Imam Al-Ghazali adalah seseorang yang
menekuni dunia pendidikan khususnya ilmu bidang keagamaan.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana Pendidikan
Akhlak Menrut Prespektif Imam Al-Ghazali”.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (liberary
research) dengan pendekatan Deskriftif Kualitatif atau sering di sebut
metode penelitian narulalistik karena penelitiannya di lakukan pada
kondisi yang alamiah(natural setting). Sumber data yang di gunakan
dalam penelitian ini bersifat tekstual yang di ambil dari berbagai
literatur yang kemudian di pilah-pilah lalu dimasukkan kedalam
kategori sumber primer dan sumber skunder.peneliti ini memilih
teknik filosofis yaitu menyelidiki persoalan yang muncul dengan cara
di kaji lebih universal.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemikiran Imam Al�Ghazali terkait dengan konsep pendidikan akhlak untuk mengatasi
degradasi moral saat ini dapat dilakukan dengan membangun kualitas
pendidikan terutama dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islami
dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan. Untuk meningkatkan
pendidikan akhlak Islami, menanamkan nilai-nilai akhlak yang
bersifat permanen, membangun kepribadian muslim yang kaffah.
Selain itu, Imam Al-Ghazali juga memaparkan mengenai langkah�langkah pendidikan akhlak untuk mengatsi degradasi yang terdiri dari
pendidikan akhlak yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadits, tujuan
pendidikan akhlak, tahapan yang dicapai dalam pembentukan akhlak
iii
yaitu Takhalli, Tahalli, Tajalli, serta metode pembentukan nya dengan
cara keteladanan, At-Tajribah, riyadhah dan mujahadah. Pendidikan
akhlak oleh Imam Al-Ghazali dapat di sesuaikan pada pendidikan saat
ini, karena pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Imam AL�Ghazali selaras dengan pendidikan Agama Islam didalam kurikulum
saat ini.
Kata Kunci: Pendidikan Akhlak Isla
"Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"
Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.
Al-Ghazali di Mata Orientalis
Artikel ini merupakan review article dari buku Al-Ghazali's Philosophical Theology karya Frank Griffel, khususnya bab ketiga dan keempat dengan judul “al-Ghazālī on the Role of falsafa in Islam” dan “The Reconciliation of Reason and Revelation through the “Rule of Interpretation” (Qānūn al-ta`wīl)”. Melalui telaah buku ini, peneliti mendapati bahwa; pertama Griffel menilai bahwa dalam kontemplasi ilmiahnya, al-Ghazali menggunakan beberapa terminology ash'ariyah hanya untuk menghadapi orang awam, namun dalam pemikiran dan ide-idenya ia sangat mengagumi Ibn Sina. Kedua, dalam permasalahan sufisme penulis teridentifikasi ingin menempatkan tokoh tersebut sebagai seorang panteis. Pernyataannya jelas “fanā` adalah “all being is God, all that exists (al-wujūd) is He”. Ketiga, terlepas dari kecenderungan penulis, yang menarik adalah Griffel ingin mengusung ide “baru” tentang penanggalan bagi tahun kelahiran al-Ghazali, yaitu 1056, bukan 1058 seperti yang diyakini historiografi tradisional
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Letter from R. R. Zellick, Assistant Trust Officer, Anglo California National Bank of San Francisco, to Joseph R. Goodman, October 2, 1942
Letter from R. R. Zellick, Assistant Trust Officer at The Anglo California National Bank of San Francisco, to Joseph R. Goodman, regarding property owned by Dave Tatsuno. Zellick mentions a dispute between current tenants and Tatsuno, and that Tatsuno has asked Goodman to help locate trustworthy tenants.Personal correspondence, organizational records, government documents, publications, and other papers created or collected by Joseph R. Goodman documenting the forced removal and incarceration of Japanese Americans during World War II, as well as organized resistance to incarceration. Included in the collection are records of the Japanese Young Men's Christian Association and the Japanese American Citizens' League in San Francisco, including papers of the Japanese YMCA's executive secretary Lincoln Kanai; Sakai family papers; Goodman's correspondence to and from Japanese American incarcerees, organizations opposing forced removal and incarceration of Japanese Americans, the War Relocation Authority, and others; publications, photographs, and ephemera from the Topaz Relocation Center, where Goodman taught high school; War Relocation Authority records and publications; and newspaper clippings, pamphlets, and reports about forced removal and incarceration created by various government, religious, and civic organizations, in California and nationwide
- …
