1,720,973 research outputs found

    Kata Tugas dalam Bahasa Arab

    Full text link
    Huruf al-ma’ani dalam bahasa Arab dapat dipadankan dengan kata tugas dalam bhasa Indonesia, meskipun berbeda dalam hal jumlah kelas atau jenis kata. Dalam hal penentuan jumlah kata tugas dalam bahasa Arab, para ulama bahasa kadang-kadang berbeda, tergantung dari sudut mana mereka memandangnya. Dari sudut pandang jumlah  huruf, ada yang mengbaginya menjadi lima, dari sudut pandang tentang fungsi atau penerapan ada yang membaginya menjadi dua kategorisasi dan lain-lain sebagainya. Kata tugas tersebut mempunyai ciri yang sama dalam semua bahasa. Ciri yang dimaksud adalah: (1)  tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata, (2) keanggotaannya relative tetap, (3) merupakan kelas kata yang bersifat tertutup, dan (4) tidak dapat menempati fungsi-fungsi pokokdalam sebuah kalimat

    Makna-Makna Preposisi dalam Bahasa Arab

    Full text link
    :المقدمةالهدف من هذه الدراسة هو التعبير عن المعانى لحروف الجر الثلاثة خاصة وهي من و الي و في. و تلك حروف الجر الثلاثة تسمي عادة بالحروف التي تتصل باسم المكان او باسم يماثله في الجملة. معاني حروف الجر متنوعة وحرف "من" اولا وهي ما يدل علي ابتداء الغاية والتبعيض و التبيين والتعليل والبدل والفصل والمجاوزة والاصاق و الظرف و الاستعلاء والقسم والتجريد والتاكيد.وحرف الجر "الي" لها معان كذالك وهي انتهاء الغاية والمصاحبة واللام والظرفية و التبيين والتأكيد والتأدية اي ما يسبب الفعل اللازم الي المعني المتعدى.واما حرف الجر "في" فمعناه هو ما يدل علي الظرفية والمصاحبة والتعليل والاستعلاء والمقايسة والاستعانة وانتهاء الغاية والتأكيد و معني "عن". والتعمق في هذه المعاني مهم جدا في فهم المتون العربية المتنوعة وترجمتها.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna dari tiga preposisi, terutama dari, ke, dan di. Dan ketiga preposisi ini biasanya disebut dengan huruf-huruf yang menghubungkan nama tempat atau nama yang mirip dalam kalimat. Arti dari preposisi bervariasi, dan huruf "dari" pertama, yang menunjukkan awal dari akhir, subdivisi, penjelasan, penalaran, substitusi, pemisahan, pelanggaran, adhesi, kata keterangan, superioritas, sumpah, abstraksi, dan penekanan. Kata depan “untuk” memiliki arti yang sama, yaitu akhir dari akhir, yang menyertai, menyalahkan, keadaan, klarifikasi, penegasan dan kinerja, yaitu apa yang menyebabkan tindakan yang diperlukan untuk makna transitif. Adapun preposisi “dalam” artinya adalah yang menunjukkan keadaan, pengiring, penalaran, keunggulan, analogi, mencari pertolongan, tujuan akhir, penekanan, dan makna “tentang”. Dan menggali makna ini sangat penting dalam memahami dan menerjemahkan berbagai teks Arab.         

    Problema Pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Kota Makassar

    Full text link
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajaran bahasa Arab di MAN 1 Makassar sudah berjalan dengan baik. Hanya saja dalam pelaksanaan pengajaran ditemukan beberapa problema yang sebagian besar berasal dari siswa itu sendiri. Hal ini disebabkan umumnya karena separuh dari siswa MAN 1 Makassar bukan berasal dari Madrasah Tsanawiyah sehingga ada diantara mereka yang baru mengenal huruf Arab. Untuk mengatasi hal tersebut guru banyak memberikan motivasi belajar serta memberikan tugas-tugas yang diharapkannya dapat mengurangi kesulitan belajar siswa

    Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Surah Lukman

    Full text link
    Alquran as a guidance has many aspects encouraging the quality of human resources, like educational aspect. Alquran gives an advice about the education in order to make that human being has a good and strong mentality. The educational value of Luqman al-Hakim described in surah Luqman [31] contains several aspects: Firstly, the belief or faith building aspect as a basic principle in Islam. The doctrine of Luqman that is reflected clearly in the surah Luqman [31]: 13; Secondly, ritual aspect as described in the verse 17 which leads his son persuasively to pray as a form of the faith; Thirdly, character building aspect which is described in the verses 14, 15, and 18. Luqman stimulates his son to respect his parents and to treat his personal apparent nicely in daily life; Fourthly, personal and social building aspect that takes a long time, from the fetus till 21 years old. This case can be understood from verse 16 in surah Luqman

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAH LUKMAN

    Full text link
    The concept of education in the Qur'an principally establishes the communities based on faith in God Almighty. It aims to improve the quality of human resources which in turn can provide valuable contribution in achieving the common goals; just and prosperous society blessed by Alah SWT. Then, the concept of education Lukman al-Hakim contains several topics; (1) faith and monotheism coaching; it can be seen in verse 13 of Surah Luqman as described in the previous discussion. (2) Worship coaching; this can be seen in verse 17 of Surah Luqman. The implementation of the order for the children persuasively encourages and guides them to pray. (3) Character building; it can be seen in verse 14, 15, 18 and 19. Moral is the implementation of faith and all forms of behavior. Among examples of the morals taught to his son are; 1) the morals of children to his parents (verse 14); 2) the morals of children to others (verses 18, 19); 3) the morals of children to her appearance (verse 19); and 4) personality and social issues development can be seen in verse 16. The formation of personality occurs in the long term ranging from birth until the age of 21 years. Finally, personality formation is closely related to the development of faith and morals

    Pengembangan E-LKPD Hiwar Berbasis Website Wizer.me Pada Pembelajaran Bahasa Arab Peserta Didik MTs Barana Jeneponto

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E LKPD Hiwar berbasis website Wizer.meguna mendukung pembelajaran bahasa Arab bagi siswa kelas 7 di MTs Barana Jeneponto.Pendekatan yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) denganmodel 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Keabsahan produk diuji oleh para ahli materidan media, menunjukkan tingkat validitas yang sangat baik, dengan skor rata rata valida si mencapai[93%]. Kepraktisan E LKPD ini diuji melalui uji coba terbatas dan diperoleh skor kepraktisansebesar [53%] untuk penilaian guru dan penilaian peserta didik dengan nilai rata rata (55,44),mengindikasikan kemudahan penggunaan baik bagi guru maup un siswa. Selain itu, efektivitasproduk juga diukur melalui uji coba lapangan yang melibatkan siswa kelas 7, di mana hasil post testmenunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan bahasa Arab, khususnya dalam aspekHiwar (percakapan) dengan nilai efek tivitas sebesar [92,92]. Dengan demikian, E LKPD berbasisWizer.me ini terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasaArab di MTs Barana Jeneponto, serta diharapkan mampu menjadi alternatif media pembelajaraninovatif yang memanfaatkan teknologi digital secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD Hiwar berbasis website Wizer.me guna mendukung pembelajaran bahasa Arab bagi siswa kelas 7 di MTs Barana Jeneponto. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Keabsahan produk diuji oleh para ahli materi dan media, menunjukkan tingkat validitas yang sangat baik, dengan skor rata-rata validasi mencapai [93%]. Kepraktisan E-LKPD ini diuji melalui uji coba terbatas dan diperoleh skor kepraktisan sebesar [53%] untuk penilaian guru dan penilaian peserta didik dengan nilai rata-rata (55,44), mengindikasikan kemudahan penggunaan baik bagi guru maupun siswa. Selain itu, efektivitas produk juga diukur melalui uji coba lapangan yang melibatkan siswa kelas 7, di mana hasil post-test menunjukkan peningkatanpemahaman dan keterampilan bahasa Arab, khususnya dalam aspek Hiwar (percakapan) dengan nilai efektivitas sebesar [92,92]. Dengan demikian, E-LKPD berbasis Wizer.me ini terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di MTs Barana Jeneponto, serta diharapkan mampu menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang memanfaatkan teknologi digital secara optimal

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KISAH

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yakni penelitian yang menghasilkan produk berupa buku Pendidikan Agama Islam berbasis Kisah. Penelitian ini dilakukan pada dua perguruan tinggi umum negeri, yakni Universitas Negeri Makassar dan Universitas Hasanuddin Makassar sebagai tempat melakukan uji validasi. Proses pengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis Kisah pada Pergruan Tinggi Umum Negeri merujuk pada teori model pengembangan Model Thiagarajan dan Semmel (1974). Model ini dikenal dengan model 4-D (four the models), yakni model yang memiliki empat tahap pengembangan. Keempat tahap dimaksud, yaitu: (1) define (pendefinisian); (2) design (perancangan); develop (pengembangan); dan (4) disseminate (penyebaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar Buku Pendidikan Agama Islam berbasis Kisah pada Perguruan Tinggi Umum Negeri melalui uji validasi dengan tim validator yang terdiri dari tim ahli dan praktisi (6 orang) memandang bahwa Buku Pendidikan Agama Islam berbasis Kisah memiliki kriteria kevalidan “sangat valid”. Tingkat kevalidannya meliputi: (1) kelayakan desan dengan nilai kevalidan 3,83 (sangat valid); (2) kelayakan isi dengan nilai kevalidan 3.67 (sangat valid); dan (3) kelayakan penyajian dan bahasa dengan nilai kevalidan 3,70 (sangat valid)
    corecore