4 research outputs found
Perbedaan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ilmu Logam Antara Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional Dan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Di SMK PGRI 03 Malang
ABSTRAK Atmaja, Galih Tri. 2010. Perbedaan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ilmu Logam Antara Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional Dan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Di SMK PGRI 03 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suprayitno, S.T., M.T., (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi belajar, prestasi belajar, pembelajaran konvensional, pembelajaran berbasis masalah. Ilmu logam merupakan mata pelajaran produktif yang terdapat pada SMK. Mata pelajaran ini sangat penting untuk dikuasai, namun dalam kenyataannya masih banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mata pelajaran ini, hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik sehingga hasil yang didapat siswa kurang memuaskan. Metode pembelajaran yang ada saat ini sangat beragam, oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui perbandingan metode pembelajaran itu sendiri. Metode pembelajaran konvensional merupakan salah satu metode pembelajaran yang bersifat berpusat pada guru, sedangkan metode pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu metode pembelajaran yang bersifat berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana motivasi belajar siswa dengan metode pembelajaran konvensional; (2) bagaimana motivasi belajar siswa dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah; (3) bagaimana prestasi belajar siswa dengan metode pembelajaran konvensional; (4) bagaimana prestasi belajar siswa dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah; (5) apakah ada perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif. Populasi penelitian ini merupakan siswa SMK PGRI 03 Malang kelas X jurusan teknik pemesinan, sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yaitu X TP-A sebagai kelas metode konvensional dan X TP-B sebagai kelas metode pembelajaran berbasis masalah. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan prestasi belajar siswa, sedangkan variabel bebasnya adalah pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar, angket dan perangkat pembelajaran. Uji hipotesis penelitian digunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional
ANALISIS YURIDIS MENGENAI HAK MENGELUARKAN PENDAPAT DALAM PERSPEKTIF HAM
Tujuan dalam penelitian ini berusaha menganalisis pengaturan mengenai hak mengeluarkan pendapat berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam perspektif HAM, dan implikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian yuridis normatif, spesifikasi deskriptif analitis. Data yang dipergunakan adalah data sekunder dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pengaturan mengenai hak mengeluarkan pendapat berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam perspektif HAM, merujuk kepada pendapat Friedrich Julius Stahl menunjukkan bahwa salah satu unsur negara hukum adalah adanya perlindungan atas hak asasi manusia, negara Indonesia berdasarkan konstitusi adalah negara hukum dan secara teori sudah memenuhi unsur-unsur negara hukum salah satunya adalah menjamin perlindungan hak asasi manusia, namun menurut John Rawls prinsip kebebasan dalam hak asasi manusia perlu adanya sebuah kebebasan yang berkeadilan, artinya pemerintah memberikan jaminan payung hukum yang jelas, dan ruang lingkup batasannya dalam koridor keadilan, sehingga tidak memunculkan banyak korban karena produk hukum yang multitafsir. Implikasi dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat meliputi tiga hal yaitu sosial, politik dan psikologi
Kontruksi Sosial Guru Terhadap Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Kota Semarang
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1)Pengetahuan dan pemahaman guru tentang proyek penguatan profil pelajar pancasila didapat melalui berbagai kegiatan pelatihan secara offline maupun online. Pelatihan yang diikuti oleh guru SDN Kuningan 02, SD Islam Sultan Agung 02, dan SD Kanisius Hasanudin beragam ada yang karena inisiatif sendiri dan karena menjalankan tugas dari kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan pelatihan tentang kurikulum merdeka dan proyek penguatan profil pelajar pancasila yang diadakan oleh dinas pendidikan kota Semarang. (2) Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila di SDN Kuningan 02, SD Islam Sultan Agung 02, dan SD Kanisius Hasanudin sudah dilaksanakan sesuai tahapan pelaksanaan P5. (3) Hasil Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila pada jenjang sekolah dasar di ketiga sekolah tersebut membawa dampak perubahan karakter dan prestasi peserta pdidik. Peserta didik merasa senang dan antuasias dalam mengikuti kegiatan Proyek penguatan profil pelajar pancasila yang dilaksanakan dengan melibatkan orangtua peserta didik dunia industri dan pemerinta
Peran Mediasi Safety Climate Dalam Hubungan Safety Knowledge, Safety Leadership, Dan Safety Behavior Wisata Bukit Tawap Lengleng Sumenep
Kurangnya pengetahuan dan perilaku terkait keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pengetahuan keselamatan dan kepemimpinan keselamatan dalam pengelolaan wisata melalui iklim keselamatan terhadap perilaku keselamatan di Wisata Bukit Tawap Lengleng Sumenep; mengidentifikasi hubungan Safety Knowledge, Safety Leadership, dan Safety Climate dalam meningkatkan Safety Behaviour pada objek wisata; mengetahui pengelolaan Safety Knowledge, Safety Leadership, dan Safety Climate dalam meningkatkan Safety Behaviour dan mengurangi kecelakaan kerja Wisata Bukit Tawap Lengleng Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner, responden dalam penelitian ini sebanyak 30 pengelola dan karyawan wisata. Alat analisis yang digunakan adalah SmartPLS v4.0.9.6 metode dengan metode analisis SEM (Structural Equation Modeling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh langsung positif yang signifikan safety leadership terhadap safety climate pada pengelola dan karyawan bukit tawap lengleng.
Keywords: pengetahuan keselamatan, kepemimpinan keselamatan, iklim keselamatan, perilaku keselamatan, wisata
Copyright (c) 2023 Adi luhur tri atmaja
Corresponding author :
Email Address : [email protected]
