15 research outputs found
KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOKOPIDO TOLITOLI
This study aims at determining The Quality of Inpatient Services of Mokopido Regional Public Hospital Tolitolii. This study uses a qualitative research method, in which the data and the information were collected by using a Likert scale instrument and interviews with selected informants. The results show that Mokopido Public Hospital Tolitoli still lacks in the quality of service because of the research indicators of speed and timeliness of services must be improved so that patients and their families feel the optimum service from hospital personnel so as to provide effective services. Ease of service will be created if the availability of supporting facilities in health care but in fact Mokopido Public Hospital still lacks of health facilities that can inhibit good services for patients and their families for example in the medical examination, the pharmacy facilities, the facilities of care room and etc. This is certainly going to disrupt the excellent services for patients. As well as providing a fair service without making a distinction between the service of underprivileged patients and patients who are in good economic condition. The quality of services should be improved to get a positive response from patients and their families so that the hope of achieving the satisfaction of health services at the hospital can be created. The provision of hospital health care facilities which are in direct contact to the needs of health services including the availability of drugs, hospital pharmacy facilities, and supporting facilities in medical examinations for patients
Effectiveness of Empowerment Department Work Program Women and Child Protection Inpreventing Violence in the Home Stairs in Tolitoli District
Efektifitas Pelayanan dalam Kepuasan Konsumen pada Perusahaan Daerah Air Minum (Pdam) Ogo Malane Kabuapaten Tolitoli
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana fektifitas pelayanan dalam kepuasan konsumen pada Perusahaan daerah Air Minum Ogo Malade Kabuapetn Tolitli. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemaparan data dan informasi yang di dapatkan dari lapangan dan disesuaikan dengan Grand Theory. Grand Theory yang digunakan adalah Teori meneurt Nurdjaman (2004)(1) : Kesederhanaan, Keterbukaan, Keadilan dan Ketepatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesedrhanaan pelayanan yang diberikan oleh Perusahaan air minum Ogo Malane Kabupaten Tolitoli termasuk dalam kategori baik atau efektif. Keterbukaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah baik dan dapat diprtahankan dan ditingkatkan. Tingkat keadalan pengawai dalam memberikan pelayanan sangat baik dan ketepatan dalam pelayanan perlu ditingkatkan agar masyarakat tidak megalami kendala atau tidak menunggu lama dalam pengaduan pelayanan
Efektivitas Pengawasan Dinas Perdagangan dalam Pendistribusian Gas LPG 3 Kg di Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengawasan Dinas Perdagangan dalam pendistribusian Gas LPG 3 Kg di Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari pegawai Dinas Perdagangan, agen LPG, pemilik pangkalan, dan masyarakat pengguna Gas LPG 3 Kg. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April tahun 2024. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan Dinas Perdagangan dalam pendistribusian Gas LPG 3 Kg belum berjalan efektif. Hal ini terlihat dari masih adanya penyimpangan harga jual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketidaktepatan sasaran distribusi subsidi. Penentuan ukuran pelaksanaan dan pemberian penilaian belum terlaksana optimal, meskipun tindakan korektif sudah dilakukan melalui evaluasi rutin. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan, peningkatan jumlah petugas lapangan, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat untuk mendukung distribusi LPG subsidi yang tepat sasaran
Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kabupaten Tolitoli
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas program kerja oleh (Sariati et al., 2022) dengan empat indikator yaitu ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil penelitian ini menunjukan Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli belum sepenuhnya maksimal dari empat indikator tersebut ada tiga yang belum terpenuhi 1).Ketepatan Sasaran Program sejauh ini sudah tepat yakni yang menjadi sasaran program yaitu tokoh-tokoh yang paham dan kritis, 2).Sosialisasi Program belum terpenuhi karena kurangnya pelaksanaan program yang dilakukan di setiap tahunya dikarenakan anggaran yang terbatas, 3).Tujuan Program yakni mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan akan tetapi yang terjadi dilapangan meningkatnya jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga disetiap tahunnya, 4). Pemantauan Program belum terpenuhi karena pemberian informasi terkendala di satuan tugas (satgas) yang di bentuk tidak berpartisipasi dalam tugas dan tanggung jawab yang diberikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas program kerja oleh (Sariati et al., 2022) dengan empat indikator yaitu ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil penelitian ini menunjukan Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli belum sepenuhnya maksimal dari empat indikator tersebut ada tiga yang belum terpenuhi 1).Ketepatan Sasaran Program sejauh ini sudah tepat yakni yang menjadi sasaran program yaitu tokoh-tokoh yang paham dan kritis, 2).Sosialisasi Program belum terpenuhi karena kurangnya pelaksanaan program yang dilakukan di setiap tahunya dikarenakan anggaran yang terbatas, 3).Tujuan Program yakni mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan akan tetapi yang terjadi dilapangan meningkatnya jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga disetiap tahunnya, 4). Pemantauan Program belum terpenuhi karena pemberian informasi terkendala di satuan tugas (satgas) yang di bentuk tidak berpartisipasi dalam tugas dan tanggung jawab yang diberikan
Responsivitas Penanganan Keluhan Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Unit Ibu Kota Kecamatan (IKK) Di Desa Sandana Kabupaten Tolitoli
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji responsivitas penanganan keluhan pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Ibu Kota Kecamatan (IKK) di Desa Sandana Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan penelitian dokumen. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang ditentukan dengan cara Purposive Random Sampling atau dengan cara acak berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian berdasarkan data-data yang diperoleh diukur berdasarkan 6 indikator yaitu; 1) Merespon setiap pelanggan yang ingin mendapatkan pelayanan, dari indokator ini dapat dikatakan sudah berjalan sesuai dengan prosedur. 2) Petugas melakukan pelayanan dengan cepat, indikator ini menggambarkan petugas PDAM belum sepenuhnya cepat dalam melayani keluhan pelanggan terkait kerusakan pipa air karena keterbatasan peralatan. 3) Petugas melakukan pelayanan dengan tepat, petugas sudah cukup tanggap memberikan pelayanan keluhan. 4) Petugas melakukan pelayanan dengan cermat, petugas PDAM sudah cukup baik dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan prosedur yang ada. 5) Petugas melakukan pelayanan dengan tepat waktu, pada indikator ini petugas PDAM masih sering lalai dalam menangani masalah keluhan pelanggan. 6) Semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas, hanya saja tindakan yang diambil masih belum optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji responsivitas penanganan keluhan pelanggan pada perusahaan daerah air minum unit ibu kota kecamatan di Desa Sandana Kabupaten Tolitoli. bagaimana responsivitas penanganan keluhan pelanggan perusahaan daerah air minum unit ibu kota kecamatan Di Desa Sandana Kabupaten Tolitoli?. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan, penelitian lapangan berupa observasi, wawancara mendalam dan penelitian dokumen. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Responsivitas pelayanan publik dapat dinilai dari 6 indikator yaitu: Merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat, Semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas, maka dari keenam indikator tersebut, ada 3 indikator yang sudah terpenuhi dan 3 indikator belum terpenuhi. 1. Merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan, yaitu pelayanan PDAM sudah berjalan sesuai dengan prosedur. 2. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat, yaitu Pertugas PDAM belum sepenuhnya cepat dalam melayani keluhan kerusakan dari pelanggan dan penangan keluhan yang diberitahukan berulang-ulang oleh pelanggan dikarenakan alatnya yang kurang jadi harus menunggu alat yang di pesan lagi terlebih dahulu. 3. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat, bahwa petugas sudah cukup tanggap memberikan pelayanan keluhan kerusakan. 4. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat, bahwa pada indikator kecermatan petugas dalam melayani masyarakat, petugas sudah berjalan cukup baik dalam menjalankan dan melaksanakan tugas pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan prosedur yang ada. 5. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat, yaitu petugas belum tepat waktu dalam memberikan penanganan keluhan, pada saat terjadi kendala dalam proses ketepatan waktu melayani, petugas belum bisa dikatakan baik karena ketepatan waktu melayani. Hal ini terjadi karena alat dan bahan dari perusahaan daerah air minum masi kurang lengkap. 6. Semua pelanggan direspon oleh petugas, bahwa indikator semua pelanggan direspon oleh petugas sudah cukup baik dan petugas sudah responsif
Peran Dinas Tenaga Kerja Dalam Pengembangan Bakat Keterampilan Pemuda Pengangguran Di Kelurahan Sidoardjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Meskipun terdapat beberapa instansi, perusahaan, kelompok profesi nelayan, masih banyak ditemukan pemuda setengah pengangguran di Kelurahan Sidoardjo, sehingga bekerja serabutan seperti menjadi kuli panggul di pelabuhan, dan melaut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Dinas Tenaga Kerja dalam mengembangkan bakat keterampilan pemuda pengangguran di Kelurahan Sidoardjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Adapun metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan sebanyak 7 orang yang terpilih secara purposive sampling. Untuk mendapatkan hasil dalam penelitian ini, penulis menganalisis peran Dinas Tenaga Kerja berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Tolitoli nomor 85 Tahun 2016, pasal 6 tentang tugas Dinas Tenaga Kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dinas tenaga kerja dalam mengembangkan bakat pemuda pengangguran di Kelurahan Sidoardjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli belum optima
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENGEMBANGKAN KARANG TARUNA DI DESA AUNG KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana keterlibatan pemerintah desa dalam upaya pengembangan Karang Taruna di Desa Aung berdasarkan 3 indikator yaitu peran pribadi (Interpersonal role), peranan berkaitan dengan informasi (Informasi role) dan peran keputusan (Decision role). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, Teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 7 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran pemerintah desa dalam mengembangkan karang taruna belum sesuai dengan apa yang diharapakan oleh semua pihak. Pertama peran pribadi, peran pemerintah Desa Aung belum berjalan maksimal secara individu. Kedua peranan yang berkaitan dengan informasi, pemerintah Desa Aung sudah cukup baik, tetapi dari pihak pengurus karang taruna kurang tanggap dalam merespon informasi yang disampaikan. Ketiga peran keputusan, pemerintah desa dalam pengambilan keputusan belum berjalan dengan baik, dikarenakan banyak hal yang berhubungan dengan pengembangan karang taruna belum diputuskan dengan baik oleh pemerintah desa.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana keterlibatan Pemerintah Desa dalam upaya pengembangan Karang Taruna di Desa Aung, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, berdasarkan variabel Peran Pribadi (Interpersonal Role), Peranan Berkaitan dengan Informasi (Informasi Role), dan Peran Keputusan (Decision Role). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif , teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, Teknik analisis data yang di gunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 7 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Peneliti menyimpulkan bahwa belum sesuai apa yang diharapakan antara fakta dan teori yang digunakan dalam teori Thoha, 2012 Pertama, Peran Pribadi (Interpersonal Role)`peran Pemerintah Desa Aung belum berjalan maksimal secara invidu. Kedua, Peranan Berkaitan dengan Informasi (Informasi Role) peran Pemerintah Desa Aung dalam mengembangkan karang taruna sudah cukup baik tetapi dari pihak pengurus karang taruna kurang cepat tanggap dalam merespon informasi yang disampaikan. Ketiga, Peran Keputusan (Decision Role) Pemerintah Desa dalam pengambilan keputusan belum berjalan dengan baik dikarenakan hal-hal yang berkaitan dengan karang taruna belum diputuskan dengan baik
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG LARANGAN PEREDARAN DAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL (STUDI KASUS DESA SIBALUTON KABUPATEN TOLITOLI)
Memaknai dan mendeskripsikan implementasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang larangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol merupakan tujuan penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 6 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Teori yang digunakan implementasi kebijakan model Edwars III. Analisa implementasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 di Desa Sibaluton Kecamatan Basidondo Kabupaten Tolitoli menggunakan 4 indikator yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) lemahnya transmisi pesan dan kurangnya kejelasan informasi yang disampaikan oleh para pembuat kebijakan serta kurangya sosisalisasi yang dilakukan mengakibatkan komunikasi antara pemerintah desa dengan masyakat tidak berjalan optimal. 2) sumber daya manusia atau implementor masih rendah dan tidak didukung oleh alokasi anggaran yang memadai. 3) sikap pemerintah desa sebagai pelaksana kebijakan belum menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008. 4) tidak adanya kejelasan pembagian tugas dan wewenang di tingkat desa, serta tidak adanya prosedur tetap (SOP) yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan.Penelitian ini bertujuan untuk memaknai pelaksanaan dari pemerintah daerah dalam menjalankan implementasi peraturan Pemerintah Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang larangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol (Studi Kasus Desa Sibaluton Kecamatan Basidondo Kabupaten Tolitoli). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Dalam penelitian ini terdapat 6 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Teori yang digunakan model implementasi kebijakan Edwars III Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Larangan Peredaran Dan Penjualan Minuman Beralkohol di Desa Sibaluton Kecamatan Basidondo Kabupaten Tolitoli dengan menggunakan empat indikator yaitu 1. Komunikasi, yaitu lemahnya transmisi pesan dan kurangnya kejelasan informasi yang disampaikan oleh para pembuat kebijakan serta kurangya sosisalisasi yang dilakukan. Akibatnya, komunikasi antar pihak pemerintah desa kepada masyakat tidak berjalan optimal. 2. Sumber daya, yaitu sumber daya manusia atau implementor masih rendah dan tidak didukung oleh alokasi anggaran yang memadai. 3. Disposisi, yaitu sikap pemerintah Desa Sibaluton sebagai pelaksana kebijakan belum menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah tersebut. 4. Struktur birokrasi, yaitu tidak adanya kejelasan pembagian tugas dan wewenang di tingkat desa, serta tidak adanya prosedur tetap (SOP) yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2008 tentang larangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol
Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli belum dikelola dengan baik, menyebabkan pengembangan sumber daya perekonomian belum optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mengembangkan BUMDes untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian deskriptfi kualitatif, data primer dan data sekunder disajikan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan BUMDes belum berjalan dengan baik, peran pemerintah desa sebagai penyelenggara pemerintahan belum dilaksanakan secara maksimal, pemerintah desa belum mampu mengontrol pengelolaan BUMDes secara transparan. Peran pemerintah desa sebagai pelaksana pembangunan juga belum maksimal, pemerintah desa perlu melakukan pelatihan atau pendampingan kepada para pengelola BUMDes agar dapat memberikan hasil sesuai yang diharapakan. Peran pemerintah desa sebagai pembina kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pengelolaan BUMDes masih dalam wacana (Perencanaan), pemerintah desa sebaiknya menciptakan ruang partisipasi, kaloborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui BUMDes. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh pemerintah desa melalui BUMDes juga sebaiknya lebih tegas dan terarah, seperti meningkatkan kemampuan, keterampilan, perilaku serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan program kegiatan dan pendampingan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli belum dikelola dengan baik menyebabkan pengembangan sumber daya perekonomian belum optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mengembangkan BUMDes untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian deskriptfi kualitatif, data primer dan data sekunder disajikan berdasarkan pada hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan BUMDes belum berjalan dengan baik, pemerintah desa sebagai penyelenggara pemerintahan belum dilakukan secara maksimal, pemerintah desa belum mampu mengontrol pengelolaan BUMDes secara transparan. Peran pemerintah desa sebagai pelaksana pembangunan juga belum maksimal, pemerintah desa perlu melaksanakan pelatihan atau pendampingan kepada para pengelola BUMDes agar dapat memberikan hasil sesuai yang diharapakan. Peran pemerintah desa sebagai pembina kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pengelolaan BUMDes masih dalam wacana (Perencanaan), pemerintah desa sebaiknya menciptakan ruang partisipasi, kaloborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui BUMDes. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan pemerintah desa melalui BUMDes juga sebaiknya lebih tegas dan terarah, seperti meningkatkan kemampuan, keterampilan, perilaku serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan program kegiatan dan pendampingan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta pengembangan kemampuan para pengelola BUMDes
