1,723,103 research outputs found
PEMBACAAN AL-QUR’AN SURAT-SURAT PILIHAN DI PONDOK PESANTREN PUTRI DAAR AL-FURQON JANGGALAN KUDUS (STUDI LIVING QUR’AN)
The author focuses on a discussion to the practices of reading certain selected surah of Qur\u27an in boarding schools pondok pesantren putri Daar al-Furqon Janggalan al-Furqon and its meaning in these boarding schools. The author uses social theory offered by Emile Durkheim and Karl Mannheim, religious feelings and the theory of meaning
MANAJEMEN KURIKULUM SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-FURQON PALEMBANG
ABSTRAK
Manajemen adalah seni menata, menggerakkan pribadi atau kelompok untuk mencapai tujuan yang sama, SDIT Al-Furqon mempunyai perkembangan yang cukup bagus, sehingga dari tahun ke tahun peminat orang tua semakin banyak, dan prestasi siswanyapun cukup membanggakan baik ditingkat kota bahkan sampai nasional. Sementara ada sekolah yang lain perkembangannya cukup lamban dan bahkan nyaris tidak berkembangan. Apa yang kelebihan dari SDIT Al-Furqon, maka dari itu penulis ingin mengetahui Bagaimana Manajemen Kurikulum SDIT Al-Furqon Palembang.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research dengan metode deskriptif kualititif melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Data yang diambil bersifat dapat primer dan data skunder. Data primer adalah kurikulum, guru dan metode pembelajaran SDIT Al-Furqon. sedangkan data sekunder adalah data yang bersifat mendukung dari penelitian ini, seperti data sarana dan prasarana, data siswa dan lain sebagainya yang dianggap perlu. Dari permasalahan penelitian ini penulis merumuskan masalahnya untuk mengetahui: kurikulum SDIT Al-Furqon, Guru SDIT Al-Furqon dan Metode Pembelajaran SDIT Al-Furqon. dari hasil penelitian penulis menarik ke dalam sebuah kesimpula dengan menggunakan teknik deduktif ke induktif.
Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Konsep kurikulum SDIT Al-Furqon adalah perpaduan kurikulum Nasional, Kurikulum Muatan Lokal dan Muatan Keagamaan. Sehingga kegitanya ini diterpadukan kedalam sistem pembelajaran terpadu antara ilmu umum dengan Ilmu keagamaan. Di samping kurikulum SDIT Al-Furqon mengemas program pembelajaran pengembangan diri dengan Ekstrakurikuler, selain itu untuk mendukung proses pembelajaran yang ada, SDIT Al-Furqon melaksanakan kegiatan pendukung dari kurikulum dan ekstrakurikuler, beraqidah lurus dan benar (Salīmul Aqīdah.), beribadah yang benar dan konsisten (shahīhul Ibādah) Berakhlak terpuji (matīnul khulūq), memiliki kemandirian yang kuat (qadīrun ‘alal kasbi), berwawasan luas dan kritis (mutsaqqoful fikri), berbadan sehat dan kuat (qowiyyul jizmi), memiliki kesungguhan yang tinggi dalam amalnya (mujāhidun li nafsihi), disiplin dan tertata dalam urusannya (munazhzhom fi su'unihi), cermat terhadap waktu (harītsun ala waqtihi), bermanfaat bagi orang lain (nāfi'un li ghoirihi). Untuk menunjang pelaksanaan kurikulum diperlukan guru yang handal dan memenuhi kriteria. SDIT Al-Furqon dalam merekrut calon guru melalui seleksi yang sangat ketat, tujuannya agar sejalan dengan visi dan misi Al-Furqon. Maka dari itu guru SDIT Al-Furqon harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Sarjana, mampu membaca dan menulis Al-Qur’an, usia di bawah 35 Tahun, hafal dua juzz yakni 29-30, berkelakukan baik, pengalaman kerja minimal 2 tahun, penguasaan teknologi, untuk laki-laki tidak merokok, untuk perempuan berjilbab maksudnya adalah menggunakan jilbab tidak hanya di sekolah tetapi juga di luar sekolah (tidak lepas jilbab) kecuali di rumah, harus mengikuti Tata Tertib Pegawai/Guru sebagai berikut: disiplin waktu, disiplin kerja, disipin perilaku, disiplin ibadah Pendidikan di Al-Furqon secara umum adalah pendidikan yang mengacu dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, maka dari itu baik konsep, pelaksanaan dan evaluasinya menggunaan konsep yang Islami. Metode pembelajaran yang Terintegrasi, Pembiasaan (drill), Pendidikan kebaikan. Kurikulum SDIT Al-Furqon juga memiliki kekurangan, antara lain, dengan sistem pembelajaran full day, mungkin akan menjenuhkan siswa dalam belajar. Dan juga pembelajaran mulai dari kelas 1-6 dengan menggunakan guru bidang studi. Sehingga sedikit bertentangan dengan Kurikulum 2013 yang semua pembelajaran diasuh oleh guru kelas
Sejarah Perkembangan Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon Wedoroanom Driyorejo Gresik Tahun 1993-2019
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1). Bagaimana sejarah berdirinya Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon Wedoroanom Driyorejo Gresik, (2). Bagaimana perkembangan Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon Wedoroanom Driyorejo Gresik, (3). Bagaimana respon masyarakat terhadap eksistensi Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon Wedoroanom Driyorejo Gresik, Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Teoriyang digunakan adalah teori Continuity and Change oleh John Obert Voll dan Challenge and Respons oleh Arnold J. Toynbee. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon didirikan pada tanggal 01 Juli 1993 M Oleh KH Mashuri Abdurrahim dan dirintis oleh beberapa tokoh diantarannya KH Bashor Abdurrahim, KH Bagus Riski di Wilayah Wedoroanom Driyorejo Gresik. (2) Perkembangan Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon meliputi tiga lembaga yaitu lembaga pendidikan diantarannya KB-TK Al-Furqon, SD Al-Furqon, SMP Al-Furqon, SMP Unggulan AL-Furqon, SMA Al-Furqon, SMK Al-Furqon, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqon dan Madrasatul Mu’allimin Al-Islamiyah (MMI); Lembaga sosial meliputi panti asuhan Beabdurrahim, El-Hidayati, De Abu Bakar, Sasukamdi dan Arrohyati; Lembaga dakwah meliputi Majlis Ta’lim dan Solidaritas Alumni Pondok Pesantren Al-Furqon. (3) Respon masyarakat terhadap eksistensi Yayasan Pondok Pesantren Al-Furqon sangat beragam, ada yang merespon secara positif dan ada pula yang negatif. Respon tersebut timbul dikarenakan adanya interaksi antara pihak Yayasan dan masyarakat
Pembelajaran Kitab Tauhid Di MTS Muhammadiyah 3 Al-Furqon Banjarmasin
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pembelajaran Kitab Tauhid di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin dengan menggunakan Kitab Tauhid yang meliputi tentang perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran serta untuk problematika Pembelajaran Kitab Tauhid di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang bertujuan dengan terjun kelapangan untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan mengenai Pembelajaran Kitab Tauhid di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu pendekatan penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.. Objek dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Kitab Tauhid di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon., sedangkan yang menjadi subjek penelitiannya adalah guru PAI dan siswa MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin.
Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumenter. Setelah data terkumpul, selanjutnya diproses melalui editing selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa Pembelajaran Kitab Tauhid di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin dalam menggunakan kitab Tauhid dapat efektif apabila guru dapat menyampaikan materi dengan baik sesuai dengan keadaan siswa karena banyak siswa yang kurang menguasai bahasa arab dan siswa harus memperhatikan guru dengan baik serta lebih belajar lagi bahasa arab dan mempunyai kamus bahasa arab masing – masing agar mempermudah dalam belajar
KONDISI ALAT BERMAIN DI TK AL – FURQON YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi alat bermain di TK Al-Furqon Yogyakarta. Kondisi alat bermain anak dapat dilihat melalui ketersediaan alat bermain di TK Al-Furqon Yogyakarta dan jumlah alat bermain di TK Al-Furqon Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tempat penelitian dilakukan di TK Al-Furqon Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah Kepala TK Al-Furqon Yogyakarta dan guru TK Al-Furqon Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, wawancara, dan dokumentasi.
Data dianalisis secara kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi alat bermain di TK AlFurqon Yogyakarta memiliki 90% alat bermain yang tersedia di dalam ruangan dari 20 alat bermain yang terdapat dalam pilihan angket. TK Al-Furqon Yogyakarta memiliki 68,75% alat bermain yang tersedia di luar ruangan dari 16 alat bermain yang tersedia dalam pilihan anket. Keseluruhan kondisi alat bermain dalam keadaan baik. Tema atau materi yang akan diberikan menentukan kapan alat bermain akan digunakan. Metode pembelajaran guru menentukan pemanfaatan alat dalam meningkatkan perkembangan motorik, kognitif, kreatifitas, bahasa, dan sosial anak
FAEDAH-FAEDAH IJAZ DALAM MEMAHAMI AL-QUR’AN SURAH AL- FURQON
Al-Qur’an dan maknanya berasal dari sisi Allah SWT,
uslub yang mengandung mu’jizat dan susunan kata yang indah melebihi uslub
uslub Bahasa Arab yang digunakan hari ini. Untuk memahami Alqur’an
dibutuhkan penguasaan ilmu-ilmu Bahasa Arab khususnya ilmu Balaghoh,
diantaranya uslub Ijaz. Oleh sebab itu, penulis merasa tertarik dengan judul
“Faedah-Faedah Ijaz dalam Memahami Alqur’an surah Al- furqon”. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah apa Faedah Ijaz dalam surah Al-furqon.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faedah ijaz dalam surah Al-furqon
dari aspek balaghoh. Adapun objek penelitian ini adalah uslub Ijaz dalam surah
Al-furqon yang berjumlah 77 Ayat. Dalam penelitian ini penuis menggunakan
sumber data, terdiri dari sumber primer dan sumber skunder yang berhubungan
dengan objek penelitian. Metode dalam mengumpulkan data menggunakan
Metode Pustaka (Library Research, dengan metode menela’ah serta mambaca
buku-buku yang berkaitan dengan judul. Sedangkan metode analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah analisis Deskritif dan analisis isi kitab
(Content Analiasis) dengan menggunakan tabel. Setelah penulis melaksanakan
penelitian dalam surah Al-furqon, penulis menemukan semua ayat yang
mengandung uslub Ijaz. Yaitu Ijaz Qashar dan Ijaz Hazdfi
Pelaksanaan Budaya Religius Santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Budaya Religius Santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih”. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan budaya religius santri di pondok pesantren Al Furqon Prabumulih kemudian untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan budaya religius santri di pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan budaya religius santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih. Informan pokoknya adalah pembina asrama. Sumber data primer berupa penelitian lapangan dan data sekunder berupa data-data yang diproleh dari dokumentasi, buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini bahwa pelaksanaan budaya religius santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih sudah diterapkan dengan baik melalui beberapa aspek yakni pemberian motivasi, pengarahan, koordinasi, dan komunikasi. Kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan budaya religius santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih dilakukan dengan baik yaitu menerapkan semua kegiatan budaya religius. Adapun saran dalam penelitian yaitu untuk asrama agar lebih meminimalisir hambatan dalam pelaksanaan budaya religius santri, untuk peneliti yaitu menambah ilmu dan wawasan mengenai pelaksanaan budaya religius dan peneliti selanjutnya diharapkan agar menjadi bahan refrensi dan acuan serta dapat mengembangkan pengetahuannnya.
Kata Kunci : Pelaksanaan, Budaya Religiu
Pelaksanaan Budaya Religius Santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Budaya Religius Santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih”. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan budaya religius santri di pondok pesantren Al Furqon Prabumulih kemudian untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan budaya religius santri di pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan budaya religius santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih. Informan pokoknya adalah pembina asrama. Sumber data primer berupa penelitian lapangan dan data sekunder berupa data-data yang diproleh dari dokumentasi, buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini bahwa pelaksanaan budaya religius santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih sudah diterapkan dengan baik melalui beberapa aspek yakni pemberian motivasi, pengarahan, koordinasi, dan komunikasi. Kesimpulan penelitian ini bahwa pelaksanaan budaya religius santri di Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih dilakukan dengan baik yaitu menerapkan semua kegiatan budaya religius. Adapun saran dalam penelitian yaitu untuk asrama agar lebih meminimalisir hambatan dalam pelaksanaan budaya religius santri, untuk peneliti yaitu menambah ilmu dan wawasan mengenai pelaksanaan budaya religius dan peneliti selanjutnya diharapkan agar menjadi bahan refrensi dan acuan serta dapat mengembangkan pengetahuannnya.
Kata Kunci : Pelaksanaan, Budaya Religiu
PERAN MODAL MASJID TERHADAP PROFITABILITAS UMKM GALERY AL FURQON DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Masjid Al Furqon Teluk Betung Utara)
ABSTRAK
Pembangunan masjid daerah Bandar Lampung 1964 sebelum menjadi
Masjid Al Furqon, Masjid ini dinamai dengan Masjid Jami sampai
dengan 1999 barulah Masjid Jami berganti nama menjadi Masjid Al
Furqon dan pada tahun 2011 ada penambahan halaman dan dana hibah
kota Bandar Lampung. pada tahun 2019 barulah galeri Al Furqon
terbentuk. Sedangkan untuk ide untuk pembuatan galeri Al Furqon,
pihak masjid dan dinas perdangan mempunyai ide untuk membantu
UMKM sekitar untuk bisa lebih berkembang dan ingin memakmurkan
memelalui sektor sektor non ibadah supaya menarik dan membuat
kenyamanan jamaah dari luar kota disamping beribadah bisa membeli
souvenir-souvenir khas Lampung. dengan dana pengurus masjid dana
dinas perdangangan. barulah kesepakatan dari 3 pihak yaitu pengurus
Masjid Al Furqon, dinas perdangangan dan UMKM sekitar untuk
membuat semacam tempat untuk menampung UMKM untuk bisa
berjualan di area Masjid dan berbagi hasil, hasil penjualan dari 8
UMKM yang berjualan akan dipotong 10% untuk infak Masjid. Untuk
kerjasama Masjid dan Dinas Perdagangan sudah lama, tetapi jika kerja
sama Masjid dengan UMKM itu baru tahun 2019 dan langsung
terbentuk Galeri Al Furqon yang diresmikan pada tahun 2019 oleh
walikota Bandar Lampung. Masjid Al Furqon sendiri hanya
memberikan fasilitas seperti tempat dan listrik, dan bentuk
pengawasan nya mutlak pada UMKM itu sendiri.
Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah peran modal yang
diberikan masjid kepada UMKM gallery Al Furqon dapat membantu
kenaikan profitabilitas, jenis penelitian kualitatif, metode pengambilan
data wawancara, observasi dan dokumentasi, dan di analisi dengan
pendekatan induktif. Hasil penelitian dimana Bahwa peran modal
masjid berupa fasilitas tempat, listrik dan lain lain dengan maksud
sebagai sentra oleh oleh agar meningkatkan profitabilitas, tidak
mampu mendorong omzet. dikarena kan menejemen pemasaran yang
kurang optimal dan tempat yang kurang strategis menjadi faktor
terbesar tidak mampu mendorong profit di gallery Al Furqon.
Kata kunci : Masjid, Peran Modal, Profitabilita
Metode Pendidikan Akhlak Di Pondok Pesantren Al-Furqon Banjarmasin
Permasalahan dalam penelitian ini ada dua yaitu: (1) Bagaimana metode
pendidikan akhlak dalam pembentukkan kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren
Al-Furqon Banjarmasin, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi metode
pendidikan akhlak dalam pembentukkan kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren
Al-Furqon Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pendidikan akhlak dalam
pembentukkan kecerdasan spiritual dan faktor-faktor yang mempengaruhi metode
pendidikan akhlak dalam pembentukkan kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren
Al-Furqon Banjarmasin.
Subjek dalam penelitian ini adalah semua guru dan santri di Pondok
Pesantren Al-Furqon Banjarmasin pada tahun ajaran 2019/2020, sedang objek
dalam penelitian ini adalah metode pendidikan akhlak dalam pembentukkan
kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren Al-Furqon Banjarmasin.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data
yang digunakan adalah editing, klasifikasi data, dan interpretasi data. Kemudian
dianalisis data tersebut dengan analisis deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahwa metode pendidikan
akhlak dalam pembentukkan kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren Al-Furqon
Banjarmasin secara umum telah terlaksana dengan baik, ada enam metode yang
digunakan yaitu: metode keteladanan, metode latihan dan pembiasaan, metode
ibrah (mengambil pelajaran), metode mauizah (nasehat), metode targhib wa
Ta’zhib, dan metode kedisiplinan. Dan metode keteladan yang lebik diutamakan
oleh pimpinan dan guru-guru di Pondok pesantren Al-Furqon Banjarmasin. Dan
hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain latar belakang
pendidikan guru, santri, serta lingkungan. Kondisi lingkungan ini juga cukup
mempengaruhi dari hasil pendidikan akhlak yang dilakukan, karena kondisi
lingkungan sekolah yang santun dan agamis sangat mempengaruhi dan akan
menimbulkan kesadaran yang tinggi para siswa/santri untuk berperilaku yang
baik
- …
