36,455 research outputs found

    Dan Ford reading at George Mason University, September 29, 2006

    No full text
    Reading by Dan Ford at George Mason University, September 29, 2006

    The relationship between Ford, Kipling, Conan Doyle, Wells and British propaganda of the First World War

    No full text
    PhDThis thesis resituates the war-writing of Ford Madox Ford, Rudyard Kipling, Arthur Conan Doyle and H.G. Wells in relation to official British propaganda produced during the First World War. Examining these authors' institutional connections with propaganda that was authorised by the British government locates some of their texts within a network of materials that were deployed to justify Britain's involvenlent in the war. The British government, via the War Propaganda Bureau, approached major literary figures to assist in its plan to compete vigorously with Germany to win American support. Positioning Ford's condemnation of Prussian culture within this institutional context reveals that his officially commissioned books functioned as a part of the larger yet-covert government project to influence American intellectual opinion. Although wary that Kipling's chauvinism might offend some readers, the British government reprinted and distributed his denunciations of the 'Hun'. Kipling was given access to censored letters from Indian soldiers in order to assist him in depicting the Imperial forces as united. The result, The Eyes of Asia (1918), was a set of fictional texts by Indian soldiers celebrating French and English civilisation in contrast to German barbarism. In addition to official propaganda, these authors produced pro-war stories, poems, and articles independent of direct government commission. Conan Doyle's formal call for men to volunteer to defend their country, and his public denunciations of German atrocities, were followed by his recruitment of Sherlock Holmes to repel a possible German invasion ("His Last Bow" (1917)). Adding to his support for the war in his journalism and war-time fiction, Wells was appointed the Head of Enemy Propaganda for the newly formed Ministry of Information. He resigned almost immediately following disagreements over government strategy. This project situates historically and examines critically these authors' differing roles in relation to British propaganda efforts during the First World War

    FORD SEMARANG SUPERSTORE

    Full text link
    Satu dari empat kendaraan yang terjual di Amerika saat ini adalah Sport Utility Vehicle (SUV). Dan tidak hanya di Amerika, seluruh dunia pun kini sudah dilanda demam SUV. Alhasil nyaris semua pabrikan berebut masuk kesegmen yang tergolong gemuk ini, termasuk di Indonesia. (Motor Trend Indonesia, Januari 2004). Salah satu pabrikan terbesar yang mengeluarkan produk SUV saat ini adalah Ford. Melalui PT. Ford Motor Indonesia (FMI) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) resmi Ford, menancapkan kembali benderanya di Indonesia pada bulan Juli 2000. Sebelumnya Ford resmi masuk pangsa mobil Indonesia dari tahun 1989-2000 dipegang oleh PT. Republic Motor Company (IRCM) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Dalam dua tahun sejak masuknya kembali Ford ke Indonesia, prestasi yang diraih Ford todak bisa dianggap remeh, karena sambutan masyarakat perhal masknya produk Ford terutama dalam pangsa pasar Sport Utility Vehicle (SUV) sangatlah antusias. Hal ini terbukti dengan pesatnya nilai penjualan produk Ford di Indonesia. Terlebih lagi di awal tahun 2004 ini Ford mengeluarkan produk baru lagi yaitu Ford Lynx RS 2.0 L yang akan meramaikan segmen sedan kelas menengah. Hanya dengan 4 varian baru Ford yaitu Ford Ranger (4x2 dan 4x4), Ford Escape, Ford Everest, dan Ford Lynx RS 2.0 L, Ford mampu mencuri perhatian pasar yang menjadikan penjualan Ford makin gemilang. Disamping produk-produk Ford lama yang masih beredar di Indonesia antara Ford Mustang (biasanya di tangan kolektor karena sudah langka), Ford Laser, Ford Telstar. Pepatah mengatakan, sekali tancap langsung berkibar. Ini terbukti, Ford meraih penjualan sebesar 154 persen di tahun 2003 atau sebanyak 4.046 unit dibandingkan tahun 2002 yaitu 1.587 unit. Di tahun 2004 ini, FMI malah mencanangkan target lebih responsive untuk meningkatkan penjualan. Inipun mulai menunjukkan hasil yang memuskan. Sampai Maret 2004, FMI telah tercatat Penjualan sebanyak 1.236 unit kendaraan, atau naik sebesar 105 persen dibandingkan hasil penjualan pada periode yang sama tahun 2003. (harian Umum Sore Sinar Harapan). Secara keseluruhan, Penjualan Ford Motor Indonesia telah mencapai 4.630 unit untuk periode Januari sampai September 2004, naik sebesar 67 persen dibandingkan dengan hasil penjualan tahun lalu untuk periode yang sama. Ini juga berarti bahwa perkembangan penjualan Ford Motor Indonesia berjalan sesuai dengan rencana dimana Ford Motor Indonesia menargetkan untuk dapat menjual sebanyak 6.000 unit pada tahun 2004. Prestasi penjualan ini telah memantapkan posisi Ford Motor Indonesia dalam industri otomotif Indonesia yang sebelumnya berada di peringkat ke-10 besar sekarang naik ke peringkat 9 besar. (Harian KOMPAS, Jumat 15 Oktober 2004). PT Ford Motor Indonesia, Kamis (14/10), merayakan hasil penjualan mobil Ford di Indonesia yang ke-10.000. Keberhasilan ini merupakan salah satu momen penting bagi Ford yang baru beroperasi di Indonesia selama dua setengah tahun. Seiring dengan diraihnya angka penjualan yang ke-10.000 tersebut, Ford Motor Indonesia juga berhasil mengukuhkan hasil penjulan yang sangat menggembirakan di tahun 2004, khususnya pada bulan September dimana Ford berhasil meraih angka penjualan sebanyak 801 unit. Dengan seluruh keberhasilan yang diraih, FMI terus memacu diri untuk tampil lebih prima dimata industri otomotif di Indonesia. Salah satu usahanya adalah dengan terus menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang tentunya diimbangi dengan layanan penjualan dan purna jual yang menyeluruh dan tersebar dititik-titik penting diseluruh Indonesia melalui jaringan dealership. (Will Angove, Presiden Direktur PT. Ford Motor Indonesia, www.oto.co.id). Menurut Will Angove, pada semerter tahun kedua tahun ini, PT. Ford Motor Indonesia optimis dapat mencapai penjualan yang lebih baik lagi. Mengingat dlam waktu dekat produk-produk baru Ford akan diluncurkan. Selain itu, pengembangan dealership, yang biasa disebut Ford Superstore, akan terus dilakukan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kenaikan penjualan dan permintaan konsumen akan produk Ford menyebabkan pihak Ford harus menambah dealer-dealer guna menunjang nilai penjualan dan pelayanan Ford kepada masyarakat. Kota Semarang sebagai Ibukota Propinsi Jawa Tengah yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pembangunan disektor perdagangan dan industri serta berada pada jalur Jakarta dan Surabaya marupakan market yang sangat potensial untuk perkembangan industri khususnya otomotif. Pasar otomotif yang berkembang sangat potensial di Semarang menjadi salah satu alasan bagi PT. Ford Motor Indonesia membuka Superstore di kota tersebut. Total angka penjualan kendaraan yang cukup tinggi di Semarang dibuktikan oleh penjualan sebesar 8.028 unti pada tahun 2003, sebuah peningkatan yag cukup berarti dibandingkan penjualan sebanyak 6.503 unti pada tahun 2002. Karena itulah perlu adanya suatu wadah aktivitas pelayanan jasa dan perdagangan dengan sarana dan prasarana yang menjangkau kemudahan kebutuhan masyarakat secara terpadu di semua bidang otomotif dalam satu atap atau satu area yang meliputi penjualan mobil baru, perbaikan (service), suku cadang (spare parts), pengecatan (body and painting), penjualan mobil bekas / tukar tambah (user car), assesoris, layanan darurat 24 jam, service di rumah (home service), serta pengurusan dokumen-dokumen. Dengan melihat kondisi perdagangan dan pelayanan jasa automobile di Semarang seperti di atas, penulis berusaha untuk menyusun laporan Program Perencanaan dan perancangan Arsitektur dengan judu;l Ford Semarang Superstore, dengan alasan sebagai berikut : Berdasarkan data yang diperoleh bahwa market share mobil Ford baik di kelas Sport Utility Vehicle (SUV) maupun kelas sedan, mengalami kenaikan yang cukup pesat. Fasilitas automobile di segala bidang seperti yang dikemukakan peniulis memiliki pendekatan yang sama dengan fasilitas yang disediakan Ford Motor Indonesia (Agen Tunggal Pemegang Merk Ford di Indonesia) Dari uraian diatas, maka kotamadya Semarang membutuhkan sarana untuk menampung kegiatan perdagangan dan pelayanan jasa automobile khusus merk Ford di segala bidang secara terpadu yang bersifat komersial dan rekreatif. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan tentang Ford Semarang Superstore. 1.2. Tujuan dan Sasaran 1) Tujuan Memperoleh suatu landasan perencanaan dan perancangan Ford Semarang Superstore yang representative ditinjau dari segala pemenuhan kebutuhan ruang dan persyaratan teknisnya selkaligus dari segi kenyamanan bagi pengguna bangunan serta menciptakan suatu bangunan yang menarik dari sisi arsitektural, dan tetap mengangkat citra dan cirri dari Ford. 2) Sasaran Tersusunnya langkah-langkah kegiatan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dengan judul Ford Semarang Superstore. 1.3. Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan topic ini hanya menitik beratkan pada hal-hal dan masalah disekitar disiplin ilmu arsitektur serta hal-hal dalam bidang otomotif yang berpengaruh pada perencanaan dan perancangan Ford Semarang Superstore, antara lain : Fungsi bangunan sebagai fasilitas yang mewadahi semua kebutuhan masyarakat dan pelayanan jasa dalam bidang automobile khusus merk Ford secara terpadu dalam satu atap. Ford semarag Superstore dengan skala regional, fasilitas ini akan mengambil studi banding dari beerapa fasilitas yang mendekati, dan materi yang digunakan adalah hanya hal-hal yang berkaitan dengan otomotif. 1.4. Metode Penelitian 1.4.1. Metode Pembahasan Metode yang diterapkan adalah metode deskriptif analisis, yaitu metode pembahasan dengan memaparkan baik data literature, wawancara dan data lapangan yang digabungkan dan dianalisis secara lebih mendalam untuk memperoleh rumusan yang mendukung tujuan pembahasan. 1.4.2. Metode Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data-data, baik data primer maupun data sekunder yang mendukung dan relevan untuk penyusunan perencanaan dan perancangan Ford Semarag Superstore maka metode yang digunakan adalah: Studi literature / kepustakaan Survey dan dokumentasi Wawancara, dilakukan dengan nara sumber terkait Survey melalui internet / website 1.5. Sistematika Pembahasan Sistematika dalam penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan Ford Semarang Superstore adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang permasalahan, tujuan dan sasaran pembahasan, lingkup pembahasan, serta metode dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN UMUM FORD SUPERSTORE Berisi tentang tinjauan singkat tentang pengertian, fungsi, dan tujuan, kegiatan, klasifikasi serta unsure pendukung Ford Semarang Superstore. BAB III TINJUAN FORD SEMARANG SUPERSTORE Berisi factor-faktor yang mempengaruhi perencanaan, kebijakan pengembangan Semarang, potensi Semarang, factor pendukung perancangan, kendalanya serta identifikasi kegiatan Ford Semarang Superstore. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan mengenai perancangan bangunan Ford Semarang Superstore. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang penjabaran dasar pendekatan, pendekatan terhadap esensi dan substansi yang berupa pendekatan klasifikasi jenis bangunan, aktivitas didalamnya, pelaku, analisa kapasitas, serta besaran kebutuhan ruang. Pendekatan ini dilengkapi dengan pendekatan aspek arsitektural yang meliputi pendekatan ruang dalam, ruang luar, struktur dan utilitas, konsep dan penampilan bangunan serta pendekatan lokasi dan tapak. BAB VI LANDASAN PROGRAM PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang konsep dasar perancangan, faktof-faktor penentu perancangan, persyaratan perancangan serta program perancangan

    FORD SUPERSTORE DI SEMARANG

    Full text link
    Prestasi yang elah diraih Ford tidak bisa dianggap remeh, terbukti pada bulan September 2004, FMI berhasil mnejual saebesar 801 unit. Angka perkembangan dari Januari hingga September 2004 adalah sebesar 67%. Sekarang Ford berada pada angka penjualan 6000 unit diakhir tahun 2004. (Sumber : Ford Motor Company, Oktober 2004). Di Bulan September 2005, FMI mengeluarkan produk terbaru taitu Ford Focus. Sejak diluncurkannya, Ford Focus mengalami peningkatan penjualan hingga pada Bulan April 2005, sebesar 3,2 juta unit Ford Focus terjual. (Sumber : Jakarta Post, Semarang). Pada tahun 2006 ini, Ford telah mengeluarkan produk-produk terbaru, diantaranya Ford Escape, Ford Escape Hybrid, Ford Explorer, Ford Expedition, dan Ford Freestyle. (Sumber : Ford Showroom). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kenaikan penjualan dan permintaan akan produk Ford menyebabkan pihak Ford harus menambah dealer guna menunjang nilai penjualan dan pelayanan Fordd kepada masyarakat. Kota Semarang sebagai ibukota Propinsi Jawa Tengah yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pembangunan di sektor perdagangan dan industri. Semarang berada pada jalur Jakarta dan Surabaya merupakan market yang potensial untuk perkembangan industri khususnya otomotif. Pasar otomotif yang berkembang dengan potensial di Semarang menjadi salah satu alasan bagi PT. Ford Motor Indonesia untuk membuka Superstore. Berpijak pada kesimpulan tersebut, maka perlu adanya suatu wadah aktifitas pelayanan jasa dan perdagangan dengan sarana dan prasarana yang menjangkau kemudahan kebutuhan masyarakat secara terpadu di semua bidang otomotif dalam satu atap atau satu area. Mencakup penjualan mobil baru, perbaikan (service), suku cadang (spareparts), pengecatan (body painting), penjualan mobil bekas/tukar tambah (used), aksesoris, layanan 24 jam, service di rumah (home service), serta pengurusan dokumen-dokumen. Uraian diatas telah jelas bahwa Kota Semarang membutuhkan sarana untuk menampung kegiatan perdagangan dan pelayanan jasa automobil khusus merk Ford disegala bidangnya. Oleh karena itu, unuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan mengenai Ford Superstore di Semarang. 1. 2. Tujuan dan Sasaran 1. 2. 1. Tujuan Tujuan yang hendak dicapai yaitu merumuskan pokok-pokok pikiran sebagai suatu landasan konseptual perencanaan dan perancangan Ford Superstore di Semarang menjadi wadah yang representatif dan akomodatif dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk Ford. 1. 2. 2. Sasaran Sasaran yang diharapkan yaitu mendapatkan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) Ford Superstore di Semarang berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspect) yang berguna sebagai acuan/pedoman dalam Desain Grafis Arsitektur. 1. 3. Manfaat Pembahasan 1. 3. 1. Manfaat Subjektif Sebagai salah satu persyaratan untuk malanjutkan studio grafis, dan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai jenjang Strata 1 (S1). 1. 3. 2. Manfaat Objektif 1) Referensi yang berisikan data-data dan studi pendekatan. 2) Sebagai landasan pada proses Desain Grafis Arsitektur (DGA). 3) Sebagai tambahan wawasan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan bagi mahasiswa arsitektur yang akan mengajukan proposal Tugas Akhir. 1. 4. Lingkup Pembahasan Secara substansial, mencakup perencanaan dan perancangan bangunan massa jamak Ford Superstore di Semarang, pembahasan materi berdasarkan pada aktifitas di bidang otomotif dan hal lain yang berhubungan dalam perencanaan dan perancangan, kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan aspek-aspek yang ada dalam arsitektur, yaitu aspek konstektual, aspek fungsional, aspek arsitektural, aspek teknis, dan aspek kinerja. Secara spasial, perencanaan dan perancangan Ford Superstore di Semarang ini direncanakan berada pada kawasan perdagangan atau daerah komersil dan pada rencana kota untuk bebrapa tahun mendatang memiliki prioritas yang cukup tinggi dalam pengembangan kawasan perdagangan. 1. 5. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang dipergunakan dalam penyusunan landasan perencanaan dan perancangan adalah metode deskriptif analitis serta dokumentatif, yaitu dengan memaparkan semua data baik data literatur, wawancara, maupun data lapangan, dan permasalahan kemudian dianalisis secara sistematis sesuai ilmu arsitektur untuk memperoleh pemecahan yang sesuai dengan perencanaan dan perancangan Ford Superstore di Semarang. Adapun pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara : 1. Studi literatur / kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data dan peta dari sumber-sumber yang terkait dan tertulis serta studi kasus melalui buku, majalah, brosur, dan lain-lain. 2. Wawancara dengan narasumber guna mencari informasi pendukung/tambahan bagi data yang ada, maupun informasi bagi data yang belum ada pada lapangan. 3. Survey dan dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data dengan pengambilan gambar-gambar dengan pengamatan secara langsung di lapangan. 1. 6. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur dengan urutan sebagai berikut ini : BAB I PENDAHULUAN Membahas tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, ruang lingkup, metode, dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN UMUM FORD SUPERSTORE Berisi tinjauan mengenai otomotif, showroom, retail suku cadang, dan aksesoris, yang meliputi pengertian, fungsi, kegiatan, klasifikasi, standar, dan unsur pendukung Ford Superstore di Semarang. BAB III TINJAUAN FORD SUPERSTORE DI SEMARANG Berisi data ,mengenai kondisi Kota Semarang, tinjauan khusus berupa faktor pendukung dan kendala serta identifikasi kegiatan Ford Superstore di Semarang dan studi banding. BAB IV BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi batasan dan anggapan dari pembahasan sebelumnya untuk digunakan sebagai dasar pendekatan dan penentuan landasan program selanjutnya. BAB V PENDEKATAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Bab ini menjelaskan tentang dasar pendekatan, analisa pendekatan konsep perancangan secara fungsional, konstektual, arsitektural, teknis, kinerja, dan analisa pendekatan lokasi dan tapak. BAB V KONSEP DASAR DAN PROGRAM PERAENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang konsep dan dasar perencanaan yang berisi konsep perancangan, rekapitulasi program ruang, dan besaran tapak

    IMPLEMENTASI ALGORITMA FLYOD WARSHALL DAN BELLMAN FORD DALAM PENCARIAN RUTE TERDEKAT PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA AMBON

    Full text link
    Kota ambon, yang merupakan pusat pemerintahan provinsi maluku, sampai saat ini tetap menjaga eksistensi pasar tradisional karena perannya yang masih penting bagi warga ambon. Penduduk setempat masih bergantung pada individu yang memiliki pengetahuan tentang lokasi fasilitas umum di kota ambon untuk mencari tahu tentang lokasi pasar tradisional yang ingin mereka kunjungi. Penelittian ini bertujuan untuk mencari rute terdekat dan tercepat untuk menuju pasar tradisional di kota Ambon dengan menerapkan algoritma flyod warshall dan algoritma bellman ford pada aplikasi mobile dimana kedua algoritma ini sebagai algoritma shotrtest path untuk menghitung jarak rute terdekat dan menghasilkan waktu proses paling cepat. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan prototype, diawali dengan fase komunikasi, mengidentifikasi semua kebutuhan terkait input dan format keluaran, desain antarmuka, proses perancangan, tahap pengujian dan evaluasi akan dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma flyod warshall dan algoritma bellman ford tersebut cukup efektif dalam memberikan informasi jarak, waktu tempuh dan rute yang disarankan untuk pejalan kaki maupun yang menggunakan kendaran seperti mobil dan motor serta dilengkapi dengan fitur navigasi pada algoritma bellman ford untuk menuju pasar tradisional yang ingin dituju oleh pengguna.Kata Kunci: Algoritma Bellman Ford, Algoritma Flyod Warshall, Mobile, Prototype, Rut

    England Dan & John Ford Coley Concert

    No full text
    Rock duo Danny Wayland England Dan Seals and John Edward John Ford Coley in concert at Morehead State University on April 25, 1977 in Wetherby Gymnasium.https://scholarworks.moreheadstate.edu/concert_series_collection/2110/thumbnail.jp

    IMPLEMENTASI BELLMAN-FORD DAN FLOYD-WARSHALL DALAM MENENTUKAN JALUR TERPENDEK MENUJU UNIVERSITAS NASIONAL BERBASIS ANDROID

    Full text link
    Disekitar Universitas Nasional memiliki berbagai macam jenis transportasi umum. Sebagian besar masyarakat dan mahasiswa Universitas Nasional masih menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan transjakarta, namun masih terkendala jarak antara stasiun dan halte ke Universitas Nasional. Penelitian ini menerapkan algoritma Bellman-Ford dan Floyd-Warshall yang dinilai efektif dan telah banyak digunakan pada penelitian sebelumnya dalam pencarian jalur terpendek diantaranya yaitu pengantaran barang, pencarian kampus dan pencarian lokasi travel. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat, khususnya mahasiswa atau peserta didik baru dalam mencari jalur terdekat dari stasiun dan halte menuju Universitas Nasional. Penelitian ini dirancang menggunakan framework flutter dan bahasa pemrograman dart berbasis android dengan pengguna terbanyak pada saat ini. Berdasarkan hasil pengujian, algoritma Bellman-Ford dan Floyd-Warshall untuk kasus pencarian jarak terpendek dari stasiun Pasar Minggu diperoleh jarak terpendek sebesar 1.54 km dengan tingkat keefektifan jarak sebesar 39.40%, sedangkan kasus pencarian jarak terpendek dari halte Jatipadang diperoleh jarak terpendek sebesar 1.97 km dengan tingkat keefektifan jarak sebesar 25.24%

    Alaskan Author and Historian Dan O'Neill

    No full text
    Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MOBIL FORD

    Full text link
    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara kualitas pelayanan dan citra merek terhadap kepuasan konsumen Mobil Ford pada PT. Kumala Prima Motor Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh konsumen mobil Ford selama tiga bulan terakhir (Nopember 2017 – Januari Tahun 2018) yaitu sebanyak 50 responden, sehingga sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Kemudian, analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh temuan bahwa Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen Mobil Ford pada PT. Kumala Prima Motor Makassar. Kemudian, Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen Mobil Ford pada PT. Kumala Prima Motor Makassar. Selanjutnya, Kualitas pelayanan dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kepuasan konsumen Mobil Ford pada PT. Kumala Prima Motor Makassar. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Citra Merek, Kepuasan Konsumen. ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the effect of service quality and brand image on consumer satisfaction of Ford cars at PT. Kumala Prima Motor Makassar. The population in this study is the total number of Ford car consumers for the last three months (November 2017 - January 2018) as many as 50 respondents, so the sample of this study uses saturated samples. Then, multiple regression analysis is used to test the hypothesis. Based on the test results, it was found that service quality has a positive and significant effect on consumer satisfaction of Ford cars at PT. Kumala Prima Motor Makassar. Then, brand image has a positive and significant effect on consumer satisfaction of Ford cars at PT. Kumala Prima Motor Makassar. Furthermore, service quality and brand image have a positive and significant effect simultaneously on consumer satisfaction of Ford cars at PT. Kumala Prima Motor Makassar. Keywords: Service Quality, Brand Image, Consumer Satisfactio
    corecore