1,720,968 research outputs found
PENGEMBANGAN ALAT PERONTOK PADI UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
Petani di Desa Ngasinan, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah masih menggunakan alat perontok padi manual pada saat pemanenan padi, hal ini sangat mergikan karena hasil yang diperoleh dari penggunaan alat manual masih sangat kecil, banyaknya bulir padi yang masih menempel dijerami, banyaknya bulir padi yang tercecer pada saat proses perontokan, dan untuk memindahkan alat dari satu tempat ke tempat lain masih diangkat secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat perontok padi yang selama ini digunakan oleh petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas proses perontokan padi pada saat pemanenan padi.
Dalam penelitian ini pengembangan alat perontok padi dengan menggunakan metode pengembangan produk model perspektif Verein Deutscher Ingenieure (VDI) 2221. Pengembangan dengan menggunakan metode ini diawali dengan menganalisis kekurangan alat perontok padi yang sudah ada dan menyusun daftar tuntutan dan keinginan dari responden terhadap spesifikasi alat perontok padi yang baru. Setelah itu dicari solusi alternatif untuk memenuhi tuntutan tersebut. Setelah konsep rancangan dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat prototype, dan langkah terakhir adalah melakukan uji coba terhadap alat perontok padi yang sesuai dengan konsep rancangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dari pengembangan alat perontok padi. Awalnya proses perontokan padi dilakukan oleh 2-4 orang, dengan menggunakan alat perontok padi hasil pengembangan hanya cukup dilakukan oleh 1 orang. Begitu pula dengan hasil rontokan yang diperoleh, yang awalnya berkisar antara 50-150 kg, dengan menggunakan alat perontok padi hasil pengembangan mampu menghasilkan padi sampai dengan 200-250 kg.
Kata kunci :Perontokan padi, Alat perontok padi, Produktivitas,
ABSTRACT
Farmers in the village Ngasinan, BonorowoSubdistrict, Kebumen District, Central Java Province still using a manual threshing rice during harvest time, it is very lossed out because the results obtained from the use of manual tools are still very small, the number of rice grains are still attached in the straw, number of grains rice scattered during threshing process, and to move the equipment from one place to another is removed manually. The purpose of this study is to develop a threshing instrument which has been used by the farmers so as to increase the productivity of the process of threshing rice during harvesting.
In this study threshing instrument development using the model of product development perspective Verein Deutscher Ingenieure (VDI) 2221. Development using this method begins by analyzing the threshing equipment shortages that already exist and compile a list of demands and wishes of the respondents to the specifications of the new threshing instrument. After that look for an alternative solution to meet these demands. Once the design concept is created, the next step is to create a prototype, and the final step is to test the threshing instrument in accordance with the design concept.
The results showed that there was an increase of the threshing tool development. Initially the rice threshing is done by 2-4 people, using a threshing tool development results just simply done by 1 person. Similarly, the results of fall out obtained, which initially ranged between 50-150 kg, using a threshing tool capable of producing the results of the development of rice up to 200-250 kg.
Keyword :Thresing Rice, Rice Threser Tools, Productivity
PROSES PEMBUATAN RANGKA BAWAH PADA MOBIL LISTRIK
Mobil Listrik terdiri dari dua rangka utama yaitu rangka bawah dan rangka
atas. Rangka Mobil Listrik merupakan salah satu bagian penting pada mobil yang
harus mempunyai kontruksi kuat untuk menahan beban kendaraan. Tujuan
pembuatan Rangka Bawah pada Mobil Listrik adalah mengetahui : (1) dimensi
terakhir rangka bawah mobil listrik, (2) alat dan mesin yang digunakan, (3) cara
pembuatan rangka, (4) hasil kinerja rangka.
Metode yang digunakan dalam pembuatan rangka atas yaitu : (1)
melakukan pengukuran menggunakan roll meter, (2) pemilihan alat dan mesin yang
akan digunakan, (3) langkah-langkah proses pembuatan rangka, (4) melakukan uji
kinerja pada rangka.
Rangka atas Mobil Listrik memiliki dimensi keseluruhan : (1) panjang
2633.76 mm, (2) lebar 1151 mm, (3) tinggi 136,77 mm. Rangka Bawah Mobil
Listrik terbuat dari bahan : (1) besi hollow dengan spesifikasi 25x40 T1,6 mm
jumlah 4 pcs, 2) plat ST 37 dengan spesifikasi 255x100x8 mm jumlah 2 pcs.
Pengerjaan Rangka Bawah Mobil listrik ada 3 proses yaitu : (1) proses pemotongan,
(2) proses stemping, (3) proses pengelasan. Hasil uji kinerja Rangka Bawah Mobil
Listrik yaitu: (1) mampu menahan beban seberat 2000 N yang disimulasikan
dengan sofware solidworks, (2) kesejajaran dan kelurusan terhadap gambar kerja,
(3) pengelasan keseluruhan pada Rangka Bawah sudah layak
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DI MTSN GONDOWULUNG SEWON BANTUL YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan dengan motivasi
kerja guru di MTsN Gondowulung Sewon Bantul Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015”.
Populasi dalam penelitian ini adalah dengan sampel jenuh dimana seluruh guru yang
ada di MTsN Gondowulung Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015. Variabel dalam penelitian
ini terdiri dari variabel X (kepemimpinan kepala sekolah MTsN Gondowulung Yogyakarta
tahun ajaran 2014/2015) dan variabel Y (motivasi kerja guru di MTsN Gondowulung,
Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015). Metode pengambilan data menggunakan metode
obserfasi, wawancara, dokumentasi dan angket.
Hasil analisis menggunakan rumus product moment yaitu sebesar 0,885 yang
menunjukan arah positif artinya ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala
sekolah dengan motivasi kerja guru di MTsN Gondowulung, Yogyakarta tahun ajaran
2014/2015” hal ini di tunjukkan dengan thitung lebih besar dari ttabel (0,885>0,631).dan
KD(koefisien determinasi) sebesar 78,32% yang menunjukan kontribusi kepemimpinan
Dengan demikian hipotesis menyatakan “Ha: Ada hubungan positif dan signifikan antara
kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kerja guru di MTsN Gondowulung, tahun
ajaran 2014/2015” diterima. Dan hipotesis yang menyatakan “Ho: Tidak Ada hubungan
positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolaha dengan motivasi kerja guru di
MTsN Gondowulung, tahun ajaran 2014/2015” ditolak. Dan kontribusi kepemimpinan sebear
78,32% menunjukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan peran yang cukup
besar terhadap motivasi kerja guru. Saran yang dapat diberikan yaitu dalam mencapai hasil
yang maksimal dalam dunia pendidikan dan menciptakan out put yang berkualitas dalam
sekolah, maka kepala sekolah dan guru harus saling bekerja sama dalam melaksanakan tugas
sesuai dengan bidang masing-masing, sehingga tercipta satu kebersamaan dalam mencapai
tujuan dan cita-cita pendidikan
Internalizing Tolerance Among Religions Through Local Wisdom Hamerti Kirti in Wonosobo Indonesia (Bukti Korespondensi)
Internalizing Tolerance Among Religions Through Local Wisdom Hamerti Kirti in Wonosobo Indonesia (Cek Similarity)
Implementasi Outdoor Learning Teknologi dalam Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 9 Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, dan dampak positif implementasi outdoor learning teknologi dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah Pelaksanaan outdoor learning teknologi dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dilakukan melalui 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, evaluasi, dan analisis. Pelaksanaan outdoor learning teknologi dengan model PJBL yang terintegrasi teknologi dan berbagai macam aplikasi pembelajaran, seperti Barcode QR, Canva, gform, dan Instagram. Dampak positif pelaksanaan outdoor learning teknologi ialah peserta didik nampak antusias dan bersemangat mengerjakan tantangan yang telah ditetapkan di barcode QR. Mayoritas dari mereka mampu berargumentasi, memberikan pandangan, ide, gagasan. Hal ini tentunya menunjukan adanya peningkatan aktivitas pembelajaran. Selain itu, pembelajaran ini dapat meningkatkan kekompakan dan kreativitas dalam memecahkan persoalan yang terintegrasi dengan teknologi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH NASIONAL BERBASIS MOBILE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN NASIONALISME PADA SISWA KELAS XII IPS SMAN 1 SODONGHILIR
Tujuan penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran yang dapat direalisasikan dalam praktik. Salah satunya pengembangan media pembelajaran sejarah berbasis Mobile Learning untuk meningkatkan nasionalisme siswa. Metode penelitian yang dipergunakan adalah Research & Development (R&D) diadaptasi dan dimodifikasi Borg & Gall. Prosedur penelitian meliputi: 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan media, 3) implementasi penggunaan media, serta 4) uji efektifitas produk, kelas XII IPS 1 sebagai kelompok eksperimen dan sekolah kelas XII IPS 2 sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan analisis hasil uji efektifitas, terdapat perbedaan hasil tes skala sikap pada post tes kelas eksperiman lebih tinggi dari kelas kontrol, membuktikan bahwa produk media pembelajaran sejarah Model Pembelajaran Berbasis Mobile Learning yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan sikap nasionalisme.
The purpose of this research is to develop learning media that can be realized in practice. One of them is the development of Mobile Learning-based historical learning media to increase student nationalism. The research method used is Research & Development (R&D) adapted and modified by Borg & Gall. The research procedures included: 1) preliminary study, 2) media development, 3) implementation of the use of media, and 4) product effectiveness test, class XII IPS 1 as the experimental group and class XII IPS 2 school as the control group.Based on the analysis of the results of the effectiveness test, there were differences in the results of the attitude scale test in the post test experimental class which were higher than the control class, proving that the history learning media product based on Mobile Learning Learning Model which was developed was effective in increasing nationalism attitudes
Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Terpadu melalui Sistem Kredit Semester di Sekolah Menengah Atas
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh dan komprehensif mulai dari input, proses, output dan outcome, berfokus kepada orang yang bertujuan untuk meningkatkan secara berkelanjutan kepuasan customer pada biaya sesungguhnya yang secara berkelanjutan turun menurun. Manajemen peningkatan mutu Pendidikan Islam secara terpadu melalui Sistem Kredit Semester di SMA. Sistem Kredit Semester merupakan sebuah inovasi pendidikan yang merujuk pada pemberian fasilitas kepada siswa yang memiliki bakat dan kecerdasan diatas rata-rata agar mampu menguasai banyak isi pelajaran dalam rentang waktu yang lebih singkat. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode metode kombinasi (mixed method sequential ekploratory) Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang dikumpulkan, kemudian dari makna data tersebut penulis menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Manajemen peningkatan mutu Pendidikan secara menyeluruh meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan
- …
