1,720,976 research outputs found

    Pendampingan Guru Matematika dan Siswa SDN 05 Wagirkidul dan Dalam Meningkatkan Minat Belajar Berhitung Peserta Didik Melalui Metode Jarimatika

    No full text
    This research is motivated by the potential of Wagirkidul Village's existing human resources in the education sector, where it is known that Wagirkidul has many educational institutions which of course the implementation of learning must be considered in order to support the success of the vision and mission of the institution, including success in learning mathematics. Because of this, the author is interested in providing service assistance to mathematics teachers at SDN 05 Wagirkidul in learning mathematics through the Jarimatika method, where the purpose of this service is to: 1) provide basic knowledge about mathematical arithmetic operations with fingers. 2) produce good modules for educators which can then be used in teaching and learning in the classroom. The method used is the method of lectures, practice, question and answer, discussion and exercises using the prepared grammar modules. The results of the data show that the ability to count has increased after using the jarimatics method, this can be seen from the results of tests on students by teachers who take part in the assistance of the jarimatics method, which are in the medium category. The numeracy skills of students who learn using the jarimatics method are better than children who learn using the usual method. So it can be concluded that the jarimatics method can make the learning process more fun and increase children's interest in learning to count

    Kemampuan anti MPS (Mayor Physiotogical Protein Substrat) dalam menghambat m0t1utas dan viabilitas spermatozoa kambing, domba, dan sapi

    No full text
    ABSTRAK Adanya keterbatasan sumberdaya alam di Indonesia diikuti dengan pertambahan penduduk yang semakin pesat akibat tingginya angka kelahiran memberikan dampak yang kurang baik bagi berbagai masalah sosial, sehingga usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat diberbagai bidang kurang merata (Hardjowijoto, 1992). Salah satu cara untuk mengatasai dan mengatur masalah diatas yaitu dengan meningkatkan pelayanan KB. Namun sampai saat ini pelayanan program KB masih cenderung untuk konsumsi kaum wanita, sedangkan untuk konsumsi kaum pria masih sebatas senggama terputus, pantang berkala, kondom dan vasektomi sehingga perlu dicari bahan kontrasepsi bagi pria yang lebih aman yaitu berupa vaksin kontrasepsi bagi pria. Alat kontrasepsi berperan dalam mencegah terjadinya fertilisasi, dimana proses fertilisasi yaitu suatu peristiwa secara seri mulai dari penempelan spermatozoa pada oosit, penembusan zona pelusida, perivitellin, sitoplasma hingga terjadi fusi pronuelei jantan dan betina (Susilowati, 2005). Penelitian tentang protein membran spermatozoa yang terlibat dalam proses fertilisasi masih belum banyak. Beberapa penelitian tentang protein membran spermatozoa dilakuakn oleh Maiti dkk yang menunjukkan letak ccto CIK pada permukaan luar membran spermatozoa kambing, dari sana maiti dkk. mempurifikasi dan mengkarakterisasikan suatu Mayor Physiological protein Suhatrat dari ecto-CIK. Fraksi komplemen dan fraksi antibodi dari anti MPS dapat menyebabkan penghambatan pada motilitas spermatozoa kambing (Maiti dkk). Pada penelitian pendahuluan diketahui bahwa anti MPS dari eeto CIK mampu bereaksi silang dengan spermatozoa domba dan sapi secara invitro. Sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa besar peranan anti MPS dengan pemberian suatu perlakuan konsentrasi dan lama inkubasi tertentu dalam menghambat motilitas serta viabilitas spermatozoa kambing, domba, dan sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar peranan anti MPS dengan pemberian perlakuan konsentrasi dan lama inkubasi serta interaksi kedua perlakuan dalam menghambat motilitas serta viabilitas spermatozoa kambing, domba, dan sapi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor utama, faktor pertama yaitu: dosis pengenceran, Opl, 5pl, l()pl, dan I5pl, dan faktor kedua yaitu: lama inkubasi, yaitu 5 menit, 30 menit, 60 menit, dan 120 menit, masing-masing 6 kali ulangan, data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara statistik berupa data persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa dengan 1زلا one way ANOVA, jika hasil dari analisis tersebut terdapat pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Pemberian perlakuan anti MPS dari eeto CIK membran spermatozoa kambing dengan konsentrasi dan 0 pl, 5 pl, 10 pl, 15 pl dan lama inkubasi 5 menit, 30 menit, 60 menit dan 120 menit berpengaruh signifikan terhadap motilitas spermatozoa kambing, domba, dan sapi (P<0,05). Pada perlakuan anti MPS dengan konsentrasi 15 pl dan lama inkubasi 120 menit terhadap spermatozoa kambing, domba dan sapi merupakan perlakuan yang paling optimal dalam menghambat motilitas spermatozoa kambing (45,83 ± 15,72%; 42,71 ؛ 16,68%), domba (61,25 ± 8.11%; 62,50 ± 8,08%), dan sapi (52,50 ± 21,97%; 45,21 ± 17,97%), serta pada perlakuan anti MPS dengan 15 pl dan lama inkubasi 120 menit terhadap spermatozoa kambing, domba dan sapi merupakan perlakuan yang paling optimal dalam menghambat viabilitas spermatozoa kambing (45,50 ± 11,16%; 44,87 ± 9,40%), domba (55,54 ± 18,87%; 40,58 ± 13,20٥/٠), dan sapi (39,08 ± 14,40%; 36,67 ± 11,93%). Interaksi pemberian perlakuan konsentrasi dan lama inkubasi anti MPS terhadap spermatozoa sapi pada konsentrasi dan lama inkubasi 120 menit 15 pl (21.67 ± 5,16%) merupakan interaksi yang paling berpengaruh dalam menghambat motilitas spermatozoa sapi, kemudian pada konsentrasi 15 pl dan lama inkubasi 120 menit anti MPS (26,83 ± 8,70%) dalam menghambat viabilitas spermatozoa domba, dan terakhir ditunjukkan pada konsentrasi 15 pl lama dan inkubasi 120 menit anti MPS (51,67 ± 4,08%) dalam menghambat motilitas spermatozoa domba

    KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG IDIOT DALAM UPAYA MENGEMBALIKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN SUMBER MATA AIR DUKUH SIDOWAYAH DESA SIDOHARJO KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO

    Full text link
    Kampung Idiot merupakan julukan bagi suatu daerah atau kampung yang masyarakatnya menyandang Idiot sebagian besar atau sebagian kecil, diantaranya adalah Dusun Sidowayah yang terletak di Desa Sidoharjo Kecamatan jambon Ponorogo, secara geografis letah dusun sidowayah sangat terpencil, jauh dari akses keluar dan jalan menuju ke sana juga relatif sulit. Hingga sat ini permasalahan rumit mereka hadapi diantaranya sulitnya memperoleh air dari sumber mata air dan DAS, terlebih di musim kemarau. Akibat adanya permasalahan tersebut banyak warga yang tidak dapat memanfaatkan sawah dan ladangnya jika msuim kemarau tiba. Beberapa warga mencoba mencari jalan keluar permasalahan tersebut dengan membuat program bertajuk kearifan lokal yang dipelopori oleh FSB. Adapun rumusan masalah penelitian ini meliputi tiga aspek yaitu adanya kearifan lokal di Dusun Sidowayah, bentuk-bentuk kerifan lokal di Dusun tersebut dan kemanfaatannyaterhadap warga dusun sidowayah. Adapun hasil penelitiannya Bentuk kearifan lokal di Dusun Sidowayah dalam upaya mengembalikan Daerah Aliran Sungai dan Sumber Mata Air lebih banyak dilakukan dalam kegiatan kemasyarakatan yang diorganisasikan oleh satu organisasi pemuda yaitu Forum Sidowayah Bangkit.Program kegiatan masyarakat sebagai bentuk kearifan lokal dalam upaya mengembalikan Daerah Aliran Sungai dan Sumber Mata Air di Dusun Sidowayah di antaranya berupa Program Penghijauan, Program Pipanisasi, dan Program Pendidikan Lingkungan Hidup. Belum terlihatnya kemanfaatan program dari Forum Sidowayah Bangkit khususnya untuk masyarakat Sidowayah disebabkan beberapa faktor kendala, yakni adanya perilaku atau kebiasaan kurang baik warga Dusun Sidowayah, serta kurangnya dukungan dari berbagai pihak. Kata Kunci : Sidowayah, Kearifan, Loka

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    PERAN KIAI MUHAMMAD HASAN DALAM PROSES PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI DESA KARANGGEBANG

    No full text
    Abstract: This paper examined the history of the development of Islam in Karanggebang Village founded by Kyai Muhammad Hasan. He is a descendant of Kyai Nur Sodiq. Karanggebang Village Ponorogo has its own uniqueness. This village still keep evidences of the history of Islamic civilization since the 18th century. The historical evidences is in the form of the mosque, the tomb, the heirloom, the ancient house, and other artifacts that are the heritage of Islam's history and development. In addition, as a historical heritage of Islamic education is existed in terms of relics of school buildings called PGA (Teacher Religious Education). Research of history and Islamic culture proved that the development of Islam in Java influence the various aspects of life. It is occurred due to the methods applied by the Ulama and Kyai in spreading Islam in the land of Java, especially in the village Karanggebang Jetis district Ponorogo district that appreciate the culture of Java. This kind of method is appropriate to the character of Ponorogo residents who tend to moderate and prioritize the harmony in life. It is in line with the concept of Frans Magnis Suseno who claims that Javanese has a respectful and friendly characteristics. ملخص:تبحث هذه المقالة فى تاريخ تطور الإسلام في قرية كارانج جيبانج التي أسسها أستاذ محمد حسن. وهو سليل أستاذ نور صديق. قرية كارانج جيبانج فى بونوروغو من القرية الأنيقة. هذه القرية توفر الكثير من الأثار التاريخية للحضارة الإسلامية التي لا تزال موجودة حتى اليوم. كان مجيئ الإسلام في قرية كارانج جيبانج قبل القرن 18 ميلاديا. الآثار التاريخية في قرية كارانج جيبانج التي تدل على ذلك هو المسجد، والمقبرة، والتراث، والمنازل القديمة، والآثار الفنية. وبجانب ذلك هناك آثار تاريخية في مجال التربية الإسلامية وهي بناء المدرسة الخاصة للمعلم دين الإسلام. أثبت المؤرخون أن تطور الإسلام في جزيرة جاوة لايؤدي إلى الصراع فى جوانب الحياة الاجتماعية. وهذا لا يفك من الطريقة التي يستخدمها العلماء في نشر الإسلام في جزيرة جاوة، وخاصة في قرية كارانج جيبانج التي تقدم الدعوة اللينة المناسبة لطبيعة السكان كارانج جيبانج الذي يميل إلى التسامح والحياة السليمة. وهذا يناسب بقول فرانس ماغنيس سوسينو إن سكان جزيرة جاوة لين ومفتوح. Abstrak: Tulisan ini akan mengkaji bagaimana sejarah perkembangan Agama Islam di Desa Karanggebang yang didirikan oleh Kiai Muhammad Hasan. Kiai Muhammad Hasan adalah keturunan dari Kiai Nur Sodiq. Desa Karanggebang Ponorogo memiliki keunikan tersendiri. Desa Karanggebang merupakan desa yang di dalamnya masih menyimpan banyak bukti-bukti sejarah peradaban Islam yang masih ada hingga saat ini. Islam di Desa Karanggebang sudah ada sejak sebelum abad 18 M. Bukti–bukti sejarah di Desa Karanggebang yang masih ada hingga detik ini adalah masjid, makam, pusaka, rumah kuno, dan artefak lainnya yang merupakan peninggalan sejarah dan perkembangan Islam di desa Karanggebang. Selain itu sebagai peninggalan sejarah desa ini, perkembangan di bidang pendidikan Islam juga menjadi bukti sejarah perkembangan Islam di Desa Karanggebang, dengan ditandai peninggalan bangunan gedung sekolah bernama PGA (Pendidikan Guru Agama). Penelitian sejarah dan kebudayaan Islam yang telah dilakukan oleh Para ahli membuktikan bahwa perkembangan Islam di tanah Jawa tidak banyak menimbulkan goncangan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari metode yang digunakan oleh para Ulama dan Kiai dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa khususnya di desa Karanggebang kecamatan Jetis kabupaten Ponorogo yang bersikap toleran terhadap budaya lama tanah Jawa. Pendekatan semacam ini sangat sesuai dengan watak penduduk Ponorogo yang cenderung moderat serta mengutamakan keselarasan dalam hidupnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Frans Magnis Suseno yang menyatakan bahwa Jawa memiliki ciri khas yang lentur dan terbuka. Kata kunci : Perkembangan Islam, Kiai Muhammad Hasan, Karanggebang  </jats:p
    corecore