249 research outputs found
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR REGIONAL III BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BANDUNG
Kantor regional III Badan Kepegawaian Negara Bandung adalah merupakan salah satu badan aparatur negara yang mempunyai tugas untuk membantu pemerintah negara dalam menyempurnakan, memelihara dan mengembangkan administrasi dibidang kepegawaian untuk menjamin kelancaran jalannya pemerintahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi kerja pegawai di Kanreg III BKN Bandung, dan bagaimana kinerja pegawai di Kanreg III BKN Bandung serta seberapa besar pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kanreg III BKN Bandung.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan verifikatif, teknik yang digunakan dalam rangka pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Reponden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 responden. Variabel yang diteliti adalah motivasi kerja sebagai variabel independent (X) dan kinerja pegawai sebagai variabel dependent (Y). Untuk mengetahui keeratan hubungan kedua variabel digunakan analisis korelasi Rank Spermean dengan menggunakan program aplikasi SPSS 11.5 for Windows dan uji statistik t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja mempengaruhi kinerja pegawai pada Kanreg III BKN Bandung sebesar 29,37% sedangkan sisanya yaitu 70,63% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil perhitungan statistik uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,2574 dan t tabel dengan tingkat signifikasi 5% adalah 1,9966. terlihat dengan jelas bahwa t hitung jatuh pada daerah penolakan hipotesis nol. Hal ini berarti secara statistik ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai pada Kanreg III BKN Bandung.
ABSTRACTION
Yuli Fitrianto; Influence Motivation Work To Performance Officer [At] Office Regional III Body Officer State Bandung; Under Lita Wulantika SE.,M.SI tuition., and Anastasurya Ginting SE.,M.M.
Regional III Body Officer State Bandung office to represent one of state aparatus body having duty to assist state government in completing, looking after and developing officer area administration to guarantee fluency the way governance
This research aim to to know motivation work officer Kanreg III BKN Bandung, and how officer performance Kanreg III BKN Bandung and also how big influence motivate to officer performance Kanreg III BKN Bandung
This research represent descriptive research and verifikatif, used technique in order to data collecting that is with observation, and interview spreading kuesioner. Reponden taken as sampel in this research counted 68 responder. accurate variable motivation work as independent variable ( And officer performance X) as variable dependent ( Y). To know sliverring both variable used Rank Spermean correlation analysis by using SPSS application program 11.5 Windows for and statistical test t
Result of research indicate that motivation influence officer performance Kanreg III BKN Bandung equal to 29,37% while the rest that is 70,63% influenced by other factor. Result of statistical calculation t test show t value [count/calculate] equal to 5,2574 and t of[is tables of with signifikasi storey;level 5% is 1,9966. seen clearly that t to fall area deduction hypothesis zero. Matter this means statistically there is motivation work with officer performance at Kanreg III BKN Bandung.
Keyword : Motivation [Job/Activity], Performance Office
Perlindungan hukum kepada pembeli tanah dalam praktek jual beli dibawah tangan yang dilakukan dihadapan kepala desa (studi kasus di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang)
Perjanjian jual beli dibawah tangan atas tanah adalah suatu perjanjian jual beli tanah dalam Hukum Adat dimana perbuatan hukum yang dilakukan berupa pemindahan hak dengan pembayaran tunai maupun sebagian yang dilakukan atas kesepakatan pihak masing-masing (penjual dan pembeli) yang dihadiri oleh Kepala Adat/ Kepala Desa.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis empiris, pendekatan penelitian dalam membahas permasalahan ini dengan cara menganalisa dan memadukan bahan-bahan hukum (yang merupakan data sekunder) dengan data primer yang diperoleh di lapangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penyebab sering terjadinya jual beli di bawah tangan dan faktor apa yang menyebabkan sering terjadinya jual beli di bawah tangan dan perlindungan hukum kepada pembeli dalam praktek jual beli tanah dibawah tangan yang dilakukan dihadapan Kepala Desa, yang selanjutnya upaya apa yang mesti dilakukan dalam memberikan keadilan berdasarkan hukum.
Untuk selanjutnya penelitian menggunakan metode field research (penelitian lapangan) dimana penulis mempertajam analisis untuk mendapatkan data-data yang berkaitan praktek perjanjian jual beli dibawah tangan dihadapan kepala desa di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan jual beli tanah dibawah tangan, perlindungan para pihak dalam mendapatkan kepastian hukum dan peningkatan tata kelola administrasi pertanahan
PERBEDAAN JENIS PEKERJAAN (PENGELASAN DAN PEMOTONGAN PLAT) TERHADAP KEJADIAN KONJUNGTIVITIS FOTOELEKTRIKA DI PT JASA MARINA INDAH SEMARANG
Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua keping logam menjadi satu bentuk yang diinginkan. Pemotongan merupakan proses pemisahan antar logam dengan menggunakan panas. Kedua jenis pekerjaan tersebut memiliki perbedaan berupa alat dan bahan yang digunakan, pengelasan menggunakan alat mesin las yang dilengkapi dengan kawat elektroda dan pemotongan menggunakan alat blander potong yang energinya dihasilkan dari gas elpiji dan oksigen. Kedua jenis pekerjaan tersebut dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan pada mata, yaitu timbulnya konjungtivitis yang disertai dengan tanda dan gejala seperti mata seperti ada pasir, mata terasa panas,pedih,berair, dan mata merah.
Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research . Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional . Variabel bebasnya jenis pekerjaan pengelasan dan pemotongan plat, sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian konjungtivitis. Subyek dalam penelitian ini adalah sebanyak 44 orang yang didasarkan pada ketentuan umur tidak lebih dari 40 tahun dan masa kerjanya lebih dari satu tahun. Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi square .
Penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian konjungtivitis pada pekerja pengelasan adalah 72,7 % sedangkan pada pekerjaan pemotongan plat sebesar 22,7 %. Ada perbedaan jenis pekerjaan pengelasan dan pemotongan plat terhadap kejadian konjungtivitis (nilai p = 0,001).
Saran yang diberikan pada pemilik perusahaan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala. Meminimalisasi paparan radiasi ultraviolet dengan memberikan jam istirahat kepada pekerja dan perusahaan menyediakan kacamata pelindung yang sesuai dengan kriteria yaitu dapat melindungi mata dari radiasi ultraviolet dan memilih nomor lensa yang sesuai dengan besar ampere.
Kata Kunci: Pengelasan, pemotongan dan konjungtivitis welding, cutting and conjuctivity
THE DIFFERENCE OF WORK TYPE (PLATE WELDING AND CUTTING) TOWARD THE FOTOELEKTRIKA CONJUNGTIVITY INCIDENCE AT PT JASA MARINA INDAH SEMARANG
A welding is a connection process between two metals become one required shape. Meanwhile a cutting is a separation process among metals by using heat. These two works have differences in the used tools and materials, the welding uses weld machine completed with electrode wire and the cutting uses cutting blander tool which its energy is produced from LPG ang oxygen. These two works may cause health disorder in eyes, namely conjungtivity accompanied by such symptoms like as if there is sand in eye, eyes are hot, smart, watery and its color changesinto red.
The research is a kind of An Explanatory Research. The used methodin this research is a survey method with cross sectional approach. its free variable is the work type of plate welding and cutting, meanwhile its bound variable is the conjunctivity incidence. Subject of the research is in the amount of 44 people based one the age that is not more than 40 years old and their work periods are more thanone year. Bivariate analysis is performed by using chi square test.
The research indicates that the conjunctivity incidence in the welding worker is as much as 72,7 %, meanwhile in the cutting worker is as much as 22,7 %. There is difference in the work type of plate welding and cutting toward the conjunctivity incidence (p value = 0,001).
The writer suggests the company owner to inspection of health of periodical eye. Beside that the company owner should minimize ultraviolet radiation exposeby giving hour take a rest to company and the company gives warning to the workers who do not wear protection glasses when thy work and the company should provide protection glasses that is appropriate with such criteria, namely it can protect eyes from ultraviolet radiation and choose the lens number which is appropriate with the ampere size.
Keyword: welding, cutting and conjuctivit
Sistem Informasi Pembayaran Administrasi Sekolah Berbasis Web dan Mobile pada MTS NU 17 Kyai Jogoreso
Sistem pembayaran administrasi sekolah di MTs NU 17 Kyai Jogoreso, Kendal menggunakan metode konvensional dengan cara penulisan manual pada buku dan kartu pembayaran siswa menimbulkan permasalahan banyaknya proses yang harus dilalui yang tidak efisien waktu. Sistem informasi berbasis web dan mobile dibutuhkan untuk memangkas proses, mengefisienkan waktu dan memudahkan pihak tata usaha untuk pengelolaan administrasi. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, MySQL sebagai database, dan Framework Bootstrap sebagai desain antarmukanya untuk sistem berbasis web, serta Java dan Flutter untuk sistem berbasis mobile. Metode penelitian menggunakan Research and Development(R&D), sedangkan untuk perancangannya menggunakan metode Object Oriented Programming (OOP) yang menggunakan Unified Modeling Language (UML). Pengujian dilakukan dua tipe yaitu uji validasi sistem serta uji coba produk. Hasil uji validasi memperoleh skor 38 untuk sistem yang berbasis web dan skor 32 untuk berbasis mobile, keduanya termasuk kategori sangat valid. Uji coba produk untuk kedua sistem mendapatkan skor 31 dengan kategori sangat efektif. Sistem ini pun mampu menyederhanakan setiap proses dan menyingkat waktu pelayanan dari sepuluh menit menjadi tiga menit pada sistem yang lama
Pengembangan instrumen pengukuran nilai kerja sama siswa
Tujuan penelitian ini adalah: (1) menyusun instrumen pengukuran nilai kerjasama, (2) untuk mengetahui indikator nilai kerjasama, (3) untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen nilai kerjasama, dan ( 4) untuk mengetahui nilai kerjasama siswa SMP Negeri 10 Purworejo. Prosedur pengembangan: (1) validasi ahli, (2) revisi I, (3) uji keterbacaan, (4) revisi II, (5) uji coba agak luas, (6) revisi III, (7)) implementasi instrumen. Analisis dilakukan: (1) validitas butir, (2) reliabilitas instrumen, dan (3) validitas konstruk. Hasil dari penelitian ini adalah Instrumen Pengukuran Nilai Kerjasama untuk Siswa SMP yang telah memenuhi validitas konten, butir dan konstruk. Hasil penelitian: (1) instrumen akhir terdiri dari 10 indikator yang terdiri dari 29 item yang valid, (2) koefisien reliabilitas instrumen akhir sebesar 0,710, (3) analisis deskriptif hasil penerapan instrumen menunjukkan bahwa nilai kerjasama antar siswa SMP Negeri 10 Purworejo termasuk kategori tinggi. The development of the instrument of measurenment the value of student cooperation AbstractThe objectives of this research are: (1) to compile the instrument of measuring the value of cooperation, (2) to know the value indicators of cooperation, (3) to know the validity and reliability of the instrument of cooperation value, and (4) to know the value of the cooperation of the students of SMP Negeri 10 Purworejo. Procedure of development: (1) expert validation, (2) revision I, (3) test legibility, (4) revision II, (5) trial rather broad, (6) revision III, (7) ) instrument implementation. Analysis performed: (1) grain validity, (2) instrument reliability, and (3) construct validity. The result of the research is a Measurement Instrument of Value of Cooperation for Junior High School Students who have fulfilled the validity of content, grain and construct. Result of research: (1) final instrument consists of 10 indicators consisting of 29 valid items, (2) the final instrument reliability coefficient of 0.710, (3) descriptive analysis of the result of instrument implementation showed that the value of cooperation among students of SMP Negeri 10 Purworejo included high category
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN BAKAT DAN MINAT OLAH RAGA SISWA SMP DENGAN METODE BAYES
Bidang olah raga merupakan minat yang banyak digemari oleh siswa SMP dan penyediaaan fasilitasnya cenderung lebih murah dan banyak ditemui. Wadah yang digunakan adalah kegiatan luar sekolah ektrakulikuler. Dengan berkembangnya teknologi informasi yang pesat, penentuan kecenderungan bakat dan minat siswa dalam hal olah raga dapat dibuat sistem pendukung keputusan yang mampu memutuskan dengan cepat dan mudah.Dalam konsep pelacakan bakat dan minat mencari solusi dengan pendekatan artificial inteligent, ada berbagai metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketidakpastian saat proses pelacakan yang terjadi. Salah satu metodenya adalah teorema bayes. Penelitian ini akan menerapkan suatu metode untuk mengatasi ketidakpastian dengan teorema Bayes pada kasus pelacakan bakat dan minat. Dalam penemuan bakat diperlukan kepastian. Nilai kepastian tersebut menggunakan teorema bayes dengan cara menghitung nilai probabilitas suatu bakat dan membandingkan probabilitas setiap minatnya. Penelitian ini menggunakan metode pola research and development Borg & Gall (1987). Hasil dari penelitian ini setelah diuji pakar dengan skor 2,8 yang berarti valid dan uji coba produk ditempat penelitian dengan skor sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan terhadap kinerja sistem lama dan sistem kerja baru. .Kata kunci : Bakat Minat, Metode Bayes,  Olah Raga, Sistem Pendukung Keputusan, Siswa SMPÂ
PERENCANAAN PLTMH SALURAN SEKUNDER KALI LOGUNG, DESA SADANG, KECAMATAN JEKULO, KUDUS
Kebutuhan listrik di Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kudus semakin
meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan desa. Saat ini
penyediaan listrik diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), akan tetapi
untuk lebih membantu meningkatkan taraf hidup penduduk, dibutuhkan energi listrik
alternatif. Untuk itu kami berupaya memanfaatkan potensi tenaga air dari saluran irigasi
sekunder dengan membangun PLTMH. Sebagai pembangkit listrik, PLTMH ini selain
digunakan untuk keperluan sehari-hari, juga dapat digunakan pada industri kecil.
Berdasarkan analisa studi dan survei, PLTMH ini didesain dengan
menggunakan turbin kayu tradisional yang mampu menghasilkan daya listrik 4 kW
pada debit 135 liter / detik dan tinggi terjun 3 meter.
ABSTRACT
The needs of electricity in Sadang Village, Jekulo Regency, Kudus City have
increasing in line with the growth of population and village development. Lately the
standard water supply has carried out by Nation Electricity Company (PLN), however
to increase the citizen’s quality of life, its need an alternative of the electricity’s energy.
Therefore, we conducting efforts the water power’s potency by building micro hydro
power’s station. As station of electricity, this micro hydro power’s station beside used to
the daily needs, can also used to small industries.
Based on the study and survey analysis, this micro hydro power’s station was
designed with traditional wooden turbine which can produce 4 kilo Watt of electric
power at 135 liter / second of water quantities input and 3 meters of head
Sistem Monitoring Kualitas Udara dan Otomatisasi Pemberian Pakan Ayam Berbasis IoT
Permasalahan penting untuk diperhatikan dalam beternak ayam broiler adalah pakan dan kualitas udara didalam kandang. Yaitu bagaimana cara agar peternak bisa mengetahui kadar gas amonia dalam kandang dan pemberian pakan teratur agar ayam pada masa brooding mendapat nutrisi pakan di jam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol kualitas udara dan otomatisasi dalam pemberian pakan ayam pada masa brooding. Pengukuran kadar gas amonia menggunakan sensor MQ-135, pengukuran suhu menggunakan sensor DHT11 dan otomatisasi pemberian pakan menggunakan sensor RTC DS3231. Data sensor akan di olah menggunakan mikrokontroller Wemos D1 R1 kemudian dikirimkan pada aplikasi android melalui jaringan internet menggunakan firebase database realtime sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun
NASKAH PRIMBON HIRZ AL-YAMANI (Suntingan dan Kajian Isi Teks)
Yuli Tri Hastuti. 2018. Primbon Text Hirz Al-Yamani: (Editing and Study of Text Content) Thesis. Indonesian Literature Department, Faculty of Cultural Sciences. Diponegoro University. Semarang. Advisor: Dr. Muh. Abdullah, MA The Primbon Hirz Al-Yamani manuscript is a collection of the National Library of the Republic of Indonesia (PNRI) with the catalog number Br7 which reads Arabic Pegon. The Primbon Hirz Al-Yamani manuscript is a form of prose which contains the functions and benefits of hirz prayer. In this study, data sources are divided into two, namely primary data and secondary data. Primary data sourced from Primbon Hirz Al-Yamani texts obtained through catalog studies in museums or libraries. Secondary data comes from books or other sources that are located as supporting research. The theory used in this study is the theory of philology and mimeic theory. Philological theory is used to get translations and edits of text. The text editing method used in this study is the standard method. In addition, to find out the contents contained in the Primbon Hirz Al-Yamani text, the authors use mimetic theory. The mimetic model used in this study is mimetic according to Abrams. Based on the analysis conducted by the author, the Primbon Hirz Al-Yamani text is a pesantren literary text containing Isim A'zhom in it. To get a practice, Hizib must go through a diploma directly to a teacher and ask for his guidance directly. Keywords: Primbon Hirz Al-Yamani manuscript, philology, mimetic
Problems of Russian Theatrical Reception of Shakespeare in Criticism of Yuli Eichenwald
The problem of this study lies in evaluating the methodological approach of Yuli Eichenwald (1872—1928) as a theatrical critic and theorist, specifically his writings on Shakespearean productions both in Russia and abroad. Known primarily as a literary critic, Eichenwald also wrote about theater, but his works in this area have been largely unexplored. The aim of this study is to shed light on Eichenwald's principles of theatrical criticism. The material used consists of little-known articles by Eichenwald on theater theory and Shakespearean productions from 1903 to 1927. The research employs hermeneutic and comparative methods. The findings reveal that Eichenwald demonstrates a literature-centric position in his articles on theater, according to which theater is merely an illustration of literary works. He increasingly uses productions as a pretext to discuss Shakespeare, often without mentioning the actors or directors. Eichenwald’s perception of theater as a mediator, as an auxiliary device between the play and the reader, leads to his rejection of the concept of directorial theater and the denial of the director as the author of the production. The authors conclude that Eichenwald’s theatrical criticism is a logical outcome of literature-centric judgments about theater, from Aristotle to Hegel, where theater is considered as part of literature
- …
