1,721,555 research outputs found
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL MARWAH DI UJUNG BARA KARYA R. H. FITRIADI (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
ABSTRAK Penelitian terhadap novel Marwah di Ujung Bara ini bertujuan untuk mengungkap kritik sosial yang terkandung dalam novel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi melalui pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknis analisis isi yaitu mengungkap dan kemudian mendeskripsikan unsur ekstrinsiknya, apa dan bagaimana kritik sosial yang dikandung dalam novel tersebut. Fokus penelitian ini adalah kritik sosial yang terkandung dalam novel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi yang meliputi, disorganisasi, delinkuensi, birokrasi, kejahatan, budaya, dan kemiskinan. Teknik analisis yang dilakukan peneliti yaitu membaca secara teliti dan cermat keseluruhan isi novel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi, mendeskripsikan data, menganalisis latar sosiokultural dalam novel Marwah di Ujung Bara dengan menggunakan konsep teori yang telah ditentukan, dan menarik kesimpulan. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi mengandung kritik sosial yang dimunculkan dari percakapan para tokoh dan juga melalui narasinya.Kata kunci: kritik sosial, kehidupan sosial masyarakat, konflik, novel
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL MARWAH DI UJUNG BARA KARYA R.H. FITRIADI
ABSTRAKFarrah Fitriah. 2016. Analisis Tindak Tutur dalam Novel Marwah di Ujung BaraKarya R.H. Fitriadi. Tesis, Program Studi Magister PendidikanBahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana UniversitasSyiah Kuala. Pembimbing (1) Dr. Ramli, M.Pd., Pembimbing (2) Dr.Siti Sarah Fitriani, S.Pd., M.A.Kata Kunci: Tindak Tutur, Konteks, NovelABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) makna tindak tutur lokusi, (2) maksudtindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi, (3) jenis konteks tuturan, dan (4) carapenyampaian tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terdapat dalam novelMarwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi. Data penelitian ini adalah tindak tuturlokusi, ilokusi, dan perlokusi yang bersumber dari novel Marwah di Ujung Barakarya R.H Fitriadi. Novel ini merupakan cetakan I yang diterbitkan di Yogyakartaoleh ProBooks pada tahun 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulandata dilakukan dengan teknik dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukandengan teknik deskriptif kualitatif dan analisis pragmatis. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam tindak tutur lokusi terdiri atastiga, yaitu (1) makna memberitahukan, (2) makna menanyakan, dan (3) maknamemerintah. Maksud yang terkandung dalam tindak tutur ilokusi terdiri atas lima,yaitu (1) ilokusi asertif dengan maksud menyatakan dan menyarankan, (2) ilokusidirektif dengan maksud memerintah, menasihati, memohon, dan merekomendasi, (3)ilokusi ekspresif dengan maksud berterima kasih, meminta maaf, dan memuji, (4)ilokusi komisif dengan maksud menawarkan dan menjanjikan, dan (5) ilokusideklaratif dengan maksud menghukum dan mengundurkan diri. Selain itu, maksudyang terkandung dalam tindak tutur perlokusi terdiri atas tiga, yaitu (1) maksudverbal, (2) maksud nonverbal, dan (3) maksud verbal nonverbal. Jenis kontekstuturan yang terdapat dalam novel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi terdiridari empat, yaitu (1) konteks fisik, (2) konteks linguistik, (3) konteks epistemis, dan(4) konteks sosial. Sementara itu, cara penyampaian tindak tutur yang terdapat dalamnovel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi terdiri dari atas (1) tindak tuturlangsung literal, (2) tindak tutur tidak langsung literal, dan (3) tindak tutur tidaklangsung tidak literal. Berdasarkan hasil penelitian, semua kajian tindak tutur dalampragmatik ditemukan dalam novel Marwah di Ujung Bara karya R.H. Fitriadi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KONTROL DIRI TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SUSKA RIAU
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KONTROL DIRI TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SUSKA RIAU
Oleh
Riski fitriadi
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negri
Sultan Syarif
ABSTRAK
Kecemasan berbicara di depan umum merupakan bentuk dari perasaan takut atau cemas secara nyata ketika berbicara di depan orang-orang sebagai hasil dari proses belajar sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan kontrol diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa fakultas psikologi. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Startified Random Sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa psikologi Uin Suska Riau. Data dalam penelitian ini, diperoleh dengan menggunakan skala psikologi yaitu, skala self efficady, sakala kontor diri dan skala kecemasan berbicara didepan umum, dengan setiap instrument memiliki empat alternatif jawaban.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan kecemasan dengan kontrol diri dengan nilai R = -0,345, F = 24,492 dan p = 0,000 Artinya, semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah kecemasan berbicara di depan umum begitupun sebaliknya, semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi kecemasan berbicara di depan umum.
Kata Kunci : Self efficady, Kontrol Diri, Kecemasa
ANALISIS PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) GURU DALAM MENGAJARKAN BILANGAN DESIMAL DI SEKOLAH DASAR
Fitriadi, 2016. Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Guru dalam Mengajarkan Bilangan Desimal di Sekolah Dasar.Pedagogical Content Knowledge (PCK) dipandang sebagai perpaduan antara pengetahuan seorang guru terhadap materi ajar dan pedagogik. PCK guru pada pembelajaran bilangan desimal merupakan pengetahuan dan kemampuan guru matematika melakukan aktivitas mengajar, serta membantu siswa untuk menyelesaikan masalah ketika mengalami miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki PCK guru dalam mengajarkan bilangan desimal setelah mengikuti workshop guru yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (P4MRI) Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian adalah dua orang guru kelas IV Sekolah Dasar yang merupakan guru mitra P4MRI Universitas Syiah Kuala. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan PCK guru setelah dilatih melalui workshop guru Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada pembelajaran bilangan desimal ditinjau dari tiga aspek. Pada aspek clearly PCK, strategi pembelajaran kedua guru pada pembelajaran bilangan desimal menerapkan pendekatan matematika realistik sesuai dengan RPP dan video pembelajaran yang dikembangkan oleh P4MRI Universitas Syiah Kuala. Guru memberi bantuan kepada siswa yang mengalami miskonsepsi dengan menggunakan alat peraga pada pertemuan selanjutnya setelah menerima masukan dari peneliti dan tim P4MRI. Adapun sumber belajar yang digunakan guru berupa alat peraga dan benda konkret. Selanjutnya ditinjau pada aspek content knowledge in pedagogical context kedua guru memberikan pemahaman konsep desimal secara kontekstual kepada siswa, namun guru masih salah menjelaskan pengertian dan membaca bilangan desimal. Kedua guru menghubungkan konsep bilangan desimal dengan pecahan atau persen menggunakan model luas yang menunjukkan pecahan. Keterampilan guru dalam pemecahan masalah bilangan desimal menggunakan alat peraga berupa kartu bilangan desimal dan garis bilangan. Demonstrasi dalam pemecahan masalah kedua guru menggunakan balok ukur yang dimodifikasi serta menimbang benda konkret. Pada aspek pedagogical knowledge in a content context guru menjaga fokus siswa selama pembelajaran bilangan desimal dengan cara mendorong partisipasi dan keaktifan siswa di dalam kelompok belajar dengan menggunakan berbagai variasi alat peraga serta menampilkan gambar yang menarik minat. Kata Kunci : Pedagogical Content Knowledge, clearly PCK, Content Knowledge in Pedagogical Context, Pedagogical Knowledge in a Content Context, Guru, Bilangan Desima
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
