3 research outputs found

    Pengembangan media layanan informasi menghadapi perubahan masa pubertas bagi siswa sekolah dasar

    No full text
    ABSTRAK   Firdayati, Fitri. 2016. Pengembangan Media Layanan Informasi Menghadapi Perubahan Masa Pubertas bagi Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata kunci: Pengembangan media, Layanan informasi, Masapubertas, siswa SD   Setiap individu mengalami rentang masa dalam kehidupannya. Masa puber merupakan salah saturentang masa di mana individu berubah dari mahkluk aseksual menjadi mahkluk seksual. Adanya kecenderungan kecemasan yang dialami oleh siswa ketika terjadi perubahan tubuh pada masa pubertas, mendorong adanya pengembangan media layanan informasi“menghadapi perubahan masa pubertas”. Hal ini juga diperkuat dengan adanya penelitian yang menyebutkan bahwa dengan diberikannya pengetahuan masa pubertas sejak dini dapat membuat anak menjadi lebih siap menghadapi perubahan masa pubertas. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas”bagi siswa sekolah dasar yang berterima secara teoritis dan praktis. Desain penelitian menggunakan model Borg and Gall. Adapun prosedur penelitian pengembangansebagai berikut: (1) perencanaan: melakukan study literature dan melakukanneed assesment; (2) pengembangan produk: merumuskan tujuan pengembangan media, menyusun prototipe produk, dan menyusun alat evaluasi produk; (3) uji coba produk: uji ahli (uji ahli materiBK, dan uji ahli media pembelajaran), revisi produk hasil penilaian uji ahli, uji calon pengguna produk; uji kelompok kecil; (4) revisi produk akhir media menghadapi perubahan masa pubertas.Teknik analisis data uji coba produk menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitif digunakan untuk menganalisis data hasil penilaian dengan menggunakan teknik kesepakatan atau inter-rater-agreement. Analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis pendapat, masukan dan saran terhadap produk. Produk yang dihasilkan adalah buku materi “menghadapi perubahan masa pubertas” yang terdiri atas dua jenis yaitu buku materi untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Selain buku materi juga dihasilkan panduan pelaksanaan layanan bimbingan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas” yang digunakan guru pembimbing sebagai rambu-rambu dalam melaksanakan layanan bimbingan. Hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan uji kelompok kecil dari produk media layanan informasi“menghadapi perubahan masa pubertas” menyatakan bahwa produksangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik secara teoritis dan praktis. Selanjutnya, berdasarkan saran dan masukan dilakukan revisi terhadap produk pengembangan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) Jurusan Bimbingan dan Konseling hendaknya dapat menggunakan media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas” sebagai contoh pada mata kuliah media BK dan teknik BK TK/SD; (2) guru hendaknya sebelum memberikan layanan bimbingan benar-benar mempelajari dan memahami produk media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas”; (3) peneliti selanjutnya untuk menilai keefektifan media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas”

    Pengembangan Media Layanan Informasi Menghadapi Perubahan Masa Pubertas bagi Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas” bagi siswa SD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall dengan prosedur sebagai berikut: (1) perencanaan; (2) pengembangan produk; (3) uji coba produk; (4) revisi akhir produk. Data uji coba produk dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penilaian uji coba produk dapat disimpulkan bahwa produk sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik secara teoritis dan praktis, sehingga dapat digunakan sebagai media dalam bimbingan menghadapi perubahan masa pubertas

    “Blu Sea” (BONEKA LUCU DARI SERAT AREN) MEDIA PEMBELAJARAN MERAWAT TANAMAN DAN MENCINTAI LINGKUNGAN

    Get PDF
    Proses produksi tepung aren, dihasilkan limbah padat, cair, dan pasta. Limbah padat berupa serat aren sampai saat ini belum dimanfaatkan sehingga tertimbun semakin banyak dan tidak terkendali. Dampak yang dirasakan penduduk berupa timbulnya gangguan kulit setelah menggunakan sumber air yang sudah tercemar oleh ampas aren, matinya ikan-ikan pada kolam milik penduduk dan bau yang menyengat setelah ampas terendam oleh air hujan. “Blu Sea” merupakan salah satu alternatif usaha yang memanfaatkan limbah serat aren tersebut sebagai bahan baku. Limbah serat aren dibentuk menyerupai boneka yang bernilai jual tinggi. Keistimewaan “Blu Sea” adalah dari bentuknya yang unik dan menarik karena memiliki karakter kartun, binatang dan profesi. Salah satu sisi “Blu Sea” digunakan sebagai tempat tumbuh benih rumput dan sayuran, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan merawat tanaman, hal ini menimbulkan dampak kecintaan terhadap lingkungan yang menyebabkan bumi semakin hijau. Kelebihan serat aren sebagai media tempat tumbuh tanaman adalah sifatnya yang mampu menahan air dan sulit terdekomposisi karena tersusun oleh lignin yaitu senyawa siklik serta kandungan organik P dan K masih tinggi (Firdayati 2005). Penjualan Rp. 25.000,00 dan keuntungan 55% maka usaha ini layak untuk dijalankan. “Blu Sea” tidak hanya bermanfaat meningkatkan kreativitas dan pendapatan mahasiswa dalam merintis usaha namun juga menjaga dan memperbaiki ekosistem dari cemaran limbah serat aren yang berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: “Blu Sea” , Serat aren, ekosistem, senyawa siklik
    corecore