1,721,359 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK SUMBER SEHAT INDRAPURI ACEH BESAR
ABSTRAKHipertensi didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan diastolic diatas 90 mmHg. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2005, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3% dengan faktor utama adalah hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Klinik Sumber Sehat Indrapuri Aceh Besar. Populasi adalah semua penderita hipertensi yang berkunjung ke Klinik Sumber Sehat Indrapuri Aceh Besar tahun 2013, dari Januari - Desember 2012 berjumlah 365 orang (Rekapitulasi pasien rawat jalan KSS, 2012). Desain penelitian ini deskriptif eksploratif dan metode purposive sampling yaitu 70 responden. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan analisa univariat. Dari hasil penelitian disimpulkan penderita hipertensi di klinik sumber sehat sebagian besar di kategori tidak patuh 38 orang (54,3%), faktor pengetahuan berada pada kategori baik 36 orang (51,4%), faktor lingkungan social berada pada kategori baik 38 orang (54,3%), faktor perubahan terapi berada pada kategori rendah 40 orang (57,1 %), faktor interaksi tenaga kesehatan berada pada kategori kurang 39 orang (55,7%), faktor dukungan keluarga berada pada kategori baik 40 orang (57,1%) dan faktor akomodasi berada pada kategori susah 51 orang (72,9). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan pentingnya meningkatkan kepatuhan berobat sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan hipertensi yang signifikan.Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan, pengetahuan, lingkungan dan social, perubahan terapi, interaksi tenaga kesehatan, dukungan keluarga, akomodasiABSTRACTHypertension is defined a condition when systolic blood pressure is above 140 mmHg and diastolic 90 mmHg above. Based on Household Health Survey in 2005 , the deaths because of heart disease and blood vessel disease in Indonesia amounted to 26.3 % with the main factor is hypertension . The purpose of this study was to identify factors associated with treatment compliance of hypertension patients in Sumber Sehat clinic Indrapuri Aceh Besar. The population in this study were all hypertension patients who visited the Sumber Sehat clinic Indrapuri Aceh Besar from January to December, 2012 amounted to 365 people (recapitulation outpatient in Sumber Sehat clinic , 2012) . The study design was descriptive and the sampling technique by using purposive sampling of 70 respondents. The data was collected by using questionnaire with a guided interview method and was analized by using univariate analysis. The results of this study showed that hypertension patients in the Sumber Sehat clinic mostly in the non-adherent category amounted to 38 patients ( 54.3 % ) , knowledge factors in the good category amounted to 36 patients ( 51.4 % ) , social environmental factors in good category as many as 38 patients ( 54.3 % ) , changes of therapy factors in the low category as many as 40 patients ( 57.1 % ) , the interaction with health care providers factors in the low category amounted to 39 patients ( 55.7 % ), family support factors in good categories amounted to 40 patients ( 57.1 % ) and accommodation factors in difficult category amounted to 51 patients ( 72.9 ). It is expected that the health care providers to provide health education about hypertension and the importance of improving treatment compliance in order to prevent the increasing number of hypertension patients.Keywords: Hypertension , compliance , knowledge , and social environment, changes in therapy, the interaction of health workers , family support, accommodatio
HUBUNGAN PEMANFAATAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN KOTA JANTHO
ABSTRAKMasalah gizi masih banyak dialami oleh balita saat ini dan salah satu cara meminimalkannya adalah dengan memanfaatkan posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemanfaatan posyandu dengan status gizi balita di Kecamatan Kota Jantho tahun 2014. Desain adalah descriptive corelative dengan pendekatan cross sectional study. Populasi seluruh keluarga yang memanfaatkan posyandu yang ada di Kecamatan Kota Jantho yang berjumlah 304 keluarga yang tersebar dalam lima desa di wilayah kecamatan Kota Jantho. Pengumpulan data di posyandu tanggal 8- 24 Mei 2014. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terpimpin sesuai kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Metode analisis data dengan menggunkan uji chi-square pada tingkat kemaknaan () = 5%.. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pemanfaatan posyandu dengan status gizi balita (p- value 0,000). Pemanfaatan posyandu sangat penting untuk memantau perkembangan dan kondisi kesehatan balita. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan petugas puskesmas dapat memotivasi ibu-ibu untuk membawa balita ke posyandu secara teratur.Kata kunci: Pemanfaatan, posyandu, status gizi balitaABSTRACTMost of chlidren have problem with nutrition and it can be minimized by integrates service centre (Posyandu) utization. The purpose of study was to identify correlation between integrated service centre (posyandu) utilization by family and nutrition status of children in Jantho 2014. The research design was correlative descriptive with cross sectional study approach. Population was the whole families who utilizing integrates service centre (Posyandu) in subdustricts of Jantho composed 304 families among five villages in Jantho. Data was collected in integrated service centre (Posyandu) on May, 8-24 2014. Sampling method used probability sampling with accidental sampling approach. Data was collected by guided interview according to questionnaire and weight and height measurement. Data was analized by using chi square test with level of significance ( = 5%). The result of the research showed that there was correlation between integrated service centre (Posyandu) utilization by family and children nutrition status (p-value : 0,000). Posyandu utilization is important for optimalization nutrition status and children health. Based on the result, it is recommended for health care workers of public health centre to provide health education for mothers with children about the importance of visiting integrated service centre (Posyandu) for maintaining nutrition status.Keyword: utilization, integrated service centre, nutrition status, childre
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BULLYING
ABSTRAKBullying salah satu tindakan agresif yang menjadi permasalahan di dunia. Hasil penelitian sebelumnya di Indonesia di dapatkan bahwa 10-60% siswa melaporkan mendapat ejekan, cemoohan, pengucilan, pemukulan tendangan ataupun dorongan sedikitnya sekali dalam seminggu. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying meliputi harga diri, kepribadian, keluarga, sekolah dan teman sebaya pada siswa-sisiwi di SMPN 3 Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi 94 orang siswa-siswi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat pengumpulan data kuesioner dengan cara ukur self report. Penelitian dilakukan pada 2-8 Juli 2015 di SMPN 3 Meureudu. Hasil analisa data secara bivariat menunjukkan ada hubungan harga diri dan perilaku bullying (p=0,014), kepribadian dan perilaku bullying (p=0,006), keluarga dan perilaku bullying (p=0,017), sekolah dan perilaku bullying (p=0,002) dan teman sebaya dan perilaku bullying (p=0,006) dengan perilaku bullying. Diharapkan kepada orang tua dan pihak sekolah untuk lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut sehingga dapat mencegah tindakan perilaku bullying pada siswa/siswi.Kata kunci: bullying, harga diri, kepribadian, keluarga, sekolah, teman sebaya.ABSTRACTBullying is one of aggressive behavior that becomes a problem in entere world. The purpose of this study was to find out the factors that related to bullying behavior, including self-esteem, personality, family, school, and friends of Junior High School students in Meureudu Pidie Jaya. It was a descriptive correlative study with cross sectional approach. The number of population was 94 students and the sampling technique used was a total sampling. The data was collected on July 2-8, 2015 in SMPN 3 Meureudu by using questionnaire with self-report technique. The results of bivariate analysis showed there was correlation betweeen self-esteem (p=0.014); personality (p=0.006); family (p=0.017); school (p=0.002); and friends (p=0.006) with bullying behavior. The conclusion of this study was the self-esteem, personality, family, school, and friends related to the bullying behavior. It is expected to parents and school staff to pay more attention to these factors in preventing the bullying behavior of the students.Keywords: bullying, self-esteem, personality, family, school, friends
PENGASUHAN DIMENSI KEHANGATAN KELUARGA
ABSTRAKKeluarga sangat mempengaruhi perkembangan seorang individu, sehingga dapat menjadi penentukeberhasilan atau kegagalan hidup seseorang. Pengasuhan merupakan proses bagaimana orang tua merawat,memelihara, mengajarkan dan membimbing anak agar dapat menjalani kehidupan dengan baik. Gayapengasuhan dimensi kehangatan merupakan aplikasi dari bentuk ungkapan kasih sayang yang diekspresikanoleh orang tua yang melahirkan rasa aman dan nyaman sehingga anak merasa diterima, dihargai, dan dicintaiapa adanya tanpa perasaan tertekan. Pemenuhan kasih sayang dan cinta bagi anak merupakan pilar asasidalam pendidikan intelektual mereka. Pengasuhan juga sangat menentukan kompetensi dan kecerdasanseorang anak. Lebih jauh, para ahli menemukan bahwa tingkat aspirasi orang tua ternyata merupakan faktorpenting dalam prestasi pendidikan seorang anak. Ekspresi kasih sayang dan cinta orang tua terhadap anakakan membuat anak merasa aman dan tentram serta membuatnya tumbuh secara alami dari segi psikologis,emosi dan bahkan intelektualitasnya.Kata kunci: keluarga, pengasuhan, kehangatan, orang tua, anak.ABSTRACTFamily can influent individual development, where it can be the determination of someones success andfailure in life. Bearing is a process how parents care, maintain, teach, and guide their children to pass thelife better. Warmth dimension of bearing style is the application of compassion expression that is expressedby parents that can create safe and comfortable feeling so the children will feel accepted, appreaciated, andloved as the way they are without any pressure. The fulfillment of compassion and love for children is thebasic pillar in their intelectual intelegency. The bearing also determines children competition andintelegency. Furthermore, scientists found that the parents aspiration level is an important factor in childreneducation achievement. Compassion expression and love from parents to children will make the children feelsafe and comfortable and also make them psychological, emotional, and intelectual grow up naturally.Keywords: family, bearing, warmth, parents, children
HUBUNGAN KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI REMAJA
ABSTRAKKomunikasi merupakan elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untukmenetapkan, mempertahankan, dan meningkatkan kontak dengan orang lain. Komunikasi keluarga adalahsuatu proses simbolik, transaksional untuk menciptakan dan mengungkapkan pengertian dalam keluarga.Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorangmengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Konsep diri seseorang tidakterbentuk sewaktu lahir tetapi dipelajari sebagai hasil dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiridengan orang terdekat dan dengan realita dunia. Sikap keluarga yang terbuka mengembangkan komunikasiefektif seperti menghargai pendapat remaja, pikiran remaja, memberi kesempatan mengekspresikan dirisebagai sahabat bagi remaja akan membantu remaja mendapatkan identitasnya. Komunikasi keluarga yangefektif akan membuat remaja merasa dapat diterima dan dihargai sebagai manusia sehingga dapatterbentuknya konsep diri yang positif. Sebaliknya bila tidak ada komunikasi yang efektif dalam keluargamaka remaja tersebut cenderung mempunyai konsep diri yang negatif terhadap dirinya.Kata Kunci: Komunikasi, remaja, keluarga, konsep diri.ABSTRACTCommunication is a basic element of human interaction that allows a person to establish, maintain, andimprove contact with others. Family Communication is a symbolic process, transactional to create andexpress understanding in the family. Self-concept is defined as thoughts, beliefs, and the trusts that make aperson aware about himself and affect relationships with others. The self concept is not formed since theybirth but learned as a result of a person's unique experience in itself with the people and the reality of theworld. Family attitudes that can accept other opinion will develop the effective communication which consistof the opinions of teenager, teenage minds, giving the opportunity to express themselves as companions forteens will help teens get their credentials. Effective family communication will make the teen feel acceptedand valued as a human being so as to formation of a positive self-concept. Conversely, if there is no effectivecommunication within the family that teens tend to have a negative self-concept against him.Keywords: Communication, teen, families, the self-concept
KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI DI DESA LAMCEU KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR
ABSTRAKKualitas hidup adalah konstruksi multidimensi yang mencakup status fungsi (perawatan diri), kesejahteraan psikologis, fungsi sosial dan keluarga, dan kesejahteraan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif eksploratif . Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada 32 responden yang menderita hipertensi di Desa Lamceu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert dengan skala ukur ordinal yang terdiri dari 22 item pernyataan. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan menentukan persentase baik dan kurang. Dari hasil penelitian diperoleh kualitas hidup penderita hipertensi berada pada kategori baik yaitu 18 orang(56,3%), status fungsi (perawatan diri) berada pada kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kesejahteraan psikologis berada pada kategori baik yaitu 16 orang (50%) dan kurang yaitu 16 orang (50%), fungsi sosial dan keluarga berada pada kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kesejahteraan spiritual berada pada kategori baik yaitu 18 orang (56,3%). Secara umum dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011 berada pada kategori baik yaitu 18 orang (56,3%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada penderita hipertensi agar dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara melakukan perawatan diri (mandi, berhias makan, toileting, dll),tidak merasa putus asa untuk hidup, melakukan komunikasi dengan anggota keluarga dan tetangga serta lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.Kata kunci: kualitas hidup, hipertensi, penderitaABSTRACTQuality of life is multidimensional construction including the status of the function (self care), psychology well-being, social and family functioning, and spiritual well-being. This study aimed to know the description of the quality of life in hypertension patient in the Lamceu village, Kuta Baro sub district, Aceh Besar, 2011. The study design is descriptive explorative study. The sampling technique was used total sampling on 32 respondents who suffered from hypertension in the Lamceu village. Data collection technique was used questionnaire in the form of Likert scale with ordinal measurement scale consisting 22 items statement. The data were analyzed descriptively by determining the percentage of good and less categories. The result showed the quality of life of patients with hypertension are in good categories that is 18 people (56.3%), the status of the function (self-care) are in good category that is 17 people (53.1%), psychological well-being are in good categories that is 16 people (50%) and in less categories that is 16 people (50%), social and family functioning are in good categories that is 17 people (53.1%), spiritual well-being in the good category that is18 people (56.3%). Generally, it can be concluded that the quality of life of patients with hypertension in the Lamceu village, Kuta Baro sub district, Aceh Besar, 2011 are in the good category that is 18 people (56.3%). Based on the results of this study are expected to hypertension patients in order to improve the quality of life by doing self-care (bathing, ornate, eating, toileting, etc.), do not feel desperate to live, to communicate with the family members and neighbors, and get closer to Allah SWT.Keywords: Quality of life, hypertension, patient
PERANAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KINERJA KEUANGAN UNTUK MENILAI PERFORMA PADA PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk
Fithria Oktaviani, 2017, 8323145392, Peranan Good Corporate Govenance Dan Kinerja Keuangan Untuk Menilai Performa Pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Program Studi D III Akuntansi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. This paper aims to find out good corporate governance (GCG) based on guidelines issued by the National Committee on Governance Assessment (KNKG) and financial performance for performance appraisal method at PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. The method used in this research is descriptive qualitative and descriptive quantitative data analysis with indirect data method through standing media. From the results of the writing can obtain a picture of GCG that is in accordance with the instructions issued by KNKG. Results Forecast Total Asset turnover 1.176 times, Net Profit Margin -0.87%, ROI (Du Pont) 4.69%. This shows the company's performance in producing a poor profit.
Keywords: GCG, Total Asset Turnover, Net Profit Margin, Return On
Investmen
KECEMASAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA
Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok yang tinggi dan masalah merokok juga dialami oleh remaja. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko merokok dikalangan remaja adalah adanya kecemasan yang timbul pada seorang remaja akibat ketidakmampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada masa remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kecemasan dengan perilaku merokok pada remaja di sekolah menengah di Aceh Besar. Jenis penelitian menggunakan correlation study. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah siswa laki-laki dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebesar 88 siswa. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan tehnik pengumpulan data berupa self-report. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kecemasan dengan perilaku merokok (p-value = 0,000). Direkomendasikan kepada pihak puskesmas dan pihak sekolah agar melakukan upaya penyuluhan tentang bahaya merokok dan tehnik mengurangi kecemasan pada remaja diantaranya penyuluhan tentang mekanisme koping adaptif sehingga dapat mengurangi resiko merokok pada remaja.Kata Kunci: Kecemasan, Perilaku Merokok, Remaja.ABSTRACT Indonesia is one of the countries with a high number of smokers and this problem is also experienced by adolescents. One of the factors that can increase the risk of smoking among adolescents is the anxiety that arises due to the inability in adapting to various changes that occur in adolescence. The purpose of this study was to determine the relationship of anxiety with smoking behavior among adolescents in senior high school in Aceh Besar, Indonesia. It was a correlation study. The participants in the study were male students with a total sampling technique and 88 students were included. Data was collected by using a questionnaire self-report. Data was analysis using Chi-Square test and the results of the study showed that there was a relationship between anxiety and smoking behavior (p-value = 0,000). It is recommended to the community health center and the school staff to carry out counseling about the dangers of smoking and techniques to reduce anxiety in adolescents including counseling about adaptive coping mechanisms. These efforts aim to reduce the risk of smoking in adolescents Keywords: anxiety, smoking behaviors, adolescent
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
