1,528 research outputs found
Suukuwoolu, Kawando, aniŋ, Tabirilaŋoolu: Poems, Sermon, and Utensils
The entire manuscript is available for download as a PDF file(s). Higher-resolution images may be available upon request. For technical assistance, please contact [email protected]. Fieldwork Team: Dr. Fallou Ngom (Pricipal Investigator; Director, African Studies Center), Ablaye Diakité (Local Project Manager), Mr. Ibrahima Yaffa (General Field Facilitator), and Ibrahima Ngom (photographer). Technical Team: Professor Fallou Ngom (Principle Investigator, Project Director and former Director of the African Studies Center at Boston University), and Eleni Castro (Technical Lead, BU Libraries). This collection of Mandinka Ajami materials is copied as part of the African Studies Center’s African Ajami Library. This is a joint project between BU and the West African Research Center (WARC), funded by the British Library/Arcadia Endangered Archives Programme. Access Condition and Copyright: These materials are subject to copyright and are distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 License, which permits non-commercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. For use, distribution or reproduction beyond these terms, contact Professor Fallou Ngom ([email protected]). Citation: Materials in this web edition should be cited as: Ngom, Fallou, Castro, Eleni, & Diakité, Ablaye. (2018). African Ajami Library: EAP 1042. Digital Preservation of Mandinka Ajami Materials of Casamance, Senegal. Boston: Boston University Libraries: http://hdl.handle.net/2144/27112. For Inquiries: please contact Professor Fallou Ngom ([email protected]). For technical assistance, please contact [email protected] / Custodial history: Imam Ibrahima Camara is the author and current owner of the sermon and the list of utencils. Moustapha Manafa is the owner of the two poems.Contains a collection of: two short poems, a sermon delivered in 2003 by Imam Ibrahima Camara at the end of the Muslim holy month of Ramadan, and a list of utensils. The first document is a copy of the popular Mandinka Ajami poem called Teeroo I Tuloo Loo (My Friend, Listen). The second poem is copied from the original by Moustapha Manafa, a student of Imam Ibrahima Camara. Moustapha copied the two poems from his father's (Kutuboo Manafa) collection. The sermon is a bilingual Arabic-Mandinka text in which Arabic phrases are rendered in Mandinka Ajami. The sermon reminds people about the meaning of fasting during the month of Ramadan and their obligations (including the obligatory Islamic charity known as Zakāt). The list of utensils in Mandinka Ajami is a record of the gifts that the daughter of Imam Camara's friend received on the day of her wedding. In case of divorce, the list will help to identify her own belongings
HUBUNGAN TINGGI BADAN, KOORDINASI MATA-TANGAN DAN KEKUATAN LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLABASKET PADA SISWA SMP NEGERI 1 PANCA RIJANG KAB. SIDRAP
ABSTRAK
FIRMANSYAH. 2018. Hubungan Tinggi Badan, Koordinasi Mata Tangan
Dan Kekuatan Lengan dengan Kemampuan Shooting Dalam Permainan
Bola Basket Pada Siswa SMP Negeri 1 Panca Rijang. Dibimbing oleh Dr.
Imam Suyudi, M.Pd dan Nurliani, S.Or, M.Pd.
Bola basket merupakan olahraga kelompok yang menggunakan bola
dengan beranggotakan lima orang dalam satu tim. Penelitian ini bertujuan untuk
mangetahui adanya hubungan tinggi badan, koordinasi mata-tangan dan kekuatan
lengan dengan kemampuan shooting dalam permainan bola basket pada siswa
SMP Negeri 1 Panca Rijang.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Karena jumlah
populasi penelitian ini relatif banyak, maka peneliti membatasi dengan melakukan
pemilihan sampel secara random sampling melalui undian sehingga diperoleh
jumlah sampel sebanyak 20 siswa.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa setelah dilakukan uji signifikan atau
uji keberartian korelasi ganda dengan menggunakan uji F regresi diperoleh nilai F
hitung = 11,267 dengan tingkat signifikan 0,000.
Kata kunci: tinggi badan, koordinasi mata-tangan, kekuatan lengan,, kemampuan
shootin
Strategi Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang dalam Meningkatkan Jumlah Mahasiswa
This research was motivated by an increase in the number of students in 2013 up to 2016 at the Da'wah and Communication Faculty of the State Islamic Institute of Imam Bonjol Padang. The author wants to know how the faculty communication strategy in increasing the number of students, which includes promotional messages, promotional media and promotional effects. The research method used is qualitative descriptive. The research informants were taken from the academics involved in the faculty and student promotion activities of the class of 2013 until 2016. The technique of determining informants used the snowball technique. The technique of collecting data through observation, interviews and documentation studies. The results obtained are communication strategies used by the faculty in terms of promotional messages, namely verbal messages such as face to face dialogue, and non-verbal messages such as direct activities in the field. Judging from the promotional media used, namely direct media, including collaborative visits, seminars, and workshops. Indirect media such as brochures, posters, calendars, bags, websites, and the work of students, students and alumni. Judging from the promotional effects, the first cognitive effect, including the increase in knowledge of prospective students regarding the Faculty of Da'wah and Communication Sciences. The second is affective effects, including changes in attitudes of prospective students after knowing the information. the third is the behavioral effect, including decisions and actions taken by prospective students after receiving and understanding information about the Da'wah and Communication Science
MUSLIM COMMUNITY IN GERMANY: CURRENT CHALLENGES AND OPPORTUNITIES
A recent study showed that the number of Muslims had increased significantly in Germany since 2015. Many of them still face challenges in terms of employment and training. Religion may be a secondary cause of these challenges, "but it does not hinder integration in general." "We will do that," was the most famous phrase of German Chancellor Angela Merkel, in 2015, referring to her that her country is capable and ready to receive a large number of refugees, when Germany opened its doors to them and received about one million people, most of them from the Middle East, especially Syria. The author conducted a literature study by quoting from various sources as well as using a descriptive and comparative analysis approach, after about six years, the number of Muslims in Germany has become much larger, and the demographic structure has become less homogeneous, according to a recent official study, conducted by the Federal Office for Migration and Refugees (PAMF) at the request of the Islam Conference in Germany and the Federal Ministry of the Interior. However, the growing number of Muslims in Germany came under pressure as their numbers grew. Sometimes due to hatred and incitement from outside and within Germany itself. Cultural differences, especially religion, have become a catalyst for the emergence of such hatred. The number of Muslims continues to increase in line with the increasing efforts in cultural assimilation and the ongoing adjustment of the social environment that has changed the situation, which is expected to be better than the previous situation.
PENERAPAN SISTEM KONSINYASI DI TINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA DAN FIKIH MUAMALAT (Studi Kasus di Pondok Modern Al-Barokah Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk)
Muhamad Imam Firmansyah, NIM 126101202074, Penerapan Sistem Konsinyasi Di Tinjau Dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Tentang Perjanjian Dan Fikih Muamalat (Studi Kasus Di Pondok Modern Al-Barokah Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk), Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: Dr. Budi Kolistiawan, M.E.I
Kata kunci : Konsinyasi, KitabUndang-Undang Perdata, dan Fikih Muamalat
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penerapan sistem konsinyasi yang terjadi di Pondok Modern Al-Barokah Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk. Dimana adanya kantin atau walapa (warung lauk pauk) yang menerapkan sistem titip jual atau konsinyasi. Dalam praktiknya, penyetor menyetorkan barang dagangannya di pagi hari untuk di perjualbelikan hingga sore hari. Di hari itupun juga si penjual harus menyetorkan hasil penjualan pada hari itu, namun terkadang si penjual menyetorkan hasil penjualan barang dagangan tersebut di hari esoknya, sehingga menghambat penyetor dalam mengelola atau memproduksi lagi barang dagangannya yang menimbulkan ketidak relaan bagi pihak lainnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana penerapan sistem konsinyasi di Pondok Modern Al-Barokah Nganjuk ? 2) Bagaimana penerapan sistem konsinyasi di Pondok Modern Al-Barokah ditinjau Kitab Undnag-Undang Hukum Perdata ? 3) Bagaimana penerapan sistem konsinyasi di Pondok Modern Al-Barokah ditinjau dari Fikih Muamalat ?
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Untuk mengumpulkan data, ada metode atau pendekatan yang berbeda, seperti observasi dan wawancara dengan pengasuhan santri dan beberapa staf Pondok Modern Al-Barokah mengenai masalah penelitian dan teknik. Data pengumpulan didefinisikan sebagai dokumentasi informasi dari jurnal atau berita online.
Hasil dari penelitian sebagai berikut: 1) Dalam penerapan sistem konsinyasi ini penyetor barang dagangan menyetorkan dagangannya ke walapa pondok dengan jenis dan jumlah dagangan yang tidak ditentukan oleh pihak kantin, dalam sistem pengupahan diambil dari persentase hasil penjualan barang dagangan yang habis terjual (10% dari hasil barang dagangan yang terjual). 2) Dalam penerapan sistem konsinyasi di Pondok Modern Al-Barokah ditinjau dari Kitab Undang-Udang Perdata merupakan jenis penitipan barang secara sukarela dengan pemberian kuasa berupa akta umum secara lisan 3) Dalam penerapan sistem konsinyasi yang terjadi di Pondok Modern Al-Barokah menggunakan Akad Wakalah Bil Ujroh. Setelah menghitung hasil penjualan, muwakkil (penyetor) memberi sebagian kecil hasil dari usaha tersebut kepada wakil (penjual) yaitu berupa fee atau dalam syari’at dikenal sebagai ujroh (imbalan)
Kajian Kritis Repetisi Lafal “Lilla ̅hi ma ̅ fi ̅ as-sama ̅wa ̅ti wa ma ̅ fi ̅ al-arḍ” Dalam Surat An-Nisa ̅'
AbstrakRepetisi yang terjadi dalam al-Qur’an bukanlah sesuatu yang sia-sia, setiap lafalnya memiliki tujuan tertentu. Untuk membuktikannya melalui keilmuan al-Qur’an yaitu tikra ̅r, menerapkan kaidah tikra ̅r kepada salah satu lafal repetisi dalam surat an-Nisa ̅' yaitu lafal “Lilla ̅hi ma ̅ fi ̅ as-sama ̅wa ̅ti wa ma ̅ fi ̅ al-arḍ”, ditemukan enam kali dalam kategori tikra ̅r al-lafẓ wa al-ma’na dan tikra ̅r bi al-ma’na du ̅na al-lafẓ. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pustaka (Library research), untuk analisis data penulis menggunakan analisis konten dan deskriptif analitik serta teknik pengumpulan data dilakukan secara mauḍu ̅’i,. Hasilnya adalah lafal ini direpetisi sebanyak enam kali dalam surat an-Nisa ̅'. Ditinjau dari kaidah-kaidah tikra ̅r, lafal-lafal tersebut memiliki kaitan yang berbeda-beda, bahkan repetisi lafal yang berdekatan tidak memiliki konteks yang sama, sedikit perbedaan lafal menimbulkan konteks yang berbeda juga. Mufassiri ̅n menjelaskan pengkhususan kepemilikan secara mutlak kepada Allah SWT, apapun yang tersembunyi dan tampak, maupun benda atau makhluk yang berada setiap lapisan langit dan bumi. Tiada sekutu dan tiada bergantung dengan makhluk manapun. Sehingga dengan kekuasaan-NYA mewajibkan untuk tunduk dan taat. Tujuan dari repetisi lafal-lafal ini sebagai peringatan atas kekuasaan Allah SWT, penegasan atau memperkuat terhadap posisi ketuhanan yang dikeragui oleh orang yang ingkar dan janji Allah SWT akan dibalas semua perbuatannya. Kata kunci: An-Nisa ̅', Tikra ̅r, Kepemilikan, Gaya bahasa. AbstractThe repetition that occurs in the Qur'an is not something in vain, each recitation has a specific purpose. To prove it through the science of the Qur'an i.e. tikra ̅r, applying the rule of tikra ̅r to one of the repetition recitations in the letter an-Nisa ̅.′ i.e. the pronunciation “Lilla ̅hi ma ̅ fi ̅ as-sama ̅wa ̅ti wa ma ̅ fi ̅ al-arḍ”found six times in the categories tikra ̅r al-lafẓ wa al-ma’na and tikra ̅r bi al-ma’na du ̅na al-lafẓ. This research uses a type of library research, for data analysis the author uses content analysis and descriptive analytics and data collection techniques carried out mauḍ, u.'i,. The result was that this recitation was repetitioned six times in the letter an-Nisa ̅′. Judging from the rules of tikra ̅r, the pronunciations have different relationships, even the adjacent repetitions of the pronunciation do not have the same context, the slight differences in pronunciation give rise to different contexts as well. Mufassiri ̅n explained the specificity of absolute possession to Allah Almighty, whatever is hidden and visible, or objects or beings that are in every layer of heaven and earth. No allies and no dependence on any creature. So that with HIS power it is obligatory to submit and obey. The purpose of these repetitions is as a warning of the power of Allah SWT, affirmation or strengthening of the divine position that is doubted by the person who disobeys and the promise of Allah SWT will be reciprocated for all his deeds. Keywords: An-Nisa ̅', Tikra ̅r, Ownership, styl
HUKUM MENIKAHI WANITA HAMIL DI LUAR NIKAH DALAM PANDANGAN IMAM MALIK DAN MAJELIS ULAMA INDONESIA PROVINSI LAMPUNG
ABSTRAK
Hamil di luar nikah adalah perbuatan yang tercela dan tidak
bermoral, dampak dari wanita hamil di luar nikah itu bisa
mengakibatkan haram atau tidaknya untuk di nikahi baik yang
menikahi laki-laki yang menghamilinya maupun yang bukan
mengahamilinya. Sebagian ulama mengatakan tidak dibenarkan
(haram) menikahi wanita hamil di luar nikah karena ada ayat Al�Qur’an yang sudah jelas menerangkan hukumnya, ada sebagian
mengatakan boleh menikahi wanita hamil di luar nikah tersebut
disebabkan hukum menikahi wanita hamil di luar nikah yang telah
diatur oleh ayat Al-Qur’ an, pendapat ini mengatakan karena wanita
hamil di luar nikah bukan termasuk wanita yang haram untuk
dinikahi. Penyusun melihat bahwa perbedaan pendapat dikalangan
ulama tentang hukum menikahi wanita hamil di luar nikah tersebut
sangat menarik untuk dipaparkan, apalagi terdapat perbedaan
pendapat para Imam mazhab. Rumusan masalah dari penelitian ini
adalah bagaimana pandangan Imam Malik dan Majelis Ulama
Indonesia Provinsi Lampung terhadap hukum menikahi wanita hamil
di luar nikah dan apa dasar hukum dan argumentasi yang digunakan
oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung dalam menetapkan
hukum menikahi wanita hamil di luar nikah. Adapun tujuan penulis
dalam penelitin ini adalah untuk mendekripsikan pendapat Imam
Malik dan tokoh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung tentang
hukum menikahi wanita hamil di luar nikah, dan untuk mengetahui
persamaan dan perbedaan pendapat tersebut, serta untuk mengkaji
dasar hukum yang digunakan oleh tokoh Majelis Ulama Indonesia
Provinsi Lampung dalam menetapkan hukum tentang menikahi wanita
hamil di luar nikah.
Skripsi ini menggunkan jenis penelitian deskriftif kualitatif
termasuk jenis penelitian lapangan (field reasearch), sumber data
dalam penelitian menggunakan sumber data primer dan sekunder.
Sumber data primer adalah sumber data langsung yang ada di Al�Qur’an, Hadist, peraturan perundang-undangan dan dilapangan, yaitu
tokoh-tokoh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung, sedangkan
iii
sumber data sekunder penelitian ini dari dokumen-dokumen grafis
(table, catatan, notulen, rapat, dan lain-lain), foto-foto, rekaman video,
dan lain-lain yang dapat memperkaya data primer.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat di peroleh
informasi bahwa perkawinan wanita hamil di luar nikah dalam
pandangan Imam Malik membolehkan perkawinan wanita hamil
diluar nikah dengan laki-laki yang menghamilinya, tetapi tidak kepada
laki-laki yang bukan menghamilinya, kecuali sampai wanita tersebut
melahirkan. Namun berbeda pendapat dengan MUI Provinsi
Lampung, argumentasi dan dasar hukum yang digunakan MUI
Provinsi Lampung terkait permasalahan ini ialah merujuk pada
pendapat Imam Syafi’i yang mana pendapat Imam Syafi’i
membolehkan menikahi wanita hamil diluar nikah tersebut baik yang
menikahi laki-laki yang menghamiliya, maupun bukan laki-laki yang
menghamilinya, tanpa adanya masa tunggu sampai ia melahirkan.
Kata Kunci: Wanita hamil di luar nikah, Imam Malik, MUI Provinsi
Lampun
Kematian Perspektif Al-Qur'an (Studi Penafsiran Imam Al-Qusyairi dalam Kitab Tafsir Laṭhāif Al-Isyārāh
Kematian merupakan muara akhir dari setiap kehidupan makhluk
di dunia. Al-Quran menyebut kematian sebagai Mawt, Mata, ajal, tawaffa
atau istifa, yaqin'. Istilah ini terdapat dalam Al-Qur‟an yang semuanya
mengandung makna sama, yakni kematian. Kematian di nanti-nanti akan
kedatangannya bagi orang-orang yang beriman, karena setelah kematian
manusia yang beriman akan mendapatkan nikmat dari Tuhan-Nya atas
dasar yang dilakukan selama hidup-Nya. Namun lain halnya dengan orang
orang kafir, mereka justru tidak menginginkan kematian datang
menjemput-Nya dan melupakan kematian karena dianggap sesuatu yang
menakutkan.
Skripsi ini membahas tentang ayat-ayat kematian dalam Al-Qur'an
dengan menggunakan tafsir Laṭhāif Al-Isyārāh. Sedangkan pokok
permasalahan yang diangkat oleh penulis yakni: Pertama, Bagaimana
Imam Al-Qusyairi menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an tentang kematian
dalam tafsirnya Laṭhāif Al-Isyārāh. Kedua, Seperti apa ciri khas penafsiran
Imam Al-Qusyairi terhadap ayat-ayat kematian dalam Al-Qur‟an. Untuk
mencapai tujuan penelitian, Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
bersifat Kualitatif dan menggunakan metode Analisis Deskriptif
(Descriptive Analysis) dengan teknik pengumpulan data menggunakan
studi kepustakaan.
Al-Qur‟an menjelaskan tentang adanya sebab-sebab hingga
datangnya kematian. Semuanya menjadi cara seseorang menuju kematian.
Disini Imam Al-Qusyairi dalam menjelaskan hakikat kematian akan sangat
mendalam dikarenakan beliau menggunakan pendekatan metode tasawuf
dalam menjelaskan tafsirnya
STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM AL-GHOZALI DAN K.H. HASYIM ASY’ARI TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keresahan pribadi penulis mengenai rendahnya kualitas karakter lulusan lembaga pendidikan terlebih di era globalisasi dan yang serba modern ini. Berbagai peroblematika yang berkaitan dengan karakter peserta didik semakin melonjak sehingga menyebabkan degradasi moral. Oleh karena itu, diperlukan adanya barbagai macam alternatif untuk mendukung upaya perbaikan karakter peserta didik. Penulis menganggap kiranya perlu kembali mempelajari mengenai berbagai pemikiran tokoh pendidikan islam di masa lalu perihal pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui pemikiran pendidikan karakter menurut pemikiran Imam Al-Ghozali? 2) untuk mengetahui pemikiran pendidikan karakter menurut pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari? 3) Untuk menetahui studi komparasi antara pemikiran Imam Al-Ghozali dengan K.H. Hasyim Asy’ari tentang pendidikan karakter?Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, dan untuk teknik analisis data menggunakan metode content analysis dan komparasi.Berdasarkan penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa aspek yang menjadi persamaan dari nilai pendidikan karakter antara K.H. Hasyim Asy’ari Dan Imam Al-Ghozali terletak pada nilai religius, toleransi, disiplin, dan kerja keras. Terdapat beberapa perbedaan dari nilai-nilai pendidikan karakter perspektif K.H. Hasyim Asy’ari Dan Imam Al-Ghozali tetapi justru saling melengkapi. Di antaranya yaitu adalah sabar, qana’ah dan tawadhu’ atau rendah hati. This research is motivated by the author's personal anxiety a bout the low quality of the character of graduates from educational institutions, especially in this era of globalization and modern new. Various problems related to the character of students are increasing, causing moral degradation.There fore it is necessary to have various kinds of alternatives to support efforts to improve the character of students. The author considers it necessary to re-learn about various thoughts of Islamic education figures in the past regarding character education. The purpose of this study 1) To find out the thoughts of character education according to Imam Al-Ghozali's thoughts? 2) To find out the thoughts of character education according to the thoughts of K.H. Hasyim Asy'ari? 3) To find out a comparative study between the thoughts of Imam Al-Ghozali and K.H. Hasyim Asy'ari about character education?The research used is a qualitative research with the type of library research (library research). Mean while, the data collection technique used is the do cumentation method, and the data analysis technique uses the content analysis and comparison methods.Based on this research, it was found that the aspect that became the equation of the value of character education between K.H. Hasyim Asy'ari and Imam Al-Ghozali lies in religious values, tolerance, discipline, and hard work. There are several differences in the values of character education from the perspective of K.H. Hasyim Asy'ari and Imam Al-Ghozali but actually complement each other. Among them are patience, qana'ah and tawadhu 'or humility
Analisis Konten Hadis dalam Lirik Lagu Berserah Diri oleh Sabyan di Youtube
Music as a bridge to deliver religious messages is now on the rise. Judging from the various works of songs with Islamic nuances, it is increasingly favored by the public. Not surprisingly, many song lyrics adapted from the traditions of the Prophet SAW began to appear and trending. At the end of June 2022, Sabyan Gambus again released its latest song entitled Berserah Diri. In the song Berserah Diri created by Agung Insan Tauhid and Ayus Sabyan, there are also several Prophetic traditions which are then modified into song lyrics. This study aims to determine and analyze the traditions contained in the lyrics of the song Berserah Diri. This research belongs to library research with descriptive-discourse analysis techniques. In collecting the data, the author uses primary data in the form of documentation of Berserah Diri song lyrics found on YouTube Sabyan and hadith books such as al-Kutub al-Tis'ah, Mu'jam Mufahras li Alfadz al-Hadith. The secondary data is in the form of previous research published in the form of papers, articles, theses, theses and dissertations that support the making of this paper. The results of the research are that there are 3 redactions of hadith in the song Berserah Diri, namely; in the first stanza contains the redaction of hadith from the narration of Imam Muslim; in the second stanza contains the redaction of hadith from Imam al-Bukhari; in the third stanza contains the redaction of hadith from the narration of Imam Muslim
- …
