1,721,123 research outputs found
Al-Maidah 51: satu firman beragam penafsiran karya M Quraish Shihab: Analisis intertekstual
INDONESIA:
Perhelatan politik yang terjadi di Indonesia sering kali melibatkan peran agama dalam prosesnya. Salah satu pembahasan yang marak diperbincangkan adalah terkait kepemimpinan non-Muslim di tengah masyarakat Muslim. Lahirnya karya tafsir Al-Maidah 51: Satu Firman Beragam Penafsiran ini merupakan sebuah respons dari M. Quraish Shihab terhadap wacana yang berkembang dalam masyarakat. Terdapat 40 tokoh ulama tafsir yang pendapatnya terhimpun dalam karya tafsir ini. Sehingga, kajian ini berfokus pada rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana keterpengaruhan M. Quraish Shihab terhadap mufasir lain dalam karya tafsirnya yang berjudul Al-Maidah 51: Satu Firman Beragam Penafsiran.
Penelitian ini bertolak dari kajian kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data jenis dokumentasi yang merujuk pada data primer, yaitu tafsir Al-Maidah 51: Satu Firman Beragam Penafsiran karya M. Quraish Shihab. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Intertekstual yang diusung oleh Julia Kristeva. Proses pendekatan Intertekstual ini bisa tampil dalam dua bentuk, pertama, teks-teks lain yang ada di dalam teks tersebut, diposisikan sebagai panutan dalam proses tafsir, sehingga fungsinya sebagai penguat. Sementara yang kedua, teks-teks lain di dalam teks tersebut, diposisikan sebagai teks pembanding atau bahkan sebagai objek kritik untuk memberikan suatu pembacaan baru, yang menurutnya lebih sesuai dengan dasar dan prinsip epistemologis yang bisa dipertanggungjawabkan.
Keterpengaruhan M. Quraish Shihab dalam tafsir ini, paling tidak datang dari al-Syirāzī dan al-Syaukānī dalam kaitannya dengan objek perintah larangan. Terkait makna Yahudi dan Nasrani terpengaruh oleh Rasyīd Riḍā, Syaikh al-Sya’rāwī, dan Muhammad Jawad Mugniyyah. Dalam kaitannya dengan makna auliyā' terpengaruh oleh Ibnu ’Āsyūr, al-Ījī, Rasyīd Riḍā, al-Syirāzī, al-Syaukānī, al-‘Uṡaimīn, Syaikh Tanṭawī, Syaikh al-Sya’rāwī, ‘Abdul Qādir Syaibat al-Haq, al-Qāsimī, Hasbi al-Shiddīqī, al-Marāgī, al-Waḣidi, al-Tabrisī, Wahbah al-Zuhailī, al-Rāzī, Ibnu ‘Aṭiyyah, al-Zamakhsyarī, Abū al-Sa’ūd, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu Taimiyyah, Ṭabāṭabā’ī, dan al-Biqā’ī. Sedangkan dalam kaitannya dengan konsekuensi ber-muwālāh, beliau terpengaruh oleh al-Zamakhsyarī, al-Rāzī, al-Nasafī, al-Biqā’ī, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu ’Āsyūr, Syaikh Tanṭawī, Wahbah al-Zuhailī, dan Tafsir Departemen Agama.
ENGLISH:
Political issues that occur in Indonesia often involve the role of religion. One of the hot issues is about a non- Muslim leader who leads Muslim society. A rise of a book entitled the interpretation of Al-Maidah 51: One Word with Multiple Interpretations is a response of M. Quraish Shihab toward discourses that develop in society. There are 40 figures of commentators whose opinions are collected in this commentary. So, this study focuses on this problem as follows: how is the influence of other interpreters toward M. Quraish Shihab in his interpretation work entitled Al-Maidah 51: One Word with Multiple Interpretatiins.
This is a literary study, with data collection techniques of documentation that refers to primary data. The primary data is a book entitled tafsir Al-Maidah 51: One Word with Multiple Interpretations by M. Quraish Shihab. Meanwhile, the approach used is the Intertextual approach promoted by Julia Kristeva. The process of this intertextual approach can appear in two forms. First, other texts in the text which are positioned as role models in the interpretation process, so that their function is as reinforcement. Second, other texts in the text which are positioned as comparative texts or even as objects of criticism to provide a new reading, which according to him is in line with epistemological and accountable principles.
M. Quraish Shihab in interpreting is affected by al-Syirāzī and al-Syaukānī in prohibition issue. Discussing about the interpretation of Yahudi and Nasrani, M. Quraish Shihab is affected by Rasyīd Riḍā, Syaikh al-Sya’rāwī, and Muhammad Jawad Mugniyyah. Discussing about the interpretation of auliyā', he is affected by Ibnu ’Āsyūr, al-Ījī, Rasyīd Riḍā, al-Syirāzī, al-Syaukānī, al-‘Uṡaimīn, Syaikh Tanṭawī, Syaikh al-Sya’rāwī, ‘Abdul Qādir Syaibat al-Haq, al-Qāsimī, Hasbi al-Shiddīqī, al-Marāgī, al-Waḣidi, al-Tabrisī, Wahbah al-Zuhailī, al-Rāzī, Ibnu ‘Aṭiyyah, al-Zamakhsyarī, Abū al-Sa’ūd, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu Taimiyyah, Ṭabāṭabā’ī, and al-Biqā’ī. Discussing about consequences of muwālāh, he is affected by al-Zamakhsyarī, al-Rāzī, al-Nasafī, al-Biqā’ī, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu ’Āsyūr, Syaikh Tanṭawī, Wahbah al-Zuhailī, and The Interpretation of Ministry of Religion.
ARABIC:
أداء السياسة الذي يحدث في إندونيسيا تكرارا يتضمن دور الدين في عمليته. الإحدى من الأبحاث الكثيرة في المخاطبة هي عن رئاسة غير المسلم في وسط المجتمع المسلم. ولد تفسير المائدة 51 : هذه واحدة القول كثير التفاسير هي الإجابة من محمد قريش شهاب لمفاوضات التي تتطور في المجتمع. موجود 40 علماء التفسير الذين يجتمع رأيهم في هذا التفسير. حتى، يركز هذا البحث على أسئلة البحث: كيف أثر محمد قريش شهاب للمفسر الأخر في تفسيره الذي يملك الموضوع المائدة 51: واحدة القول كثير التفاسير.
إختلف هذا البحث من المكتبة، بالطريقة لجمع البيانات بالتوثيقة التي تصدر على البيانات الرئيسية، هي تفسير المائدة 51: واحدة القول كثير التفاسير عن محمد قريش شهاب. أما النهج الذي يستخدم هو النهج بين النصوص الذي يحمل جوليا كريستيفا .تستطيع هذه عملية النهج بين النصوص ان تبين على الشكلين. الأول، النصوص الأخرى التي تكون في ذالك النص، تضع صنوا في عملية التفسير، حتى وظيفتها توكيدا. أما الثاني، النصوص الأخرى في ذالك النص، تضع مقارنة أو أغراضا نقدا لإعطاء القراءة الجديدة، عند الرأي يناسب بأساس وقواعد نظرية المعرفة التي تستطيع مسؤولية.
أما أثر محمد قريش شهاب في هذا التفسير، نوعا جاء من الشيرازي والشوكاني في علقة بأغراض أمر النهي. عن معنى اليهودي والنصراني يأثر رشيد رضى، شيخ الشعراوي، ومحمد جواد مغنية. في علقة بمعنى الأولياء يأثر ابن أشور، الإجي، رشيد رضى، الشيرازي، الشوكاني، الأسيمين، شيخ تنطاوي، شيخ شعراوي، عبد القادر شيبات الحق، القاسم، حسب الصديق، المراغ، الواحد، التبريس، وحبة الزهيل، الرازي، ابن عطية، الزمخشري، ابو سعود، العلوس، القاسم، ابن تيمية، طبطبع، والبقاء. أما علاقة عواقب الموالة، يأثر الزمخشري، الرازي، النفس، البقاء، الألوس، القاسم، ابن أشور، شيخ طنطوي، وحبة الزهيل، وتفسير ديوان الدين
Perancangan Perahu Pembersih Sampah di Aliran Sungai Kota Banjarmasin
Upaya dari pemerintah daerah di Kalimantan Selatan untuk mengembalikan fungsi sungai melalui kegiatan aksi bersih-bersih aliran sungai khususnya kota banjarmasin sudah mulai menjadi perhatian masyarakat dan pemko, untuk menjadikan kota banjarmasin sebagai destinasi wisata air seperti halnya amsterdam. Namun masih belum secara menyeluruh, karena ternyata masih banyak sampah-sampah di aliran sungai kecil yang sulit di bersihkan. Untuk itu sangat perlu adanya koordinasi yang lebih baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di banjarmasin dalam mengatasi permasalahan sampah sungai sudah menggunakan kapal pembersih sampah untuk sungai besar, sedangkan untuk anak sungai yang kecil-kecil lebih kurang lebarnya antara 2 m sampai 4 meter ada yang menggunakan sampan seadanya yang mana petugas kebersihannya kalau membersihkan sungai tersebut terjun kesungai untuk memunguti sampah sedangkan perahunya untuk penampungan sampah sementara sebelum dibuang kepembuangan sampah akhir. Atas dasar itulah maka sangat diperlukan sebuah desain perahu pembersih sampah yang sesuai dengan kondisi sungai di kota banjarmasin. Sehingga kegiatan bersih-bersih tersebut benar-benar efektif dan efesien. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Desain perahu pengangkut sampah sudah sesuai dengan yang diharapkan supaya mampu beroperasi di sungai kecil, sempit dan mampu bekerja pada kondisi air dangkal. Kemampuan apung yang didapatkan adalah sebesar = 4716,648 N, Jika perahu saat kosong bagian perahu yang tidak tenggelam adalah sebesar 3436,7069 N, Sedangkan jika berat perahu terisi maksimal bagian perahu yang tidak tenggelam adalah sebesar 984,2069 N. Titik berat penampang perahu terletak pada Z( Xo , Yo ) = Z( 1650 mm , 750 mm )
Optimasi Sudut Hub Pada Turbin Angin Horisontal Dua Sudu
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut hub pada turbin angin dua sudu. Sudut bagian hub sangat perpengaruh terhadap permulaan putaran (starting) turbin angin horisontal. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan lapisan tambahan kayu pada bagian atas sehingga akan menambah besar sudut pada bagian hub tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kegiatan perancangan, pembuatan, modifikasi, dan pengujian sudu turbin. Bahan pembuatan sudu digunakan 2 buah material kayu meranti merah ukuran 1300x160x40 mm. Rancangan pertama menggunakan sudut hub 14°, sedangkan rancangan kedua yang dimodifikasi akan menambah sudut hub menjadi 26°. Variasi kecepatan angin sebesar 1, 2, 3, 4, 5, 6 m/s. Alat ukur yang digunakan adalah anemometer dan tachometer digital.Dari hasil penelitian, pada kecepatan angin 1,9 m/s, sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 48 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 107 rpm. Sedangkan pada kecepatan angin 6,8 m/s, sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 234 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 368 rpm
PERANCANGAN SUDUT BAGIAN UJUNG SUDU (TIP) PADA TURBIN ANGIN HORISONTAL
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut bagian ujungsudu (tip) pada turbin angin horisontal. Sudut bagian ujung sangat perpengaruhterhadap permulaan putaran (starting) turbin angin horisontal. Modifikasidilakukan dengan menambahkan memvariasikan lapisan tambahan kayu padabagian atas sehingga akan menambah besar sudut pada bagian hub tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kegiatan perancangan,pembuatan, modifikasi, dan pengujian sudu turbin. Bahan pembuatan sududigunakan 2 buah material kayu meranti merah ukuran 1300x160x40 mm.Rancangan pertama menggunakan sudut hub 14°, sedangkan rancangan keduayang dimodifikasi akan menambah sudut hub menjadi 26°. Variasi kecepatanangin sebesar 1, 2, 3, 4, 5, 6 m/s. Alat ukur yang digunakan adalah anemometerdan tachometer digital.Dari hasil penelitian, pada kecepatan angin 1,9 m/s, sudu dengan suduthub 14° mengahasilkan putaran poros 48 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26°menghasilkan putaran poros 107 rpm. Sedangkan pada kecepatan angin 6,8 m/s,sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 234 rpm, dan sududengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 368 rpm
Minat Penggunaan M-Banking Bank Konvensional di Kabupaten Sumbawa: Implementasi Technology Acceptance Model
This study aims to examine the public's interest in using m-banking in conventional banks in Sumbawa Regency. The Technology Acceptance Model (TAM) was employed as the underlying framework, and the research was conducted using a field survey method. Data for this study were collected online through convenience sampling using a self-registered questionnaire. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) Partial Least Squares (PLS). The findings indicate significant influences between attitude toward using, perceived ease of use, perceived usefulness, and smartphone self efficacy on m-banking usage intention. Perceived ease of use, perceived usefulness, and user experience have a significant impact on m-banking usage intention. Additionally, smartphone self efficacy also influences the perceived ease of use in m-banking, but it does not have an effect on the perceived usefulness. These findings provide a better understanding of the factors influencing the public's interest in using m-banking in conventional banks in Sumbawa Regency
Penafsiran M Quraish Shihab tentang ayat ayat Riba dalam tafsir Al Mishbah
Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi firman Allah yang memerlukan penjelasan tentang maksud tersebut sesuai dengan kemampuan manusia.Kemampuan manusia untuk menjelaskan firman Allah itulah yang disebut dengan tafsir Al Qur’an.Dengan berbagai macam penafsiran akan timbul dalam menjelaskan firman Allah.Begitupun dengan masalah riba yang menjadi polemik di masyarakat apakah haram atau halal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis metode yang di gunakan seorang intelektual muslim yang handal dengan latar belakang keilmuan yang tinggi melalui pendidikan formalnya, yaitu M Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat ayat riba dalam tafsir Al Misbah.Penelitian ini secara teoritis diharapkan berguna bagi pengembangan dalam bidang metode tafsir serta menjadi acuan dalam memahami penafsiran ayat ayat riba, dan secara praktis memberikan kontribusi kepada masyarakat tentang metode yang di pergunakan dalam penafsiran yang di jadikan pijakan mufasir.
Penelitian ini menggunakan metode content analisys,jenis penelitian ini memusatkan perhatian pada penelitian kepustakaan.Dalam operasionalnya penelitian ini lebih di tekankan pada penelaahan dan pengkajian terhadap penafsiran M.Quraish Shihab tentang ayat ayat riba dalam tafsir Al Misbah dan literatur literatur lainnya yang ada hubungannya dengan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian di peroleh gambaran dalam menafsirkan ayat ayat tentang riba M.Quraish Shihab lebih cenderung menggunakan metode Tahlili dalam penafsirannya, dan corak yang di pergunakan dalam menafsirkan ayat ayat riba adalah corak Adabi Ijtima’i yaitu yang mengatur tentang kemasyarakatan.Sumber rujukan yang di pergunakan adalah Al Qur’an,Hadis nabi Muhammad SAW,sahabat,tabiin dan karya ulama terdahulu dan kontemporer yaitu Ibrahim Ibn’Umar al-Biqa’i,Sayyid Muhammad Thanthawi,Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawiSayyid Quthub,Muhammad Thahir Ibn Asyur,Sayyid Muhammad Husein Thabathaba’i dan ulama tafsir lainnya.Pandangan M.Quraish Shihab tentang riba dia tidak melarang atau memperbolehkan tetapi dia menyatakan kata kuncinya Al Baqarah 279 yaitu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
