16 research outputs found

    PEMANFAATAN BATU GAMPING UNTUK BAHAN BAKU MARMER SINTESIS DI DAERAH PONJONG GUNUNG KIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    B bahan pengotor utama senyawa-senyawa silika dan alumina. Batugamping didefinisikan sebagai semua bahan yang dominan mengandung garam karbonat (CaCO 3 ) hexagonal, dolomite CaMg(CO 3 ), magnesit (MgCO 3 ). Sampai saat ini batugamping banyak sekali dimanfaatkan sebagai bahan fondasi rumah, jalan, bahan bangunan, kapur pemutih, dan bahan baku semen. Dengan semakin berkembangnya teknologi batugamping ini dapat diolah menjadi marmer buatan dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan marmer alam. Beberapa bahan baku yang digunakan untuk pembuatan marmer buatan adalah batugamping, yang kemudian ditambahkan dengan campuran bahan kimia seperti bahan kimia katalis, resin, acelarator, dan pewarna. Apabila bahan-bahan tersebut dicampur dan diolah dengan komposisi yang tepat akan menghasilkan marmer buatan dengan kualitas yang baik. Kata kunci : batugamping, diproses, mamer sintetis, nilai tambah ABSTRACT Limestone is general term which includes the rock of carbonate of fossil. This rock is expecially a ranged by calcium carbonat or be combination of calcium and magnesium alumina. Limestone is defined as all the materials which dominantly contain of carbonat salt (CaCO 3 ), hexagonal, dolomite (CaCO 3 ), magnesit (MgCO 3 ). Up to now limestone is langerly exploited house foundation, road way, construction materials, white chalk, and the rock material of sement. In this developing era of technology nowdays this kind of limestone can be changed into artificial marble which quality not so far differs from the natural marble. Some raw materials with is used in the process of making the artificial marble is limestone, then it is added with the chemical mixture, chemical catalyst raw, resin, accelerator, colourant. If the materials are maked and processed with the right composition, it will afford the high qualified artificial marble. Keyword : limestone, analysis, synthetic marble, point plu

    STUDI ALTERASI HIDROMAL DAERAH KARANGBOLONG, KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH

    No full text
    Research area ts located in the Karangbolong, about 15 lon sotuthern part of Gombong, administrative into Kecamatan ayah, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Stratigraphtcally Karangbolong area is dominated by volcanic rocl<s of Gabon Formation consisting of andesite lava, pyroclastic breccias and nfbreccias and than unconformity limestone ofKalipucang Formation. And andesite intrusive volcanic breccias of Gabon Formation. The result indicated that this area shown two hydrothermal alteration zones. These zones are quarts-serisite/illite-pirite Zone (Argillic Type) and Chlorite-carbonate-epidote Zone (Propylitic Type). Arglic alteration zone, indicate that appearance of quarts, calsedon, clay mineral (illite)-serisite and pyrite. Appearance ofquartz, chalcedony, and adularia minerals indicated that this depositformed on low temperature. Usually, the crustifonn structureformed onlov, sulfides epithermal.Propilytic alteration zone, indicate that appearance ofcarbonate, chlorite and epidote. A large part this zone arranged by mineral association ofChlorite- quartz-carbonate (calcite)-adularia, sometimes a clayepidotic-pyrite formed around 25f C. Abstrak Daerah penelitian terletak I 5 km di sebelah selatan kota Gombong, secara geografis terletakpada 2036'52"87 - 2oj9'50"8T dan /SZ'2a"rc-/U'SO"LS dansecaraadministratiftermasukKecimatanAiah,KabupatenKebumen,PropinsiJawaTengah. Stratigrafi daerah Karangbolong tersusun oleh litologi batuan vulkanik Formasi Gabon yang terdiri dari lava andesit, breksi piroHastik dan brel<si tufan dan tufa, l<emudian tidak selaras di atasnya diendaplan batugamping Kalipucang serta satuan batuan andesit yang menerobos brel<.si vulkanik Formasi Gabon. Hasil pembahasan menunjul<kan bahwa daerah penelitian terjadi 2 zona alterasi hidrotermal yaitu Zone kuarsa-serisit/illit-pirit Qipe argilik) dan Zone ldorit-karbonat-epidot (lipe propilitik). Zone alterast argilih ditandai hadirnya kuarsa, kalsedon, mineral Iempung (illit)-serisit dan pirit. Kehadiran mineral lanrsa, kalsedon dan adularia menunjukkan endapan ini terbentuk pada kisaran temperatur yang rendah dan struhur cntstiftrm umumnya terjadi pada epitermal sulfida rendah. Zona alterasi propilitilg dilandai hadinrya karbonat, Horit, epidot. Sebagian besar zona ini disusun oleh himpunan mineral klorirkuarsa-ltarbonat (kalsit)-adularia, yang kadang disertai lempung-epidot-pirit yang terbentukpada temperatur sekitar 25OC. Kata-kata kunci: alterasi, hidrotermal, Formasi Gabo

    EKPLORASI MINERAL EMAS

    No full text
    Daerah penelitian berada di Desa Malei, Kecamatqn^Bala,esang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah Secara geografis berada pada posisi koordinat l19'42'00.81" 87 - 0"05'08.92" LS dan l19'44'47.82" BT - '1 0'07 5.60 "L5. Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh batupasir, lanau,lempung, batugamping, dan batuan gunung api (Formasi Tinombo) yang diendapkan dilingkungan laut; oleh intrusi Diorit dan Granodiorit selebar kurang dari 50 meter. menempati morfologi dqtaran menengah dan perbukitan bergelombang; dan oleh konglomerat, batupasir, lempung, dan batugamping(Formasi Molasa Selebes dan Sarasin) yang menindih secara tidak selqras Formasi Tinombo. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa daerah penelitian berpotensi mineral logam seperti mineral pirit, kalkopirit, mangan, besi, emas, terlihat dari singkapan batuan yqng mengqndung urat-urat kwarsa yang termineralisasi dqn penyebaran altera.si. Alterasi yang berkembang adalah silisifikasi, propilitik, argilik, dan intrusi batuan beku yang s u dah m engal ami m iner ql is as i. Kata-kata kunci: formasi. intrusi. alteras

    IDENTIFIKASI BAHAN GALIAN DALAM METODE EKSPLORASI AWAL

    No full text
    Daerah penelitian berada di ± 60% Desa Kamonji (di bagian barat) dan ± 40% Desa Malei (di bagian timur) Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Secara astronomis berada pada posisi UTM 796500 mE – 805500 mE dan 9967000 mN – 9994500mN.Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh intrusi diorit dan granodiorit selebar kurang dari 50 meter yang umumnya terdiri dari diorit, porfir diorit, mikrodiorit, dan granidiorit menerobos Formasi Tinombo dan menempati morfologi dataran menengah dan perbukitan bergelombang; oleh serpih, batupasir, konglomerat batugamping, dan batuan gunung api (Formasi Tinombo Ahlburg 1913) yang diendapkan dilingkungan laut; oleh konglomerat, batupasir, lempung, dan batugamping(Formasi Molasa Sarasin 1901) menindih secara tidak selaras Formasi Tinombo; dan oleh alluvium dan endapan pantai seperti kerikil, pasir, lumpur, batugamping koral yang terbentuk dilingkungan sungai , delta dan laut dangkal. Merupakan sedimen termuda didaerah ini dan berumur Holosen.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa daerah penelitian berpotensi mineral logam seperti mineral pirit, kalkopirit, mangan, besi, emas, terlihat pada singkapan batuan yang mengandung urat-urat kwarsa yang termineralisasi dan penyebaran alterasi seperti silisifikasi, propilitik, argilik, dan intrusi batuan beku yang sudah mengalami mineralisasi. Bahan galian didominasi oleh bahan galian vital (Golongan B) yaitu Emas.Kata-kata kunci: intrusi, formasi, alluviu

    IDENTIFIKASI BAHAN GALIAN DALAM METODE EKSPLORASI AWAL

    No full text
    Research area is located ! 60% in the village of Kamonji and x 40% in the village of Malei, county of Balaesang, Regency of Donggala, Province of Central Celebes. Astronomically it is located on the coordinate of UTM 79650A mE - 805500 mE dan 9967000 mN - 99945A0nN. Stratigraphically the research area is dominated by intrusion of Diarit and Granodiorit, by limestone and volcanic rocks of Tinombo Formation, by limestane and volcanic rocks of Molasa Formation, and by alluvialcoast-sediment: The research result indicated that this area has potential resources of metal mineral like pirit, kalkopirit, mangan, ferrit, aurum, efc. as shtawn on the mineralized sfone cross-section and the spread of alterations like silicification, propylitic, argylic and intrusive mineralized breccias. The main minera! is dominated by crust form of aurum. Keywords: intrusion, formation, alluvium Abstrak Daerah penetitian berada di t 60% Desa Kamonji (di bagian barat) dan t 4A% Desa Malei (di bagian timur) Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, PropinsiSu/awesi Tengah. Secara astronomis berada pada posisi UTM 796500 mE - 80550A mE dan 9967000 mN - 99945A0mN. Stratigrafi daerah penelitian fersusun oleh intrusi diorit dan granodiarit sefebar kurang dari 50 meter yang umumnya terdiri dari diorit, porfir dioit, mikrodiorit, dan granidiorit menerobas Formasi Tinombo dan menempati morfologi dataran menengah dan perbu4tan bergelombang; oleh serpih, batupasir, konglomerat batugamping, dan batuan gunung api (Formasi Tinombo Ahlburg 1913) yang diendapkan dilingkungan laut; oleh konglomerat, batupasir, lempung, dan batugamping(Formasi Molasa Sarasrn 1901) menindih secara tidak selaras Formasi Tinombo; dan oleh alluvium dan endapan pantai seperti kerikil, pasir, lumpur, batugamping koral yang terbentuk dilingkungan sungai , delta dan laut dangkal. Merupakan sedimen termuda didaerah inidan berumur Holosen. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa daerah penelitian berpotensi mineral logam sepefti mineral piit, kalkopirit, mangan, besl emas, tedihat pada singkapan batuan yang mengandung urat-urat kwarsa yang termineralisasi dan penyebaran alterasi seperti silisifikasi, propilitik, argilik, dan intrusi batuan beku yang sudah mengalami mineralisasi. Bahan galian didominasi oleh bahan galian vital(Golongan B) yaitu Emas. Kata-kata kunci: intrusi, formasi, alluviu

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI AGAMA NOMOR 32 TAHUN 2020 TENTANG MA’HAD ALY: ANTARA HARAPAN DAN DILEMA

    No full text
    The enactment of Law Number 18 of 2019 concerning Islamic Boarding Schools, followed by Regulation of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia Number 32 of 2020 concerning Ma\u27had Aly, should be a hope for organizers and managers of education in the Islamic boarding school environment. These hopes include funding support and certainty of Ma\u27had Aly graduates. In addition, there is a legal guarantee for fulfilling the right to obtain employment opportunities and continue studies to the next level of education. Providing guarantees of recognition, affirmation, and facilitation for Islamic boarding schools based on their traditions and characteristics is a sociological and philosophical consideration when forming Islamic boarding school laws. To date, this guarantee has not been fully realized. The hope of Islamic boarding schools is still accompanied by the dilemma of ensuring recognition from the government. The author is interested in uncovering what the managers of Ma\u27had Aly are worried about, especially after the implementation of PMA Number 32 of 2020 concerning Ma\u27had Aly. The researcher\u27s focus is to describe the implementation of these regulatory policies. Because it concerns statutory norms, the method used in this research is normative juridical research, namely, literature study research, to examine PMA 32 of 2020. The aim is to describe the implementation of PMA 32 of 2020 for Islamic boarding schools that organize Ma\u27had Aly, the problems experienced by the management, and how the Ministry of Religion responds to the Islamic boarding school\u27s hesitation in implementing recognition, affirmation and facilitation policies. As a result, there are still problems for the organizers of Ma\u27had Aly. The external quality assurance system through the community assembly has not shown its productivity. The government, in this case, the Ministry of Religion, needs to be encouraged to have the courage to take strategic policy steps as a concrete form of recognition, affirmation and facilitation of Ma\u27had Aly implementation policies. Apart from that, the government is also encouraged to form a directorate general of Islamic boarding schools to solve bureaucratic problems in Islamic boarding school services

    GEOLOGI DAN STUDI PETROLOGI BATUAN GUNUNG API DAERAH GIRITENGAH DAN SEKITARNYA KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Daerah peenelitian secara administratif terletak di daerah Giritengah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat (X : 407040 – 412076 dan Y: 9152883 – 9157897, UTM 49s) dengan luasan daerah penelitian tersebut yaitu 5 km2. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi dan persebaran batuan gunung api di daerah penelitian. Analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui komposisi penyusun batuan dan tekstur batuan secara mikroskopis. Analisis mikropaleontologi dilakukan untuk menentukan umur batuan. Analisis struktur dilakukan untuk mengetahui arah tegasan yang berkembang di daerah penelitian. Berdasarkan informasi geomorfologi terdapat bentuklahan perbukitan struktural (S1), lereng struktural (S2) dan dataranaluvial (F1). Sedangkan untuk pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian yaitu pola aliran subdendritik dan subpararel. Daerah penelitian dipengaruhi peristiwa tektonik, yang ditandai dengan peristiwa pengkekaran dan penyesaran. Daerah penelitian tersusun atas beberapa satuan batuan, diantaranya dari tua ke muda: Satuan breksi kaligesing, satuan lava andesit kaligesing dan intrusi andesit kaligesing yang merupakan produk dari kegiatan vulkanisme gunung api tersier yang diendapkan pada lingkungan darat. Satuan batugamping jonggrangan, dan batupasir karbonatan Jonggrangan berumur Miosen Tengah (N12-N13). Berdasarkan pengamatan petrografis, diketahui bahwa batuan gunung api daerah penelitian menunjukkan tekstur politasitik yang menunjukan suatu aliran lava pada saat pembentukan batuan. Selain itu, ditemukan tekstur porfiritik kuat yang merupakan karakteristik batuan gunung api kalk-alkali busur kepulauan(Ewart,1982).Kata Kunci : Geologi, Gunung Api, Petrolog
    corecore