11 research outputs found

    KEEFEKTIFAN BRAIN BASED LEARNING BERBASIS KINERJA PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MATERI DIMENSI TIGA MA KELAS-X

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan penerapan Brain Based Learning berbasis kinerja proyek terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik materi dimensi tiga. Jenis penelitan adalah pra-eksperimen dengan randomized control group only design yang akan diberlakukan pada dua kelas sampel dan mengambil peserta didik kelas X MA NU Banat sebagai populasi. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan Brain Based Learning berbasis kinerja proyek dan kelas kontrol berupa pembelajaran ekspositori. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan tes komunikasi matematis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) hasil tes komunikasi matematis peserta didik pada kelas eksperimen telah mencapai KKM individual, 2) hasil tes komunikasi matematis peserta didik pada kelas eksperimen belum mencapai KKM klasikal, 3) rata-rata nilai tes komunikasi matematis peserta didik yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan Brain Based Learning berbasis kinerja proyek lebih baik daripada peserta didik yang dikenai pembelajaran ekspositori

    Hubungan Efikasi Diri dengan Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di Poli Hemodialisa Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember

    No full text
    Chronic kidney failure is a condition which the functions of kidney do not work perfectly so it is necessary to do hemodialysis. Hemodialysis is one of the therapies used to replace the functions of kidneys. Hemodialysis is carried out for a lifetime so that it can cuase stres for the sufferer. This research aimsed to analize the associat between self-efficacy with stress in patients undergoing hemodialysis therapy in Poly Hemodialysis dr. Soebandi Hospital Jember. The research used a correlation research design with a cross sectional approach.. A total of 84 respondent were take by using quota sampling approach using General Self-Efficacy and Perceived Stress Scale. The statatical test used was spearman. Th resulth of research were based on the Spearman statistical test with p value 0,036 was and value r = -0,229 means that the betwen correlation between self-efiicacy and strespatient chronic kidney disease undergoing hemodialysis has a negative correlation direction with a weak correlation streght. Negative correlation indicate that the higher the self-efficacy in patients undergoing hemodialysis, the lower the stres experienced. High self-efficacy in kidney failure patients undergoing hemodialysis will have a positive impact on the quality of life, especially in undergoing hemodialysis treatment which can be demonstrated through actions in dealing with any problems encountered, continuing to learn about errors that have been experienced, and not stressed about the treatment process that is do. Therefore the need for special attention about the importance of self-efficacy in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis to reduce stress in patients and improve the process of care being carried out by patients

    Analisis Resiko Pipa Bawah Laut Di Lapangan Gas Abadi Akibat Gempa Bumi

    No full text
    Energi dalam kebutuhan sehari-hari merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, khususnya minyak dan gas. Transportasi minyak dan gas saat ini umumnya menggunakan pipa bawah laut. Jalur pipa bawah laut merupakan salah satu infrastruktur transportasi jarak jauh untuk minyak dan gas yang paling efisien untuk pemindahan produksi minyak dan gas baik yang berasal dari eksplorasi di darat, daerah dekat pantai maupun dari laut dalam dengan metode yang efektif dan efisien. Kebutuhan gas yang semakin meningkat juga mengharuskan adanya pembangunan pipa bawah laut untuk transportasi. Dengan dibukanya lapangan gas Abadi sebagai salah satu sumber gas bagi Indonesia dibutuhkan pipa bawah laut sebagai sarana transportasi. Permasalahan yang timbul adalah, dengan topografi bawah laut yang cukup dalam dan pengaruh gempa yang kuat di daerah tersebut maka, diperlukan analisis resiko lebih lanjut. Dari hasil perhitungan untuk pipa yang berjarak sekitar 120 km dari lapangan gas Abadi menuju pulau Selaru dianalisis frekuensi kejadian gempa serta konsekuensinya terhadap pipa. Penelitian ini memperhitungkan pengaruh gempa dengan variasi besaran tertentu terhadap pipa yang mengakibatkan gagal atau buckling. Dari hasil perhitungan resiko selama 20 tahun didapatkan bahwa pada tanah pasir mengalami penurunan tanah yang lebih dalam dibandingkan tanah lempung dengan penurunan maksimum hingga 5,38 m dengan panjang free-span kritis sepanjang 1 meter sedangkan untuk tanah lempung panjang free-span kritis sepanjang 1 meter akibat penurunan tanah 3,5 m dengan nilai konsekuensi kegagalan lebih kecil ====================================================================================================== Energy in the daily use is thing that can’t be separated, especially oil and gas. These day, subsea pipelines are used for oil and gas transportation. Subsea pipeline is one of the long-distance infrastructure for oil and gas and the most efficient transportation for oil and gas production both from exploration on land, areas near the coast and on the deep sea with an effective and efficient method. Increasing gas needs also require the construction of subsea pipelines to transport it. Abadi gas field as a new source of gas for Indonesia which is needs some subsea pipelines as a transportation. The problem is, the sea bottom topography is quite deep and the influence of powerful earthquake in the area. From the calculation results for the pipe which is about 120 km from the Abadi gas field to the island of Selaru analyzed the frequency of earthquakes and their consequences for the pipeline. This study takes the effect of the earthquake with a certain magnitude variation of the pipes that lead to failure or buckling. From the calculation of risk for 20 years found that in the sandy soil decreased deeper than clay soil with a maximum settlement of up to 5.38 m and a length of the critical span ranged from 0 to 1 meter, while for the clay maximum settlement of up to 3.5 m in length critical span of 1 meter with consequence value below the sandy soi

    Studi Preferensi Desain Electric Mini Scooter dengan Pendekatan Mix Method

    No full text
    Penjualan motor electric scooter di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan motor matic BBM. Sebab belum adanya sinergi antara pemasar dengan pengembang produk untuk memahami kebutuhan pembeli yang sebenarnya dalam mengadopsi electric scooter. Tren motor domestik masih didominasi jenis scooter ukuran mini (mini scooter) dengan mesin 110- 125 cc sebanyak 68%. Adanya potensi penerimaan pasar yang luas cocok dikembangkan untuk electric scooter. Sehingga, tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengalman pembelian dan preferensi desain, harga serta fitur electric mini scooter yang sesuai kebutuhan konsumen. Penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan blind testing dan non blind testing. Sedangkan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan design thinking yang terbatas pada fase discover dengan tools persona, customer journey mapping, dan emphaty map serta fase define menggunakan affinity diagram dalam merumuskan preferensi desain, harga dan fitur. Pengumpulan data dengan in-depth interview kepada 5 narasumber dan kuisioner online kepada 105 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa electric mini scooter yang bergaya apllienced inspired dan edgy & robotic memiliki pasar yang sama untuk generasi Z dengan harga dan fitur mampu bersaing dengan motor matic. Selain itu terdapat strategi pemasaran untuk motor listrik. Temuan ini berkontribusi bagi para pemasar maupun pengembang electric mini scooter untuk menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen. ===================================================================================================== Sales of electric scooters in Indonesia are still low compared to BBM automatic motors. There is no synergy between marketers and product developers to understand the actual needs of buyers to adopt electric scooters. Domestic motorcycles are still dominated by mini scooters with 110-125 cc engines, accounting for up to 68 percent of the market. The potential for broad market acceptance is suitable for developing electric scooters. Thus, the purpose of this study is to identify purchasing experiences and preferences for designs, prices, features of electric mini scooters that suit consumer needs. Descriptive quantitative research uses blind testing and non-blind testing. Descriptive qualitative research uses design thinking, is limited to the discover phase with persona tools, customer journey mapping, empathy map, and the define phase uses affinity diagrams in formulating the design, prices, features preferences. Data were collected using in-depth interviews with five sources and online questionnaires to 105 respondents. The study shows that an electric mini scooter with an applianced inspired and edgy & robotic style has the same market for the Z generation with prices and features that can compete with automatic motors. In addition, there is a marketing strategy for electric motors. This finding contributes to marketers and developers of electric mini scooters creating products according to consumer needs

    PERBANDINGAN METODE SETENGAH RATA-RATA DAN METODE KUADRAT TERKECIL UNTUK PREDIKSI PENDAPATAN PADA PEDAGANG UMKM di KABUPATEN DEMAK

    No full text
    UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan jenis usaha yang dapat dimiliki oleh individu, kelompok, atau badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh undang-undang, dan sektor ini memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional karena berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang positif. Dalam konteks perdagangan, dagang adalah barang yang diperjualbelikan, sedangkan pedagang adalah individu yang menjual barang dagangannya kepada konsumen guna memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memperoleh laba. Penjualan dapat dilakukan secara keliling atau dengan menetap di tempat tertentu seperti pasar. Untuk mendukung perencanaan usaha yang efektif, peramalan menjadi hal penting karena dapat memperkirakan kondisi di masa depan berdasarkan data historis. Dua metode yang umum digunakan dalam peramalan adalah metode trend setengah rata-rata, yang membagi data historis menjadi dua kelompok untuk menentukan fungsi "Ŷ = a + bx", dan metode kuadrat terkecil, yang mengestimasi parameter regresi dengan meminimalkan jumlah kuadrat error pada setiap observasi. Dalam penelitian terkait prediksi pendapatan pedagang Bubur Ayam Lezatos di Kabupaten Demak, kedua metode tersebut terbukti dapat digunakan untuk meramalkan pendapatan di masa mendatang. Namun, berdasarkan hasil analisis, metode kuadrat terkecil menunjukkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode setengah rata-rata, dengan nilai RMSE sebesar Rp12.215,79 dan MAPE 0,74%, lebih rendah dibandingkan metode setengah rata-rata yang memiliki RMSE Rp62.409,59 dan MAPE 3,8%, sehingga metode kuadrat terkecil lebih disarankan untuk digunakan dalam peramalan pendapatan

    Pengaruh pajak, struktur kepemilikan, dan ukuran perusahaan terhadap keputusan transfer pricing pada perusahaan manufaktur

    No full text
    Transfer pricing merupakan salah satu metode yang digunakan oleh perusahaan multinasional untuk melakukan praktik penghindaran pajak, dengan cara menggeser atau mengalihkan keuntungan dari negara yang memiliki tarif pajak yang tinggi, ke negara dengan tarif pajak yang rendah sehingga beban pajak yang dibayar oleh perusahaan dalam satu grup semakin kecil. Dan pada dasarnya praktik transfer pricing biasa dilakukan antara pihak yang memiliki hubungan istimewa. Pemegang saham pengendali biasanya menggunakan transfer pricing untuk dapat meningkat kesejahteraan bagi mereka, dengan cara melakukan ekspropriasi kekayaan saham non pengendali melalui transaksi antara pihak yang memiliki hubungan istimewa. Transfer pricing juga merupakan metode yang digunakan untuk melakukan pengelolahan laba, namun pada umumnya semakin besar suatu perusahaan makan semakin kecil kemungkinan untuk dilakukan pengeolahan laba dengan menggunakan metode transfer pricing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak penghasilan badan, dan ukuran perusahaan terhadap keputusan transfer pricing. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data arsip sekunder, yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur tahun 2012 sampai 2014. Sample yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling dengan sampel akhirnya berjumlah 89 perusahaan manufaktur. hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pajak berpengruh positif terhadap keputusan transfer pricing, struktur kepemilikan berpengaruh positif terhadap keputusan transfer pricing, dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap keputusan transfer pricing

    ANALISIS REGRESI LOGISTIK BINER PADA FAKTOR RESIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS

    No full text
    Tuberculosis is the disease with the second highest mortality rate in the world and is ranked first in the most deadly infectious disease. In Indonesia, tuberculosis occurred around 969,000 cases that were found, which is up about 17% from the previous year, which means that there are 354 people out of 100,000 people who have tuberculosis. This study aims to determine the risk factors that can influence the incidence of pulmonary tuberculosis (TB) and find out the risk factors that have a relationship with the incidence of pulmonary tuberculosis. Data analysis in this study was carried out by the binary logistic regression method. The results of the study stated that factors of nutritional status and family history status suffering from tuberculosis had an influence on the incidence of tuberculosis. In addition, risk factors that are related to the incidence of pulmonary tuberculosis are nutritional status, family history status of tuberculosis, and smoking habits, while economic status or income has no influence or association with the incidence of pulmonary tuberculosis

    PENGEMBANGAN MEDIA BUKU POP UP DALAM MENSTIMULUSI MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK CAHAYA MANDIRI DESA PAKIS KECAMATAN GRABAGAN KABUPATEN TUBAN: studi kasus di TK Cahaya Mandiri Desa Pakis Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban

    No full text
    ABSTRAK Riset ini ialah tipe riset pengembangan yang nantinya hendak terbentuk produk yang berbentuk buku pop up angka. Tujuan dalam jangka panjang dari pengembangan media pada riset ini, terciptanya suatu produk media buku pop up angka yang ialah pengembangan dari metode buku bergerak serta buku buka tutup. Media dalam riset ini mempunyai akibat yang baik untuk pertumbuhan memahami angka 1- 10 pada anak umur 4- 5 tahun di TK Cahaya Mandiri Desa Pakis Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban. Pada riset ini memakai tata cara pengembangan Borg & Gall ialah (1) Kemampuan serta permasalahan, (2) Pengumpulan informasi, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Perbaikan desain, (6) Uji coba produk, (7) Perbaikan produk, (8) Uji coba penggunaan, (9) Perbaikan produk,( 10) Penciptaan masal. Subjek pada riset ini bertempat di lembaga TK Cahaya Mandiri Desa Pakis Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban. Sebaliknya, objek riset merupakan kelayakan media buku Pop Up angka buat pendidikan memahami angka 1- 10 pada anak umur 4- 5 tahun. Bersumber pada hasil analisis uji kelayakan pada riset pengembangan ini, memperoleh hasil 80% buat validasi ahli materi (layakdengan perbaikan) serta 85% buat validasi ahli media (layak dengan perbaikan). Bisa disimpulkan kalau media buku Pop Up angka sudah layak buat digunakan selaku pendidikan di Taman Kanak Kanak. Kata Kunci: media buku pop up, mengenal angka 1-1

    Satisfaction of Outpatient Services at Sarkies Asyiyah Hospital Kudus Regarding the Frequency of BPJS PRB

    No full text
    Background: The BPJS Referral Program (PRB) is intended for patients with stable chronic diseases who require long-term care at FKTP. The frequency of PRB is influenced by patient satisfaction with the referral hospital's services. Objective: to analyze the effect of satisfaction with outpatient services at Sarkies Asyiyah Kudus Hospital on the frequency of BPJS PRB utilization. Method: A correlational analytical study with a quantitative approach was conducted on 30 outpatient respondents participating in BPJS at Sarkies Aisyiyah Kudus Hospital who were selected by Quota Sampling from 14 polyclinics. The research instrument was a patient satisfaction questionnaire based on five dimensions of SERVQUAL (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy). Data analysis used descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, Spearman correlation, and ordinal logistic regression. Results: All service quality dimensions are in the good–very good category. Spearman's test showed a significant positive relationship between patient satisfaction and the frequency of reverse referrals (p < 0.01) with the largest contribution being Tangible (ρ = 0.884). Ordinal logistic regression produced a Nagelkerke R-Square of 0.97, confirming that satisfaction explains 97% of the variation in reverse referrals. The Tangible dimension has a significant effect (p = 0.026), while the other dimensions are not significant. Conclusion: Outpatient satisfaction influences the frequency of BPJS PRB with the Tangible dimension as the dominant factor. Improvement of physical facilities and service comfort needs to be prioritized to support the effectiveness of the referral system

    Structural Equation Modeling untuk Analisis Kualitas Pelayanan Perpustakaan Menggunakan LISREL

    No full text
    Kualitas pelayanan perpustakaan merupakan aspek penting dalam mendukung kebutuhan akademik mahasiswa. Tujuan penelitian ini dilakukan sebagai bentuk analisis pengaruh faktor-faktor yang ada pada kualitas pelayanan perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kudus melalui metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan LISREL sebagai program yang membantunya. Penyebaran kuesioner pada 120 mahasiswa pengunjung perpustakaan dilakukan untuk mengumpulkan datanya. Penelitian ini menghasilkan temuan terkait adanya pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pelayanan (t-value = 3,63 > 1,96), sedangkan kompetensi pegawai tidak berpengaruh secara signifikan (t-value = 0,47 < 1,96). Model SEM yang dihasilkan memiliki nilai Goodness of Fit (GFI) sebesar 0,91, yang menandakan model ini cukup baik sebagai penjelas dari hubungan antara variabel yang diteliti. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas layanan perpustakaan lebih dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas fasilitas dibandingkan dengan kompetensi pegawai
    corecore