45 research outputs found
MEDIA AUDIO VISUAL PADA KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX
ABSTRAK
Kurangnya kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas IX dalam
pembelajaran matematika menjadi latar belakang dari penelitian ini. Adanya kenyataan
yang menunjukkan bahwasannya masih banyak guru yang kurang memaksimalkan
keberadaan media dalam proses pembelajarannya. Oleh karena itu pada penelitian ini
ingin diketahui bagaimana penggunaan media audio visual pada komunikasi matematis
siswa. Media pembelajaran yang akan digunakan adalah media audio visual dengan
menyiapkan media pembelajaran yang berupa video, membagi siswa kedalam beberapa
kelompok dengan setiap kelompok beranggotakan 5-6 orang. Berdasarkan data hasil
Hasil dari penelitian terjadi peningkatan kemampuan komunikasi pada setiap
pertemuannya, dan prosentase aktivitas siswa setiap pertemuan pun ikut mengalami
peningkatan sehingga dapat ditarik sebuah simpulan bahwa pembelajaran dengan
menggunakan media audio visual dalam pembelajaran pokok bahasan tabung terbukti
dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dan meningkatkan
aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Kata Kunci : Kemampuan komunikasi matematis, aktivitas siswa, media audio visual
Kemampuan Geometri Putra dan Putri, Apakah Berbeda?
Pemahaman konsep materi Dimensi Tiga berhubungan erat dengan kemampuan memvisualisasi unsur-unsur bangun ruang dan hubungan antar unsur-unsur tersebut yang kemudian akan dibawah kembali ke dalam simbol-simbol yang lebih absttrak. Hal ini banyak menyebabkan para siswa merasa sulit dan menganggap materi geometri terlalu abstrak. Sehingga dalam mempelajari materi geometri hasilnya tidak dapat mencapai maksimal.Untuk memahami konsep matematika yang bersifat abstrak di butuhkan belajar kelompok. Dengan cara berkelompok, siswa dapat berdiskusi satu sama lain, siswa dapat bertukar informasi dan siswa yang pintar dapat membantu siswa yang kurang pintar. Sesuai dengan yang telah diungkapkan pada uraian di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kemampuan geometri antara putra dan putri.Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dimana pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sample, subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas X putra dan putri Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan. Perbedaan konsep gender secara sosial telah melahirkan perbedaan peran putri dan putra dalam masyarakat. Ada hubungan antara gender dan kecerdasan logis-matematis, dan terdapat perbedaan dalam memecahkan soal-soal matematika antara putra dan putri disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan spasial mereka.Hasil kemampuan geometri siswa pada kelas eksperiman putra lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan geometri siswa pada kelas eksperiman putri. Ini menunjukkan benar bahwasannya terdapat perbedaan kemampuan geometri antara siswa putra dengan kemampuan geometri siswa putri
Kemampuan Geometri Putra dan Putri, Apakah Berbeda?
Pemahaman konsep materi Dimensi Tiga berhubungan erat dengan kemampuan memvisualisasi unsur-unsur bangun ruang dan hubungan antar unsur-unsur tersebut yang kemudian akan dibawah kembali ke dalam simbol-simbol yang lebih absttrak. Hal ini banyak menyebabkan para siswa merasa sulit dan menganggap materi geometri terlalu abstrak. Sehingga dalam mempelajari materi geometri hasilnya tidak dapat mencapai maksimal.Untuk memahami konsep matematika yang bersifat abstrak di butuhkan belajar kelompok. Dengan cara berkelompok, siswa dapat berdiskusi satu sama lain, siswa dapat bertukar informasi dan siswa yang pintar dapat membantu siswa yang kurang pintar. Sesuai dengan yang telah diungkapkan pada uraian di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kemampuan geometri antara putra dan putri.Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dimana pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sample, subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas X putra dan putri Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan.     Perbedaan konsep gender secara sosial telah melahirkan perbedaan peran putri dan putra dalam masyarakat. Ada hubungan antara gender dan kecerdasan logis-matematis, dan terdapat perbedaan dalam memecahkan soal-soal matematika antara putra dan putri disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan spasial mereka.Hasil kemampuan geometri siswa pada kelas eksperiman putra lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan geometri siswa pada kelas eksperiman putri. Ini menunjukkan benar bahwasannya terdapat perbedaan kemampuan geometri antara siswa putra dengan kemampuan geometri siswa putri
MEDIA AUDIO VISUAL PADA KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX
ABSTRAKKurangnya kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas IX dalampembelajaran matematika menjadi latar belakang dari penelitian ini. Adanya kenyataanyang menunjukkan bahwasannya masih banyak guru yang kurang memaksimalkankeberadaan media dalam proses pembelajarannya. Oleh karena itu pada penelitian iniingin diketahui bagaimana penggunaan media audio visual pada komunikasi matematissiswa. Media pembelajaran yang akan digunakan adalah media audio visual denganmenyiapkan media pembelajaran yang berupa video, membagi siswa kedalam beberapakelompok dengan setiap kelompok beranggotakan 5-6 orang. Berdasarkan data hasilHasil dari penelitian terjadi peningkatan kemampuan komunikasi pada setiappertemuannya, dan prosentase aktivitas siswa setiap pertemuan pun ikut mengalamipeningkatan sehingga dapat ditarik sebuah simpulan bahwa pembelajaran denganmenggunakan media audio visual dalam pembelajaran pokok bahasan tabung terbuktidapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dan meningkatkanaktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.Kata Kunci : Kemampuan komunikasi matematis, aktivitas siswa, media audio visual
Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Geometri Siswa Kelas XI SMK Bina Warga Lemahabang
Geometri mengandung gambar dan simbol-simbol yang abstrak sehingga butuh penalaran yang tinggi. Kebanyakan siswa kurang memahami materi geometri, sehingga ketika siswa dihadapkan dengan soal geometri akan terjadi kesalahan dalam pengerjaannya. Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi dari kesalahan-kesalahan siswa dalam menjawab soal-soal geometri. Adapun, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kesalahan siswa dalam menjawab soal geomerti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AK SMK Bina Warga Lemahabang. Pengambilan sampelnya yaitu dengan teknik purposive sampling berdasarkan hasil tes siswa. Cara dalam menganalisis hasil tes siswa dilakukan dengan mengidentifikasi data yang diperoleh dari hasil tes siswa lalu disimpulkan jenis-jenis kesalahannya. Adapun hasil analisis soal dan jawaban siswa, diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan adalah (1) kesalahan dalam memahami konsep (2) kurangnya tingkat penalaran siswa untuk mencapai sebuah ruang. (3) kurang teliti (4) kurang menguasai materi (5) kesalahan dalam menuliskan formula.
[Geometry contains abstract images and symbols so it needs high reasoning. Most students do not understand geometry material, so that when students are faced with geometric problems there will be errors in the process. Therefore, it is necessary to identify students' mistakes in answering geometry questions. Meanwhile, the purpose of this study is to determine the types of student errors in solving geometry problems and to find out the factors that are the students' mistakes in answering geomechanical questions. This study used descriptive qualitative method. The sample used in this study was class XI AK SMK Bina Warga Lemahabang. Sampling is by purposive sampling technique based on student test results. The way to analyze student test results is done by identifying data obtained from student test results and then concluding the types of errors. The results of the analysis of the questions and answers of students, it is known that the factors that cause errors are (1) errors in understanding the concept (2) the lack of students' level of reasoning to reach a space. (3) inaccurate (4) lack of mastery of material (5) errors in writing formula.
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Problem Posing
Penelitian ini ditujukan untuk melihat adanya peningkatan kemampuan pemahaan matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran problem posing, dimana pada model pembelajaran ini siswa membuat soal sendiri yang sebelumnya harus menguasai dan memahami terhadap materi yang akan dipertanyakan pada soal. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Sumberjaya Kabupaten Majalengka dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini instrumen atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah; (a) Seperangkat Soal, (b) Angket, (c) Pedoman Kriteria Ketuntasan Minimal. Untuk melihat hasil dari penelitian, penulis menganalisis data hasil pretes dan postes siswa diperoleh rata-rata pretes adalah 44,86 dan rata-rata pada postes 74,14. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pemahaman matematis siswa melalui pendekatan problem posing dalam penyelesaian soal cerita lebih efektif. Hal ini dibuktikan dengan gain ternormalisasi yang menunjukan bahwa rata-rata gain ternormalisasi ada peningkatan dari siklus I ke siklus II, siklus II ke siklus III dan pretes ke postes. Hal serupa juga dibuktikan dengan uji signifikansi.
Kata Kunci: problem posing, pemahaman matemati
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematik Siswa SMP Dengan Materi Kubus Dan Balok
Matematika merupakan salah satu bagian yang penting dalam ilmu pengetahuan. Apabila dilihat dari sudut pengklasifikasian bidang ilmu pengetahuan, matematika termasuk ke dalam ilmu-ilmu eksakta yang lebih memerlukan pemahaman dibandingkan hapalan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau sejauh mana kemampuan pemahaman matematika siswa sekolah menengah pertama yang meliputi indikator menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, menerapkan rumus pada kasus matematika serta melaksanakan perhitungan rutin dan algoritmik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Untuk populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTS PUI Banjaran dengan sampel penelitiannya yaitu 10 orang siswa kelas VIII. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling. Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal tes berbentuk uraian yang berjumlah lima soal. Untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa sebesar 30%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa masih kurang dalam kemampuan pemahaman konsep matematika
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XII SMA MATERI PROGRAM LINEAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasasis masalah materi program linear. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini mengambil 10 subjek yang diambil menggunakan teknik stratified random sample dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal matematika berbasis masalah Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh subyek penelitian memiliki kemampuan dalam menyelesaiakan soal matematika berbasis masalah dengan berbagai tingkatan.Kata Kunci: Kemampuan Matematika, Soal Matematika Berbasis Masalah, Materi Program Linea
Pengembangan Bahan Ajar Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Mahasiswa Pendidikan Matematika
Abstrak. Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan materi ajar media pembelajaran berdasarkan kearifan lokal, dan (2) mengetahui kualitas dan kelayakan bahan ajar berbasis ahli material, pakar media, peer reviewer, dalam hal ini adalah dosen media/multimedia belajar matematika. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran, dalam penelitian ini adalah memodifikasi dari model yang dikenal dengan Model 4D. Modifikasi yang dilakukan adalah penyederhanaan model dari empat tahap menjadi tiga tahap, yaitu: (1) Define, (2) Design, dan (3) Develop. Tahap penyebaran terbatas pada lokasi penelitian, hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu peneliti. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi bahan ajar dan teknik analisis data dilakukan dengan cara kualitatif dengan metode deskriptif. Melalui proses pengembangan penelitian diperoleh alat pembelajaran matematika dalam bentuk modul media berdasarkan kearifan lokal yang valid yaitu 74,67.Kata kunci: Pengembangan Modul, Kearifan Lokal, Bahan Ajar Abstract. The existing teaching materials or learning media have not adequately integrated, explored the values of local wisdom, although they have met some of the eligibility criteria of the textbook, that is, the content of the content, presentation, language, and the feasibility of the graphics. However, the material still has not raised the richness of local culture. The purpose of this research is (1) to develop teaching materials of learning media based on local wisdom, and (2) to know the quality and feasibility of teaching materials based on material expert, media expert, peer reviewer, in this case is lecturer of media / multimedia learning mathematics. The research method used is experimental method with development model, development model used to develop learning device, in this research is to modify from model known as Four-D Model. Modifications made are simplification of the model from four stages into three stages, namely: (1) Define, (2) Design, and (3) Develope. The deployment stage is limited to the research site, this is done because of the limited time of the researcher. Through the process of development research obtained by learning tools of mathematics in the form of a media module based on valid local wisdom of 74.67.Keywords : Module’s Development, Local Wisdom, Teaching Materials
