806 research outputs found

    A EFEKTIVITAS PENGAJARAN MENULIS TEKS RECOUNT DENGAN MENGGUNAKAN TIKTOK UNTUK SISWA KELAS SEPULUH SMA HASANUDDIN WAJAK

    No full text
    EFEKTIVITAS PENGAJARAN MENULIS TEKS RECOUNT DENGAN MENGGUNAKAN TIKTOK UNTUK SISWA KELAS SEPULUH SMA HASANUDDIN WAJAK Ulfatul Khasanah1, Enis Fitriani2, Jasuli3 1Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Budi Utomo Malang e-mail : [email protected] 2 Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Budi Utomo Malang e-mail : [email protected] 3 Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Budi Utomo Malang e-mail : [email protected]   Informasi Artikel ABSTRACT Submit : 06-08-2022 Diterima : xx-xx-2022 Dipublikasikan : xx-xx-2022 This research is aimed to determine whether classes taught using Tiktok have better results than classes taught without using Tiktok. Students today are familiar with Tiktok because of its easy and flexible access. By using Tiktok students can create their writings so that they are more interesting to read and can be seen by many people. This is a quasi-experimental research. The experimental group was taught using Tiktok and the control group was taught without using Tiktok. The author used a pre-test to find out that both groups had relatively the same background knowledge in the research variables and a post-test to find an increase in scores as a measure of achievement. The author uses tests to calculate and hypothesize.   Keywords : Writing, Recount Text, Tiktok     Penerbit ABSTRAK IKIP Budi Utomo Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelas yang diajarkan menggunakan Tiktok memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas yang diajar tanpa menggunakan Tiktok. Siswa pada era sekarang banyak mengenal Tiktok karena aksesnya yang mudah dan fleksibel. Dengan menggunakan Tiktok siswa dapat mengreasikan hasil tulisannya agar lebih menarik untuk dibaca dan dapat dilihat banyak orang. Ini adalah penilitian quasi eksperimen. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Tiktok dan kelompok kontrol diajar tanpa menggunakan Tiktok. Penulis menggunakan pre-test untuk mengetahui bahwa kedua kelompok mempunyai latar belakang pengetahuan yang relatif sama dalam variable penelitian dan post-test untuk menemukan peningkatan nilai sebagai ukuran prestasi. Penulis menggunakan test untuk menghitung dan menghipotesis.   Kata Kunci : Menulis, Teks Recount, Tiktok   &nbsp

    Make A Match dalam Pembelajaran Writing di Kelas V Sekolah Dasar

    Full text link
    Salah satu tujuan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar adalah menumbuhkan minat anak dalam belajar bahasa Inggris. Pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa yaitu listening, speaking, reading, dan writing. Diantara empat keterampilan berbahasa tersebut, writing merupakan keterampilan yang cukup kompleks. Pembelajaran writing di sekolah dasar haruslah disajikan semenarik mungkin agar siswa tidak merasa bosan. Maka dari itu dibutuhkan kemampuan guru untuk dapat menyajikan paket pembelajaran yang menarik dan bermakna. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan salah satu teknik pembelajaran kooperatif yaitu make a match agar dapat menyajikan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa serta mampu membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan writingnya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses danhasil belajar siswa kelas V SD dalam pembelajaran writing dengan menggunakan make a match. Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V dilakukan di SD Negeri Cikoneng, Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, worksheet, lembar evaluasi dan dokumentasi. Data diperoleh, dianalisis dan direfleksi dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaanmake a match pada pembelajaran writing telah memperlihatkan Perubahan hasil belajar pada setiap siklusnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti melaporkan hasil secara keseluruhan siklus dan tindakan yang didasarkan atas penilaian proses dan hasil yang diperoleh pada siswa dengan nilai individu pada siklus I memperoleh nilai sebagai berikut: Hasil belajar siswa dalam pembelajaran writing di kelas V SD dengan menggunakan make a match sudah cukup baik, karena nilai rata-rata hasil belajar siswa sudah mencapai 57,5. Sedangkan pada siklus II hasil pembelajaran siswa mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 63,6, dan pada siklus III hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 77,2. Dengan demikian penggunaan make a match dalampembelajaran writing dapat meningkatkan kemampuan writing siswa. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan bagi guru menggunakan make a match dalam pembelajaran writing dengan memperhatikan pengelolaan kelas sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal

    Efektivitas Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (Circ) Dalam Keterampilan Menulis Paragraf Narasi Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan keterampilan menulis paragraf narasi siswa sekolah dasar antara kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Metode pendekatan kuantitatif metode kuasieksperimen. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Control Groups Design (NCGD). Sampel penelitian adalah siswa SDN Cicenang I kelas VA sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa SDN Cicenang I kelas VB sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol. Alat pengumpul data berupa lembar soal menulis paragraf narasi. Teknik pengumpulan data berupa tes yaitu prates untuk mengukur kemampuan awal menulis paragraf narasi siswa dan pascates untuk melihat kemampuan akhir keterampilan menulis paragraf narasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan peningkatan keterampilan menulis paragraf narasi siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CIRC pada kelas eksperimen dengan siswa yang memperoleh metode pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Artinya siswa memiliki keterampilan menulis paragraf narasi lebih baik dengan diajarkannya model CIRC, karena dengan CIRC siswa dituntut untuk bekerja sama dengan teman kelompoknya untuk memahami isi bacaan suatu wacana serta menuliskan kembali isi cerita tersebut sebab dalam CIRC terdapat keterpaduan antara membaca dan menulis secara kooperatif

    Penerapan Model Cooperative Integrated Reading and Composition Dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah keterampilan membaca pemahamansiswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaanketerampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar antara kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaranCooperative Integrated Reading and Composition dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasieksperimen. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Control Groups Design (NCGD). Sampel penelitian adalah siswa SDN Sukapura kelas VA sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa SDN Sukapura kelas VB sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol. Alat pengumpul data berupa lembar soal membaca pemahaman. Teknik pengumpulan data berupa tes yaitu prates untuk mengukur kemampuan awalketerampilan membaca pemahaman dan pascates untuk melihat kemampuan akhir keterampilan membaca pemahaman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan peningkatanketerampilan membaca pemahaman antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CIRC pada kelas eksperimendengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional pada kelas kontrol sehingga siswa pada kelas eksperimen lebih baikdalam memahami isi cerita suatu wacana.Artinya siswamemiliki keterampilan membaca pemahaman lebih baik dengan diajarkan melalui model CIRC, karena dengan CIRC siswa dituntut untukbekerja sama dengan teman kelompoknya untuk memahami isi bacaan suatu wacana serta menuliskan kembali isi cerita tersebutsebab dalam CIRCterdapat keterpaduan antara membaca dan menulis secara kooperatif

    Analisis Wacana Perilaku Cyberbullying Dalam Film Budi Pekerti

    Full text link
    The phenomenon of cyberbullying, which is rampant on social media, has now extended into the film industry by incorporating elements of cyberbullying to enhance the film's appeal. One example of a film that integrates cyberbullying behavior into its scenes is "Budi Pekerti," directed by Wregas Bhanuteja. This study aims to examine the discourse of cyberbullying behavior in the film "Budi Pekerti" by Wregas Bhanuteja. The film "Budi Pekerti" becomes intriguing as cyberbullying is perceived negatively in society yet portrayed within its scenes, adding commercial value to the film. The reality of cyberbullying discourse, initially viewed negatively by society, is gradually normalizing within the community's current environment. This research utilizes a qualitative approach with a constructivist paradigm. The author employs discourse analysis using the concept of the categorization of cyberbullying proposed by Williard. Data collection involves documentary study of the film "Budi Pekerti" through non-participant observation and literature review from various sources such as books, internet, and mass media. From the findings, it is evident that in the film "Budi Pekerti" by Wregas Bhanuteja, cyberbullying discourse is conveyed through various behaviors such as harassment, defamation, provocative content, stalking, dissemination of personal information, and exclusion in several scenes. The filmmakers direct their discourse as a means of education but presented implicitly within the film. This discourse is motivated by the filmmakers' concern over the prevalent phenomenon of cyberbullying in today's social media landscape

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN MENULIS PARAGRAF NARASI (Penelitian Kuasieksperimen dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah keterampilan membaca pemahaman dan menulis paragraf narasi siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan keterampilan membaca pemahaman dan menulis paragraf narasi siswa sekolah dasar antara kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasieksperimen. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Control Groups Design (NCGD). Sampel penelitian adalah siswa SDN Sukapura I kelas V sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa SDN Sukapura III kelas V sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol. Alat pengumpul data berupa lembar soal membaca pemahaman dan menulis paragraf narasi. Teknik pengumpulan data berupa tes yaitu prates untuk mengukur kemampuan awal keterampilan membaca pemahaman dan menulis paragraf narasi siswa dan pascates untuk melihat kemampuan akhir keterampilan membaca pemahaman dan menulis paragraf narasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yang pertama yaitu terdapat perbedaan peningkatan keterampilan membaca pemahaman antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CIRC pada kelas eksperimen dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional pada kelas kontrol sehingga siswa pada kelas eksperimen lebih baik dalam memahami isi cerita suatu wacana. Kedua terdapat perbedaan peningkatan keterampilan menulis paragraf narasi siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CIRC pada kelas eksperimen dengan siswa yang memperoleh metode pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Artinya siswa memiliki keterampilan menulis paragraf narasi lebih baik dengan diajarkannya model CIRC, karena dengan CIRC siswa dituntut untuk bekerja sama dengan teman kelompoknya untuk memahami isi bacaan suatu wacana serta menuliskan kembali isi cerita tersebut sebab dalam CIRC terdapat keterpaduan antara membaca dan menulis secara kooperatif. This study is conducted based on the lack of reading comprehension and writing narrative paragraph of student skill. This study aimed to examine differences in reading comprehension and writing skills paragraph narrative elementary school students between classes that implement experimental learning models Cooperative Integrated Reading and Composition with the control class that implements conventional learning. This study used quantitative approach with quasi experimental method. The study design used Nonequivalent Control Groups Design (NCGD). Samples of research that students SDN Sukapura I class V SDN 30 students as an experimental class and student class V SDN Sukapura III by 30 students as the control class. Data collection tool in the form of a booklet reading comprehension and writing narrative paragraphs. The technique of collecting data is a test that initial pre-test to measure the ability of reading comprehension and writing skills paragraph narrative and post-test students' ability to see the reading comprehension and writing skills paragraph narrative skill. Based on the conclusion, which is the first that there is a difference between reading comprehension skills students acquire learning using models CIRC the experimental class with students who received conventional learning in class control so that students in the experimental class more skilled in understanding the story of a discourse. Secondly there are differences paragraph narrative writing skills of students who received CIRC learning to use the model in the experimental class with students who received conventional teaching methods in the control class. This means that students have the skills to write a paragraph of narrative is better to teach a model CIRC, because the CIRC requires students to cooperate with the friends group in understanding the content of reading a discourse as well as rewriting the contents of the story because there is coherence between the CIRC in reading and writing cooperatively

    SCRAMBLE GAME DALAM PEMBELAJARAN WRITING DI KELAS V SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini di latar belakangi karena pembelajaran writing pada pelajaran Bahasa Inggris masih kurang dirasakan manfaatnya bagi siswa. Siswa cenderung masih menganggap pembelajaran writing sebagai pelajaran yang membosankan dan kurang menarik. Hal ini memberikan asumsi yang mendasar bagi penulis, bahwa pelajaran Bahasa Inggris pada pembelajaran writing belum menciptakan suasana belajar yang mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu peneliti bermaksud untuk meneliti teknik scramble game dalam menciptakan suasana belajar writing yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas  yang dilakukan pada siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Majalengka Wetan VIII Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, lembar evaluasi dan lembar kerja siswa. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama tiga siklus menunjukkan bahwa rata-rata nilai proses dan hasil belajar berupa kemampuan menulis yang diperoleh siswa mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa ketertarikan siswa pada proses pembelajaran dengan teknik scramble game pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V Sekolah Dasar. selanjutnya rata-rata nilai tes kemampuan menulis yang mengalami peningkatan dari 57,3 pada siklus satu, 71,8 pada siklus dua dan meningkat kembali pada siklus tiga yaitu 77,8. Kesimpulannya, dalam penerapan pembelajaran scramble game di kelas V Sekolah Dasar telah berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan kemampuan writing siswa. Peneliti berharap teknik pembelajaran ini dapat dikembangkan lagi melalui pemilihan tahapan pembelajaran yang variatif dengan dengan melibatkan multi teknik dan multi strategi. Kata Kunci: Scramble Game, Pembelajaran Bahasa Inggris, Kemampuan Writin

    METODE CERITA BERANTAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya keterampilan berbicara siswa dilihat dari pelafalan, intonasi,  kosa kata, dan kelancaran dalam berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SDN Kancana melalui penerapan media cerita berantai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, peneliti bekerja sama dengan guru kelas IV. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kancana sebanyak 22 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode cerita berantai dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Kancana. Pada siklus I nilai rata-rata mencapai 71,13 dengan ketuntasan 60,1%, siklus II nilai rata-rata mencapai 74,77 dengan ketuntasan mencapai 75% dan siklus III nilai rata-rata mencapai 85,22 dengan ketuntasan mencapai 95,45%. Dengan demikian, penerapan metode cerita berantai dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Kancana. Kata Kunci: keterampilan berbicara, metode cerita berantai, pembelajaran bahasa Indonesia

    Pengaruh Komunikasi dan Sikap Terhadap Kinerja Guru di SMP Panca Budi Medan

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effect of Communications and Attitudes toward teachers performance on SMP Panca Budi Medan. The population of this research were 30 teachers at the junior Panca Budi Medan. The sample in this study using nonprobability sampling or saturated sampling method that consists of 30 teachers SMP Panca Budi Medan. Data analysis technique used is descriptive analysis techniques and multiple regression analysis techniques. Data were collected through interviews, the question, and documentation study. The reason researchers conducted this study because of the phenomenon that the communication and attitude of junior high school teachers Panca Budi Terrain perceived by students not so good, because of the results of pre-survey conducted by the author, the students respond less well to communication and attitude of their teachers. Supposedly the students feel good communication and also the attitude of teachers who demonstrate a high commitment to demand better school objectives achieved and not just get good grades alone but science presented the teachers can continue to be remembered and not disappear when home from school On the results of the study showed that simultaneously Communication and attitude is positive and significant impact on teacher performance on SMP Panca Budi Medan. Partial test shows that the Communication and Attitude respectively positive and significant impact on teacher performance on SMP Panca Budi Medan. Communication is the dominant variable influence on the performance of teachers at SMP Panca Budi Medan115 HalamanSkripsi Sarjan

    Implementasi Karakter Berdasarkan Buah Roh ke dalam Tema-Tema Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII SMP

    Full text link
    This article proposes several characters based on Galatians 5:22-23 that can be implemented into the themes of Christian Religious Education (PAK) or Budi Pekerti that have been determined by the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) of the Republic of Indonesia at the junior high school (SMP) class VII. The type of research method used by the author is a descriptive method, namely by discussing the developmental psychology of junior high school students, the themes of PAK and Budi Pekerti according to the Ministry of Education and Culture, exploring character values based on the fruit of the Spirit in Galatians 5:22-23. Then, in the end, the author will implement these character values into the PAK and Budi Pekerti curriculum that has been prepared by the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud)
    corecore