1,726,173 research outputs found
ANALISIS NILAI-NILAI KEMANUSIAAN DALAM FILM DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI
This study examines human values ​​in the film Dear Nathan by Erisca Febriani. The purpose of this study is to describe in depth the human values ​​contained in the Dear Nathan film by Erica Febriani. The method used in this research is qualitative method. The formulation of the problem how are the human values ​​contained in the film Dear Nathan Erisca by Febriani Erisca Febriani?. The data source is the film Dear Nathan Erisca by Febriani Erisca Febriani. Data collection techniques are watching techniques, listening techniques and note-taking techniques. Data analysis techniques include three components, namely: (1) data reduction (2) data presentation, (3) drawing conclusions. In conclusion, the Dear Nathan film by Erisca Febriani, there are 5 human values, namely: (1) the value of truth (2) the value of peace (3) the value of love or compassion (4) the value of right behavior or virtue, and (5) the value of non-violenc
IMPLIKATUR DALAM NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI (KAJIAN PRAGMATIK)
The utterances that occur in every dialogue in the novel often have various purposes or intentions that are certainly not the same as the real one. Likewise, conversations in novels cannot be separated from the power of imagination built by the author which makes the reader have to analyze the hidden meanings in each story. Thus, it can be said that the speech in every dialogue of the novel has an implied purpose. This research is an implicature study through the use of pragmatic studies which aims to describe the types of implicatures in the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani. This study uses a qualitative descriptive method. The subject of this research is the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani. Data is collected by analyzing, reviewing, and recording documents (content analysis), then processing the data objectively regarding the meaning and types of implicatures. The results obtained from this study include the types of implicatures in the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani, namely directive, representative, commissive, expressive, and declaration speech acts
HERMENEUTIKA AL-QURAN EKOFEMINIS Studi Komparatif Pemikiran Soumaya Pernilla Ouis dan Nur Arfiyah Febriani
Penelitian ini berjudul “Hermeneutika Al-Quran Ekofeminis Studi
Komparatif Pemikiran Soumaya Pernilla Ouis dan Nur Arfiyah Febriani”.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memetakan asumsi dasar,
metodologi, interpretasi serta etika ekofeminisme al-Quran menurut cara pandang
dan cara kerja penafsiran Soumaya Pernilla Ouis dan Nur Arfiyah Febriani. Tesis
ini juga berupaya menganalisa implikasi pandangan keduanya serta faktor-faktor
yang mempengaruhi persamaan maupun perbedaan pemikiran ekofeminisme al-
Quran Soumaya Pernilla Ouis dan Nur Arfiyah Febriani.
Tesis ini merupakan studi kepustakaan (library research) dari berbagai
referensi yang relevan dengan pokok bahasan ekofeminisme serta penafsiran
Soumaya Pernilla Ouis dan Nur Arfiyah Febriani. Langkah penelitian ini adalah
dimulai dengan wawancara dan dokumentasi. Data primer tesis ini yaitu hasil
wawancara dan tulisan-tulisan dua tokoh tersebut dalam berbagai bentuk
sedangkan data sekunder berupa sumber data penelitian sebelumnya seperti jurnal,
buku maupun referensi yang lain.
Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, asumsi dasar konsep
ekofeminis al-Quran Soumaya dan Febriani adalah kesalahpahaman dan
kesalahtafsiran manusia dalam memandang alam dan teks keagamaan.
Metodologi penafsiran keduanya inkonsisten dan tidak dapat digolongkan dalam
klasifikasi aliran hermeneutika. Landasan utama konsep ekofeminis al-Quran
adalah interpretasi hermeneutis Febriani terhadap Q.S. Luqman[31]: 20 sedangkan
Soumaya menggunakan interpretasi Q.S. Al-Baqarah[2]: 30-34. Kedua, rumusan
etika yang diimplementasikan manusia yaitu hubungan harmonis antara habl ma’a
Allah, habl ma’a nafsih, habl ma’a al-nas, habl ma’a al-kawn dan habl ma’a almakhluq.
Ketiga, dalam pemikiran dan penafsiran Soumaya dan Febriani terdapat
persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya berangkat dari masalah
sosial-ekologis, menekankan prinsip tauhid dalam gagasannya, manusia memiliki
nafs sehingga dapat melakukan hal-hal positif penyelamatan alam dari kerusakan.
Sedangkan perbedaannya meliputi perbedaan lingkungan hidup, Soumaya di
Swedia dan Febriani di Indonesia sehingga dasar pemikiran dan etika
ekofeminime al-Quran yang dirumuskan berbeda; Soumaya menggunakan
ekoteologi Islam dan Febriani ekohumanis teosentris; Implikasi persamaan
pandangan keduanya adalah rekontekstualisasi, reaktualisasi, enkulturasi, dan
rehumanisasi terhadap ekologi al-Quran. Adapun implikasi perbedaannya ialah
penafsiran Soumaya yang out of date dan kehilangan konteks historisitas al-Quran
dalam penafsiran Febriani. Keempat, faktor yang mempengaruhi persamaan dan
perbedaan pandangan Soumaya dan Febriani adalah tradisi, kultur, pengalaman
hidup dan latar belakang pendidikan atau pengetahuan
BENTUK TARI MALOKA SARAGA KARYA IKA FEBRIANI LAKSANANINGTYAS
Penelitian ini berfokus pada bentuk tari dan proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas dalam menciptakan karya tari Maloka Saraga. Tari Maloka Saraga merupakan tari kelompok, yang ditarikan oleh delapan orang penari perempuan. Penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk pada tari Maloka Saraga karya Ika Febriani Laksananingtyas dan proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan pendekatan intersubjektif, teknik pengumpulan data penulis mengunakan tahap observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen.
Untuk menganalisis bentuk Tari Maloka Saraga, peneliti menggunakan konsep dari Sumandyo Hadi yang didalamnya mengungkap aspek-aspek dasar koreografi kelompok (2003) meliputi (1) diskripsi tari; (2) judul tari; (3) tema tari; (4) gerak tari yang terdiri darimotif gerak, gerak repetisi atau pengulangan, dan gerak perpindahan; (5) musik tari; (6) mode atau cara penyajian; (7) penari; (8) tata cahaya; (9) rias dan kostum tari; (10) properti dan perlengkapan. Untuk mengungkap proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas yaitu menggunakan teori dari Rhodes yang dikutip oleh Utami Munandar dalam bukunya Kreativitas dan Keberbakatan yang di dalamnnya terdapat empat unsur yaitu person, press, proscess, dan product.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tari Maloka Saraga merupakan hasil kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Bentuk koreografi tari Maloka Saraga tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, rias dan busana, musik, dan tata visual. Proses kreativitas tari Maloka Saraga ini didukung oleh kemampuan kesenimanannya yang memiliki bakat seni, pengalaman dalam berkesenian, kepekaan estetik, kemantapan profesi, dan produktif. Tari ini bertemakan Tridatu yang merupakan lambang kesucian Tuhan yang dilambangkan dengan warna merah, hitam, dan putih. Dalam alur cerita tari ini mengambil alur lahir hidup dan mati. Tema Tridatu juga diharapkan untuk penari selalu ingat dengan kebesaran Tuhan sebagai Maha pencipta, pemelihara, dan pelebur
Desi Febriani 175100042P
Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu
Desi Febriani 175100042p
Kemajuan teknologi informasi telah membawa peluang bagi bisnis untuk mengembangkan bisnisnya. Pengguna media. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk sosial yang semakin meningkat setiap tahunnya menjadikan media sosial menjadi tools perusahaan untuk melihat konsumennya. Perusahaan harus mengetahui analisis media sosial dengan cara yang tepat sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. Pemakaian media sosial oleh pengguna telah menghasilkan data jejak keseharian individu dimana terdapat pandangan seseorang terhadap suatu obyek. Data yang terkumpul dengan ukuran yang besar dalam media sosial dan bersifat kompleks tersebut adalah big data. Pemanfaatan social computing dapat digunakan untuk menganalisis pola yang terdapat pada big data. Salah satu tool dari social computing yaitu Text Network Analysis (TNA) adalah teknik penelitian yang berfokus pada identifikasi dan membandingkan hubungan jaringan antara kata, kalimat dan sistem untuk memodelkan interaksi yang menghasilkan pengetahuan atau informasi yang baru. Dalam penelitian ini Text Network Analysis (TNA) akan menunjukkan asosiasi persepsi konsumen melalui customer feedback yang diberikannya pada media social terrhadap e- commerce Consumer to Consumer (C2C) terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia dan Bukalapakmendeskripsikan karakteristik dari suatu objek, orang, grup, organisasi atau lingkungan yang menggambarkan situasi atau kejadian tertentu. Data pada penelitian ini yaitu data sekunder dengan cara crawling data pada media sosial Twitter dengan menggunakan metode analisis yaitu Text Network Analysis (TNA). Hasil asosiasi persepsi dari pengolahan data di media sosial melalui Text Network Analysis (TNA) dapat digunakan bisnis e-commerce sebagai marketing intelligence
Desi Febriani 175100042P
Perlindungan hak kekayaan intelektual sangat penting bagi pembangunan yang sedang berlangsung di Indonesia. Hak atas kekayaan intelektual yang dilindungi di Indonesia bisa saja berupa merek, lisensi, hak cipta, paten maupun desain industri. Sedangkan Paten adalah hak khusus yang diberikan Negara kepada penemu atas hasil temuannya di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut untuk memberikan persetujuannya kepada orang lain untuk melakukannya(UU No. 6 tahun 1989).
Di Indonesia, Undang-undang yang melindungi karya cipta adalah Undang-undang nomor 6 tahun 1982 tentang hak cipta, dan telah melalui beberapa perubahan dan telah diundangkan Undang-Undang yang terbaru yaitu Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang mulai berlaku 12 (dua belas) bulan sejak diundangkan. Tidak hanya karya cipta, invensi di bidang teknologi (hak paten) dan kreasi tentang penggabungan antara unsur bentuk, warna, garis (desain produk industri) serta tanda yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan jasa (merek) juga perlu diakui dan dilindungi dibawah perlindungan hukum. Dengan kata lain Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) perlu didokumentasikan agar kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang sama dapat dihindari atau dicegah
- …
