1,720,977 research outputs found

    The Estimation of Mangroves Area and Density of Mangroves Changes Use the Remote Sensing Data at Northheast Province of Aceh, Indonesia

    Full text link
    The aim of the research to mapping mangrove estimate mangroves area in time series data at the years 2000, 2005, 2011, and 2015, and looking for density of mangroves changing at the Northeast Province of Aceh. The methodology use data Landsat TM5, OLI TIRS, Administration map, and tools use by ENVI 4.5, ArcGIS 10.1, technical analysis to interpretation mangroves  area used the algorithm    the maximum likelihood classification, Kernel density to  calculate density of mangroves changing. Result of the research. From the estimation of mangrove land with intrepetasi satellite imagery obtained by maximum likelihood algorithma cotton area of mangroves in the study are always varied and changing, change-oriented land areas surrounding existing land use is not mangrove in mangrove areas. Mangrove areas relative change in Kernel density indicated in the model to observe the point of incidence of the changes experienced more change in the frequency changes in the form of multi-time repeated changes of the time period, and changes in the relatively small area that is always on changing every time calculations

    PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN NAGARI BARUNG BARUNG BALANTAI TIMUR KECAMATAN XI KOTO TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT BING AERIAL TAHUN 2014 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya data penggunaan lahan berbasis geo spasial di daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah sejauh mana citra Bing Aerial dapat digunakan untuk pembuatan peta penggunaan lahan di daerah Barung Barung Balantai Timur Kecamatan XI Koto Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi citra secara manual dengan dasar pengenalan penggunaan lahannya adalah unsur-unsur interpretasi citra dengan melakukan delineasi secara on screen pada layar monitor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis penggunaan lahan di daerah penelitian, dengan rincian :Hutan dengan luas 3.444.470 m2, Sawah dengan luas 564.529 m2, Bangunan (74.256 m2), dan Lahan Terbuka (3.497 m2)

    STUDI PERSENTASE POSISI SEPEDA MOTOR PADA JALAN TAK TERBAGI DI KOTA SOLOK

    Full text link
    Tingkat kepemilikan sepeda motor di Kota Solok tergolong tinggi. Keberadaan sepeda motor dalam jumlah besar tersebut menyebabkan operasi lalu lintas yang rumit dan cenderung berbahaya. Untuk memahami potensi bahaya ini, diperlukan analisis sebaran posisi sepeda motor pada jalur jalan tak terbagi. Survei dilakukan pada jalan Bypass KTK dan jalan A.Yani di Kota Solok. Pengumpulan data dilakukan dengan merekam jalan tersebut dengan menggunakan kamera yang ditempakan pada satu titik di masing – masing lokasi survei. Pengambilan data dilaksanakan selama enam jam dalam satu hari kerja dimana dua jam pagi hari (pukul 07.00 – 09.00), dua jam siang hari (11.00 -13.00), dan dua jam sore hari (pukul 16.00 – 18.00). Jalur jalan dibagi menjadi beberapa sektor sesuai dengan lebar jalan. Jalan Bypass KTK dibagi menjadi empat sektor dimana dua sektor arah timur (sektor kanan dan sektor kiri) dan dua sektor arah barat (sektor kanan dan sektor kiri). Dan jalan A.Yani dibagi menjadi enam sektor dimana tiga sektor arah timur (sektor kanan, sektor tengah, dan sektor kiri) dan tiga sektor lagi arah barat (sektor kanan, sektor tengah, dan sektor kiri). Jumlah sepeda motor yang berada di setiap sektor di data per 15 menit. Selanjutnya di rekap dalam 1 jam. Analisa data didasarkan pada jam puncak volume lalu lintas. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Persentase posisi sepeda motor untuk jalan Bypass KTK arah Timur dan arah Barat pada jam puncak pagi, siang, dan sore hari maksimum berada di sektor kiri, begitu juga untuk jan A.Yani. Dari hasil analasi korelasi antara persentase posisi sepeda motor terhadap beberapa variabel (derajat kejenuhan, volume kendaraan ringan, volume kendaraan berat, dan kecepatan rata-rata ruang) nilai koefisien korelasinya bervariasi. Hubungan antara persentase posisi sepeda motor terhadap beberapa variabel tersebut kebanyakan lemah, karena nilai koefisien korelasinya bnyak dibawah 0,5. Arah hubungan korelasi persentase posisi sepeda motor terhadap beberapa variabel tersebut lebih banyak positif berarti semakin tinggi persentase posisi sepeda motor maka semakin tinggi juga variabel pembanding tersebut

    PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DI BURSA EFEK INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kinerja keuangan dengan proxy likuiditas, leverage, serta profitabilitas terhadap penilaian peringkat obligasi yang dilakukan oleh PT PEFINDO sebagai salah satu badan penilai obligasi resmi di Indonesia. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan sebagai varibel independen dan peringkat obligasi sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kausal. Pengujian desain kausal menggunakan ordinal logistic regression. Data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu laporan keuangan diambil dari website BEI, sedangkan data peringkat obligasi di dapat dari web PEFINDO. Sampel penelitian merupakan 10 perusahaan pembiayaan yang terdaftar di BEI Tahun 2010-2012 yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengujian menyatakan bahwa likuiditas, leverage dan profitabilitas memberi berpengaruh terhadap peringkat obliga

    Spatial Model of Landslide Hazard in Tarusan Watershed

    Full text link
    Spatial modeling of landslide hazards in the Tarusan watershed is an effort to reduce losses due to landslide disasters. The purpose of this article is; determine the frequency ratio value of each parameter that causes landslides, and perform spatial modeling of landslide hazards using the frequency ratio method. The method used is a quantitative method with a modeling approach to determine the pixel value based on the frequency ratio. The results of the research show that the largest frequency value is found in the land cover parameter in the form of mixed gardens with an FR value of 2, 10, and rainfall with an FR value of 2.06. Thus, the triggering factors for landslides in the Tarusan watershed are changes in land cover and rainfall. The results of landslide hazard modeling in the Tarusan watershed show a high hazard area of ​​2095.41 ha or 7.39%, a medium hazard area of ​​4148.73 ha or 14.63%, and a low hazard area of ​​22117.46 ha or 77.98%.   Key words: hazard, landslide, spatial mode

    Analisis Pengetahuan Dan Keterampilan Mitigasi Bencana Pada Siswa Kelas XII SMAN 1 X Koto Saat Terjadinya Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat

    Full text link
    Gunung api adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Material yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung. Gunung marapi yang berada dalam Taman Wisata Alam Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat merupakan destinasi faforit bagi wisatawan dan pendaki dari kawasan Sumatera bahkan dari luar pulau sumatera karena letaknya yang strategis berada di jalur lintas sumatera dan memiliki keindahan alam yang melimpah, selain itu kawasan di sekitar kaki gunung di manfaatkan warga untuk bercocok tanam karena kesuburan tanahnya seperti tanaman cabe, sawi, kol, bawang, wortel dan lain lain. Hal ini dilakukan pula oleah warga Desa Aia Angek yang berada di Kabupaten Tanah Datar. Keterlibatan siswa dalam kesiapsiagaan bencana di sekolahnya menjadi strategi efektif, dinamis dan berkesinambungan dalam upaya penyebarluasan upaya pendidikan kebencanaan sehingga sejak dini anak mampu mengenal tanda bencana alam yang terjadi sekitar tempat tinggalnya, Program pendidikan ini dirancang untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kepedulian komunitas sekolah mengenai kondisi alam sekitarnya dan keterampilan untuk mengurangi risiko apabila terjadi bencana (Susilo et al., 2017). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif hasil penghitungan instrumen yang digunakan dengan menjelaskan frekuensi. Analisis data deskriptif dilakukan untuk menganalisis identifikasi pengetahuan dan ketrampilan mitigasi Bencana letusan gunung api terhadap siswa kelas XII SMA NEGERI 1 X Koto. Berdasarkan uraian diatas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa kelas XII SMAN 1 X koto termasuk pada kategori siap yaitu memiliki rata-rata skor dai nilai keseluruhan responden sebesar 18. Persentase responden yang sangat siap yaiu sebesar 28%, persentase responden yang siap sebesar sebesar 52%, persentase responden yang kurang siap sebesar 8% dan responden yang tidak siap serta sangat tidak siap sebesar 4%. Pengetahuan dan sikap siswa kelas XII SMAN 1 X koto termasuk kategori siap karena masyarakat akan mengetahui akan bahaya serta dampak dari bencana letusan Gunung Marapi

    Pengaruh Penerapan Reward dan Punishment terhadap Minat Belajar Geografi Peserta Didik MAN 1 Kota Payakumbuh

    Full text link
    Banyak metode yang digunakan dalam pendidikan geografi untuk meningkatkan minat belajar siswa, salah satunya yaitu guru dapat menerapkan metode Reward dan Punishment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh penggunaan Reward and Punishment terhadap minat belajar geografi siswa MAN 1 Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga menghasilkan dua kelompok sampel yang masing-masing terdiri dari 29 siswa, yaitu kelas X Fase E6 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X Fase E7 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar angket pretest dan posttest untuk mengetahui minat belajar siswa. Kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor minat belajar dari hasil uji hipotesis (uji t) diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05. Artinya, bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini mebuktikan bahwa adanya pengaruh signifikan  penerapan Reward dan Punishment terhadap minat belajar geografi peserta didik kelas X Fase E MAN 1 Kota Payakumbuh

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat : Peralihan dari Petani Karet Keburuh Tambang Pasir

    Full text link
    Penelitian ini di latar belakangi oleh harga karet yang murah, kondisi ini membuat  petani karet tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga petani karet beralih mata pencaharian menjadi buruh tambang pasir. Perubahan mata pencaharian tentunya memberikan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini tujuan untuk mendeskripsikan perubahan sosial ekonomi petani karet menjadi buruh tambang pasir Kabupaten Dharmasraya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori perubahan sosial yang di kemungkakan oleh Marvin Harris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik Pengambilan informan dengan cara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Jenis data pada penelitian ini ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan perubahan sosial ekonomi petani karet dan sesudah menjadi buruh tambang pasir yaitu dilihat dari indikator (1) tingkat pendidikan (2) tingkat penghasilan (3) jam kerja (4) interkasi sosial
    corecore