1,720,968 research outputs found

    PERAN ORANG TUA SISWA KELAS IV SD NEGERI SUMURANJA 2 DALAM MEMBANTU BELAJAR DI RUMAH

    Full text link
    Penelitian ini menggambarkan tentang peran orang tua siswa kelas IV SD Negeri Sumuranja 2 dalam membantu belajar anak di rumah. Tanggung jawab orang tua merupakan yang paling utama, dari segi perhatian serta kasih sayang kepada anak, agar anak merasa nyaman dan terbantu selama belajar di rumah. Bimbingan orang tua dilakukan ketika anak belum menempuh pendidikan formal yaitu sekolah, peran orang tua merupakan hal yang penting dilakukan sebagai pengganti guru untuk membantu anak belajar di rumah. Sebagai orang tua tidak bisa melepaskan sepenuhnya kepada pihak sekolah, karena di rumah anak memiliki waktu yang cukup banyak sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membantu anak belajar. Penelitian ini dilakukan karena penulis ingin mengetahui sudut pandang orang tua ketika membantu belajar anak di rumah, selain itu dapat mengetahui upaya serta cara yang dilakukan orang tua siswa dalam membantu belajar di rumah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, digunakan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena dengan sesuai apa adanya. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulakan data dengan menggunakan instrumen angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif orang tua dalam membantu dan membimbing anak sudah cukup baik, dengan adanya komunikasi yang baik, mengawasi pada saat belajar, memberikan fasilitas, membimbing, membantu proses belajar, memberikan pengetahuan, dan menerapkan sikap disiplin. Kesulitan dan kendala yang dialami ketika membantu belajar anak di rumah yaitu keterbatasan pengetahuan orang tua dalam materi pembelajaran. Sehingga upaya yang dilakukan yaitu membantu dengan mencari jawaban melalui buku pelajaran atau mencari di internet. Peran orang tua merupakan hal yang penting, karena selain membantu dalam teori, juga mempererat rasa kekeluargaan sehingga dapat harmonis dan dengan memberikan motivasi kepada anak agar semakin bersemangat dalam belajar. This study illustrates the role of parents of grade IV students of SD Negeri Sumuranja 2 in helping children learn at home. Parental responsibility is the most important, in terms of attention and affection for children, so that children feel comfortable and helped while studying at home. Parental guidance is carried out when the child has not yet taken formal education, namely school, the role of parents is an important thing to do as a substitute for teachers to help children learn at home. As parents, they cannot fully release it to the school, because at home the child has quite a lot of time so that the role of parents is needed in helping children learn. This study was conducted because the author wanted to know the perspective of parents when helping children learn at home, besides that they can know the efforts and ways that parents of students make in helping learn at home. The research method used is descriptive qualitative, used to describe a state or phenomenon accordingly as it is. In this study, researchers collected data using questionnaire instruments, interviews, and documentation studies. The results showed that the perspective of parents in helping and guiding children is quite good, with good communication, supervising at the time of learning, providing facilities, guiding, helping the learning process, providing knowledge, and applying a disciplined attitude. The difficulties and obstacles experienced when helping children learn at home are the limited knowledge of parents in learning materials. So the efforts made are to help by looking for answers through textbooks or searching the internet. The role of parents is important, because in addition to helping in theory, it also strengthens the sense of family so that it can be harmonious and by motivating children to be more enthusiastic in learning

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    ANALISIS TENTANG KEMAMPUAN GURU DALAM MERENCANAKAN PENGAJARAN PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 KAMPAR TIMUR KABUPATEN KAMPAR

    Full text link
    Penelitian ini terdiri satu variabel, yaitu kemampuan guru dalam merencanakan pengajaran pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kampar Timur Kabupaten Kampar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan guru dalam merencanakan pengajaran mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kampar Timur Kabupaten Kampar. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kampar Timur Kabupaten Kampar, sedangkan objeknya adalah kemampuan guru dalam merencanakan pengajaran mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kampar Timur Kabupaten Kampar. Penelitian ini adalah penelitian populasi karena populasi yang akan diteliti hanya berjumlah 1 orang sehingga penulis tidak menggunakan sampel. Pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam merencanakan pengajaran pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kampar Timur Kabupaten Kampar sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisa data yaitu sebesar 76,66% dikategorikan baik. Kata Kunci: Kemampuan Guru, Merencanakan Pengajara

    Kedudukan media Online aplikasi Vtube dihubungkan dengan fatwa MUI no. 75/DSN-MUI/VII/2009 tentang pedoman penjualan langsung berjenjang syariah

    Full text link
    Tinjauan ini dilandasi karena semakin banyaknya aplikasi penghasil uang. Aplikasi ini mudah di akses sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam menggunakannya. Salah satunya aplikasi Vtube yang di dalamnya memiliki aktivitas menonton iklan sehingga nantinya pengguna akan mendapatkan view poin, namun pengguna/member baru diwajibkan untuk merekrut member baru dengan membagikan kode referal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui bagaimana mekanisme penghasilan pada aplikasi Vtube; (2) Untuk bagaimana Hukum Media Online Aplikasi Vtube berdasarkan Fatwa MUI No. 75/DSN-MUI/Vii/2009 Tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode kualitif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif, dengan sumber primer berupa dokumen dari webstie Vtube, wawancara dengan pengguna aplikasi Vtube. (1) Vtube adalah sebuah aplikasi yang hampir sama dengan You Tube yang dapat digunakan untuk menikmati beragama tontonan menghibur, namun yang menarik dari vtube pengguna bisa meraup penghasilan tak terbatas bagi penonton iklan yang durasi per iklan 1-10 detik. Pada praktiknya akad yang digunakan adalah ijarah, maka ada hubungan antara perusahaan Vtube dan para pengguna aplikasi Vtube/member Vtube yang tercantum didalam akad sewa menyewa. untuk upah yang berupa VP tidak sah untuk dijadikan sebagai alat pertukaran. (2) Dengan memperhatikan ketentuan Fatwa MUI No. 75/DSNMUI/VII/2009 tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah. Maka perusahaan harus memenuhi ketentuan hukum terdiri dari 12 aspek. Ada beberapa aspek yang tidak sesuai dengan ketentuan, di antaranya perihal view poin yang dijadikan sebagai objek, member harus penyelesaian misi menonton iklan, aplikasi VTube mengandung penggunaan skema ponzi dimana upline akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada downlinenya. Mengandung unsur gharar, maysir, dan dharar Terdapat biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan bintang. Bonus atau komisi diambil dari penambahan atau perekrutan anggota baru, dan bukan dari penjualan produk dan kalaupun ada itu hanyalah kamuflase

    IMPLEMENTASI DANA DESA DALAM BIDANG PEMBANGUNAN DESA ALAM PANJANG KECAMATAN RUMBIO JAYA KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2024

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dana desa dalam bidang pembangunan di Desa Alam Panjang, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar pada tahun 2024. Dana desa merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi dana desa di Desa Alam Panjang telah digunakan untuk berbagai program pembangunan, seperti pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan pengelolaan sumber daya alam lokal. Namun, implementasi dana desa menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, koordinasi antar pihak terkait, dan pengawasan pelaksanaan program. Meski demikian, adanya partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi program pembangunan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan implementasi dana desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi dana desa di Desa Alam Panjang telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun, diperlukan peningkatan dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan pelatihan bagi aparat desa untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa di masa depan. Kata Kunci: Implementasi, dana desa, pembangunan desa

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore