25 research outputs found
PARADIGMA MODERASI MUHAMMAD MUTAWALLI AL-SYA’RAWI
The focus of this research is to find out more about Muhammad Mutawalli Al-Sya\u27rawi\u27s moderation paradigm in his commentary book, Tafsîr Al-Sya\u27râwî. By presenting Al-Sya\u27rawi\u27s views, understanding, and interpretation of the verses that form the basis of religious moderation directly from his monumental work, Tafsîr Al-Sya\u27râwî, this research uses library research methods. The author collects data and processes the data using descriptive analytical and comparative methods to compare the various opinions foun
Studi Eksperimental Sistem Brain Computer Interface Menggunakan Informasi Motorik Bagian Lower Limb
Brain Computer Interface (BCI) merupakan suatu teknologi antarmuka yang saat ini berkembang dengan sangat pesat. BCI menggunakan gelombang otak (Electroenchepalogram / EEG ) yang dikeluarkan oleh manusia. Salah satu fitur yang terdapat pada sinyal EEG adalah informasi motorik yang dikeluarkan oleh otak manusia ketika manusia menggerakkan anggota tubuhnya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem BCI yang menggunakan informasi motorik pada sinyal EEG ketika menggerakkan anggota gerak tubuh bagian bawah (lower limb). Penelitian ini perlu dilakukan agar proses mendapatkan informasi motorik lower limb dapat diekstraksi dari channel yang lebih baik. Dari ektraksi informasi motorik, sistem BCI diharapkan dapat menjadi antarmuka dalam proses pengontrolan suatu devais. Untuk dapat mengektraksi informasi motorik tersebut maka terdapat analisa dengan sistem offline dan online. Pada sistem offline, subyek yang diuji berjumlah enam orang. Parameter frekuensi yang dominan pada channel Cz dan C3-C4 saat perekaman adalah ritme mu (8 – 12 Hz). Channel yang jauh lebih baik dalam menunjukkan ritme ini adalah channel C3-C4 dengan nilai normalisasi 0.46±0.24 daripada Channel Cz sebesar 0.24±0.12. Sedangkan dalam proses pendeteksian Event Related Desynchronization / Event Related Synchronization (ERD/ERS), rata-rata tingkat keberhasilan antar subyek untuk channel C3-C4 adalah sebesar 51.21±23.31% dan Cz sebesar 47.28±12.20%. Hal tersebut menunjukkan bahwa channel C3-C4 lebih baik dalam mendeteksi gerakan dalam sistem BCI ini. Pada sistem online, penggunaan sinyal EEG difokuskan pada channel C3-C4. Rata-rata tingkat keberhasilan sistem online untuk dua orang subyek adalah sebesar 64.82±12.16%. Dari rata-rata tersebut, tingkat keberhasilan terbesar dimiliki oleh subyek yang telah berpengalaman. Hasil tersebut menunjukkan bahwa agar penggunaan sistem BCI baik, terlebih dahulu subyek harus menjalani training agar dapat dengan konsisten mengeluarkan sinyal EEG yang dapat dijadikan antarmuka dalam sistem BCI.
===============================================================================================================================
Brain Computer Interface (BCI) is a interface technology which currently growing rapidly. BCI uses brain waves (Electroenchepalogram / EEG) emitted by humans. One of the features present in the EEG signal is motor informatioN emitted by human brain when humans moving his limbs. This research aims to develop a BCI system that uses a motor information in the EEG signal from a subject during lower limbs movement. This research had to be done so that process to get motor information of lower limb can be extracted from better channel. From extracting motor information, this research is expected to be aninterface to control a device. In order to extract motor information, this research will be analyzed in offline and online system. In the offline system, the total of subjects which are tested is six people.The frequency parameters of channel Cz and C3-C4 that are dominant is on the mu rhythm (8-12 Hz). More dominant rhythm is shown in channel C3-C4 with normalization value 0.46±0.24 than 0.24±0.12 in Cz. While in the process of Event Related Desynchronization / Event Related Synchronization (ERD / ERS) detection, the average success rate among subjects for channel C3-C4 is 51.21±23.31% and 47.28±12.20% for Cz. It shows that channel C3-C4 is better at detecting movement in this BCI system. In an online system, the use of EEG signal focused on channel C3-C4. Average success rate of the online system for two subjects is 64.82±12.16%. From that average, the greatest success rate owned by subject who have experience before. This result show that in order to get better use in BCI system, subject must be trained so that can emit EEG signal consistently which can be used as interface in BCI system
Konstruksi makna keadilan sebagai pesan dakwah: Analisis wacana kritis pada buku Narasi Rakyat Karya Hilman Indrawan
INDONESIA:
Media dakwah melalui tulisan menjadi salah satu metode yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang kontekstual, seperti yang dilakukan dalam buku "Narasi Rakyat" karya Hilman Indrawan dan rekan-rekannya. Buku ini menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap ketidakadilan di Indonesia, seperti korupsi, tirani, dan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, di balik kritik tersebut, terdapat pesan dakwah yang mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan moral.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis representasi makna keadilan dalam dimensi teks pada buku "Narasi Rakyat"; (2) Mengidentifikasi pengaruh kognisi sosial penulis terhadap makna keadilan dalam buku "Narasi Rakyat"; (3) Mengkaji peran konteks sosial dalam membentuk makna keadilan yang disajikan dalam buku "Narasi Rakyat" ; dan (4) Mengidentifikasi pesan dakwah yang terdapat pada makna keadilan dalam buku "Narasi Rakyat".
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi (analisis teks), wawancara mendalam dengan penulis, dan observasi.
Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk yang menekankan tiga dimensi analisis, yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana, mengungkap skema peristiwa, memori kolektif, ideologi, serta hubungan antara bahasa dan kekuasaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dimensi teks menampilkan keadilan sebagai kritik terhadap pengkhianatan kekuasaan dan sebagai keteladanan moral melalui tokoh-tokoh yang berintegritas; (2) Dimensi kognisi sosial mengungkapkan skema diri penulis sebagai pemuda muslim yang progresif dan berempati, yang memandang menulis sebagai bentuk dakwah sosial dan perlawanan terhadap ketidakadilan; (3) Dimensi konteks sosial menunjukkan bahwa wacana keadilan lahir dari keresahan terhadap praktik kekuasaan oligarki dan krisis moral, yang mendorong penulis untuk membuat narasi tandingan yang berpihak pada rakyat; (4) Pesan dakwah yang dikonstruksi dalam buku ini mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak.
ENGLISH:
Da’wah through writing is one of the most effective methods for delivering contextual religious messages, as exemplified in the book Narasi Rakyat by Hilman Indrawan and colleagues. This book presents sharp social critiques of injustice in Indonesia, such as corruption, tyranny, and human rights violations. Behind these critiques, however, lies a da’wah message that invites readers to reflect on spiritual and moral values.
This research aims to: (1) Analyze the representation of the meaning of justice in the textual dimension of Narasi Rakyat; (2) Identify the influence of the author’s social cognition on the meaning of justice in Narasi Rakyat; (3) Examine the role of social context in shaping the meaning of justice presented in Narasi Rakyat; and (4) Identify the da’wah messages contained within the meaning of justice in Narasi Rakyat.
This study uses a qualitative approach with Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) method. Data collection techniques include documentation (text analysis), in-depth interviews with the author, and observation.
The CDA framework emphasizes three dimensions of analysis: text, social cognition, and social context. This approach enables the researcher to identify macrostructure, superstructure, and microstructure of discourse, uncover event schemata, collective memory, ideology, and the relationship between language and power.
The results of this research show that: (1) The textual dimension presents justice as a critique of the betrayal of power and as a moral exemplar through figures of integrity; (2) The social cognition dimension reveals the author’s self-schema as a progressive and empathetic young Muslim who views writing as a form of social da’wah and resistance to injustice; (3) The social context dimension shows that the discourse on justice arises from concerns over oligarchic power practices and moral crises, prompting the author to create counter-narratives in favor of the people; and (4) The da’wah messages constructed in this book include aspects of aqidah (creed), sharia (Islamic law), and akhlaq (morality)
Analisa Spektrum Motor Imagery pada Sinyal Aktivitas Otak
Otak merupakan organ vital pada tubuh manusia yang berperan sebagai pusat kendali sistem saraf manusia. Sinyal yang dikeluarkan otak (EEG) mengandung berbagai informasi yang dapat dimanfaatkan pada teknologi BCI. Salah satu informasi yang dapat digunakan adalah informasi motorik baik mengenai motor execution maupung motor imagery. Pada penderita stroke yang biasanya mengalami kelumpuhan pada anggota gerak tubuhnya, informasi mengenai motor imagery dapat dimanfaatkan untuk aplikasi Brain Computer Interface terutama dalam rehabilitasi kelumpuhan anggota gerak pasien tersebut. Pada penelitian ini dirancang sebuah alat sistem EEG untuk merekam sinyal EEG pada otak untuk menganalisa spektrum motor imagery pada sinyal aktivitas otak. Sistem terdiri dari rangkaian filter pasif, rangkaian proteksi, penguat isntrumentasi, common mode rejection, amplifier, dan filter. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sinyal EEG pada tasking motor imagery dan motor execution. Selanjutnya, informasi motorik baik motor execution dan motor imagery dapat diaplikasikan lebih lanjut pada sistem BCI terutama pada rehabilitasi medik
Design and Implementation Control of PID Controller of Dialysate Pump of Hemodialysis Machine
Automated Cerebral Lateral Ventricle Ratio Measurement From 2-Dimensional Fetal Ultrasound Image to Predict Ventriculomegaly
Design and Test of Lower Part Humanoid Dancer Robot to Do Foot Lifting Move of Remo Dance
Development of robotic technology is advancing very rapidly, especially the development of humanoid robots. Humanoid robots have been used for various types of functions in various fields, including in the world of military, medical, industrial, and even in general use through commercial sales. Dancer Robot is one type of robot used to perform certain dances. The dance performed depends on the type of robot. There are dances performed by wheeled robots in groups, and there are also dances performed by humanoid robots. This study carried out design and testing of humanoid dancer robot’s lower part to do foot lifting and other basic movements of dance. In foot lifting, the lower part of robot must be able to maintain balance and hold the load from the upper part so it does not fall. The distance of lifted foot also must have sufficient height from the floor. Based on robot design, the length of upper legs are 93.62 mm and lower legs are 93.00 mm. Robot able to make stance up to 8.5 cm wide from left to right leg and capable of lifting foot with height 6.5 cm from the floor without falling
