1,721,623 research outputs found
WACANA HUMOR PADA TUTURAN TOKOH FATHIYAH DAN PRINSIP KERJASAMA DENGAN TOKOH LAIN DALAM SINETRON “DIA ANAKKU” DI INDOSIAR
Wacana Humor pada Tuturan Tokoh Fathiyah dan Prinsip Kerjasama dengan Tokoh
lain dalam Sinetron “Dia Anakku” di Indosiar disusun secara logis oleh penulis dengan
menggunakan analisis wacana dan pragmatik. Sinetron ini merupakan satu-satunya sinetron
unik dan berbeda dari sinetron lain karena dalam sinetron tersebut terdapat tokoh cerita
bernama Fathiyah dengan ciri khas berbicara yang dibolak-balik sehingga mitra tutur dalam
sinetron tersebut tidak memahami tuturan Fathiyah. Tuturan Fathiyah tersebut menimbulkan
kelucuan bagi penonton. Ketika tokoh Fathiyah dengan tuturan yang dibolak-balik tersebut
berkomunikasi kepada tokoh lain, maka diperlukan adanya prinsip kerjasama yang harus
dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi berjalan lancar. Oleh karena itu,
rumusan masalah adalah (1) bagaimanakah struktur tuturan tokoh Fathiyah yang
memanfaatkan aspek linguistik sehingga membentuk kelucuan? dan (2) bagaimanakah
prinsip kerjasama tuturan tokoh Fathiyah dengan tokoh lain? Tujuan penelitian adalah
mendeskripsikan (1) struktur tuturan tokoh Fathiyah yang memanfaatkan aspek linguistik
sehingga membentuk kelucuan, dan (2) prinsip kerjasama tuturan tokoh Fathiyah dengan
tokoh lain.
Tinjauan pustaka meliputi (1) wacana, (2) humor, (3) pengertian struktur bahasa, (4)
urutan kata dalam tuturan, (5) struktur modus tuturan, (6) pragmatik, (7) tindak tutur, (8)
prinsip kerjasama, dan (9) deskripsi tokoh pemain.
Jenis penelitian adalah deskriptif. Sumber data adalah sinetron “Dia Anakku” di
Indosiar, sedangkan data adalah tuturan Fathiyah dan tokoh lain dalam sinetron “Dia Anakku”
di Indosiar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sedangkan analisis data
menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa tabel pemandu pengumpul
data dan tabel pemandu analisis data. Prosedur penelitian meliputi tiga tahap yaitu (1)
persiapan; (2) pelaksanaan; dan (3) penyelesaian. Hasil dan pembahasan yaitu pertama, struktur tuturan tokoh Fathiyah yang
memanfaatkan aspek linguistik untuk membentuk kelucuan antara lain: (a) struktur urutan kata
dalam frasa meliputi: penempatan unsur tambahan, penempatan negasi, pengulangan kata,
kesalahan urutan kata panggilan, dan (pengurutan kata bilangan.dan (b) struktur pada modus
tuturan meliputi penempatan objek di depan predikat, pemborosan kata, subjek kalimat
merupakan tujuan dari perbuatan dalam jenis-jenis kalimat deklaratif, pembalikan kata tanya
dalam kalimat interogatif, penggunaan ciri-ciri kata perintah dalam jenis-jenis kalimat imperatif,
pengungkapan rasa kagum dalam kalimat eksklamatif, penggunaan kata sambung dalam kalimat
empatik, dan penggabungan beberapa modus; serta kedua prinsip kerjasama tuturan tokoh
Fathiyah dengan tokoh lain, antara lain: (a) maksim kuantitas, (b) kualitas, (c) relevansi, dan
(d) pelaksanaan atau cara.
Kesimpulan meliputi pertama, (a) struktur urutan kata dalam frasa meliputi penempatan
unsur tambahan dalam frasa verbal dan adjektival, penempatan negasi dalam frasa verbal,
adjektival, dan nominal, pengulangan kata dalam frasa verbal dan pronominal, kesalahan urutan
kata panggilan dalam frasa nominal, dan pengurutan kata bilangan dalam frasa numeralia, dan (b)
struktur pada modus tuturan meliputi penempatan objek di depan predikat, pemborosan kata,
subjek kalimat merupakan tujuan dari perbuatan dalam jenis-jenis kalimat deklaratif, pembalikan
kata tanya dalam kalimat interogatif, penggunaan ciri-ciri kata perintah dalam jenis-jenis kalimat
imperatif, pengungkapan rasa kagum dalam kalimat eksklamatif, penggunaan kata sambung
dalam kalimat empatik, dan penggabungan beberapa modus; serta kedua, prinsip kerjasama
tuturan tokoh Fathiyah dengan tokoh lain meliputi pelanggaran dan kepatuhan terhadap (a)
maksim kuantitas, (b) kualitas, (c) relevansi, dan (d) pelaksanaan atau cara.
Dengan demikian, saran meliputi (a) bagi mahasiswa PBSI di perguruan tinggi,
dapat dijadikan untuk menambah wawasan pengetahuan dan sebagai bahan diskusi terutama
pada mata kuliah berbicara, wacana, dan pragmatik, (b) bagi guru bahasa Indonesia, dapat
dijadikan sebagai acuan untuk bahan materi keterampilan berbicara khususnya pada tingkat
SMA kelas X semester 1 dalam standart kompetensi: mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita, dan (c) bagi peneliti lain,
dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian yang sejenis dalam
ruang lingkup yang lebih luas pada kajian wacana dan pragmatik selanjutnya
Being a mortal / Fathiyah Ahmad@Ahmad Jali
A compilation of poems from interested 118 lecturers and academicians from UiTM and other higher learning institutions
Hubungan Antara Persepsi Pemantauan Orang Tua Terhadap Perilaku Pengambilan Risiko Pada Remaja
ABSTRAK
AMIRA FATHIYAH (1800847). Hubungan Antara Persepsi Pemantauan Orang Tua Terhadap Perilaku Pengambilan Risiko Pada Remaja. Skripsi. Departemen Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. (2022).
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pemantauan orangtua terhadap perilaku pengambilan risiko pada remaja di Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknis analisis sederhana. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi dari Parental Monitoring Scale untuk menjaring data Pemantauan ortu, AERRS untuk menjaring data perilaku pengambilan risiko. Penelitian ini melibatkan 350 remaja berusia 16-18 tahun dengan status siswa di Pontianak.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara stimulan terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi pemantauan orang tua terhadao perilaku pengambilan risiko.
Kata kunci: perilaku pengambilan risiko, persepsi pemantauan orang tua, remaja di Kota Pontianak
ABSTRACT
AMIRA FATHIYAH (1800847). The Relationship Between Parental Monitoring Perceptions of Risk-taking Behavior in Adolescents. Thesis. Department of Psychology. Faculty of Education, University of Education Indonesia. Bandung. (2022).
The purpose of the study was to determine the relationship between parental monitoring perceptions of risk-taking behavior in adolescents in Pontianak. This study uses quantitative methods and simple technical analysis. The instrument used in this study is the adaptation of the Parental Monitoring Scale to collect data on parental monitoring, AERRS(Adolescent exploratory and Risk Behavior Rating Scale) to collect data on risk-taking behavior. This study involved 350 adolescents aged 16-18 years with student status in Pontianak. The results of this study indicate that stimulantly there is a significant relationship between the perception of parental monitoring of risk-taking behavior.
Keywords: risk-taking behavior, perceptions of parental monitoring, adolescents in Pontiana
For a soul like yours / Fathiyah Ahmad @ Ahmad Jali
The Academy of Language Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kedah branch is proud to present the first issue of its e-magazine, The Epitome, as our focus to highlight our commitment to contribute to the areas of creative writing. The Epitome aims to provide a platform for writers, educators, academicians, poet, and researchers to share their ideas, findings, knowledge, and experience, particularly on various creative writing genres - personal essays, poetry, short stories, songs, movie scripts, plays, and innovative projects in four different languages ( English, Bahasa Melayu, Mandarin, and Arabic)
The Effect of Insider Ownership, Current Ratio, and Return On Equity on Firm Value CSR with as a Moderating Variabel
This study aimed to examine the influence of independent variables on the dependent variable and test moderating variables that can strengthen or weaken the relationship between independent variables and the dependent variable. The independent variables used in this study are Insider Ownership, Current Ratio, and Return On Equity, the dependent variable is Firm Value, and the moderating variable used is Corporate Social Responsibility. The sampling method employed is purposive sampling. The sample size in this study consists of 16 mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The data used in this study are secondary data sourced from annual reports, financial statements, and sustainability reports of the companies. Hypothesis testing in this study utilizes Partial Least Square. The results indicate that Insider Ownership has a significant impact on Firm Value, while Current Ratio and ROE do not significantly influence Firm Value. CSR moderates the influence of Insider Ownership on Firm Value, whereas CSR does not moderate or weaken the relationship between Current Ratio and ROE with Firm Value
Problem Guru Mengajarkan Membaca dan Menulis kepada Siswa non-TK di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqamah Banjarmasin
Fathiyah. 2016. Problem Guru Mengajarkan Membaca dan Menulis kepada Siswa non-TK di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqamah Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,FakultasTarbiyah dan Keguruan. Pembimbing:Siti Shalihah, S.Pd.,MS
Kata kunci: Problem,Membaca,Menulis dan Siswa non-TK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problem guru mengajarkan membaca dan menulis kepada siswa non-TK di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqamah Banjarmasin.
Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru kelas 1 dan 9 orang siswa non-TK kelas 1 B. Sedangkan objek penelitian ini adalah problem guru mengajarkan membaca dan menulis kepada Siswa non-Tk kelas 1.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah koleksi data, editing, klasifikasi dan interprestasi. Sedangkan data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melengkapi uraian dengan mendeskripsikan tentang problem guru dalam mengajarkan membaca dan menulis kepada siswa non-TK di kelas 1.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kendala yang dihadapi guru ketika mengajarkan membaca siswa non-TK kelas 1 B di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqamah Banjarmasin adalah guru harus mengajarkan huruf-huruf abjad lagi dari awal sehingga itu membutuhkan waktu yang cukup banyak, Problem guru mengajarkan menulis kepada siswa non-TK adalah guru harus mengajarkan siswa tersebut berulang-ulang, guru harus benar-benar membimbing siswa dalam menulis terutama cara memegang pensil dengan benar seperti mengajar anak TK sehingga membutuhkan waktu yang banyak agar siswa tersebut bisa dalam menulis dengan benar, guru memperkenalkan huruf-huruf abjad dari awal lagi agar pada saat guru mendiktekan mereka tidak asal tulis
Metode dakwah Kh.Harun Arrasyid dalam pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren al-Fathiyah Condet Jakarta Timur
Seiring dengan kemajuan zaman terdapat suatu kontradiksi yang mencolok antara kemajuan sektor teknologi di satu pihak, dan kemerosotan akhlak dipihak lainnya. Bukan hal yang aneh bila kita mendengar, atau melihat berita dimedia massa maupun elektronik kejadian yang menegakkan bulu roma, baik yang terjadi, di dalam maupun di luar negeri, misalnya perampokan, penodongan, pembunuhan, dan pemerkosaan, dan bahaya narkotik yang telah menyusup dan menggerogoti generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara dan penggalian dokumentasi. Adapun reponden yang diwawancarai adalah KH. Harun Arrasyid dan guru serta santri Al-Fathiyah yang bernama Ust. Muhammad Ilyas (37 tahun); Maulana Hasan (23 tahun); Agung Asfahani (19 tahun); dan Ahmad Kholil (20 tahun). Sedangkan dokumen-dokumen diperoleh yang berasal dari pondok pesantren Al-Fathiyah. Seorang da�i akan berperan dalam mempengaruhi sikap mad�u atau santri baik di lihat dari karakteristik da�i, bentuk dan teknik penyajian pesan, saluran atau media yang digunakan maupun kondisi santri ataupun mad�u. Dalam hal ini penulis membatasi pembahasan hanya pada metode dakwah yang dipakai KH. Harun Arrasyid dalam pembinaan Akhlak di Ponpes Al-Fathiyah. Berdasarkan pembahasan dan perumusan di atas penulis, mengambil langkahlangkah sebagai berikut: Metode Penelitian, Jenis Data, Sumber Data, Lokasi Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, dan Analisis Data. Dalam tujuan dan manfaat penelitian: Mengetahui metode dakwah KH. Harun Arrasyid dalam pembinaan akhlak santri, mengetahui upaya-upaya apa saja yang di lakukan KH. Harun Arrasyid dalam pembentukan akhlak santri di Ponpes Al-Fathiyah. Adapun metode dakwah yang digunakan KH. Harun Arrasyid lebih cenderung kepada: Dakwah Bil Lisan dan Dakwah Bil Hal. Metode yang diterapkan Uan Harun pada umumnya para santri merasa mendapatkan peluang dan wadah baru untuk memperoleh ilmu dan wawasan serta dapat mengembangkan potensi yang ada pada mereka. Karena di dalam aktivitas dakwah beliau lebih kental pada pengajian kitab . Santri diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapat tentang permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam kitab-kitab yang mereka pelajari di pesantren. Tidak hanya itu, di dalam pengajian ini juga terdapat metode mujadalah (diskusi) antara santri dengan Uan. Temuan yang dapat dikemukan dalam penelitian ini bahwa pembinaan akhlak sangat penting dalam kehidupan manusia terutama kepada anak didik/santri yang mulai berkembang pola pikirnya sehingga menjadikan bagaimana kehidupannya dimasa mendatang. Di sini KH. Harun Arrasyid membina anak didik/santri dengan menanamkan akhlak terpuji yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
