100 research outputs found
Pemilihan Kepala Daerah sebagai Instrumen Sirkulasi Elit Politik Lokal: Studi di Provinsi Jambi Tahun 2015
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung yang dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember 2015 telah menjadi model baru sirkulasi elit politik lokal di daerah dalam penerapan sistem demokrasi. Untuk menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas diperlukan suatu proses rekrutmen yang transparan dan secara demokratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) sistem dan seleksi rekrutmen partai politik dalam menentukan pasangan calon kepala daerah, 2) mengetahui bagaimana sirkulasi elit politik yang terjadi pada Pilkada Serentak 2015 di Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Selanjutnya, sumber data yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah ketua partai, calon kepala daerah atau tim pemenangan dari kedua partai politik, dan komisioner KPUD. Hasil wawancara diolah dan dianalisis sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pada Pilkada serentak 2015 di Jambi, baik di tingkat provinsi dan lima kabupaten/kota, tidak ada satupun partai yang bisa mengusung calonnya sendiri, artinya partai yang ada harus berkoalisi untuk memenuhi syarat minimal pencalonan. Partai politik mengandalkan jasa survei sehingga hanya calon dengan popularitas dan elektabilitas tinggi saja yang menjadi patokan partai dalam menentukan pasangan calon. Hilangnya aturan politik dinasti dalam regulasi juga semakin menambah eksklusivitas dari sirkulasi elit politik lokal.
SIRKULASI ELIT POLITIK LOKAL PADA PILKADA SERENTAK TAHUN 2015 DI PROVINSI JAMBI
Direct election of regional heads (Pilkada) conducted simultaneously on December 9, 2015 has become a new model of local political elite circulation in the area of ​​democratic system implementation. Pilkada directly provides an opportunity for the community to elect its future leaders with qualified lead candidates requires a transparent and democratic recruitment process. A qualified recruitment process will produce regional heads with integrity. The regulation has stipulated that a political party or a coalition of political parties is an institution that has the function of selecting or recruiting prospective leaders to be offered to the public, so it must be a concern for political parties to always carry out the process accountably and democratically.The purpose of this study is to know; System and selection of recruitment of political parties in determining pairs of candidates for head of region and Know how the circulation of political elites that occurred in Pilkada Serentak 2015 in Jambi. This research uses descriptive qualitative approach with party chairman, candidate of head of region or team of winner from both political party, and commissioner of KPUD as informans. The results is the 2015 electoral contest consisted of one governor election and four bupati elections and one mayor namely Bungo Regency, Batang Hari Regency, East Tanjung Jabung Regency, Tanjung Jabung Barat Regency and Sungai Penuh City the process of recruitment of candidates for heads of regions all political parties rely on survey services so that only candidates with high popularity and elektabilitas course which became the benchmark party in determining the candidate pair. The loss of dynastic political rules in regulation also adds to the exclusivity of the circulation of local political elites
RELIGIOSITAS DALAM NOVEL KITAB DUSTA DARI SURGA KARYA AGUK IRAWAN MN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Religiositas dalam novel Kitab Dusta Dari Dusta Karya Aguk Irawan MN. Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai religius yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan religius. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa dalam novel Kitab Dusta Dari Dusta Karya Aguk Irawan MN. terdapat seorang tokoh yang bernama Farisi yang mengemukakan tentang hakikat dalam berketuhanan, beragama, dan berkemanusiaan. Yang disajikan dalam cerita alegori dan membawa kita sebagai manusia kedalam dunia baru yaitu, kehidupan setelah kematian. Novel ini membuat hakikat beragama dari sisi sebab akibat yang dilakukan manusia dari urusan duniawi. Namun, Farisi tetap berusaha menemukan jalan untuk menjadi seorang yang tetap berkukuh dalam sikap religiusnya saat kewajiban sudah tidak menjadi kewajiban
ANALISIS KONTRASTIF ABREVIASI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA 日本語とインドネシア語の略語の対象分析
ABSTRACT
Bilal, Mochammad. 2017. “Contrastive Analysis of Abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. Undergraduate Japanese Literature thesis. University of Diponegoro. The first thesis supervisor is Drs. Surono, S.U. The second thesis supervisor is Lina Rosliana, S.S, M.Hum.
This thesis discusses “Contrastive Analysis of abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. The reason behind the choose of title by the author is due to lack of discussion about the comparasion between Japanese and Indonesian language. Furthermore, author had interested to discuss the form of abbreviation in bahasa Indonesia and Japanese language.
The data in this research are attained from written sources, such as; internet articles from asahi.com and kompas.com. Whilst the method used in the analysis is “bagi unsur langsung”, later the data are analyzed by contrastive method to compared the data which are divide into two steps, those are description and and comparasion of the results of data analysis.
Abbreviation of Japanese and Indonesian booth have 8 similarities, namely on booth have abbreviation who is not be read in its entirety, abbreviation who spell entirety, abbreviation who take 2, 3 or 4 first letters, abbreviation who take first letter from every syllables, abbreviation who had partial deletion, abbreviation who combine with foreign word, abbreviation with combination of syllables, and abbreviation who had changes in written form. The diffrences in meanwhile, abbreviation who are not found in Japanese language has 25 forms and abbreviation who are not found in Indonesian language has 2 forms.
.
Keywords: contrastive, abbreviation, Indonesian Language, Japanese Language
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU BAHASA JEPANG (Peserta PPG Dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2019 yang Diselenggarakan di Prodi PPG UPI)
Seorang guru harus memiliki kompetensi untuk mengajar peserta didiknya, kompetensi tersebut ialah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik memiliki indikator yaitu pemahaman wawasan landasan pendidikan, pemahaman terhadap peserta didik, menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Dari observasi yang dilakukan menunjukan bahwa kompetensi pedagogik guru bahasa Jepang masih kurang. Maka dari itu, guru bahasa Jepang diharuskan mengikuti program Pelatihan Profesi Guru (PPG). PPG adalah pelatihan yang diikuti seorang guru untuk meningkatkan kompetensi, sehingga menjadi guru yang professional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru setelah mengikuti PPG dan tanggapan dari para peserta PPG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan pendekatan kualitatif menggunakan instrumen wawancara, angket, dan observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kompetensi pedagogik pada peserta setelah mengikuti PPG dalam jabatan dan peserta memberikan kesan yang positif terhadap program PPG dalam jabatan.
Teacher’s competency in teaching is extremely important to support learning objectives in the classroom. Innovative and creative teachers in using methods and technology will certainly create a positive learning impression for students. One of the competencies that a teacher must have is pedagogical competency. Pedagogical competency can be stated asan art of a teacher in carrying out a lesson in the classroom. To increase the competence, a teacher is advised to attend several trainings, for example, Teacher Certification Program (PPG). The Teacher Certification Program (PPG) is followed by a teacher in order to improve the ability to educate and teach students held by a ministerial institution. The method in this writing used a survey method with a quantitative descriptive approach. The conclusion that can be drawn from this research was that some teachers of Teacher Certification Program (PPG) participants in their positions are considered to be able to increase their pedagogical competency compared to before participating the training
MODEL PEMBELAJARAN PERCAKAPAN BAHASA JEPANG MENGGUNAKAN TALULAR
Menurut survey the Japan Foundation pada tahun pada tahun 2012 Indonesia berada di peringkat kedua. Namun, pada kenyataannya Bahasa Jepang merupakan bahasa yang sulit untuk di pelajari terutama dalam aspek berbicara. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang dapat membantu pembelajar dalam mempelajari bahasa Jepang khususnya dalam berbicara.
Penelitian ini berjudul “Model Pembelajaran Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang Menggunakan Talular”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan dan melaksanakan model pembelajaran percakapan Bahasa Jepang berbasis Talular dengan tema wisata di sekitar sekolah, serta untuk mengetahui hasil dan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran percakapan Bahasa Jepang berbasis Talular dengan tema wisata di sekitar sekolah. Penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi. Sampel penelitian ini adalah siswa X MIA 2 tahun ajaran 2014/2015 SMA N 1 Parongpong. Instrumen yang digunakan adalah tes dan angket.
Dari hasil analisis data dinyatakan bahwa terdapat hasil pembelajaran yang signifikan dalam model pembelajaran percakapan Bahasa Jepang berbasis Talular dengan tema wisata di sekitar sekolah. Perbedaan antara pretest 9,1 dan postest 14,1 sehingga perbedaan tersebut signifikan. Kemudian diperoleh taraf signifikansi nilai 10,2>2,23 untuk taraf signifikan 5% dan 10,2> 3,17 untuk taraf signifikan 1%. Dari data angket sebagian besar responden menyatakan model pembelajaran percakapan Bahasa Jepang berbasis Talular dengan tema wisata di sekitar sekolah, lebih menarik motivasi dan belajar serta membantu dalam pemahaman kosakata dan percakapan bahasa Jepang.
----------
Indonesia is a country with a number of Japanese language learners second largest in the world. However, in reality the Japanese language is a language that is difficult to learn, especially in the aspect of speaking. Therefore we need a learning model that can help learners to learn the Japanese language, especially in the talking.
This study entitled "Learning Learning Model Using Talular Japanese Conversation". The aim of this study was to plan and implement learning model based Talular Japanese conversation with theme tours around the school, as well as to find out the results and student responses to conversational Japanese language learning model based Talular themed tours around the school. This study uses a quasi experiment. Samples were students X MIA 2 2014/2015 academic year SMA N 1 Parongpong. The instruments used are tests and questionnaires.
Data analysis revealed that there are significant gains in learning model based Talular Japanese conversation with the theme of the tour around the school. This can be evidenced by the acquisition of a 10.2 value> 2.23 for a significance level of 5% and 10.2> 3.17 for a significant level of 1%. Addition of questionnaire data most respondents stated model of learning conversational Japanese language Talular with theme-based tours around the school, motivation and learning more attractive and help in the understanding of the vocabulary and conversational Japanese
فعّالية القاموس العربي لترقية مفردات الطلاب الصف الحادى عشر في علم الطبيعة في المدرسة الثانوية الإسلامية معارف أودان أوو بليتار لسنة الدراسية ٢٠٢٢/٢٠٢٣ م
البحث العلمي بالعنوان "فعّالية القاموس العربي لترقية مفردات الطلاب الصف الحادى عشر في علم الطبيعة في المدرسة الثانوية الإسلامية معارف أودان أوو بليتار لسنة الدراسية ٢٠٢٢/٢٠٢٣ م" كتبه محمّد سلمان فارسي، رقم القيد: ١٢٢٠٢١٩٣٠٤٠، قسم التعليم اللغة العربية، كلية التربية و العلوم التعليم، الجامعة سيّد علي رحمة الله الإسلامية الحكومية تولونج أجونج، المشرف الدكتور أحمد فكري أمر الله، الماجستير.
الكلمة الرئيسية: فعّالية، قاموس العربي، مفردات.
هذا البحث تأسئلة البحث لأن تعليم اللغة العربية أقل اهتماما ويبدو صعبًا وفقًا لأكثر الطلاب. المدرس رتيب للغاية في نقل المواد ولا يستخدم أي وسائل في كل التعلم بحيث يكون الطلاب سلبيين فقط في التعلم. وهذا يتسبب في نقص معرفة الطلاب بالمفردات العربية. على الرغم من أن إتقان ومعرفة المفردات أمر أساسي في تعلم اللغة العربية. هناك الكثير من الوسائل التعليمية التي يمكن استخدامها لتدعم تعلم اللغة العربية، أحدها قاموس العربي. باستخدام القاموس العربي في كل التعلم، يستطيع ان تحفز الدافع والنشاط الطلاب في تتبع وتعلم اللغة العربية. حتى يستطيع الطلاب تلعب دور نشطًا في كل التعلم.
أهداف هذا البحث هي: ١) لمعرفة مدى فعّالية القاموس العربي لترقية مفردات الطلاب الصف الحادى عشر في علم الطبيعة في المدرسة الثانوية الإسلامية معارف أودان أوو بليتار لسنة الدراسية ٢٠٢٢/٢٠٢٣ م، ٢) لمعرفة عوائق في استخدام القاموس العربي لترقية مفردات الطلاب الصف الحادى عشر في علم الطبيعة في المدرسة الثانوية الإسلامية معارف أودان أوو بليتار لسنة الدراسية ٢٠٢٢/٢٠٢٣ م.
استخدام الباحث في هذا البحث منهجية الكمي، ونوع البحث هو تصميم شبه تجريبي (تصميم مجموعة ضابطة غير متكافئة فقط للاختبار البعدي). طريقة الجميع البيانات التي يستخدم الباحث هو إختبار و استبانة و توثيق. طريقة تحليل البيانات التي يستخدم الباحث هو تحليل البيانات الإحصائية اختبار-ت عينتين المستقل (Independent Sample T-Test) و استخدام صيغة اختبار ن-جين (uji N-Gain Score) لقياس مدى فعّالية القاموس العربي.
ونتائج هذا البحث هي: ١) استخدام وسائل القاموس العربي تأثير لمعرفة المفردات الطلاب. مثبتة بدرجة سنج. (٢ طرف) ٠،٠٠٠ < ٠،٠٥ بهذا يستطيع الخلاصة فرضية الصفرية المرفوض و الفرضية البدلية المقبول. درجة فعّالية استخدام الوسائل القاموس العربي لترقية المفردات الطلاب هي مدى ٦٨،٤% في الفئة الكافي الفعالة تثبتة بنتائج اختبار ن-جين (uji N-Gain Score) ٢) هناك بعض العوائق في استخدام القاموس العربي المثال تستخدام القاموس العربي بشكل الفعالة و عوائق ان تجد عن جذر الكلمة لبعض المفردات في نص أو جملة و عوائق ان تجد على معنى المفردات الجديدة التي في قاموس العربي مفردات واحدة لها معاني متنوعة.
كانت نتائج هذا البحث هي أن استخدام وسائل القاموس العربي تأثير لمعرفة المفردات الطلاب و هناك بعض العوائق في استخدام القاموس العربي. في حل هذا المشكلة، يستطيع المدرس استخدام وسائل التعلم القاموس العربي في كل التعلم. لأن استخدام وسائل القاموس العربي تثبت فعاليته لترقية المفردات الطلاب وتحفز الدافع والنشاط الطلاب في عملية التعلم اللغة العربية
GERAKAN SADAR DEMOKRASI SEGMEN PEMILIH PEMULA PADA KOMUNITAS ATAU ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Gerakan Sadar Demokrasi menitikberatkan pada sosialisasi dan pendidikan pemilih segmen pemilih pemula pada komunitas atau organisasi kemahasiswaan. Adapun tujuan dari gerakan sadar demokrasi adalah: 1) meningkatkan kualitas proses pemilu dan demokrasi, 2) meningkatkan partisipasi pemilih, 3) meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, 4) menambah mitra kerja penyelenggara pemilu dalam sosialiasi di masyarakat, 5) menumbuhkan komunitas/kelompok pemuda di masyarakat yang sadar terhadap pentingya demokrasi. Sosialisasi dilakukan dengan metode electiontainment, berupa sosialisasi yang mengibur dan menyenangkan dengan berbagai materi. Sedangkan, penyampaian materi sosialisasi dilakukan dengan metode simulasi, bermain peran, diskusi kelompok, ceramah tik- tok, alat bantu (visual dan non visual) dan kampanye gerakan sadar demokrasi di media sosial. Pelaksanaan PKM ini sasarannya adalah pemilih pemula yang tergabung dalam komunitas kemahasiswaan, yaitu: Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE) Provinsi Jambi, BEM Poltekkes Kemenkes, BEM Fakultas Hukum Unja, BEM Fisipol Unja dan BEM Universitas Batanghari. Kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dilakukan pada bulan Maret s.d Agustus 2019. Gerakan sadar demokrasi pada segmen pemula penting dilaksanakan karena generasi muda adalah generasi yang akan menjadi estafet pembangunan bangsa. Maka, kegiatan PKM melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih tentang demokrasi dan kepemiluan sangat tepat dilaksanakan dengan metode electiontaiment yang menyenangkan dan menghibur, dengan sasaran/mitra yang telah dibekali ilmu akan menjadi relawan dan mampu menjelaskan tentang hakikat dan pentingnya demokrasi pada komunitas mahasiswa lainnya. Sehingga kualitas demokrasi dan pemilu di Indonesia khususnya di Jambi menjadi semakin baik
Peran kyai dalam pembentukan karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Kun Aliman Mojokerto
INDONESIA:
Karakter disiplin siswa saat ini cenderung menurun. Minimnya kesadaran siswa dan kenakalan siswa yang bervariasi menjadi penghambat pembentukan karakter disiplin siswa. Upaya para kyai secara langsung diperlukan untuk mewujudkan karakter disiplin peserta didik. Melalui peran kyai yang mengedepankan kedekatan dengan santri, dapat memudahkan proses pembentukan karakter disiplin santri secara efektif.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui karakter disiplin santri pada Pondok Pesantren Kun Aliman Mojokerto. 2) Untuk mengetahui peran kyai dalam membentuk karakter disiplin santri Pondok Pesantren Kun Aliman Mojokerto.
Penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif dengan pendekatan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kemudian untuk mengecek keabsahan data menggunakan ketekunan teknik observasi dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Kun Aliman Mojokerto ditentukan oleh program kegiatan sehari-hari. Para siswa mematuhi peraturan yang telah ditentukan dan bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing. 2) Peran kyai dalam pembentukan karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Kun Aliman Mojokerto dengan memimpin kegiatan terprogram secara langsung. Mengasuh, mengawasi dan membimbing santri dalam beberapa kegiatan Pondok Pesantren.
ENGLISH:
The disciplinary character of the students at this time tends to decline. The lack of awareness of the students and the varied delinquency of the students hinders the formation of the disciplinary character of the students. The efforts of the kyai directly are needed to realize the disciplinary character of the students. Through the role of the kyai who prioritizes closeness to the students, it can facilitate the process of forming the disciplinary character of the students effectively.
This research was carried out with the aim of: 1) To determine the disciplinary character of the students at the Kun Aliman Mojokerto Islamic boarding school. 2) To determine the role of the kyai in shaping the disciplinary character of the Kun Aliman Mojokerto Islamic boarding school students.
The research used by researchers is qualitative with a descriptive type approach. The data collection technique was carried out by carrying out observations, interviews, and documentation. When the data was collected the writer used a qualitative descriptive analysis. Then to check the validity of the data, using observation and triangulation persistence techniques.
The results showed that: 1) The disciplinary character of students at the Kun Aliman Mojokerto Islamic Boarding School is determined by the programmed daily activities. The students obey the rules that have been determined and are responsible for their respective duties. 2) The role of the kyai in shaping the disciplinary character of the students at the Kun Aliman Mojokerto Islamic boarding school by leading the programmed activities directly. Caring for, supervising and guiding students in several Islamic boarding school activities.
ARABIC:
يميل الطابعالتأديبي للطالب حالي عقبة أمام بناء شخصية انضباط الطالب. هناك حاجة مباشرة إلى جهود كياهي إلدراك الطابع التأديبي للطالب.من خالل دوركياهيالذي يعطي األولوية للقرب من الطالب ، يمكنه تسهيل عملية تكوين الشخصية التأديبية للطالب بشكل فعال.
تم إجراء هذا البحث بهدف: 1)تحديد الطابع التأديبي لطالب مدرسة كون اليمان موجوكيرتو الداخلية اإلسالمية. 2 )تحديد دورالكياي في تشكيل الطابعالتأديبي لطالب مدرسةكون اليمان موجوكيرتو الداخلية اإلسالمية.
البحث الذي يستخدمه الباحثون نوعي بمنهج الكتابة الوصفية. تتم تقنية جمع البيانات من خالل المراقبة والمقابلة والتوثيق. استخدمت طريقة جمع البيانات التحليل الوصفي النوعي. ثم للتحقق من صحة البيانات باستخدام تقنيات المراقبة والتثليث المستمرة.
أظهرت النتائج أن: 1 )تم تحديد الطابع التأديبي للطالب في مدرسة كون اليمان موجوكيرتو الداخلية اإلسالمية من خالل األنشطة اليومية المبرمجة. يلتزم الطالب بالقواعد التي تم تحديدهاويكونون مسؤولين عن مهامهم الخاصة. ٠ )دور كياهي في تشكيل الطابع التأديبي للطالب في مدرسة "كن عليما" موجوكرطا اإلسالمية الداخلية من خالل قيادة األنشطة المبرمجة مباشرة. رعاية الطالب واإلشراف عليهم وإرشادهم في عدة أنشطةبالمدرسةالداخليةاإلسالمية. الكلمات المفتاحية:دوركياهي، بناء الشخصية، االنضبا
Penggunaan Merkuri pada Tambang Emas Ilegal: Diaturkah Dalam Minamata Convention?
Exploration activities and exploitation of natural resources are examples of causes of damage by human activities. One of the activities that are rampant in Indonesia is mining activities, one of which is unlicensed gold mining (PETI). These activities can have a sustainable impact on environmental damage and pollution and bring a number of adverse impacts to various sectors such as environmental, social and health which in the process use toxic materials, namely mercury, so that waste from mining can pollute rivers and the surrounding nature. So to avoid this, the Minamata Convention on Mercury is present as an international agreement that aims to reduce and eliminate the impact of mercury on environmental and human health. To implement the Convention, the Government of Indonesia has ratified the convention by issuing Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2017 concerning Ratification of the Minamata Convention on Mercury and Presidential Regulation Number 21 of 2019 concerning the National Action Plan for Reducing Mercury Elimination (RAN-PPM). Following up on these rules, law enforcement must be carried out on the activities of PETI which in the process used mercury.Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam adalah contoh penyebab kerusakan oleh aktivitas manusia. Salah satu aktivitas yang marak terjadi di Indonesia adalah kegiatan pertambangan yang salah satunya ialah penambangan emas tanpa izin (PETI). Kegiatan tersebut dapat menimbulkan dampak berkelanjutan terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan serta membawa sejumlah dampak buruk ke berbagai sektor seperti lingkungan, sosial dan kesehatan yang pada prosesnya menggunakan bahan beracun yakni merkuri, sehingga limbah dari penambangan dapat mencemari sungai dan alam sekitar. Maka untuk menghindari hal tersebut, Minamata Convention on Mercury hadir sebagai suatu perjanjian internasional yang bertujuan mengurangi dan menghapuskan dampak merkuri bagi kesehatan lingkungan dan manusia. Untuk menjalankan Konvensi tersebut Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata Mengenai Merkuri dan Perpres Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencanan Aksi Nasional Pengurangan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM). Menindaklanjuti aturan tersebut, maka harus dilakukan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang pada prosesnya menggunakan merkuri
- …
