1,720,968 research outputs found

    P PENGARUH BEBERAPA Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merill): THE EFFECT OF SOME Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) ON GROWTH AND PRODUCTION OF SOYBEAN PLANTS (Glycine max L. Merill)

    No full text
    The aim of the study was to determine the role of Plant Growth Promoting Rhizobakteria (PGPR) in increasing the growth and production of soybean plants (Glycine max L. Merill). This research was conducted in Baruga village, Bantimurung sub-district, Maros regency. The research began in February until May 2018. The method of this study used Randomized Block Design (RBD) with 3 replications using 4 types of PGPR with one comparison, P0 (Control), P1 (PGPR bamboo root ), P2 (PGPR Alang-alang root), P3 (PGPR elephant grass root), P4 (PGPR daughter root shame).             The results showed that Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) was able to increase the growth and production of soybean plants. The use of bamboo root PGPR had a significant effect on growth in the parameters of the number of leaves and the number of bases. It also affected production on the parameters of number of pods, weight of plant pods - 1 gr, weight of 1 gr of seed, weight of 1 gr

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LOKASI PEMASARAN PRODUK AIR MINERAL PADA PT. SSS PALEMBANG

    Full text link
    Perusahaan yang bergerak di bidang produksi maupun jasa, tidak lepas dari permasalahan manajemen pada umumnya. Oleh karena itu, pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya secara tepat sangat berperan karena merupakan suatu pendekatan strategis terhadap peningkatan kinerja organisasi dengan sebuah Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System yang efektif, salah satunya adalah Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi, dengan menggunakan perhitungan Analythic Hierarchy Process. Tujuan dibuatnya Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi adalah untuk memberi masukan yang baru mengenai pemilihan lokasi pemasaran baru yang strategis. Bahasa pemograman yang digunakan untuk membuat Sistem Pendukung Keputusan ini adalah Microsoft Visual Basic Studio 6.0 dan Microsoft SQL Server 2000. Metodologi yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode Iterasi (Iterative). Metode Iterasi adalah metode dimana setiap tahapan atau fase pengembangan sistem dilaksanakan dengan memakai teknik pengulangan dimana suatu proses dilaksanakan secara berulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi bagi para pembaca yang akan membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan. Kesimpulan yang didapat bahwa Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Pemasaran Produk Air Mineral pada PT. SSS Palembang dapat membantu para pimpinan dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat

    Efektivitas Kursus Calon Pengantin Terhadap Pencegahan Perceraian (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Ajangale Kabupaten Bone)

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang Efektivitas Kursus Calon Pengantin (suscatin) di Kantor Urusan Agama Ajangale, Terhadap Pencegahan Perceraian, pokok permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana Efektivitas Kursus Calon Pengantin (suscatin) di Kntor Urusan Agama Ajangale, Terhadap Pencegahan Perceraian.? Dengan beberapa sub masalah yaitu 1) Bagaimana Pelaksanaan Kurus Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Ajangale, Terhadap Pencegahan Perceraian.? 2) Bagaimana Peran Kurus Calon Pengantin dalam Menimalisir Perceraian di Ajangale.? 3) Bagaimana Prespektif maslahah Mursalah terhadap Kurus Calon Pengantin.? Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif di Kantor Urusan Agama Kecematan Ajangale. Pendekatan penelitian yang di gunakan yaitu pendekatan bimbingan penyuluhan Islam dan pendekatan Hukum Islam. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data skunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu okservasi, wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan analisis data adalah reduksi data, pennyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan suscatin di Kantor Urusan Agama Kecematan Ajangale, telah diketahui oleh masyarakat dan semua calon pengantin telah pengikuti suscatin. Dengan upaya yang digunakan adalah dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek serta sosialisasi suscatin secara terus menerus, memberikan pemahaman serta bekal tentang bekal tujuan pernikahan yang harus dimiliki calon pengantin. Efektif kursus calon pengantin yang di lihat dari segi materi yang disampaiakan sangat mendukung karena materi tersebut memberikan pemahaman bagi calon pengantin tentang bagaimana cara membangun rumah tangga yang baik dan cara mengatasi masalah yang dihadapi. Jika dilihat dari segi waktu yang di berikan maka suscatin ini tidak efektiv karenah waktu yang diberikan dalam kursus calon pengantin hanya satu hari sehingga materi yang diberikan tidak optimal dan membuat pasangan calon pengantin tidakk terlalu memahami materi yang diberikan dan membuat materi yang diberikan tidak diterapkan semmua dalam rumah tangga pasanga tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan melihat pentingnya suscatin di harapkan bagi calon pengantin yang memiliki kesibukan agar tetap mengikuti suscatin walaupun harus meninggalkan pekerjaannya selama beberapa jam, diharapkan agar pihak KUA menambah waktu suscatin agar calon pengantin mudah memahami materiyang disampaikan dan meteri yang diberikan juga tidak terlalu padat, diharapkan adanya kerjasama pihak KUA Kecematan Ajangale dengan pengadilan agama
    corecore