1,720,961 research outputs found

    KETERAMPILAN SERVIS ATAS BOLA VOLI (Studi Korelasional Antara Kekuatan Otot Lengan dan Kelentukan Togog Terhadap Servis Atas Bola Voli pada Mahasiswa Penjaskes Putra IKIP-PGRI Pontianak)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui hubungan kondisi fisik dengan Keterampilan sebagai berikut: (1) hubungan antara kekuatan otot lengan dengan keterampilan servis atas bola voli, (2) hubungan antara kelentukan togog dengan keterampilan servis atas bola voli, dan (3) hubungan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan togog secara bersama-sama dengan keterampilan servis atas bola voli. Penelitian dilakukan di IKIP PGRI Pontianak Kalimantan Barat pada semester genap  tahun ajaran 2012/2013. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa penjaskes IKIP PGRI Pontianak semester dua. Sampel penelitian 32 orang yang diambil secara acak sederhana. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan instrumen (1) Kekuatan Otot Lengan, (2) Kelentukan Togog, (3) Keterampilan dan Kemampuan Servis Atas Bola Voli. Analisis data menggunakan statistik korelasional dan regresi dengan taraf signifikan α= 0,05. Penelitian memberikan hasil sebagai berikut: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan dengan keterampilan servis atas bola voli, dengan koefisien korelasi ry1 = 6.373 dalam pola persamaan regresi sederhana à = 42.70 + 0.418X1, (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kelentukan togog dengan keterampilan servis atas bola voli dengan koefisien korelasi ry2. = 9.005 dalam pola persamaan regresi sederhana à = 43.75 + 0.339X2, dan (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara hubungan kekuatan otot lengan dan kelentukan togog secara bersama-sama dengan keterampilan dan kemampuan servis atas bola voli dengan koefisien korelasi ganda Ry12 = 8.607 dan dalam pola persamaan regresi sederhana à = 35.75 + 0.44X1 + 0.35X2. Dengan demikian kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat positif dan signifikan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan togog dengan keterampilan servis atas bola voli. Implikasi studi ini adalah keterampilan servis atas bola voli pada mahasiswa penjaskes IKIP PGRI Pontianak Kalimantan Barat. Kata Kunci: Kekuatan Otot Lengan, Kelentukan Togog, Servis Atas Bola Vol

    ANALISIS POLA PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK SEBAGAI LANGKAH AWAL PEMBINAAN CALON OLAHRAGAWAN

    No full text
    Penguasaan pola gerak dasar yang tepat adalah yang akan mendukung pencapaian kinerja yang maksimal. Gerak dasar adalah salah dan telah menjadi kebiasaan akan sangat sulit untuk ditangani di puncak prestasi. Banyak manfaat yang diperoleh dengan mendapat pola gerakan mereka hak dasar termasuk efisiensi gerakan dan membuatnya penguasaan dasar dalam banyak cabang (multilateral) sebelum menuju ke salah satu olahraga. Semakin baik keterampilan motorik seseorang, akan lebih mudah dalam penguasaan teknik dasar dalam berbagai olahraga. Untuk mengetahui penguasaan dasar pola gerakan yang tepat, kebutuhan untuk observasi dan analisis akuisisi fisik, kesehatan dan keterampilan motorik. Sehingga ketika pemilu akan terlihat olahraga kompatibilitas kecabangan dengan bakat dan kemampuan dan kondisi anatomi. Dengan demikian kinerja maksimum akan dicapai dengan dukungan dari faktor internal dan ektsternal baik.Kata kunci: Analisis, Pengembangan Pola, motorik Ana

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN FORMASI MENYERANG PADA PERMAINAN FUTSAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hasil Pelaksanaan tahap 1 pendahuluan untuk menganalisis kubutuhan, kajian teori dan perancangan produk awal model latihan formasi menyerang pada permainan futsal untuk atlet under 23, dan (2) Hasil pelaksanaan tahap uji coba produk model latihan formasi menyerang pada permainan futsal untuk atlet under 23. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet futsal under 23 IKIP PGRI Pontianak. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner/angket. Kesimpulan penelitian yaitu: (1) Hasil pelaksanaan tahap pendahuluan diperoleh data bahwa minimnya variasi formasi menyerang yang dapat diterapkan pada atlet futsal under 23 yang kemudian berdasarkan kajian teoritik maka dirumuskan rancangan produk yaitu model latihan formasi menyerang yang disusun sesuai urutan pelaksanaan sistematika latihan dan prinsip latihan dan (2) Pelaksanaan uji coba kelompok kecil menunjukkan hasil bahwa 3 atlet (25 %) mempunyai tanggapan baik dan sebanyak 9 atlet (75 %) mempunyai tanggapan sangat baik. Uji coba kelompok besar menunjukkan bahwa sebanyak 3 atlet (12,5 %) mempunyai tanggapan baik dan sebanyak 21 atlet (87,5 %) mempunyai tanggapan sangat baik, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa rancangan produk pengembangan model latihan formasi menyerang permainan futsal untuk atlet under 23 layak dilanjutkan pada tahap uji efektifitas pengembangan

    IDENTIFIKASI BAKAT OLAHRAGA SISWA SEKOLAH DASAR DI PONTIANAK BARAT

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi bakat olahraga siswa putra kelas III-V SD Negeri 08 Pontianak Barat Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di SD Negeri 08 Pontianak Barat yang berjumlah 114 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran dengan alat pengumpul datanya adalah tes model Sport Search. Teknik analisis data menggunakan software sport search. Hasil penelitian adalah: (1) Keberbakatan pada cabang olahraga atletik terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 45,61%; (2) Keberbakatan pada cabang olahraga lintas alam terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 23,68%; (3) Keberbakatan pada cabang olahraga senam terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 31,58%; (4) Keberbakatan pada cabang olahraga anggar terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 21,05%; (5) Keberbakatan pada cabang olahraga bela diri terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 2,63%; (6) Keberbakatan pada cabang olahraga bolavoli terbanyak pada kategori cukup berbakat sebesar 15,79%; (7) Keberbakatan pada cabang olahraga sepak bola terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 33,33%; dan (8) Keberbakatan pada cabang olahraga menyelam terbanyak pada kategori kurang berbakat sebesar 28,95%. Kata Kunci: identifkasi, bakat, olahraga

    DIMENSI PEMBELAJARAN PERMAINAN KASTI BERBASIS PERKEMBANGAN MOTORIK DENGAN GAYA MENGAJAR KOMANDO PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta edukasi kepada guru PJOK dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga kesehatan. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani siswa sekolah dasar guru banyak menghadapi berbagai masalah pada kegiatan pembelajaran seperti fasilitas, keadaan sosial dan kebijakan pemerintah serta kebijakan sekolah yang kurang memberikan perhatian terhadap pendidikan jasmani siswa sekolah dasar. Pendidikan jasmani pada siswa di sekolah dasar sangat dibutuhkan untuk perkembangan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor anak dalam mempersiapkan menuju jenjang sekolah menengah pertama dan atas. Dengan demikian guru harus pandai dalam melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. Adapun beberapa domain yang terjadi sebagai hasil belajar  yaitu; 1) keterampilan intelektual, 2) informasi verbal, 3) strategi kognitif, 4) sikap dan emosional, 5) keterampilan motorik, 6) kognitif, 7) afektif, dan 8) psikomotor. Dengan perkembangan motorik siswa tersebut akan mendukung peningkatan keterampilan gerak yang akan menjadi permanen. Salah satu materi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan motorik anak yaitu permainan kasti. Gaya mengajar komando (command) merupakan cara mengerjakan tugas dengan benar dan dalam waktu yang singkat, mengikuti semua keputusan yang dibuat oleh guru. Dengan gaya mengajar komando guru bisa membuat aktivitas dari yang sederhana ke yang sulit dari individu ke kelompok semua dilakukan dengan intruksi riang gembira dalam bentuk permainan sederhana

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore