2 research outputs found
HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM JAMINAN
Guarantees and Intellectual Property Rights in Indonesia which are always experiencing development. This is what will then cause problems. Therefore this article will analyze the subject of copyright as an object of collateral in a Fiduciary perspective. This article has been prepared using normative research methods that refer to laws and concepts. Intellectual Property Rights, especially Copyright and Patents can be the object of collateral with a fiduciary scheme. Intellectual Property Rights in the form of tangible (tangible) can be guaranteed with a pawn and fiduciary scheme, and Copyright which is in the form of immaterial and intangible can be guaranteed only by fiduciary scheme
Keywords: Intellectual Property Rights, Fiduciary Guarantee.
Jaminan dan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia yang selalu mengalami perkembangan. Hal inilah yang kemudian akan menimbulkan permasalahan. Karenanya artikel ini akan menganalisis perihal hak cipta sebagai objek jaminan dalam perspektif Fidusia. Artike ini disusun dengan menggunakan metode penelitian normatif yang mengacu kepada perundang-undangan dan konsep. Hak Kekayaan Intelektual khususnya Hak Cipta dan Paten bisa menjadi objek jaminan dengan skema fidusia. Hak Kekayaan Intelektual baik yang berbentuk nyata (material), bersifat benda (tangible) dapat dijaminkan dengan skema gadai dan fidusia, dan Hak Cipta yang berbentuk tak nyata (immaterial) dan bersifat tak benda (intangible) bisa dijaminkan hanya dengan skema fidusia.
Kata kunci: Hak Kekayaan Intelektual, Jaminan Fidusia
Strategi Ombudsman Republik Indonesia dalam Mensosialisasikan Peran Kepada Masyarakat
Lembaga Ombudsman merupakan suatu salah satu lembaga independen yang ada di Indonesia dengan tujuan untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik tanpa dapat dilakukan intervensi oleh pihak manapun. Namun permasalahannya keberadaan dari Ombudsman itu sendiri masih kurang dirasakan oleh masyarakat secara luas karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui peran dan fungsi dari Lembaga Ombudsman. Oleh karena itu sangat penting bagi Ombudsman untuk meningkatkan perannya agar terlibat dalam sosialisasi kepada masyarakat. Penelitian yang digunakan dalam artikel ilmiah yaitu yuridis normatif yang datanya sekundernya diperoleh dari bahan hukum primer dan sekunder yaitu Ibu Kun Sri Retno sebagai asisten bidang Pencegahan Maladministrasi di Perwakilan Ombudsman Provinsi Jawa Tengah, serta data sekunder seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ombudsman telah melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan perannya agar terlibat dalam sosialisasi kepada masyarakat, diantaranya yaitu melakukan sosialisasi untuk mengedukasi hak-hak masyarakat pada saat dilakukan nya PVL On The Spot, melakukan sosialisasi melalui media sosial, serta strategi inovasi yang akan dilakukan kedepannya yaitu membentuk suatu kelompok yang Bernama “Kelompok Masyarakat Peduli Maladministrasi”. Sehingga dalam penelitian ini menjelaskan mengenai keberadaan Ombudsman yang masih belum dirasakan oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, Ombudsman telah melaksanakan serta menyiapkan beberapa strategi inovasi kedepannya untuk meningkatkan perannya agar terlibat dalam sosialisasi kepada Masyarakat demi penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas dan akses pelayanan publik dapat dilaksanakan secara maksimal tanpa ada masyarakat yang merasa dirugikan
