251 research outputs found

    PENERAPAN TEKNIK MODELING SIMBOLIK UNTUKMENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA SMA PPM DARUL FALAH ENREKANG

    Get PDF
    Syamsul Bahri. S, 2017. Penerapan Teknik Modeling Simbolik untuk meningkatkan perilaku prososial siswa SMA PPM Darul Falah Enrekang. Skripsi. dibimbing oleh Dr. Sulaiman Samad, M.Si dan Drs. Muhammad Anas, M.Si, Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menelaah penerapan teknik modeling Simbolik untuk meningkatkan perilaku prososial siswa SMA PPM Darul Falah Enrekang. Masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah gambaran pelaksanaan teknik modeling Simbolik di SMA PPM Darul Falah Enrekang, (2) Bagaimana gambaran tingkat perilaku prososial siswa SMA PPM Darul Falah Enrekang, (3) Apakah penerapan teknik modeling Simbolik dapat meningkatkan perilaku prososial siswa SMA PPM Darul Falah Enrekang. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan teknik modeling Simbolik di SMA PPM Darul Falah Enrekang, (2) Untuk mengetahui gambaran perilaku prososial siswa di SMA PPM Darul falah Enrekang, (3) Untuk mengetahui penerapan teknik modeling Simbolik dapat meningkatkan perilaku prososial siswa SMA PPM Darul Falah Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif dengan model Pre-Eksperimental Design. Desain Experimen yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian ini adalah 10 orang siswa kelas X tahun ajaran 2016/2017, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument skala prososial dan observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis non parametrik, yaitu uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan teknik modeling Simbolik di SMA PPM Darul Falah Enrekang dilaksanakan dalam 3 tahap, pertama yaitu pemberian informasi mengenai perilaku prososial dan teknik modeling Simbolik, sesi kedua yaitu pemutaran film regu Penolong, sesi ketiga yaitu pemutaran video pelaksanaan Operasi SAR dan tolong menolong sesama insane, (2) perilaku prososial siswa di SMA PPM Darul Falah Enrekang sebelum penerapan teknik modeling Simbolik, berada pada kategori rendah, akan tetapi setelah penerapan perilaku prososial siswa mengalami peningkatan atau berada pada kategori tinggi. (3) Teknik modeling Simbolik dapat meningkatkan perilaku prososial siswa SMA PPM Darul Falah Enrekan

    Syamsul Falah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Syamsul Falah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP ISLAM ASWAJA SYAMSUL FALAH PADA MATA PELAJARAN PPKN

    No full text
    This reseach aims to apply the Teams Games Tournament (TGT) cooperativelearning model in an effort to increase the learning motivation of eighth gradestudents of Aswaja Syamsul Falah Islamic Middle School in the subject of PPKn.The method used is Classroom Action Research, with data collection techniquesincluding observation, questionnaires, and documentation. The research stagesinclude initial observation, planning, implementation of actions, observation duringthe action, and reflection. The subjects of this study were eighth grade students ofAswaja Syamsul Falah Islamic Middle School. The results of the study in Cycle I,the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learningmodel reached 48%, while the increase in student learning motivation reached56%. Furthermore, in Cycle II, the implementation of the Teams GamesTournament (TGT) cooperative learning model increased to 76%, and studentlearning motivation reached 76%. Then in Cycle III, the Teams Games Tournament(TGT) cooperative learning model succeeded in reaching 96%, and studentlearning motivation increased to 97%. Thus, it can be concluded that thecooperative learning model of the Teams Games Tournament (TGT) type canincrease the learning motivation of class VIII students of Aswaja Syamsul FalahIslamic Middle School in the PPKn subject

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA PROFETIK (Studi Multisitus SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang)

    Get PDF
    ABSTRAK Moh. Syamsul Falah, 2019. Kepemimpinan Transformasional dalam Membangun Budaya Profetik (Studi Multisitus : SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang). Disertasi. Pascasarjana Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam IAIN Tulungagung. Promotor I : Prof. Dr. H. Mujamil, M.Ag., Promotor II : Dr. H. Munardji, M.Ag. Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional, Budaya Profetik Kepemimpinan transformasional bagian daripada model kepemimpinan yang sangat menarik dan unik. Karena kepemimpinan transformasional dirasakan dapat membantu bawahan untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam rangka untuk melakukan perubahan-perubahan pada kelembagaan agar dapat berkompetitif dengan kelembagaan yang lain. Pemimpin transformasional ini telah menerapkan empat dimensi : pengaruh ideal kepemimpinan transformasional, motivasi inspirasasi kepemimpinan transformasional, rangsangan intelektual kepemimpinan transformasional, dan pertimbangan individu kepemimpinan transformasional. Pemimpin ini sebagai agen perubahan itu harus dikuatkan keilmuan, pengalaman dan kemampuannya. Apalagi jika dikaitkan dengan pembangunan budaya profetik. Saat ini, kajian budaya profetik dapat dikategorikan tren baru. Walaupun hakikatnya budaya profetik ini memang sudah ada sejak para Nabi, karena yang menjadi kajiannya adalah budaya profetik itu lebih menyoroti aspek nilai-nilai kenabian. Nilai-nilai budaya profetik ini mengusung teori Kuntowijoyo yang didasari dengan tiga pilar yakni transendensi, humanisasi, dan liberasi. Pertanyaan penelitian disertasi ini sebagai berikut : 1) Bagaimana pengaruh ideal kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik di SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang?, 2) Bagaimana motivasi inspirasi kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik di SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang?, 3) Bagaimana rangsangan intelektual kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik di SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang?, 4) Bagaimana pertimbangan individu kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik di SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang?. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dari pertanyaan disertasi yang telah disebutkan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis naturalitistic dengan rancangan multisitus. Lokasi penelitian adalah SDI Makarimul Akhlaq Jombang dan SDI Roushon Fikr Jombang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data meliputi analisis situs tunggal dan analisis lintas situs dengan teknik analisis data : reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : 1) pengaruh ideal kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik dengan cara mengedepankan visi, misi, keteladanan, dan mendahulukan kepentingan kelembagaan serta bijaksana dalam mengambil kebijakan, 2) motivasi inspirasi pemimpin transformasional dalam membangun budaya profetik yaitu melakukan motivasi, inspirasi, dan memberikan kepusasan serta komunkatif melalui pendekatan-pendekatan islami, 3) rangsangan intelektual kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik melalui pemberian ide-ide kreatif dan inovatif, pengadaan pelatihan, memudahkan sesuatu yang sulit, 4) pertimbangan individu kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya profetik memiliki kepedulian, perhatian, pembinaan intelektual dan keahlian bawahan

    Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Pada Siswa IX SMP Islam Aswaja Syamsul Falah

    Get PDF
    Abstrak: Kemampuan berkomunikasi merupakan aspek penting dalam proses komunikasi yang melibatkan interaksi verbal. Keterampilan berbicara menjadi fondasi utama dalam memfasilitasi komunikasi yang efektif antara individu. Kemajuan dalam pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi untuk mengukur kehamiran berbahasa seringkali diukur melalui kemahiran berbicara, yang menjadi indikator keberhasilan dalam penguasaan bahasa. Keterlibatan siswa dan peran guru sangat diperlukan untuk meningkatakn ketarmpilan berbicara. Pembelajaran melalui metode diskusi dalam penelitian ini dilakukan Plan, Do, dan See yakni Lesson Study.Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas metode diskusi dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penelitian tindakan kelas, dilaksanakan di kelas IX SMP Islam Aswaja Syamsul Falah dengan melibatkan 12 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dengan teramati adanya kemajuan progresif dari siklus ke siklus dalam pembelajaran. Peran guru atau peneliti dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa yang kurang percaya diri juga terbukti signifikan dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi. Kesimpulan ini menekankan pentingnya penggunaan metode diskusi sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa di lingkungan pendidikan formal. Nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa dengan metode diskusi sebesar 45,33% pada siklus pertama, meningkat menjadi 58,67% pada siklus kedua, dan mencapai 72,67% pada siklus ketiga

    Pesona eksotika batang bunga matahari (helianthus annuus l.) Sebagai antikanker kolon dan uji sitotoksik

    Get PDF
    kanker kolon secara dominan dipicu oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Pengobatan kanker kolon biasanya dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, hipertermia dan imunoterapi menimbulkan efek samping yang berbahaya pada sel normal. Oleh karena itu, pemanfaatan tanaman herbal perlu digunakan sebagai obat alternatif dengan efek samping yang minimal. Salah satunya adalah batang bunga matahari (Helianthus annuus L.). penelitian ini bertujuan menentukan dan mengetahui aktivitas antikanker ekstrak sumsum batang bunga matahari terhadap sel kanker kolon secara in vitro dan sitotoksinya terhadap sel normal. Tahapan penelitian ini meliputi ekstraksi maserasi dengan pelarut air, etanol 30%, dan etanol 70%, analisis fitokimia, uji sitotoksik dan uji aktivitas anti kanker menggunakan MTT assay. Hasil pengukuran menunjukkan rendemen ekstrak air sebesar 7%, etanol 30% sebesar 6%, sedangkan rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 13%. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa batang bunga matahari mengandung alkaloid, saponin, flavonoid dan tanin. Nilai IC50 uji sitotoksik ekstrak air, etanol 30% dan 70% terhadap sel Chang masing-masing sebesar 1813.89, 1762.696, 1499.22 ppm, dan hasil uji aktivitas antikakner terhadap sel HCT116 masing-masing ekstrak sebesar 120.12, 390.23, dan 463.36 ppm. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak bersifat tidak toksik terhadap sel normal (IC50>1000 ppm) aktivitas antikanker dari ekstrak air mendekati konsentrasi moderat aktiv sebagai antikankerDIKT

    Produksi dan Purifikasi Lakase (Lac) Cerrena sp. B.Md.T.A.1 pada Berbagai Media Limbah Lignoselulosa sebagai Agen Pendegradasi Warna.

    No full text
    Lakase merupakan enzim ekstraseluler yang banyak ditemukan pada jamur pelapuk putih (JPP). Cerrena sp. B.Md.TA.1 merupakan JPP yang diketahui dapat menghasilkan lakase (Lac) lebih tinggi dibandingkan dengan mangan peroksidase (MnP). Tujuan penelitian ini adalah melakukan produksi dan purifikasi lakase dari isolat Cerrena sp. B.Md.TA.1 pada berbagai limbah lignoselulosa sebagai agen pendegradasi zat warna. Metode penelitian ini terdiri dari optimasi dan produksi enzim pada berbagai media lignoselulosa, pengukuran aktivitas enzim dan kadar protein, fraksinasi menggunakan ammonium sulfat, serta pengujian degradasi zat warna dengan kultur jamur dan enzim lakase. Aktivitas lakase terbaik dihasilkan oleh media bonggol jagung dengan aktivitas 24.237 U/mL. Fraksi terbaik diperoleh pada kejenuhan 40-60% garam ammonium sulfat dengan aktivitas spesifik enzim tertinggi yakni 58.528 U/mL. Pengujian dekolorisasi enzim dilakukan dengan menggunakan zat warna terbaik yakni RBBR karena pada jenis zat warna ini dapat mendegradasi zat warna lebih dari 90% pada kultur jamur. Lakase (2.3U) dengan dyes RBBR pada suhu dan pH optimum yakni 40°C dan pH 5 dekolorisasi mencapai 50.53% dengan inkubasi 48 jam. Berdasarkan penelitian ini enzim lakase dari isolat Cerrena sp. B.Md.TA.1 berpotensi sebagai agen pendegradasi dalam pengelolaan limbah zat warna

    Antidiabetic Potency of Suren (Toona sinensis) Bark Extract in Alloxan Induced Sprague-Dawley Rats.

    No full text
    Suren (Toona sinensis) is a plant which almost all of its parts have some medical effects. Its leaf and bark have been reported to have antioxidant effects, using in vivo and in vitro tests. The aim of this research was to know the potency of 70% ethanol extract of T. sinensis bark as antidiabetic compound, using in vivo test that involved Sprague-Dawley rats. Extraction was done by maceration. The in vivo test was designed to compare medical effect of 150 mg/kg rat body weight (BW) T. sinensis bark extract and 300 mg/kg BW T. sinensis bark extract with glibenclamide (with the dose of 2.5 mg/kg BW). Experiment parameters examined were feed consumption and body mass during adaptation and treatment phase, blood glucose level during treatment phase, and histopathological condition of the pancreases. Extraction process of T. sinensis bark yielded 4.8% of dry extract. The analysis towards blood glucose level showed that the 150 mg/kg BW T. sinensis bark extract treatment gave the highest blood glucose level lowering effect, which was 70.82%. On the other side, the 300 mg/kg BW T. sinensis bark extract and glibenclamide treatments gave 51.96% and 68.92% of the blood glucose level lowering effect, respectively. Histopathological observation revealed that the rat which came from the group of 150 mg/kg BW T. sinensis bark extract treatment has a better condition than those two other treatments.Suren (Toona sinensis) merupakan tanaman yang hampir semua bagian-bagiannya memiliki khasiat untuk pengobatan. Daun dan kulit batangnya juga telah dilaporkan memiliki efek antioksidan dan telah diuji secara in vitro maupun in vivo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak etanol 70% kulit kayu suren sebagai senyawa antidiabetes secara in vivo dengan menggunakan tikus Sprague-Dawley. Ekstraksi dilakukan dengan proses perendaman atau maserasi. Pengujian secara in vivo dilakukan dengan membandingkan efek pengobatan dari ekstrak kulit kayu suren dosis 150 mg/kg bobot badan dan 300 mg/kg dengan glibenklamida dosis 2.5 mg/kg bobot badan. Parameter uji yang diamati adalah yaitu konsumsi pakan pada masa adaptasi dan perlakuan, bobot badan pada masa adaptasi dan perlakuan, kadar glukosa darah selama masa perlakuan, dan hasil pengamatan histopatologis pankreas. Rendemen yang dihasilkan dengan ekstraksi etanol 70% adalah 4.8%. Hasil pengamatan terhadap kadar glukosa darah tikus menunjukkan bahwa pencekokan ekstrak kulit kayu suren dosis 150 mg/kg BB menghasilkan persentase penurunan kadar glukosa darah paling tinggi, sebesar 70.82%. Sementara itu, dosis 300 mg/kg BB dan glibenklamida masing-masing menunjukkan penurunan persentase kadar glukosa darah sebesar 51.96% dan 68.92%. Hasil pengamatan histopatologis memperlihatkan bahwa pankreas tikus yang diberi ekstrak kulit kayu suren dosis 150 mg/kg BB memiliki kondisi yang lebih baik dibanding kelompok perlakuan lainny

    Produksi, Purifikasi, Dan Karakterisasi Lakase Dari Pleurotus Ostratus (Ho) Dan Schizophyllum Commune (Sc) Pada Fermentasi Padat Limbah Lignoselulosa

    No full text
    Lakase merupakan enzim oksidoreduktase yang mampu mengoksidasi berbagai gugus fenolik dengan menggunakan oksigen sebagai akseptor elektronnya. Spesifisitas substrat lakase sangat luas menjadikan lakase dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti biopulping, biosensor, pembuatan bioetanol, dekolorisasi, bioremediasi, detoksifikasi, dan degradasi senyawa hidrokarbon polisiklik. Potensi lakase yang begitu besar menjadikan lakase bernilai ekonomi tinggi. Potensi jamur isolat lokal sebagai penghasil lakase belum diketahui. Oleh karena itu, diperlukan optimasi produksi lakase yang murah dan mudah untuk pemanfaatan yang lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi, memurnikan, dan mengkarakterisasi lakase dari P. ostreatus (Ho) dan S. commune (Sc) menggunakan media sekam padi, bonggol jagung, dan onggok sagu. Produksi lakase menggunakan teknik fermentasi padat. Limbah lignoselulosa dan media Kirk termodifikasi digunakan sebagai media produksi lakase. Optimasi produksi dilakukan dengan kombinasi jenis jamur, media limbah lignoselulosa, dan waktu inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik lakase tertinggi dihasilkan oleh P. ostreatus (Ho) pada media onggok sagu pada hari kesepuluh yaitu sebesar 275.99 U/mg. Lakase dengan aktivitas tertinggi selanjutnya dimurnikan menggunakan ammonium sulfat jenuh dengan kejenuhan 0-20%, 20-40%, 40-60%, 60-80%. Fraksi keempat (60-80%) memiliki aktivitas spesifik tertinggi. Fraksi ini selanjutnya dilakuka dialisis menggunakan bufer asetat 0.5 M. Hasil dialisis dimurnikan menggunakan kolom kromatografi filtrasi gel dengan matriks Sephadex G100. Eluat Sephadex fraksi ke-24 merupakan puncak protein dengan aktivitas lakase tertinggi. Kemurnian lakase setelah pemurnian mencapai 9.65 kali, yield 22.11%, dan aktivitas spesifik 1492.47 U/mg. Karakterisasi dilakukan pada fraksi ammonium sulfat dengan kejenuhan 60-80%. Aktivitas lakase P. ostreatus (Ho) optimum pada pH 4, suhu 35°C, dan ion logam Cu2+ berperan sebagai aktivator. Hasil penentuan pengaruh ion logam diperoleh bahwa ion Ca2+, Mg2+, Zn2+, Mn2+, EDTA, Fe(OH)3, alkohol, dan TEMED berperan sebagai inhibitor lakase. Nilai Km dan Vmaks lakase P. ostratus (Ho) menggunakan substrat ABTS, berturut-turut adalah 0.11 mM dan 9.14 U/mL. Hasil penentuan bobot molekul lakase P. ostreatus (Ho) menggunakan metode SDS-PAGE 12% dengan pewarnaan perak (silver staining) diperoleh bobot molekul sebesar 22.17 dan 18.72 kDa
    corecore