1,720,976 research outputs found
PENGELOLAAN EMOSI KLIEN DENGAN SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) MENURUT AHMAD FAIZ ZAINUDDIN
Dalam penelitian ini peneliti mengangkat permasalahan tentang pengelolaan emosi klien dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) menurut Ahmad Faiz Zainuddin. Pengelolaan emosi merupakan suatu tindakan untuk mengatur pikiran, perasaan dan bagaimana merespon emosi yang dirasakannya sehingga dapat mencegah sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), sebuah terapi yang digagas pertama kali oleh Ahmad Faiz Zainuddin yang merupakan terapi gabungan antara kekuatan spiritual dan energi psikologi sebagai salah satu cara yang dapat mengelola emosi dengan memanfaatkan sistem energi tubuh klien.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari sumber data primer yaitu buku karya Ahmad Faiz Zainuddin dan data sekunder adalah data yang diambil dari buku – buku, artikel, jurnal dan semua sumber bacaan lain yang relevan dengan objek penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah data terkumpul dan dianalisis sehingga diperoleh suatu kesimpulan bahwa pengelolaan emosi klien dengan SEFT menurut Ahmad Faiz Zainuddin terbukti banyak membantu dalam mengatasi berbagai masalah emosi.
Kata Kunci : Pengelolaan Emosi, SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)
Terapi sufistik melalui SEFT : studi analisis buku Spiritual Emotional Freedom Technique karya Ahmad Faiz Zainuddin
Pada dasarnya inti masalah yang dialami manusia adalah keadaan kejiwaan seseorang tersebut, dalam satu kondisi kejiwaan mereka berada pada titik ground yang rendah penuh dengan kemarahan, rasa ketidakmampuan, keluh kesah, keiridengkian, dendam, negative thinking, sakit hati, dan sombong. Seseorang mudah mengalami stres dalam menjalani kehidupannya bahkan mengalami depresi, gangguan jiwa sampai kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka membutuhkan konseling Islam berupa penetralan atau grounding yaitu suatu metode penetralan yang diterapkan sebagai efek proses penyucian jiwa (tazkiyah an-nafs) baik secara fisik, emosi, spiritual, dan sosial untuk menuju kehidupan yang sehat. Proses penetralan pada jiwa narapidana membutuhkan sebuah pelatihan yaitu pelatihan mengolah jiwa atau pelatihan menata hati dengan SEFT.
Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana terapi sufistik melalui SEFT dalam Buku Spiritual Emotional Freedom Technique karya Ahmad Faiz Zainuddin?. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis terapi sufistik melalui SEFT dalam Buku Spiritual Emotional Freedom Technique karya Ahmad Faiz Zainuddin
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis, dengan sumber data primer yaitu buku Spiritual Emotional Freedom Technique karya Ahmad Faiz Zainuddin dan sumber data sekunder yaitu buku, jurnal dan artikel tentang terapi sufistik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah library research. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan metode content analysis dan metode deduktif.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: terapi sufistik melalui SEFT dalam Buku Spiritual Emotional Freedom Technique karya Ahmad Faiz Zainuddin ditekankan pada 5 unsur penting yaitu yakin, khusyu, keikhlasan, kepasrahan dan rasa syukur melalui teknik The set-up, The tune-in, The tapping sehingga dapat menyembuhkan seseorang dari berbagi penyakit melalui kekuatan emosi dan spiritual
Konsep Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Ahmad Faiz Zainuddin dan implementasinya dalam konseling Islam
Nila Fatmah Izzatun Nashroh (1601016095) Hampir semua praktik konseling membutuhkan model-model terapi yang dapat membantu keberhasilannya, termasuk konseling Islam. Salah satu konsep terapi yang dapat digunakan dalam konseling Islam ialah konsep terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yang dirancang oleh Ahmad Faiz Zainuddin. Pada kesempatan ini penulis ingin menguraikan bagaimana pengaplikasian konsep tersebut pada proses konseling Islam. penulis tertarik mengambil konsep yang memadukan antara aspek jasmani, psikis dan spiritual tersebut karena kemudahan dan kesederhanaan tekniknya serta ia dapat dipelajari oleh semua orang dari berbgai kalangan dan umur. Sesuai dengan judulnya penelitian ini ingin menjawab 2 permasalahan utama, yakni bagaimana konsep SEFT Ahmad Faiz Zainuddin dan bagaimana pula implementasinya pada konseling Islam. pada penelitian ini peneliti menggunakan metode countent analisi dengan bersumber pada dokumen-dokumen pustaka serta menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan harapan dapat menggambarkan teknik SEFT dengan baik dan benar serta teranalisis sesuai dengan syarat dan sistematika penulisan ilmiah.
Hasilnya penelitian ini menunjukkan bahwa konsep konsep SEFT Ahmad Faiz Zainuddin merupakan sebuah konsep yang memang dirancang untuk membantu individu yang membutuhkan bimbingan untuk mengatasi persoalam-persoalan hidup yang dialaminya, baik persoalan fisik maupun emosi. Selain itu konsep tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang yang didasarkan pada kekuatan Allah SWT, melalui tahap awal berupa Set Up, tahap kedua adalah proses tune-in dan tahap ketiga adalah proses Tapping. Konsep ini memiliki kelebihan yaitu mampu menyinergikan antara Spiritual Power dengan Energy Psychology. Namun disamping itu ia juga memiliki kelemahan, yaitu sulitnya mengukur keberhasilan SEFT, karena 90% konsep tersebut menitikberatkan pada spiritulitas. Hasil analisis lainnya juga menunjukkan bahwa Konsep SEFT dapat diimplementasikan di dalam Konseling Islam mengingat beberapa hal, yaitu: Pertama, antara SEFT dan Konseling Islam menitikberatkan kepada penyelesaian permasalahan berdasarkan spiritualitas atau agama. Kedua, metode yang digunakan tidaklah berbeda. Baik SEFT maupun Konseling Islam dapat dilaksanakan secara individual maupun kelompok serta dapat dilakukan dengan metode al-hikmah, al-mauidzah al-hasanah ataupun al-mujadalah. Ketiga, Asas-asas Konseling Islam tercover dalam kelima kunci keberhasilan SEFT (yakin, khusyu, keikhlasan, kepasrahan dan rasa syukur) yang digagas oleh Ahmad Faiz Zainuddin. Keempat, teknik-teknik yang dilakukan dalam SEFT tidak bertentangan dengan ajaran Islam, justru dalam teknik-teknik tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan permasalahan langsung pada titik fokusnya. Penerapan atau implementasi teknik SEFT pada bimbingan konseling islam harus memperhatikan langkah-langkah yang sesuai dengan tahapan konseling Islam. Langkah pertama yaitu identifikasi masalah, langkah kedua diagnosis, tahapan selanjutnya terapi dengan SEFT, dan yang terakhir mengevaluasi keberhasilan teknik yang sudah diberikan kepada klien
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
