55 research outputs found

    Komparasi Keefektifan Strategi Konflik Kognitif dan Strategi Peta Konsep dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualisazion) ditinjau dari Pemahaman Konsep, Penalaran Komunikasi dan Pemecahan Masalah Geometri Dimensi Tiga Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Makassar .

    No full text
    ABSTRAK FAHRUL BASIR. 2014. Komparasi Keefektifan Strategi Konflik Kognitif dan Strategi Peta Konsep dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualisazion) ditinjau dari Pemahaman Konsep, Penalaran Komunikasi dan Pemecahan Masalah Geometri Dimensi Tiga Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Makassar . (Dibimbing oleh Promotor H. Nurdin Arsyad dan Asdar).Penelitian ini adalah penelitian eksperiman semu yang bertujuan adalah untuk mengetahui komparasi keefektifan penerapan strategi konflik kognititf dan strategi peta konsep dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI berdasarkan aspek (1) pemahaman konsep, (2) penalaran komunikasi dan (3) pemecahan masalah siswa, (4) aktivitas siswa, dan (5) respons siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari sembilan kelas dan sampel dipilih dua kelas eksperimen yakni kelas eksperimen I yang diajar dengan strategi konflik kognitif dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI dan Eksperimen II untuk siswa diajar dengan strategi peta konsep dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dipilih dengan teknik Cluster random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri atas data pemahaman konsep, penalaran komunikasi dan pemecahan masalah siswa, data aktivitas siswa dan respon siswa terhadap perangkat pembelajaran. Data aktivitas siswa dan respon siswa dianalisis menggunakan persentase sedangkan data pemahaman konsep, penalaran komunikasi dan pemecahan masalah siswa dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penerapan strategi konflik kognitif dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan rata-rata pemahaman konsep siswa 86,46, penalaran komunikasi siswa 79,91, pemecahan masalah siswa 83,21. Serta terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa 0,84, penalaran komunikasi siswa 0,78 dan pemecahan masalah siswa 0,81. Aktivitas siswa dalam pembelajaran minimal berada pada kategori sangat baik serta respons siswa terhadap perangkat dan pembelajaran termasuk dalam kategori positif. Penerapan strategi peta konsep dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan rata-rata pemahaman konsep siswa 80,21, penalaran komunikasi siswa 78,27, pemecahan masalah siswa 77,99. Serta terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa 0,77, penalaran komunikasi siswa 0,76 dan pemecahan masalah siswa 0,75. Aktivitas siswa dalam pembelajaran minimal berada pada kategori sangat baik serta respons siswa terhadap perangkat dan pembelajaran termasuk dalam kategori positif.Hasil uji hipotesis pada taraf siginifikan α=0,05 dengan uji-t menunjukan bahwa terdapat perbedaan penerapan strategi konflik kognititf dan peta konsep dalam pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan materi pokok dimensi tiga di kelas X SMA Negeri 16 Makassar

    ANALYSIS OF STUDENT’S CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF MATHEMATICS ON SET AT CLASS VII SMP FRATER PALOPO

    No full text
    This research is a descriptive research with qualitative approach that aimed to describe the ability of students' conceptual understanding of mathematics on the set. Subjects is student of class VII SMP Frater Palopo who have learned the set at school. This research began by taking three research subjects viewed from student grades. The three subjects based of subjects with high ability, middle abiliy, and low ability. After that, the three subjects were given the test of conceptual understanding of mathematics and then interview to analyze student’s conceptual understanding of mathematics based on four indicators 1) Being able to explain verbally about what he had achieved. 2) Be able to implement the relation of concept and procedure. 3) Able to provide examples and non-examples of the concept being learned. 4) Being able to develop a concept that has been learned. Student’s conceptual understanding of mathematics of high ability in solving the set of test only meet on indicators able to explain verbally about what he has been achieved (indicator number 1). Student’s conceptual understanding of mathematics of middle ability in solving the set meets the indicator of be able to apply the relationship of concept and procedure (indicator number 2). Student’s conceptual understanding of mathematics of low ability in solving the set meets the indicator is able to apply the relationship of concept and procedure  (indicator number 2). The similarity of Student’s conceptual understanding of mathematics of the three subjects in solving test of conceptual understanding present in all indicators remain unfavorable

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 PALOPO

    No full text
    Jenis penelitian eksperimen,Tujuan penelitian: (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II (2) Mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran konvensional. (3) Untuk mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan pembelajaran kooperatiftipe jigsaw II dan pembelajaran konvensional. Satuaneksperimenseluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo ditentukan dengan pourposive sampling, sehingga terpilihlah kelas VIII.8 kontrol diajar denganpembelajarankonvensionaldan kelas VIII.9 eksperimen diajar dengan model kooperatiftipe Jigsaw II. Instrumen penelitiannya adalah tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran.Data yang diperoleh yaitu data kemampuan pemecahan masalah dandata keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan statistika Deskriptif dan statistiki nferensial. Hasil analisis statistika deskriptif kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas nilai pretest 42,61 posttest 88,61 gain 0,79. Sedangkan kelas kontrol nilai pretest39,89 posstest 78,85 gain 0,65. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo setelah diajar dengan model kooperatiftipe Jigsaw II. Analisis statistikain ferensial menunjukkan terdapat perbedaan pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II. Berdasarkan criteria pengaruh dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan pada model kooperatif tipe jigsaw II terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo. Kata-kata kunci :Jigsaw II dan pemecahan masala

    PENERAPAN PENDEKATAN OPEN ENDED DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan mengetahui Penerapan Pendekatan Open Ended Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa SMP. Masalah yang diselidiki dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa SMP Negeri 3 Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Palopo Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Satuan eksperimen dalam penelitian ini ditentukan secara Purposive Sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Dari hasil analisis statistik deskriptif menunjukan kemampuan reflektif matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palopo sebelum diajar dengan menggunakan pendekatan open ended berada pada kategori sangat rendah dan setelah diajar dengan menggunakan pendekatan open ended berada pada kategori tinggi. Berdasarkan uji hipotesis bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan reflektif matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palopo antara yang diajar dengan pendekatan open ended dengan yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci : Open ended, Kemampuan berfikir reflektif

    Innovating numeracy learning through geogebra-integrated modules: An Indonesian secondary school study

    No full text
    Purpose: This study aimed to design and evaluate an instructional module integrating GeoGebra to strengthen junior secondary students’ mathematical literacy and numeracy. The module was intended to support students in interpreting, analyzing, and applying mathematical concepts in contextual and meaningful ways..Method: Adopting a modified three-phase 4D instructional design model (Define, Design, Develop), the research was implemented with eighth-grade students at SMP Negeri 3 Palopo. Data were obtained from expert validation, student feedback, classroom observations, and post-intervention tests of literacy and numeracy competencies.Findings: The validation process produced an average expert rating of 3.75, categorizing the module as highly valid. Practicality was evidenced by strong classroom implementation (96.88%), high levels of student engagement (83.17%), and positive learner responses (83.38%). Post-intervention assessments yielded an average score of 77.20, confirming that all participating students achieved at least a proficient level.Significance: The GeoGebra-enriched module represents a promising instructional innovation for mathematics education. Its integration of visual interactivity and contextual problem solving significantly enhanced students’ literacy and numeracy, underscoring its potential as a scalable model for curriculum development. Beyond its practical contributions, this study advances theoretical discourse on technology-enhanced mathematics learning by demonstrating how dynamic visualization tools can be systematically embedded into curricula. It thereby provides a critical link between digital pedagogy and the cultivation of mathematical literacy and numeracy in secondary education

    A Critique of the Correction of Nizamiâs Khamseh by Basir Mozhdehi Compared with Corrections of Vahid Dastgerdi and Moscow

    No full text
    Until now we have been familiar with several corrections of Nizamiâs Khamseh like Vahid Dastgerdi, Moscow, Servatian and Barat Zanjani but in recent years a new correction has been published by Samieh Basir Mozhdehi (reviewed by Baha al-Din Khoramshahi) whose first and second imprints were published by Dustan publishing in 1383 and 1388 respectively. Such correction has been done based on the so-called version of Saâdloo (due to the fact that this version has been found in a family with the very name) which belongs to eight century (A.H) and via contrasting with versions of central library of Tehran University, Vahid Dastgerdi and Russian Academy of Science. The author thinks that her findings and understandings of the verses, using the most correct variants (in her view), considering the rules of rhyme, styles of poetry, prosody and other rhetorical techniques, and using the version of Saâdloo as the basis of her correction have altogether made her correction more authentic and closer to the main version of Nizamiâs work. It should be mentioned that although this correction is recent and could apply the results of new sciences besides having access to two authentic versions of Vahid and Moscow to provide a better work than the predecessorsâ, it is unfortunately one of the corrections with most mistakes and problems. While indicating to some verses in this correction and comparing it with the versions of Vahid and Moscow (that the corrector has acknowledged her correction has been contrasted particularly with these two ones), this research aims to show that such correction is not authentic. The important point is that, contrary to the words of author about paying attention to poetic styles and techniques, the reader finds out after close reading that unfortunately the corrector lacks sufficient knowledge about such rules and even the morphology and poetic space of Nizami

    POLA INTERAKSI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi siswa dalam belajar matematika berdasarkan kemampuan awal melalui pembelajaran kooperatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X1 SMA Negeri 1 Malili dengan jumlah siswa 31 orang. Data penelitian diperoleh dengan mengawali pemberian tes kemampuan awal untuk menentukan subjek penelitian. Kemudian membentuk kelompok dan mengamati jenis interaksi yang dilakukan subjek penelitian selama empat kali pertemuan, serta melakukan wawancara terhadap subjek penelitian. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek kategori tinggi (ST) kurang aktif dalam pembelajaran dan memberikan kontribusi terhadap teman sekelompoknya. Hal ini dikarenakan subjek kategori tinggi tidak begitu setuju dengan pembelajaran kooperatif yang beranggapan bahwa teman sekelompoknya sulit diajak berinteraksi. Subjek kategori sedang (SS) cenderung seimbang antara bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan serta berdiskusi dalam berinteraksi. Sedangkan subjek kategori rendah (SR) lebih aktif dalam berinteraksi dan lebih banyak memberikan kontribusi terhadap teman sekelompoknya. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran kooperatif yang memberikan ruang bagi subjek kategori rendah untuk berkomunikasi atau berinteraksi terhadap teman kelompoknya

    Efektivitas Model Kooperatif Tipe STAD Berbasis Komputer Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMK Negeri 4 Palopo

    No full text
    Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik STAD. Satuan eksperimen dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 4 Palopo. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes uraian sebelum pembelajaran dan posttest setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar siswa dan keterampilan mengajar guru, serta angket sikap dan respon siswa. Satuan eksperimen dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 4 Palopo dan yang menjadi perlakuan adalah siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 4 Palopo tahun 2018/2019. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan mengambil secara acak dan langsung satu kelas dari seluruh kelas XI yang ada di SMK Negeri 4 Palopo. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial sehingga diperoleh rata-rata hasil prestasi belajar siswa lebih baik setelah diterapkan model pembelajaran STAD

    Model Discovery Learning Dengan Pendekatan Saintifik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI 4 ATPH SMKN 4 Luwu

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika menggunakan Model Discovery Learning dengan dendekatan saintifik pada siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu semester genap tahun pelajaran 2018/2019 sebagai kelas eksperimen yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest. Data yang dikumpulkan terdiri dari data hasil belajar adalah tes hasil belajar, data keterlaksanaan pembelajaran, data aktivitas siswa dan data respon siswa. Data hasil belajar dianalisis dengan analisis deskriptif dan inferensial, sedangkan data aktivitas siswa dianalisis dengan presentase. Hipotesis dari penelitian yaitu terjadi peningkatan hasil belajar kognitif dan hasil belajar keterampilan matematika siswa setelah penerapan Discovery Learning dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar matematika pada persamaan lingkaran siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu sebelum diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik berada pada kategori rendah. (2) Hasil belajar matematika pada persamaan lingkaran siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu sesudah diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik berada pada kategori tinggi. (3) Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen selama diterapkan model discovery learning pada materi persamaan lingkaran menunjukkan bahwa semua aspek kategori pengamatan untuk aktivitas siswa pada setiap pertemuan terpenuhi. Secara umum aktivitas siswa yang diajar selama perlakuan 100% memenuhi kriteria waktu ideal, dan dikategorikan sebagai siswa aktif. (4) Respon siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu selama diterapkan model discovery learning pada materi persamaan lingkaran menunjukkan jika rata-rata respon siswa sebesar 3,74 berada pada kategori Positif. (5) Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif pada materi persamaan lingkaran setelah diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu, dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,79 berada pada kategori tinggi. (6) Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar keterampilan pada materi persamaan lingkaran setelah diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu, dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,80 berada pada kategori tinggi

    PENGARUH STRATEGI ASSESSEMENT SEARCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN RELASIONAL SISWA

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah pemahaman relasional siswa sebelum dan setelah penerapan strategi assesment search siswa kelas IX SMPN 3 Bajo? (2) Apakah peningkatan pemahaman relasional siswa yang diajar dengan strategi assessment search lebih baik daripada siswa yang diajar dengan strategi konvensional? (3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman relasional siswa yang diajar dengan strategi assessment search dengan siswa yang diajar dengan strategi konvensional pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo?. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX. Berdasarkan analisis data secara deskriptif dan inferensial yaitu (1) Hasil pemahaman relasional siswa sebelum dan setelah diterapkan strategi assesmant search  pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo secara berturut-turut berada pada kategori kurang dan baik. (2) Peningkatan pemahaman relasional siswa yang belajar dengan strategi assesmant search lebih baik dibandingkan siswa yang belajar dengan menggunakan strategi konvensional pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo. (3) Ada perbedaan kemampuan pemahaman relasional siswa yang diajar dengan strategi assesmant search lebih baik dibandingkan daripada siswa yang diajar strategi konvensional pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa, strategi assessment search dapat meningkatkan pemahaman relasional siswa kelas IX SMPN 3 Bajo
    corecore