1,721,534 research outputs found
Perencanaan sumber daya manusia di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah Tambak Sumur Waru Sidoarjo
Perencanaan sumber daya manusia merupakan unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan setiap organisasi. Salah satu organisasi yang menerapkan sistem perencanaan sumber daya manusia adalah Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah. Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah memiliki perencanaan sumber daya manusia yang baik. Akan tetapi, Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah masih memiliki sumber daya manusia yang belum mampu bekerja secara baik. Fokus penelitian ini adalah proses perencanaan sumber daya manusia di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah. Dalam penelitian ini, peneliti merumuskan dua masalah. Pertama, bagaimana proses perencanaan sumber daya manusia di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah. Kedua, apa saja hambatan dalam proses perencanaan sumber daya manusia di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah memiliki proses perencanaan sumber daya manusia. Proses pertama dalam melakukan perencanaan sumber daya manusia di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah adalah dengan melakukan analisa data. Proses selanjutnya adalah membuat program dan kebijakan. Program dan kebijakan dibuat oleh ketua Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah. Sementara itu, Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah juga memiliki hambatan dalam proses perencanaan sumber daya manusia. Hambatan pertama adalah ketua yayasan menggunakan jangka pendek dalam merencanakan sumber daya manusia. Hambatan kedua adalah sumber daya manusia yang tidak memenuhi kriteria Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah
Compliments and its responses in daily conversation conversation of Fadlillah Islamic Boarding School Students
Pujian dan respon pujian adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan, karena sangat berhubungan satu sama laina. Dalam kehidupan social tindakan memuji sangatlah penting untuk menciptakan hubungan baik dengan orang yang di puji. Biasanya pujian diekspresikan ketika seseorang melihat atau menemui sesuatu yang menarik hatinya seperti kepemilikan, skill, character and so on. Ketika seseorang di puji, maka ia akan merespon pujian tersebut untuk menghargai seseorang yang memuji. Maka dari itu penulis meneliti tentang pujian dan respon pujian yang di lakukan oleh murid perempuan di fadlillah Islamic boarding school. dalam hal ini ada tiga masalah yang diangkat oleh penulis, yaitu: (1) To know the kinds of compliments in Fadlillah Islamic Boarding School students. (2) To know the function of compliments done by Fadlillah Islamic Boarding School students. (3) To know the hearer’s responses to compliments expression in Fadlillah Islamic Boarding School students. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitaif dimana data yang ada di jabarkan menggunakan teori yang sesuai dan dengan interpretasi peneliti. Peneliti menggunakan conversation sebagai data penelitian yang mana di ambil dari murid perempuan di fadlillah islamc boarding school yang berjumlah 330 murid. Peneliti menggunkan Wolfson theory untuk menganalisis pujian dan fungsinya. Sedangkan untuk respon pujiannnya peneliti menggunakan teori Herbert. Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa ada 4 jenis pujian yang di gunakan yang sesuai dengan teori wolfson yaitu personal appearance, possession appearance, general ability dan specific ability. Dari 8 macam fungsi yang ada peneliti menemukan 6 jenis fungsi pujian yaitu to express admiration, to strange solidarity, to increase good relationship, to give an evaluation, to express other form of speech act, and to refine criticism. Furthermore, respon pujian yang di dapatkan ber macam macam, menurut teori Herbert ada 12 macam respon, namun peneliti menemukan 9 macam respon yang mana paling banyak di dominasi oleh respon appresciation. secara verbal appreciation di ungkapkan dengan ucapan terimakasih, sedangkan non verbal respon dengan sekedar tersenyum atau menganggukkan kepala. Untuk jenis yang lainnya yaitu comment history, praise upgrade, scale down, disagreement, comment acceptance, no acknowledgment, resignment, and retrun
PENERAPAN TA’ZIR EDUKATIF DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN PADA SANTRI (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN FADLILLAH TAMBAK SUMUR WARU SIDOARJO)
This research aims to discuss: (1) How is ta'zir implemented at the Fadliliah Tambak Sumur Waru Islamic Boarding School, Sidoarjo?; (2) How does ta'zir at the Fadlillah Tambak Sumur Waru Islamic Boarding School, Sidoarjo, apply discipline to students? This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques use interviews, participant observation and documentation. Data analysis consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Checking the validity of the data is carried out through extended participation, diligent or consistent observation, triangulation and peer checking. The results of this research explain that (1) the Fadlillah Waru Sidoarjo Islamic Boarding School provides disciplinary guidance to students in order to achieve educational goals in the Islamic boarding school environment. This disciplinary action takes the form of giving punishment (ta'zir), for example going bald, destroying the Koran and so on. Disciplinary action against students at the Fadlillah Waru Sidoarjo Islamic boarding school is a way of disciplining boarding school administrators towards problematic students so that they obey the rules that have been set and agreed upon by the management of the boarding school. The application of punishment is also understood as a means of educating students so that it has a deterrent effect and does not repeat it again; (2) Ta'zir is considered an effective method in the process of disciplining students. However, this does not necessarily become the main step in the disciplinary action. Sometimes these actions actually make students feel depressed.Penelitian ini bertujuan untuk membahas: (1) Bagaimana penerapan ta‘zir di Pondok Pesantren Fadliliah Tambak Sumur Waru Sidoarjo?; (2) Bagaimana ta‘zir di Pondok Pesantren Fadlillah Tambak Sumur Waru Sidoarjo dalam menerapkan kedisiplinan pada santri? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan atau keajegan pengamatan, triangulasi dan pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa (1) Pondok Pesantren Fadlillah Waru Sidoarjo melakukan pembinaan pendisiplinan kepada santri guna tercapainya tujuan pendidikan di lingkungan pesantren. Tindakan pendisiplinan tersebut berupa pemberian hukuman (ta‘zir), misalnya gundul, menghatamkan Al-Qur’an dan lain sebagainya. Tindakan pendisiplinan kepada santri di pondok pesantren fadlillah waru sidoarjo merupakan cara dalam pendisiplinan pengurus pondok terhadap santri yang bermasalah agar taat kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati oleh pihak pengelola pengurus pondok pesantren. Penerapan hukuman juga dipahami sebagai sarana dalam mendidik santri agar menimbulkan efek jera dan tidak mengulanginya kembali; (2) Ta‘zir diangggap metode yang efektif dalam proses pendisiplinan santri. Namun, hal itu tidak lantas dijadikan langkah utama dalam tindakan pendisiplinan tersebut. Terkadang tindakan tersebut justru menjadikan santri menjadi tertekan
Tradisi Sorogan sebagai proses dakwah fardiyah : Penelitian di Pondok Pesantren Al-Fadlillah 2 Balubur Limbangan Garut
Dalam kehidupan yang modern ini, tradisi sorogan sudah jarang dilakukan di pesantren-pesantren. Karena perkembangan zaman yang telah modern, namun masih ada beberapa pesantren yang masih mempertahankannya. Di Pondok Pesantren Al-Fadlillah 2 tradisi sorogan masih dibudayakan, karena dakwah harus tetap dilaksanakan bagaimanapun tantangannya. Dakwah fardiyah yang terjadi antara ustadz dan santri di pesantren Al-Fadlillah berjalan secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dakwah fardiyah yang dilakukan melalui kegiatan sorogan, mulai dari komunikasi interpersonal kegiatan sorogan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi dari Stanley Deetz. Teori fenomenologi digunakan untuk mengetahui bagaimana makna dakwah fardiyah dalam kegiatan sorogan, kesadaran dakwah fardiyah dalam kegiatan sorogan di pondok pesantren Al-Fadlillah 2. Teori komunikasi interpersonal digunakan sebagai acuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal yang diterapkan dalam kegiatan sorogan.
Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Metode ini digunakan untuk menjelaskan atau mengungkap makna atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada diri sendiri dalam dakwah fardiyah kegiatan sorogan. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data dengan observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dakwah fardiyah dalam kegiatan sorogan yaitu melakukan pendekatan terhadap santri, mengajak santri untuk tetap kosisten mengikuti kegiatan sorogan, dan menjaga hubungan antara ustadz santri. Makna-makna yang terkandung dalam tradisi sorogan sebagai proses dakwah fardiyah yaitu mengasah daya ingat santri, mendekatkan santri dengan guru, membiasakan santri untuk menghapal lalu ketika mereka sudah terbiasa, maka apabila mereka meninggalkan hapalan/ sorogan akan merasa ada sesuatu yang kurang
Analisis efektivitas proses seleksi tenaga pengabdian di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah Tambak Sumur Waru Sidoarjo
Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini ada dua, pertama Bagaimana efektivitas proses seleksi SDM pengabdian di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah?, Adakah hambatan bagi proses seleksi tenaga pengabdian di Yayasan Pondok Pesantren Fadlillah? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang mana jenis penelitian yang dilakukan adalah mdengan menganalisa proses dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam pengolahan data menggunakan triangulasi data dengan tujuan untuk menguji keabsahan data yang diperoleh. Selanjutnya data dianalisis dimulai dengan memilah-milah data, menyajikan data secara keseluruhan, kemudian menarik kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa proses seleksi yang efektif dilakukan di yayasan pondok pesantren adalah dengan diperbantukan oleh lembaga pendidikan dengan mengumpulkan data berupa nilai akademis dan lembaga keponpesan dengan mengumpulkan data berupa nilai perilaku dan akhlaq. Sehingga akan diproses menurut kualifikasi yang sudah diajukan oleh tiap lembaga kepada pengurus yayasan dengan mengutamakan nilai akhlaq yang ada pada calon tenaga pengabdian. Sehingga dapat membantu menciptakan SDM dari santri yang memiliki kualitas akhlaq dan kinerja yang baik dalam organisasi, lebih-lebih dapat mengunggulkan nilai kemanusiaan dengan tulus dan ikhlas dalam membantu sesame manusia ciptaan Allah SWT
Perilaku komunikasi guru berdasarkan dominasi fungsi otak kanan dan otak kiri: studi pada guru Mts Fadlillah
Fokus dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk perilaku komunikasi guru MTs Fadlillah yang dilakukan dalam upaya meningkatakan mutu pembelajaran dan pendidikan. Untuk menjawab permasalahan yang ada, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif kualitatif. Sesuai dengan persoalan tersebut maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan dokumenter untuk menegaskan data maka dilakukan melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Subyek penelitiannya adalah guru MTs Fadlillah yang berlokasi di Jalan Kyai Ali, Tambak Sumur Waru Sidoarjo, karena sesuai dengan tema penelitian yaitu perilaku komunikasi pada guru dari dominasi fungsi otak kanan dan otak kiri. Dalam hal ini peneliti mengambil 8 informan yang terdiri dari guru pengajar di MTs Fadlillah. Hal ini sudah mencukupi sebagai dasar informasi bahwa mereka adalah orang yang paling sesuai tentang penelitian ini. Dari hasil penelitian perilaku komunikasi berdasarkan dominasi otak ini, maka dapat disimpulkan atas penemuan diantaranya adalah (1) bahwa memang benar adanya perbedaan perilaku dan cara berkomunikasi seorang guru yang didominasi oleh otak kanan dengan guru yang didominasi otak kiri, (2) sering kali guru Yang didominasi otak kanan lebih terlihat bisa menggunakan perasaan dan emosi yang dimilikiny, dibanding guru yang didominasi otak kiri yang lebih mengedepankan logika dan fakta, (3) guru yang idominasi otak kanan lebih mengedepankan emosi dari pada rasio, sedangkan guru yang didominasi otakkiri sering kali erfikir rasional dari pada emosional, (4) banyak perbedaan perilaku diantara keduanya, jika seorang gurur didominasi otak kanan maka dari hasil penelitian, sering kali guru seperti ini gemarsekali pada hal-hal yang berhubungan dengan imajinasi, guru seperti ini lebih suka melihat simbol-simbol dan gambar dari pada tulisan dari pada tulisan, mereka mampu berbicara lama tanpa henti, dan guru seperti ini sangatlah demonstrative yaitu selalu menggerakkan tubuhnya saat menerangkan sesuatu pada orang lain, (5) sedangkan guru yang didominasi otak kiri jika merujuk pada data penelitian ini guru yang didominasi otak kiri sering kali mengedepankan fikirannya dari pada hati nurani, guru seperti ini tidak suka berbicara yang bertele-tele yang sebenarnya maknanya hanya seperempat hanya seperempat dari panjang kalimat yang disampaikan, dan guru seperti ini pada saat menerangkan sesuatu hal mereka sanggup melakukannya dengan sangat terperinci, lengkap dan detail sekali. Beberapa saran yang diperkirakan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi MTs Fadlillah dalam upaya peningkatan mutu guru pengajar sehingga dapat tercapai cita-cita luhur yang diharapkan
Perjuangan penubuhan Negara Islam dalam era kebangkitan Islam di Malaysia dan Indonesia, 1982-2004 / Amin Fadlillah
This thesis studies the struggle to establish an Islamic state In Indonesia and Malaysia. The idea of Islamic state was triggered by the phenomenon of Islamic resurgence for the period 1982 to 2004 of this study. Although there are differences in the conception, interpretation and mechanism on the definition of Islamic state, but the efforts initiated by political parties, Islamic and civil organizations towards the establishment of Islamic state have resulted in the implementation of Islam in education, economy, law, Islamic values and the strengthening the administrative machinery of the state. The methodology used in this study is qualitative method which based on written primary sources such as governmental documents, Islamic organizations, political parties and personal diaries. In addition, secondary sources such as books, articles and journal are also used. These sources also reinforced with interviews. Malaysia and Indonesia are chosen as the object of the study not only because both are major Islamic states in Southeast Asia, but also because there is a belief that the Islamic resurgence in these two countries will lead them to be the leaders of the Islamic world as an alternative to the Middle East region. 1982 was chosen as the beginning of the study because of the increasingly strong position of Mahathir Mohamad and Suharto after elections in both countries in the same year especially when Anwar Ibrahim joined UMNO in the same year, while in Indonesia, 1982 marked the improving relations between Islam and the government. 2004 was chosen as the limitation of the study based on event of the elections in the two countries which was a benchmark for the continuation of the struggle for an Islamic state. The findings show that the approach of conservative idealism attempted to establish an Islamic state idealism through the implementation of Islamic law comprehensively. The progressive approach idealizes the concept of Islamic state substantially and pragmatically with some considerations on existing constraints realistically. Secular group reject all forms of involvement and state intervention in the affairs of Muslim people because they believe the state should be strictly separated from the religion. Thus, the overall implementation of Islam in Malaysia and Indonesia in many areas affected by the approach of progressive faction. In the implementation of Islamic law, the approach used was to strengthen the provisions of Islamic law and the existing syariah courts. While in the field of education and economy are by setting up an institutional and legal system in line with Islamic principles. The change of orientation and commitment of the leaders in both countries also were the dominant factors in the rapid implementation of Islam in the period of this study. However, a significant difference between these two countries is the manifestation of the implementation of Islam in Malaysia is done formally. This is because the special position of Islam in the constitution, while in Indonesia is carried out by substantive. Thus, despite the open declaration by the government that Malaysia is an Islamic state and in Indonesia has never declared, but the fact that the two countries can be considered as Islamic states following the implementations of Islam in all aspects of life
Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/ Fadlillah
232 hal.: ilus.: tab.; 21 c
- …
