1,721,018 research outputs found

    Fitria Ramadhani hafid's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Fitria Ramadhani hafid's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Fitria Ramadhani Hafid's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Fitria Ramadhani Hafid's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Fitria Ramadhani Hafid's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    PENGGUNAAN TEKNIK POSITIV SELF-TALK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 SINJAI

    Get PDF
    Fitria Ramadhani. R, 2023. Penggunaan Teknik positive self-talk untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sinjai. Skirpsi. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Dr. Sulaiman Samad, M.Si dan Nur Fadhilah Umar, S.Pd, M.Pd). Penelitian ini menelaah penggunaan Teknik positive self-talk untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sinjai. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana gambaran motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah di berikan Teknik positive self-talk?. (2) Bagaimana gambaran penerapan positive self-talk?. (3) apakah teknik positive self-talk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa du SMA Negeri 1 Sinjai?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah di berikan Teknik positive self-talk (2) Untuk mengetahui gambaran penerapan positive self-talk (3) Untuk mengetahui Teknik positive self-talk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sinjai. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen model quasi eksperimen control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 16 orang yang terbagi menjadi 8 orang siswa dalam satu kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok control. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis data statistic deskriptif dan analisis data statistic inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) motivasi belajar sebelum diberikan teknik self-talk berada kategori tinggi. (2) penggunaan teknik positive self-talk dilakukan sesuai scenario yaitu 4 kali pertemuan. (3) penggunaan teknik positive self-talk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sinjai. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 16 melalui uji-t paired sample test parametric mendapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Berdasarkan pengambilan keputusan dalam penelitian ini yaitu H0 di tolak dan Ha diterima karena nilai sig. (2- tailed) < dari ½ α atau 0,025, dengan demikian hipotesis Ha berbunyi Teknik positive self-talk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sinjai Kata kunci : Motivasi Belajar, Positive self-tal

    PERBARENGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)

    No full text
    ABSTRAK Fitria Ramadhani Lubis, 2021 PERBARENGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan Pengadilan Negeri Banda Aceh)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (vi, 58), pp., bibl. Ainal Hadi , S.H., M.Hum. Perbarengan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan diatur dalam pasal 363 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KUHP. Surat Putusan pemidanaan diatur dalam pasal 197 KUHAP. Hakim memiliki kebebasan dalam menjatuhkan pidana perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, namun demikian hakim harus mempertanggung jawabkan keputusannya, hakim dalam menjatuhkan pidana pada perkara perberengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan memiliki perbedaan penjatuhan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pertimbangan hukum dalam perkara perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan terjadinya perbedaan penjatuhan pidana pada perkara perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan untuk menjelaskan kendala yang dihadapi oleh hakim serta upaya yang dilakukan dalam mengadili perkara perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif empiris, penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dalam penelitian lapangan berupa hasil wawancara dengan responden serta informan dan memadukan bahan-bahan hukum seperti buku teks, teori, peraturan perundang-undangan yang merupakan data skunder. Hasil penelitian ini mengungkapkan tentang pertimbangan hukum dalam perkara perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dimana putusan tersebut diputus pada tahun 2020 di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Dasar Pertimbangan Hukum dalam perkara perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dipengaruhi oleh pertimbangan yuridis dan non yuridis. Yang termasuk kedalam pertimbangan yuridis yaitu pembuktian pasal yang didakwakan oleh penuntut umum, berapa kali perbuatan tindak pidana dilakukan, tuntutan oleh penuntut umum, dan kerugian yang diakibatkan terdakwa. Yang termasuk pertimbangan non yuridis yaitu keadaan yang membertakan dan meringankan terdakwa seperti terdakwa belum pernah dihukum atau residivis, sopan dalam persidangan, adanya sikap terus terang, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat,dll, sehingga terjadinya perbedaan penjatuhan hukuman. Kendala yang dihadapi dalam mengadili perkara perbarengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam persidangan yaitu pernyataan yang dikemukakan saksi berbeda dalam berita acara pemeriksaan, saksi yang sulit untuk memenuhi undangan pengadilan sesuai jadwal, mengenai singkatnya waktu pemeriksaan. Upaya penggulangan yang dilakukan yaitu hakim mengkaji ulang kasus tindak pidana, jaksa melakukan panggilan secara paksa kepada saksi, melakukan pemeriksaan seteliti dan sebaik mungkin. Disarankan dalam penjatuhan pidana hakim harus bisa memahami keadaan-keadaan yang ada pada diri terdakwa dan juga memehami hukum yang berlaku dalam suatu daerah tertentu, karena tugas hakim bukan hanya memutus dan megadili perkara tetapi juga harus bisa menggali nilai- nilai hukum yang hidup di masyarakat. Penegak hukum perlu senantiasa meningkatkan kualitas analisis dan mengembangkan kemampuannya di bidang hukum agar dapat memberikan putusan yang tepat sehingga dapat menciptakan keadilan bagi korban dan terdakwa .

    laporan magang an. fitria ramadhani

    No full text
    laporan magan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore