1,721,101 research outputs found

    PENGELOLAAN ASET DAERAH ATAS TANAH MILIK PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

    Get PDF
    ABSTRAK Pengelolaan Aset Daerah Atas Tanah Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti OLEH: FITRI WULANDARI NIM: 11575205587 Skripsi ini berjudul Pengelolaan Aset Daerah Atas Tanah Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini di latar belakangi oleh kondisi dimana pengelolaan tanah belum berjalan dengan baik sesuai peraturan yang berlaku pada kementrian dan lembaga Negara menjadi menjadi sasaran dalam penataan tanah pemerintah . pemanfaatan pengamanan dan pemeliharaan serta penatausahaan tersebut adalah bagaimanan pengelolaan aset daerah atas tanah menjadi lebih akuntabel, akurat, dan transparan, sehinga tanah pemerintah bisa dimanfaatkan secara baik. Adapun yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengelolaan Aset Daerah Atas Tanah Milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan untuk mengetahui hambatan dalam Pengelolaan Aset Daerah Atas Tanah Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Indicator yang digunaka PAMENDAGRI Nomor 19 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa Pengelolaan Aset Daerah Atas Tanah Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti belum berjalan dengan baik dilihat dari pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan serta penatausahaan hambatan dalam pengelolaan aset daerah atas tanah milik pemerintah daerah kabupaten kepulauam meranti. Yaitu kurangnya kurangnya koordinasi kepada BPN dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat Hal ini dibuktikan dalam hasil wawancara dan dokumentasi bahwa pengelolaan aset daerah atas tanah milik pemerintah daerah belum berjalan dengan baik. Kata Kunci:Pengelolaan Aset Tanah Pemerinta

    PENGARUH KETELADANAN PIMPINAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PEKANBARU

    Get PDF
    ABSTRAK Fitri Wulandari HP (2025) : Pengaruh keteladana pimpinan kepala madrasah terhadap kedisiplinan guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui bagaimana bentuk kedisiplinan guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru (2) Mengetahui apa saja pengaruh keteladanan pimpinan kepala Madrasah terhadap kedisiplinan guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru (3) Mengetahui faktor faktor lain apa turut mempengaruhi hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana yang mengkaji tentang pengaruh keteladanan pimpinan kepala Madrasah (X) terhadap kedisiplinan guru (Y) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru. Populasi pada penelitian ini berjumlah 106 orang guru dengan sampel 84 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dengan menggunakan bantuan analisis dari aplikasi SPSS ver. 25.0 for Windows. Hasil Penelitian Menujukkan bahwa : (1) kedisiplinan guru yaitu 87,4% tergolong sangat baik (2) pengaruh keteladanan pimpinan kepala madrasah yaitu 87,0% tergolong sangat baik, (3) terdapat pengaruh positif antara pengaruh keteladanan pimpinan kepala madrasah terhadap kedisiplinan guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru dengan nilai korelasi sebesar 0,850. Hal ini dibuktikan dengan uji korelasi dengan nilai r’hitung 0,850 lebih besar adri r’tabel pada tariff signifikan 5% yaitu (0,850 > 0,206). Hasil perhitungan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,723. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan pimpinan kepala madrasah terhadap kedisplinan guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru adalah sebesar 72,3% sedangkan 27,7% dipengaruhi oleh variabel yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Jadi, semakin tinggi Pengaruh keteladanan pimpinan kepala madrasah maka semakin tinggi pula kedispilinan guru disekolah. Kata Kunci : Keteladanan Pimpinan Kepala Madrasah, Kedisplinan Guru

    Novel Tsumuji Daburu karya Miyashita Natsu dan Shoji Yukiya

    Get PDF
    ABSTRAK NOVEL TSUMUJI DABURU KARYA MIYASHITA NATSU DAN SHOJI YUKIYA Oleh : M. Fitri Wulandari Kata Kunci: Novel, Struktural, Tokoh, Tsumuji Daburu Skripsi ini merupakan penelitian terhadap novel Tsumuji Daburu karya Miyashita Natsu dan Shoji Yukiya. Novel ini merupakan kisah tentang sebuah keluarga yang terlihat harmonis seperti kebanyakan keluarga pada umumnya. Namun dibalik keluarga yang harmonis tersebut, sang ibu ternyata memiliki sebuah rahasia yang disimpan dari kedua anaknya yaitu Yuichi dan Madoka. Penelitian pada novel Tsumuji Daburu ini menggunakan tinjauan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif. Metode penelitian yang dilakukan adalah membaca dan memahami novel secara keseluruhan, mengumpulkan dan mencatat data-data yang berhubungan dengan objek penelitian. Pada tahap analisis, data dianalisis menggunakan tinjauan struktural untuk mengetahui unsur-unsur intrinsik dan keterkaitan antara sesama unsur intrinsik yang membangun cerita secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini adalah keterkaitan antar unsur dan struktur, memberi makna penuh terhadap pemahaman konflik berupa rahasia yang disimpan tokoh ibu dalam novel Tsumuji Daburu. Rahasia tersebut ternyata berpengaruh terhadap jalan cerita secara keseluruhan dengan menampilkan sudut pandang cerita berupa penggambaran masa lalu yang berpengaruh terhadap akhir cerita

    Strategi Pengembangan UMKM Toko Baju Di Pantai Batukaras Pangandaran Berbasis Ekonomi Kreatif Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakan

    Get PDF
    FITRI WULANDARI, NIM : 1908204094 STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM TOKO BAJU DI PANTAI BATUKARAS PANGANDARAN BERBASIS EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT Usaha Mikro Kecil Menengah ekonomi kreatif pada usaha toko baju pantai ini mampu memperbaiki perekonomian masyarakat dengan berbekal pengalaman dan kreativitas, serta dapat mengembangkan lapangan pekerjaan. Masyarakat di kawasan pantai Batukaras sebagian besar memiliki usaha baju pantai, bisa dikatakan pendapatan masyarakat hampir mayoritas berdagang, untuk penghasilannya tergantung dari bagaimana mengembangkan usahanya tetapi dengan adanya isu-isu tentang tsunami, gelombang tinggi, tiket mahal dan BBM meningkat menyebabkan pengunjung wisata berkurang sehingga dapat berpengaruh terhadap pendapatan warga Batukaras Pangandaran. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah berbasis ekonomi kreatif di Pantai Batukaras, untuk mengetahui strategi pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah berbasis ekonomi kreatif usaha toko baju di pantai Batukaras dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan untuk mengetahui faktor penghambat pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat khusunya bagi pemilik dan karyawan toko baju. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kualitatif jenis studi kasus dan menggunakan teknik penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dilakukan teknis analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman menggunakan empat alur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari strategi yang digunakan mengembangkan usaha yaitu mengandalkan strategi pengembangan produk ide-ide kreatif seperti membuat baju pantai dengan bermacam�macam jenis dan selalu mengubah model baju setiap musimnya sehingga menjadi daya tarik bagi konsumen atau pengunjung wisata baik buat di pakai maupun di jadikan oleh-oleh. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pendapatan bagi pemilik dan karyawan toko baju meningkat. Sementara itu faktor penghambat dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dan pendapatan masyarakat khususnya bagi pemilik dan karyawan toko baju yaitu pemasaran, operasi, pengalaman dengan kreativitas, keahlian kerja, dan modal yang digunakan. Namun hambatan tersebut mampu dihindari dengan mengandalkan strategi yaitu dengan menjual baju di sosial media, menghilangkan isu-isu tentang adanya tsunami,gelombang tinggi melalui media sosial, meningkatkan kualitas produk dengan memperhatikan model, jahitan dan bahan. Kata Kunci : Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah, Ekonomi Kreatif, Peningkatan Pendapatan

    PROGRAM TAHFĪDZ AL-QUR’ĀN [Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Plosorejo Kademangan Blitar]

    Get PDF
    ABSTRAK Defita Fitri Wulandari, NIM. 17205153088, 2019 M, “Program Tahfīdz Al-Qur’ān [Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Plosorejo Kademangan Blitar]”, Skripsi, Jurusan PGMI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung, dosen pembimbing: Dr. H. Ali Rohmad, M. Ag. Kata kunci : Program Tahfīdz Al-Qur’ān, Studi Kasus, Madrasah Ibtidaiyah. Fokus penelitian : 1. Bagaimana prosedur penetapan Program Tahfīdz Al Qur’ān di MI Miftahul Ulum Plosorejo Kademangan Blitar ?; 2. Bagaimana prosedur penyelenggaraan Program Tahfīdz Al-Qur’ān di MI Miftahul Ulum Plosorejo Kademangan Blitar ?; 3. Bagaimana implikasi dari penyelenggaraan Program Tahfīdz Al-Qur’ān di MI Miftahul Ulum Plosorejo Kademangan Blitar terhadap penguatan hafalan Al-Qur’ān para siswa dan ketaqwaan mereka ?. Penelitian ini dengan dipandu teori tahfīdz al-Qur’ān, Penulis belajar mengindahkan konstruksi “paradigma Islāmīy (bayānīy, burhānīy, ‘irfānīy)”, kendati mengadop “paradigma postpositivistik-interpretif”. Kehadiran peneliti : mulai 30 November 2018. Sumber data : informan, peristiwa/aktivitas, dokumen/arsip, lingkungan madrasah. Teknik pengumpulan data : Observasi partisipan, Wawancara-mendalam, dan Dokumentasi yang disertai pembuatan Ringkasan Data. Prosedur analisis data : kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Metode analisis data : deduksi, induksi, komparasi. Hasil penelitian : 1. Prosedur Penetapan Program Tahfīdz Al-Qur’ān, adalah diawali dari ide kepala madrasah yang direspon dengan baik oleh pengurus yayasan dan para guru serta stakeholders dan dimufakati dalam musyawarah antar mereka untuk menjadi bagian dari program kerja madrasah, dilanjut penunjukkan seorang guru sebagai koordinator program, pengangkatan hafīdzah sebagai ustādzah, penentuan persyaratan siswa-siswi calon peserta program, dan pensosialisasian program; 2. Prosedur Penyelenggaraan Program Tahfīdz Al Qur’ān, adalah dengan penyeleksian penerimaan siswa-siswi peserta program, penyusunan jadwal pembelajaran tahfīdz al-Qur’ān, penerapan metode bimbingan yang sinergis memperkokoh motivasi dan perhatian serta penerapan menghafalkan al-Qur’ān ketika siswa-siswi di madrasah, di rumah, di masyarakat; 3. Implikasi Program Tahfīdz Al-Qur’ān terhadap penguatan hafalan Al-Qur’ān para siswa dan ketaqwaan mereka, adalah terdapat kecenderungan pada para siswa-siswi peserta program semakin menguat hafalan al-Qur’ān dengan fenomena semakin banyak ayat dan surat yang telah dihafalkan, dan semakin menguat pemahaman nilai-nilai atas ayat-ayat Al-Qur’ān yang telah dihafalkan, serta semakin menguat akutualisasi ketaqwaan mereka yang sehari-hari diperlihatkan melalui perilaku keimanan, peribadatan, dan pergaulan dengan para guru dan sesama mereka juga orang tua mereka sebagai modal utama menghadapi dinamika era globalisasi sekaligus era revolusi industri 4.0 yang semakin sarat problematika

    PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN MODEL IMPROVE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA PADA MATERI ALJABAR KELAS VII SMP NEGERI 1 SANANKULON BLITAR

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Dengan Model Improve Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Pada Materi Aljabar Kelas VII SMP Negeri 1 Sanankulon Blitar” ini ditulis oleh Fitri Wulandari, NIM. 126204211028, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Jurusan Tadris Matematika, Universitas Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Maryono, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran dengan Model Improve, Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis, Aljabar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Siswa masih cenderung masih bergantung pada guru dan kurang terarah dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti penggunaan model pembelajaran yang belum sesuai saat kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran dengan model Improve terhadap peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi aljabar kelas VII SMP Negeri 1 Sanankulon Blitar, (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran dengan model Improve terhadap peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi aljabar kelas VII SMP Negeri 1 Sanankulon Blitar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi experimental research atau biasa disebut juga dengan istilah eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sanankulon Blitar. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 31 siswa dan kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 26 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Adapun uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrumen, uji prasyarat dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh pembelajaran dengan model Improve terhadap peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi aljabar kelas VII SMP Negeri 1 Sanankulon Blitar, (2) Besar pengaruh pembelajaran dengan model Improve terhadap peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa pada materi aljabar kelas VII SMP Negeri 1 Sanankulon Blitar adalah sebesar 1,12 atau dalam tabel interpretasi nilai Cohen’s menunjukkan persentase pengaruh sebesar 86% dengan kategori persentase tersebut tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Improve dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa

    PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DASAR DI MIN 3 TULUNGAGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penggunaan Media Benda Konkret untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta didik pada Mata Pelajaran Matematika Dasar di MIN 3 Tulungagung” ini ditulis oleh Erma Fitri Wulandari, NIM 17205163002, pembimbing H. Muh Nurul Huda,M.A Kata Kunci : Media Benda Konkret, Pemahaman Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelajaran matematika yang merupakan pelajaran pokok dan dianggap sulit sehingga diperlukan pemahaman yang cukup untuk melakukan pengajaran. Sehingga dibutuhkan alat bantu atau media untuk mengaktifkan dan membuat peserta didik menjadi lebih paham atas materi yang telah disampaikan yakni dengan media benda konkret. Dengan media benda konkret akan memberikan pengalaman langsung serta kesan yang utuh dan bermakna mengenai informasi dan gagasan yang melibatkan panca indera. Selain itu, media benda konkret dapat membantu meletakkan dasar-dasar yang konkret dan mengurangi hal-hal yang sifatnya masih verbal. Adapun fokus dari penelitian ini adalah : 1) Bagaimana gambaran pembelajaran melalui media benda konkret untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran matematika dasar di MIN 3 Tulungagung? 2) Bagaimana penerapan media benda konkret objek untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran matematika dasar di MIN 3 Tulungagung? 3) Bagaimana penerapan media benda konkret benda contoh untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran matematika dasar di MIN 3 Tulungagung? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian study kasus. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tehnik analisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan verivikasi/pemeriksaan tentang kebenaran laporan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan ketekunan, triangulasi, pengecekan sejawat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran matematika dasar yakni salah satunya dengan menggunakan media benda konkret yang mana media benda konkret lebih membantu dalam memahami hal-hal yang sifatnya masih verbal. Karena pada dasarnya mata pelajaran matematika masih banyak yang menggunakan rumus dan sifatnya yang abstrak. 2) Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran matematika dasar dengan adanya media benda konkret objek atau benda asli yakni dengan menggunakan benda benda yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain memudahkan peserta didik dalam memahami suatu materi, media ini juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik melalui panca inderanya. 3) Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran matematika dasar dengan adanya media benda konkret benda contoh yakni dengan menggunakan replika dari benda aslinya, sehingga peserta didik hanya memiliki gambaran dari benda aslinya. Peserta didik mampu mengasah otaknya untuk berfikir kearah yang lebih luas mengenai benda aslinya. Media ini digunakan jika benda konkret objek atau bendaaslinya tidak memungkinkan ada atau terlalu besar sehingga memakan tempat yang banyak. Dapat disimpulkan bahwa MIN 3 Tulungagung mampu dalam menggunakan media benda konkret dalam proses belajar mengajar termasuk dalam mata pelajaran matematika dasar guna untuk meningkatkan pemahaman materi pembelaran. Yang mana mendapat tanggapan yang positif dan antusias oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini juga berdampak pada hasil belajar peserta didik yang terus mengalami peningkatan

    KONSTRUKSI PENGETAHUAN MASYARAKAT LOKAL MENGENAI BENCANA LOCAL SOCIETY’S KNOWLADGE CONTRUCTION OF DISASTER

    No full text
    Konstruksi Pengetahuan Masyarakat Lokal Mengenai Bencana ; Ika Fitri Wulandari; 100910302003; 2014; 75 halaman; Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo merupakan salah satu daerah Kedunglo yang sering terjadi gempa bumi. Sejak tahun 2007-2014 tercatat gempa bumi sudah beberapa kali mengguncang Desa Kedunglo. Berdasarkan data terbaru pada tahun 2014 petugas BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik dengan kedalaman sekitar lima kilometer. Gempa tersebut mencapai 4.3 SR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, dan menganalisis secara mendalam tentang Konstruksi Pengetahuan Masyarakat Lokal Mengenai Bencana. Manfaat penelitian ini sebagai informasi tambahan di bidang kebencanaan, sebagai bahan pembelajaran agar lebih mengerti tentang adanya pengurangan risiko bencana, dan sebagai masukan bagi pemerintah untuk melakukan pendidikan tentang kesiapsiagaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo khususnya di pedukuhan Bato Kodung. Dalam penentuan informan digunakan tekhnik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan metode trianggulasi. Proses selanjutnya adalah melakukan analisis data. Teori yang digunakan dalam menganilisis data ini menggunakan teori konstruksi sosial tentang eksternalisasi kesadaran atau pengetahuan yang terkontruksi, objektivasi pembentukan kontruksi, dan internalisasi perilaku terkontruksi. vii Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya intervensi yang masuk ke dalam Desa Kedunglo pemahaman pengetahuan bencana di sana masih sangat rendah. Karena masih banyak masyarakat di sana berfikir bencana itu merupakan teguran dari Allah atas kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat. Bencana menurut masyarakat lokal Desa Kedunglo itu juga dianggap sebagai sebuah kutukan dari nenek moyang mereka. Karena kejadian hilangnya uang kotak amal yang ada di makam. Sehingga membuat pengetua mereka marah dan mendatangkan sebuah bencana berupa gempa bumi. Selain itu masyarakat lokal mengatakan bahwa lendu itu juga merupakan sebuah bencana bagi mereka. Karena kurangnya pemahaman tentang bencana maka mereka mengatakan bahwa lendu itu adalah sebuah bencana Setelah adanya intervensi dari agen-agen yang memberikan sosialisasi kepada mereka. Masyarakat Desa Kedunglo sudah mulai mampu melakukan pembentukan komunitas atau bertindak untuk menyelamatkan diri dari bencana yang terjadi. Selain itu, masyarakat juga sudah mulai melakukan pemasangan peringatan dini seperti alat pedeteksi gempa yang biasanya disebut seimograf, masyarakat juga sudah mulai tanggap sehingga paham dengan tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, dan dalam mobilisasi sumberdaya masyarakat Desa Kedunglo ini sudah mampu berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ada di luar. Semua suda ada pada tahap objektivasi. Terakhir masyarakat ada pada tahap internalisasi dimana masyarakat disana sudah paham tentang pengetahuan bencana dalam membangun sebuah kesiapsiagaan, yang itu tidak bisa tercipta dengan sendirinya terbentuk dengan adanya ancaman ataupun dari agen-agen yang memberikan sosialisasi tentang bencana. Sehingga membuat masyarakat yang ada di Desa Kedunglo menjadi paham tentang bencana. Dengan sedikit pengetahuan bencana, kebijakan komunitas, tanggap darurat, peringatan dini, dan mobilitas sumber daya yang masyarakat miliki dijadikan modal agi masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana,

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore