1,720,984 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Peran komunitas literasi dalam menanggulangi kenakalan remaja: Penelitian di Kelurahan Cicurug Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi

    Get PDF
    Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dilakukan oleh kalangan remaja, perilaku ini biasanya identik dengan hal-hal yang negatif yang biasa dilakukan oleh anak-anak muda dan biasanya dengan teman sebayanya. Kenakalan remaja yang terjadi di Kelurahan Cicurug yaitu kurangnya perhatian dan pengawasan dari orangtua, kurangnya sarana waktu senggang, pengaruh perkembangan tekhnologi, dan pengaruh teman sebaya yang keliru. Peran yang dilakukan oleh komunitas literasi taman baca Cicurug dalam menanggulangi kenakalan remaja di Kelurahan Cicurug yaitu melalui tindakan pencegahan dan tindakan pemulihan dengan beberapa kegiatan-kegiatan pelatihan minat dan bakat, membaca, dan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk kenakalan remaja di Kelurahan Cicurug Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. (2) Faktor penyebab kenakalan remaja di Kelurahan Cicurug Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. (3) Peran Komunitas Literasi Cicurug dalam menanggulangi kenakalan remaja di Kelurahan Cicurug Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi. Teori kontrol sosial atau pengendalian sosial merupakan pisau analisis mengenai penyimpangan, bahwa penyimpangan merupakan hasil dari kekosongan kontrol atau pengendalian sosial. Semakin kuat hubungan individu dengan masyarakat, semakin efektiflah pengendalian individu tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang merupakan jenis data kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisa, dan mengungkapkan peristiwa yang terjadi di lapangan. Data dihasilkan berdasarkan pengumpulan data primer dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, selain itu dilengkapi juga dengan data sekunder berupa referensi dalam bentuk buku-buku yang relevan dengan tema penelitian untuk mendukung data di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk kenakalan remaja yang terjadi di Kelurahan Cicurug antara lain tawuran, minum-minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, merokok, geng motor dan menonton video porno. Faktor penyebab kenakalan remaja di Kelurahan Cicurug yaitu kurangnya perhatian dan pengawasan dari orangtua, kurangnya sarana waktu senggang, pengaruh perkembangan tekhnologi, dan pengaruh teman sebaya yang keliru. Adapun peran yang dilakukan komunitas literasi dalam menanggulangi kenakalan remaja di Kelurahan Cicurug merupakan bentuk kontrol sosial atau pengendalian sosial oleh komunitas literasi. Upaya tersebut melalui tindakan preventif dan kuratif. Tindakan pencegahan melalui: penyuluhan dan sosialisasi serta taman bacaan. Kemudian tindakan pemulihan melalui kegiatan pelatihan hobi, minat dan bakat. Adapun kegiatan lainnya melalui lapakan buku rutinan yang diselenggarakan setiap akhir pekan, road to school, jamboo (jamming pay with book), Cicurug bersih-bersih, serta agenda tahunan festival dan ulang tahun komunitas literasi taman baca Cicurug

    Lessons Learned : Penjadwalan Multi Proyek Pembangunan Jaringan Kantor Kecamatan Menggunakan Metode Critical Chain Di Kabupaten Bojonegoro

    Get PDF
    Kabupaten Bojonegoro terpilih mewakili Indonesia sebagai daerah percontohan Pemerintah Daerah Terbuka (Open Government Partnership (OGP)). Untuk mewujudkan program tersebut Bojonegoro telah membuat salah satu program OGP yakni dengan pemasangan perangkat jaringan di kecamatan dan desa. Proyek dilaksanakan selama 70 hari tetapi terdapat beberapa permasalahan sehingga menghambat proses pengerjaan. Proyek yang telah terlaksana memiliki kendala seperti keterbatasn waktu, resource, dan model pengerjaan yang tidak pasti. Dengan menggunakan metode critical chain project management (CCPM) penelitian ini mencari tahu model yang tepat untuk pengerjaan proyek yang bersifat point to point (PtP) dimana terdapat tower pusat sebagai titik pertemuan dari jaringan Wide Area Network (WAN). Peneliti menyusun dua buah model yang digunakan sebagai model pengembangan proyek PtP yaitu singleline activity dan multiring activity. Data diolah berdasarkan dokumen hasil pelaksanaan dan hasil wawancara dari beberapa sumber dimana berisi tentang penjadwalan, jenis pemancar, dan resource yang dibutuhkan. Dari hasil dan pembahasan didapatkan bahwa model yang tepat digunakan pada proyek PtP adalah menggunakan multiring dimana dari segi durasi terdapat selisih buffer time 11 hari sehingga waktu yang diperlukan 59 hari sedangkan singleline membutuhkan waktu 62 hari dari waktu yang ditentukan selama 70 hari. Dan dari segi resource diketahui bahwa nilai fluktuasi untuk multiring lebih rendah sehingga dengan model ini resource yang diperlukan dapat bekerja dengan cepat dibanding dengan model singleline activity. ========================================================================================================== Bojonegoro was chosen to represent Indonesia as Open Government Partnership (OGP) piloting area. To realize the program, Bojonegoro had created one of the OGP programs, the installation of network devices in the district and village areas. The project was implemented for 70 days, but there were some problems in work process. The projects gained obstruction such as limited time, resources, and uncertain models. Using the critical chain project management (CCPM) method, this research discovered the right model for point-to-point (P2P) project in a central tower as the meeting point of a wide area network (WAN). The researcher compiled two models for the model of P2P project development namely single-line activity, and multi-ring activity. Data was processed based on the results document and the results of interviews from several sources where it contains scheduling, type of transmitter, and the required resources. From the result and discuss finding, the right model used for the P2P project was multi-ring use which in terms of duration there was a buffer time difference of 11 days so that it takes 59 days while single-line takes 62 days from the time prediction for 70 days. And then in terms of resource note that the value of fluctuation for multi-ring is lower so that with this model the necessary resources can work quickly compared with the model of single-line activity

    KontribusiKecepatan Reaksi Kaki, Daya Ledak Otot Tungkai dan Panjang Tungkai dengan Hasil Lari Sprint 100 Meter pada Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kontribusi kecepatan reaksi kaki terhadap hasil lari sprint 100 meter pada siswa kelas V SD Inpres Rappocini Makassar; (2) Kontribusi daya ledak tungkai terhadap hasil lari sprint 100 meter pada siswa kelas V SD Inpres Rappocini Makassar; (3) Kontribusi tinggi badan terhadap hasil lari sprint 100 meter pada Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassar dan (4) Kontribusi kecepatan reaksi kaki, daya ledak tungkai dan panjang tungkai terhadap hasil lari sprint 100 meter pada siswa kelas V SD Inpres Rappocini Makassar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian regresi.Populasi penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassar dengan jumlah sampel penelitian 30 murid yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriftip, normalitas data dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 16.00 pada taraf signifikan 95% atau 0,05. Berdasarkan dari hasil analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Kecepatan reaksi kaki memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lari sprint 100 meter pada Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassar sebesar 58,1%; (2) Daya ledak tungkai memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lari sprint 100 meter pada Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassarsebesar 45,2%; (3) Panjang tungkai memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lari sprint 100 meter pada Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassarsebesar 72,5%; dan (4) Kecepatan reaksi kaki, daya ledak tungkai dan panjang tungkai memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lari sprint 100 meter pada Siswa Kelas V SD Inpres Rappocini Makassar sebesar 84,6%
    corecore