1,720,985 research outputs found
ANALISIS KONDISI FLUKS ELEKTRON DI SABUK RADIASI ELEKTRON LUAR BERDASARKAN MEDAN MAGNET ANTARPLANET (BZ) DAN KECEPATAN ANGIN MATAHARI (ANALYSIS OF ELECTRON FLUX CONDITION IN OUTER ELECTRON RADIATION BELT BASED ON INTERPLANETARY MAGNETIC FIELD (BZ) AND SOL
Interplanetary space is a hazard precursor for solar eruption toward earth. The solar eruptions enhance electron flux that can lead to anomalies, shifts, and permanent damage to spacecraft, e.g. satellites. The data used in this paper are interplanetary space data represented by interplanetary magnetic field (Bz) and solar wind speed, as well as Dst and AE indexes as comparison indicating disturbance has reached Earth’s poles and equator during 2011-2012. The method used is to determine the value of maximum and minimum Bz in the year 2011-2012 which is taken five days before and after. Analysis and calculation of correlation is done to data of Bz-electron flux and solar wind velocity-electron flux. Clarification of disturbence in interplanetary space and outer electron radiation belt is using index data Dst and AE indexes are used to clarify interplanetary space and outer electron radiation belt disturbances. The aim of this study is to determine the characteristics of interplanetary space that can increase the electron flux so that the space weather early warning can be done. It was found that the period of electron flux enhancement after decrease and increase of Bz was 2 to 3 days. The electron flux would enhance when interplanetary space was in its normal condition at solar wind speed 500 km/sec and Bz is -5 nT to +5 nT. Electron flux correlation with solar wind velocity was better than with Bz. ABSTRAKKondisi ruang antarplanet merupakan prekursor bahaya erupsi matahari terhadap bumi. Erupsi matahari dapat menyebabkan peningkatan fluks elektron. Tingginya fluks elektron dapat menyebabkan anomali, pergeseran, dan kerusakan permanen pada wahana antariksa, misal satelit. Data yang digunakan pada makalah ini adalah data ruang antarplanet yang diwakili oleh kondisi medan magnet antarplanet (Bz) dan kecepatan angin matahari yang merupakan prekursor peningkatan fluks elektron serta data indeks Dst dan indeks AE sebagai pembanding bahwa gangguan telah mencapai kutub dan ekuator bumi selama rentang waktu 2011-2012. Metode yang digunakan adalah menentukan nilai Bz maksimum dan minimum dalam tahun 2011-2012 yang selanjutnya dari penanggalan data tersebut diambil data lima hari sebelum dan sesudah. Analisis dan perhitungan korelasi dilakukan terhadap data Bz-fluks elektron dan kecepatan angin matahari-fluks elektron. Klarifikasi gangguan yang terjadi di ruang antarplanet dan sabuk radiasi elektron luar menggunakan data indeks Dst dan indeks AE. Tujuan ditulisnya makalah ini adalah untuk mengetahui karakteristik kondisi ruang antarplanet yang dapat meningkatkan fluks elektron agar peringatan dini cuaca antariksa dapat dilakukan. Hasil yang didapatkan adalah waktu yang dibutuhkan fluks elektron setelah terjadi penurunan dan peningkatan Bz adalah 2 hingga 3 hari, fluks elektron akan meningkat saat kondisi ruang antarplanet normal yaitu pada kecepatan 500 km/detik dan Bz -5 nT hingga +5 nT, korelasi fluks elektron dengan kecepatan angin matahari lebih baik dibanding fluks elektron dengan Bz
Eksistensi Tokoh Perempuan dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini
ABSTRAK
FILAWATI, 2012. “ Eksistensi Tokoh Perempuan dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini”. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Juanda dan Andi Fatimah Junus).
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang “Eksistensi Perempuan dalam Novel Tempurung karya Oka Rusmini”.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis eksistensialis. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks novel Tempurung karya Oka Rusmini. Data berupa unit-unit teks yang berisi deskripsi eksistensi pribadi perempuan, deskripsi eksistensi perempuan dalam keluarga, dan deskripsi eksistensi perempuan dalam masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data. Peneliti melakukan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data berdasarkan permasalahan yang dikaji. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyeleksi, mengklasifikasi, menafsirkan, dan memaknai data kemudian mengambil kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, Pertama eksistensi pribadi perempuan dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini terefleksi melalui sikap, tindakan, jalan pikiran, rencana hidup serta ucapan tokoh perempuan yang memiliki ciri-ciri: Tokoh sebagai perempuan terpelajar dan cerdas terlihat dari tokoh Bu Barla yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berdagang dan mampu menerangkan pengetahuan mengenai masalah kesehatan.Tokoh sebagai perempuan yang pendendam dan mandiri terlihat dari sikap yang menaruh dendam pada orang tuanya dan orang-orang disekitarnya. Tokoh sebagai perempuan yang kuat dan berkuasa terlihat dari kemampuan tokoh perempuan dalam mengurus semua kepentingan dirinya, keluarga, dan perusahaan. Kedua eksistensi perempuan dalam keluarga yang terdapat dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini, terefleksi dari tokoh perempuan yang berperan sebagai seorang istri terlihat dari kemandiriannya sebagai istri yang sabar, dan seorang ibu yang bijak. Ketiga eksistensi perempuan dalam lingkungan masyarakat yang terdapat dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini, terefleksi dari tokoh perempuan yang berkedudukan dalam sebuah perusahaan dan memiliki kemampuan dalam memimpin perusahaan, perempuan yang tegas dalam memimpin perusahaan meski diremehkan oleh saudara laki-lakinya.
Saran-saran yang dapat disimpulkan berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada : (1) peneliti berikutnya yang melakukan penelitian yang sejenis, diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi penelitian dan disertai pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda, (2) hasil penelitian ini hendaknya bagi pemerhati sastra sebagai salah satu referensi dalam memahami karya-karya sastra Oka Rusmini, dan (3) kajian kritik feminis, sebagai salah satu bentuk kajian sastra perlu mendapat perhatian dan pengembangan lebih lanjut
NILAI-NILAI EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) DALAM NOVEL BIDADARI-BIDADARI SYURGA KARYA TERE LIYE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai EQ (Emotional Quotient) yang
terdapat dalam novel Bidadari-Bidadari Syurga karya Tere Liye. Penelitian ini
merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang
pengumpulan datanya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai buku dan
sumber. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
deskriptif kulatatif dengan menggunakan teknik pustaka, simak dan catat untuk
memperoleh data yang diperlukan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber.
Trangulasi data yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaaatkan
sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data yang diperoleh. Teknik analisis data menggunakan teknik
analisis data secara dialektika. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Novel BidadariBidadari Syurga merupakan karya sastra yang banyak mengandung nilai-nilai EQ
(Emotional Quotient) yang meliputi; a). Mengenali emosi diri, termasuk didalamnya
sadar diri, tenggelam dalam permasalahan dan pasrah. b). Mengelola emosi, meliputi
penguasaan diri, mengendalikan amarah, mengatasi kecemasan dan menangani
kesedihan. c). Memotivasi diri, terdiri dari kecakapan utama, kendali dorongan hati,
mengatasi hati risau pikirankacau, dan optimisme. d). Mengenali emosi orang lain
(empati). e). Membina hubungan. 2). Terdapat nilai-nilai pendidikan akhlak yang
terdapat dalam novel Bidadari-Bidadari Syurga. Secara keseluruhan dapat dikatakan
jika hubungan keduanya banyak ditujukan pada perbaikan sikap mental pada proses
pembentukan kepribadian yang matang untuk membentuk insan kamil, dimana pada
nantinya akan teraplikasikan dalam perilaku akhlakul karimah. Novel yang sarat
dengan nilai-nilai pendidikan, proses pembelajaran dan cara menyikapi hidup dalam
setiap kondisi meskipun tidak menyenangkan, menyedihkan atau bahkan
menyakitkan. Merupakan novel yang patut dijadikan media ataupun referensi bagi
para pendidik dalam mendidik peserta didik, juga dalam proses pencapaian tujuan
pendidikan itu sendir
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengaruh Penggunaan Bungkil Kelapa yang Difermentasi dengan Ragi Tape dalam Ransum Terhadap Bobot Karkas Ayam Broiler Jantan
The experiment was conducted to determine the effect of using fermented coconut cake with tape yeast on dry metter intake, slaughtered weidht, carcass weight and carcass percentage. A hundred two days old male chicken was used in thiss study. This study was assigned into completely randamized design with 5 treatment and 4 replications. The tretment was using 100% commercial feed, using 10% and 20% of coconut cake in commercial feed and using 10% and 20% of fermented coconut cake with tape yeast in commercial feed. Parameters measured dry matter intake, slaughtered weight, carcassweight and carcass persentage. It concluded that coconut cake and permented coconut cake with tape yeast can be mixed into the ration up to 20% to subtitute commercial feed
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
