4 research outputs found
Rancang Bangun Regulator Tegangan Untuk Eksitasi Pada Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar
ABSTRAK Andriawan, Febri. 2013. Rancang Bangun Regulator Tegangan Untuk Eksitasi Generator Sinkron 3 Fasa Penguat Luar. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. (II) Drs. Suwasono, M.T. Kata Kunci: Regulator Tegangan, Eksitasi, Generator sinkron 3 fasa. Eksitasi generator adalah sistem pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator sinkron atau sebagai pembangkit medan magnet sehingga suatu generator dapat menghasilkan energi listrik dengan besar tegangan keluaran generator tergantung pada besarnya arus eksitasinya. Tegangan yang konstan pada terminal generator merupakan suatu besaran penting yang harus dipertahankan untuk menghasilkan supply daya yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan peralatan kontrol yang digunakan untuk mengatur besaran masukan guna mencapai titik keseimbangan. sekarang ini masih banyak yang menggunakan kendali konvensional dengan cara memutar autotrafo. Seperti kita ketahui bahwa pengaturan dengan autotrafo terdapat berbagai macam kelemahan. Pembuatan tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah inovasi baru terhadap pengaturan tegangan eksitasi Generator sinkron 3 fasa dengan sistem pengaturan yang mudah dan sederhana. Pengaturan yang digunakan menggunakan metode PWM yang dipicukan pada Thyristor atau SCR. Thyristor atau SCR merupakan komponen elektronika yang terdiri dari bahan semi- konduktor yang dapat mengalirkan arus positif baik dari sumber arus searah maupun dari sumber arus bolak balik. Penggunaan Thyristor atau SCR sangat luas karena dapat mengendalikan arus listrik yang cukup besar dan dipergunakan langsung untuk jaringan arus bolak-balik (AC). Penggunaan SCR pada saat ini adalah untuk switching daya listrik yang besar dan mengendalikan pengaturan kemagnitan generator sinkron 3 fasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen (Research Methode). Obyek penelitian adalah dengan pengendalian tegangan eksitasi generator sinkron 3 fasa . Dari analisis dan pengujian yang telah diperoleh, pengaturan tegangan eksitasi generator sinkron 3 fasa dilakukan dengan cara mengubah besar putaran potensio pada alat sehingga duty cycle yang dipicukan pada SCR berubah dan membuat tegangan keluaran menjadi dapat dikendalikan besarnya. Perubahan PWM waktu nyala (on) dan waktu mati (off) yang diterapkan pada rancang bangun regulator tegangan untuk eksitasi generator sinkron 3 fasa membuat tegangan keluaran dapat dikendalikan dari 0VAC s/d 223 VAC dan tegangan 0VAC-216VAC untuk generator saat diberi beban lampu 15W. Untuk beban 5 W tegangan keluaran generator dapat diatur 0-223VAC. Pada beban 75W tegangan keluaran generator 0-221VAC
Komunikasi Digital dalam Jual Beli Online melalui Sosial Media Instagram
The purpose of this study is to determine digital communication in online buying and selling through social media Instagram in Pasir Lor Village, Banyumas Regency, Central Java.
The approach uses a descriptive qualitative based, involving 20 subjects who have Instagram accounts (both as sellers and buyers). Data were collected and supplemented with interviews and observations when conducting online buying and selling services.
The results showed that: digital communication on subjects in Pasir Lor Village by conducting digital interactions between sellers and buyers either through chat, DM or the comment column. The integrity and honesty of the seller in buying and selling online is the main bargaining power for buying and selling online, so that you can get fast response and service from the seller, which can add valuea to online sales through Instagram social media. Digital communication is also supported by the ease of accessing and applying Instagram's social media features so as to provide a positive response for all circles of society.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi digital dalam jual beli online melalui sosial media instagram di Desa Pasir Lor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Pendekatan mengunakan berbasis kualitatif deskriptif dengan melibatkan subyek berjumlah 20 orang yang mempunyai akun instagram (baik sebagai penjual maupun pembeli). Data dikumpulkan dan dilengkapi dengan wawancara dan observasi ketika melakukan layanan jual beli online.
Hasilnya didapatkan bahwa komunikasi digital pada subyek yang ada di Desa Pasir Lor dengan melakukan interaksi secara digital antar penjual dan pembeli baik melalui chat, DM maupun kolom komentar. Integritas dan kejujuran penjual dalam jual beli menjadi daya tawar utama untuk melakukan jual beli online, sehingga bisa mendapatkan pelayanan dan service yang fast respons dari penjual bisa menjadi penambah nilai bagi penjualan online melalui media sosial instagram. Komunikasi digital juga ditunjang kemudahan dalam mengakses dan mengaplikasikan fitur media sosial instagram sehingga memberikan respons positif bagi semua kalangan masyarakat
Pola Komunikasi IPNU & IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas Dalam Mengembangkan Organisasi
IPNU & IPPNU merupakan organisasi keagaman yang cukup besar dari pusat hingga ranting. Masing-masing ranting maupun pusat selalu mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan IPNU dan IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas sendiri yaitu Meskipun terdiri dari banyak latar belakang pendidikan seperti Siswa/Sisiwi SMK, SMA, Maupun Mahasiswa Mereka tetap satu tujuan bersama menjalankan Program Program Kerja dan juga kegiatan, Walaupun latar belakang mereka berbeda tetapi apa yang di jalankan mereka selalu berjalan dengan baik seperti kegiatan keagamaan dan yang lainya. Selain Penjelasan di atas IPNU dan IPPNU desa Pasir Lor Juga telah berdiri dari tahun 1982 dan masih eksis Hingga Sekarang, Bahkan Merupakan Organisasi Keagamaan Terbesar di Ruang Lingkup desa pasir lor, Berdasarkan penjelasan di atas, maka timbulah pertanyaan, bagaimana pola komunikasi IPNU & IPPNU Desa Pasir Lor kecamatan Karanglewas dalam mengembangkan Organisasinya?
Pada penelitin ini penulis memilih objek penelitian di IPNU dan IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas, Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif adalah pengumpulan data berupa kata-kata dan gambar. Peneliti juga melakukan tinjauan langsung ke IPNU & IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas melakukan wawancara dengan pihak terkait.
Setelah di lakukan Penelitian Hasil yang di temukan bahwa IPNU & IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas menggunakan pola Bintang dan Roda untuk Mengembangkan organisasinya. Aliran komunikasi yang terjadi di IPNU & IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas yang dominan adalah aliran komunikasi formal, yang mana aliran komunikasi ini secara vertikal yakni komunikasi ke atas dan ke bawah, Selain itu Aliran komunikasi informal juga terjadi di IPNU dan IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewas, yang mana Aliran komunikasi informal ini melibatkan komunikasi antar pribadi di antara para pengurus, anggota maupun ketua IPNU & IPPNU Desa Pasir Lor Kecamatan Karanglewa
Strategi Santrendelik dalam menarik jama’ah generasi milenial : studi pada Santrendelik Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang
Pondok pesantren adalah lembaga keagamaan yang memberikan pendidikan untuk mengembangkan dan menyebarkan agama islam, dalam penyebaran dakwah perlu adanya strategi dalam menarik jama’ah seperti halnya yang di lakukan oleh Santrendelik dengan memberikan model pengajaran baru kepada jama’ah nya yang notabene generasi milenial. Melihat adanya hal tersebut, penelitian ini diharapkan bisa mengetahui secara mendalam bagaimana strategi apa yang dilakukan Santrendelik dalam menarik jama’ah generasi mileneal untuk selalu mengikuti kegiatan nongkrong tobat. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan hal-hal yang dapat menjadi motivasi generasi milenial dalam mengikuti kajian nongkrong tobat Santrendelik yang menyenangkan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggukan analisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penulis juga menggunakan teori tindakan sosial Max Weber, untuk memandu menemukan fakta-fakta realitas sosial fenomena sosial yang terjadi di Santrendelik.
Hasil penelitian ini, menujukkan bahwa realitas sosial yang terjadi di Santrendelik terbentuk melalui program-program yang selaras dengan tindakan sosial Max Weber yaitu tindakan tradisional, tindakan afektif, tindakan rasional instrumental dan tindakan rasionalitas nilai. Proses tindakan tradisional dapat dilihat dalam kegiatan kajian islami Santrendelik yang dilakukan setiap malam jum’at seminggu sekali merupakan tindakan yang dilakukan secara berulang–ulang. Tindakan afektif dapat dilihat dari penyampaian kajian yang dilakukan secara lucu dengan diselingi musik akustik mempengaruhi suasana kenyamanan dari jama’ah generasi milenial. Tindakan rasional instrumental dapat dilihat dari pengurus Santrendelik yang menyadari pentingnya kegiatan yang dilakukan secara istiqomah serta tindakan rasionalitas nilai dapat dilihat dalam pengajian yang dilakukan setiap seminggu sekali dapat menentramkan hati dari kegundahan masalah dunia.
ABSTRACT:
Islamic boarding schools are religious institutions that provide education to develop and spread the Islamic religion, in spreading da'wah it is necessary to have a strategy in attracting the congregation as was done by Santrendelik by providing a new teaching model to its congregation which incidentally is the millennial generation. Seeing this, it is hoped that this research will be able to find out in depth what strategies Santrendelik is implementing in attracting the millennial generation congregation to always take part in hanging out in repentance. The purpose of this research is to find things that can motivate the millennial generation to take part in the study of hanging out in Santrendlik, which is fun.
This study uses qualitative research methods, type of field research, with a descriptive approach. Collecting data in this study using observation techniques, interviews, and documentation. While the data analysis used in this study uses analysis through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The author also uses Max Weber's social action theory to guide finding the facts of the social reality of social phenomena that occur in Santrendelik.
The results of this study show that the social reality that occurs in Santrendelik is formed through programs that are aligned with Max Weber's social actions, namely traditional actions, affective actions, instrumental rational actions and value rational actions. The process of traditional action can be seen in the Santrendelik Islamic study activities which are carried out every Friday night once a week, which are actions that are carried out repeatedly. Affective action can be seen from the delivery of studies that are carried out in a humorous manner accompanied by acoustic music affecting the comfortable atmosphere of the millennial generation congregation. Instrumental rational action can be seen from Santrendelik administrators who are aware of the importance of activities that are carried out consistently and value rationality actions can be seen in the recitations which are conducted once a week to be reassuring from the anxiety of world problems
