1,721,024 research outputs found

    MEMPELAJARI REAKSI ISOMERISASI SAFROL DENGAN PEREAKSI KOH/n-BuOH DAN NaOH/CH2OHCH2OH

    Get PDF
    The studies have been done about the transformation of safrole into isosafrole. The transformation was done using reagents, namely KOH/n-BuOH and NaOH/CH2OHCH2OH. The purities of all products were tested with thin layer and gas chromatography. Thereafter the structures were identified with infrared spectrophotometers, NMR1H and 13C spectrometry, and mass spectrometry. The isomerization product of safrole into isosafrole with highest percentage yield (75%) was given NaOH/CH2OHCH2OH

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANGGOTA ‘AISYIYAH DALAM PEMBERDAYAAN POTENSI EKONOMI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DIRI DAN KEMAJUAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BALUNG JEMBER

    Get PDF
    berdasarkan kepada ajaran tauhid dan tawakkal kepada Allah. Muhammadiyah dalam gerakannya memiliki amal usaha. Memajukan amal usaha Muhammadiyah juga merupakan kewajiban anggota ‘Aisyiyah. ‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan  Persyarikatan  Muhammadiyah. ‘Aisyiyah dapat berperan meningkatkan kemajuan amal usaha Muhammadiyah dengan menjalankan berbagai kegiatan positif salah satunya dengan cara Pemberdayaan Potensi Ekonomi daerah. Pemberdayaan potensi ekonomi lingkungan adalah  mempergunakan kelebihan dan peluang ekonomi yang ada di daerah untuk meningkatkan kesejahteraan. Pemberdayaan potensi ekonomi daerah dapat dilaksanakan dengan cara memanfaatkan peluang usaha dan melakukan pelatihan dalam membuka usaha. Kegiatan pemberdayaan potensi ekonomi daerah yang dilaksanakan anggota ‘Aisyiyah diharapkan dapat meningkatkan kemandirian diri dan kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah dengan cara memanfaatkan keunggulan dan potensi yang ada di daerah menjadi kegiatan usaha sehingga dapat meningkatkan kemadirian diri, meningkatkan kemajuan amal usaha Muhammadiyah cabang Balung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Pemberdayaan, Potensi, Ekonomi, daera

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN LALAPAN (THE ANTIOXIDANT ACTIVITY OF LALAPAN LEAFS)

    Get PDF
    This Research was to determined of the total of phenol content and also to test the antioxidant activity of four lalapan leafs that are kemangi (sweet bacil, Ocinum Bacilicum), kemang (Mangifera kemanga), selada (cress) and also poh pohan (Pilea trinervina). The total of phenol content of extract of lalapan leafs determined as tannic acid, whereas the test of antioxidant activity determined by method of diene conjugation. The result of analysis indicated that the total of the highest phenol content is extract of kemang leaf (1,14 mg/g), followed by pohpohan (0,84 mg/g), kemangi (0,68 mg/g) and also selada (0,54 mg/g). Pursuant to concentration of diene conjugation, knew that the kemang has the highest activity than the other lalapan leafs

    Analisis program hafalan Al-Qur’an pada siswa kelas IV MI Miftahul Huda Kelurahan Karang Pamulang Kecamatan Mandala Jati Kota Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan disebabkan karena adanya suatu fenomena menarik terkait adanya program hafalan Al-Qur’an yang ditemukan pada siswa kelas IV di MI Miftahul Huda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui program hafalan Al-Qur’an dan untuk mengetahui kesulitan menghafal Al-Qur’an yang dirasakan oleh siswa kelas IV MI Miftahul Huda. Program hafalan Al-Qur’an merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an yang dimiliki oleh seseorang. Untuk mengetahui baik atau buruknya hafalan dan faktor kesulitan menghafal siswa kelas IV MI Miftahul Huda penulis melakukan serangkaian tes lisan kepada siswa dan melakukan proses wawancara terhadap siswa dan guru terkait faktor kesulitan menghafal yang terjadi kepada siswa. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis data yang penulis digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes lisan kepada siswa, wawancara kepada siswa dan guru serta dokumentasi untuk memperkuat data yang ada. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan diantaranya yaitu: sebanyak 8 siswa dengan persentase 40% memiliki kualitas hafalan yang baik sekali, sebanyak 5 siswa dengan persentase 25% memiliki kualitas hafalan yang baik, sebanyak 7 siswa dengan persentase 35% memiliki kualitas hafalan cukup dan tidak ada siswa yang memiliki kualitas hafalan yang kurang dan sangatlah kurang. Secara keseluruhan telah diketahui bahwa kualitas hafalan yang dimiliki oleh siswa kelas IV MI Miftahul Huda memiliki kualitas hafalan yang cukup baik. Hal ini terjadi karena adanya suatu program hafalan di MI Miftahul Huda yang bernama program WAFA MimHa. Kata Kunci: Kualitas, Hafalan Al-Qur’an, Kesulitan Menghafal, Madrasah Ibtidaiya

    KOMPONEN-KOMPONEN PENYUSUN ASAP CAIR SABUT KELAPA HASIL PEMBAKARAN LANGSUNG SERTA PENINGKATAN KUALITASNYA DENGAN DISTILASI DAN PENJERAPAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF

    Get PDF
    Pengasapan menggunakan asap cair telah lama diperkenalkan, namun pada umumnya asap cair belum popular di masyarakat karena sulitnya membuat peralatan pirolisis serta keterbatasan bahan dasar kayu, oleh karena itu, perlu dilakukan pembuatan asap cair dengan metode pembakaran langsung menggunakan bahan dasar sabut kelapa. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui komponen-komponen penyusun asap cair sabut kelapa yang dibuat dengan metode pembakaran langsung. Guna meningkatkan kualitas asap cair, dilakukan distilasi serta penjerapan asap menggunakan arang aktif. Analisis komponen-komponen dilakukan dengan Kromatografi Gas dan Spektrofotometer Massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asap cair sabut kelapa sedikitnya mengandung 21 komponen, asap cair hasil distilasi sedikitnya mengandung 31 komponen dan asap cair hasil penjerapan dengan karbon aktif mengandung sedikitnya 5 komponen. Komponen paling dominan dalam asap cair adalah asam asetat. Konsentrasi asam asetat dalam asap cair asli adalah 0,99 %, asap cair hasil distilasi adalah 1,0245 %, sedangkan asap hasil penjerapan menggunakan arang aktif adalah 0,25%. Dengan demikian, maka proses distilasi dapat meningkatkan kualitas asap cair sabut kelapa yang dibuat menggunakan teknik pembakaran langsung
    corecore