155 research outputs found
pembelajaran seni rupa melalui praktek penciptaan seni partisipatori dangan media lukis batik di SMA N 1 Sukoharjo
ABSTRAK Faiz Zaki Abdillah. K3212025. PEMBELAJARAN SENI RUPA MELALUI PRAKTEK PENCIPTAAN SENI PARTISIPATORI DENGAN MEDIA LUKIS BATIK DI SMA N 1 SUKOHARJO Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2017. Penelitian ini bertujuan untuk (1) pembelajaran seni rupa dengan menerapkan metode penciptaan (partisipatori art). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017 (2) untuk mengetahui hasil visual karya siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017. Sumber data didapat dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kajian dokumen, dan tes. Uji validitas data dengan triangulasi data dan sumber data serta review key informan. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis secara kualitatif dan teknik penciptaanya menggunakan teknik partisipatori art. Hasil Penelitian ini dengan menerapkan metode Penciptaan Seni Partisipatori meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Seni Rupa, hasil belajar siswa yang dimaksud meliputi hasil belajar afektif, kognitif dan psikomotor beserta karya-karya yang di hasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran dengan metode Penciptaan Seni partisipan terbukti dapat meningkatkan Minat serta kreasi siswa pada pelajaran Seni Rupa kelas X IPA 1 SMA Negeri Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017. Kata kunci: Pembelajaran, Metode Partisipatori, Penciptaa
PENGARUH CUACA DAN KINERJA CREW TERHADAP TWISTING TOWING LINE DAN CARGO HOSE SAAT PROSES STERN BUNKERING
ABSTRAKSI
Suwandiyan Abdillah, Faiz, 541711106306 N, 2022, “Pengaruh Cuaca dan
Kinerja Crew Terhadap Twisting Towing Line dan Cargo Hose saat Proses
Stern Bunkering”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Mustamin, M.Pd., M.Mar.,
Pembimbing II: Yustina Sapan, S.ST., M.M.
Kegiatan bunkering adalah kegiatan operasional yang dilakukan baik di
pelabuhan maupun di tengah laut untuk kebutuhan bahan bakar kapal. Sehubungan
dengan hal tersebut kapal bunker merupakan kapal yang memuat bahan bakar untuk
disuplai kepada kapal-kapal lainnya yang membutuhkan. Dalam penelitian ini kapal
bunker menyuplai bahan bakar berupa MGO(Marine Gas Oil) kepada kapal ikan
dengan sistem towing. Selama proses bunkering berlangsung terdapat banyak
kendala seperti tali tambatan atau towing line bersilangan bahkan terbelit dengan
cargo hose. Hal ini mengakibatkan proses bunker tidak efektif dan berlangsung
lama. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh cuaca dan kinerja
crew terhadap twisting towing line dan cargo hose saat proses stern bunkering dan
untuk mengetahui pengaruh cuaca dan kinerja crew secara bersama-sama terhadap
twisting towing line dan cargo hose saat proses stern bunkering.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi
kuantitatif menggunakan SPSS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara
memberikan kuesioner kepada responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca berpengaruh signifikan terhadap
twisting towing line dan cargo hose saat proses stern bunkering, kinerja crew
berpengaruh signifikan terhadap twisting towing line dan cargo hose saat proses
stern bunkering, cuaca dan kinerja crew secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap twisting towing line dan cargo hose saat proses stern bunkering
Analisis Perubahan Penghitungan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Dokter Setelah Penghitungan Kembali PPh Terutang
ABSTRAKSI Abdillah, Faiz. 2012. Analisis Perubahan Penghitungan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Dokter Setelah Penghitungan Kembali PPh Terutang pada Akhir Tahun Pajak. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Makaryanawati, S.E, M.Si, Ak Kata Kunci: Perubahan Penghitungan PPh Pasal 21, Penghitungan Kembali PPh Terutang. Sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia, terdapat dua tahapan kewajiban perpajakan yang harus dilakukan oleh wajib pajak. Salah satu dari tahapan tersebut adalah pemotongan pajak dalam masa tahun berjalan yang dilakukan oleh pemberi kerja. Pelunasan pajak pada masa tahun berjalan dimaksudkan agar wajib pajak tidak dibebani PPh yang kurang dibayar terlampau besar jumlahnya pada saat dilakukan penghitungan kembali PPh terutang pada akhir tahun pajak. Di samping itu juga dapat dihindari terjadinya pajak yang lebih dibayar. Untuk meringankan beban wajib pajak, penghasilan yang diterima oleh wajib pajak dipotong/dipungut oleh pemberi kerja setiap bulannya. Sejak berlaku PER-31/pj/2009 yang diperbaharui dengan PER-57/pj/2009, tatacara pemotongan PPh Pasal 21 menurut PER-15/pj/2006 telah ditinggalkan. Sebelumnya pada PER-15/pj/2006 untuk menentukan jumlah pajak yang harus dipotong, pemberi kerja akan menghitung sebesar 15% dari 50% jumlah penghasilan bruto wajib pajak. Kini berdasarkan PER-57/pj/2009, pemberi kerja melakukan pemotongan PPh Pasal 21 sebesar jumlah kumulatif dari 50% penghasilan bruto lalu dikalikan sesuai dengan lapisan tarif pajak menurut UU-PPh Pasal 17 ayat (1). Agar dapat dicapai tujuan penelitian secara maksimal maka dilakukan pengkajian atas ketentuan perpajakan berikut aturan pelaksanaannya dan undang-undang yang berkaitan dengan pemotongan PPh Pasal 21. Penulis berupaya memahami ketentuan perpajakan sebelumnya sampai dengan perubahannya yang terbaru. Dari tahapan ini kemudian dibandingkan kesesuaian kedua hasil penghitungan kembali PPh terutang baik menggunakan kredit pajak PER-15/pj/2006 maupun PER-57/pj/2009 terhadap UU-PPh Pasal 20 ayat (1) yang merupakan landasan dari peraturan pemotongan pajak penghasilan. Berdasarkan analisis langsung di KPP Pratama Malang Selatan, ditemukan kecenderungan terjadinya pajak lebih bayar atas penghasilan tenaga ahli yaitu dokter. Pemotongan menurut PER-57/pj/2009 cenderung mengakibatkan pajak lebih bayar menjadi semakin besar daripada pemotongan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit menurut PER-15/pj/2006. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan maksud dan tujuan UU-PPh pasal 20 ayat (1). Dari hasil penelitian diatas, penulis menyarankan agar pemerintah melakukan revisi atau pengkajian ulang atas Peraturan Dirjen Pajak PER-57/PJ/2009 di kemudian hari sehingga tidak lagi bertentangan dengan UU-PPh Pasal 20 ayat(1
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR AL-QUR’AN HADITS PESERTA DIDIK KELAS IV MI ISLAMIYAH PINGGIRSARI NGANTRU TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap Hasil Belajar Al-Qur’an Hadits Peserta Didik Kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung” yang ditulis oleh Muchammad Faiz Abdillah ini dibimbing oleh Dr. Agus Purwowidodo, M.Pd.
Kata kunci : Kooperatif, Student Teams Achievement Divisions (STAD), hasil belajar.
Salah satu permasalahan dalam pendidikan yang mengarah pada proses pembelajaran masih menjadi topik pembahasan saat ini. Beberapa tenaga pendidik di sekolah masih ada yang menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah, sehingga peserta didik kurang aktif dalam kegiatan belajar dan minat peserta didik untuk belajar menjadi rendah sehingga berdampak pada hasil belajar. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam proses pembelajaran salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Student Teams Achievement Divisions (STAD) adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif stuktural, yang menekankan pada struktur-struktur khusus, dirancang untuk memengaruhi pola interaksi siswa
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui hasil belajar Al-Qur’an Hadits antara yang menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan Ekspositori (ceramah) terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits Peserta didik Kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung, (2) mengetahui pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits Peserta didik Kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung, (3) mengetahui seberapa besar pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits Peserta didik Kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling jenuh. Sampel yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 18 peserta didik dan peserta didik kelas IV B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 18 peserta didik. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah soal tes dan data dokumentasi.
Hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti adalah (1) penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada materi Al-Qur’an Hadits pokok bahasan hukum bacaan idghom bighunnah menunjukkan rata-rata hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan menerapkan model pembelajaran ekspositori (ceramah) dari hasil post test diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu 83 sedangkan pada kelas kontrol rata-rata yang didapatkan yaitu 68. (2) ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits Peserta didik kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari dengan uji t diperoleh thitung yaitu 3,071 dan ttabel = 1,691 pada taraf signifikansi 5% dan Sig. (2-tailed) = 0,02< 0.05. (3) Besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an Hadits peserta didik kelas IV MI Islamiyah Pinggirsari sebesar 84% dan tergolong tinggi
Praktek mediasi oleh mediator non hakim di Pengadilan Agama Blitar dalam perkara perceraian tahun 2014
INDONESIA:
Anak merupakan korban dari perceraian anda, itulah slogan mediasi yang terpapang di pengadilan Agama Blitar, di Pengadilan Agama tersebut terdapat lembaga Mediasi, yang merupakan sebuah jalan keluar yang tepat untuk mereka yang sedang berperkara di Pengadilan Agama Tingkat Pertama. Pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama dilaksanakan oleh mediator non hakim, di Pengadilan Agama Blitar jumlah mediator non hakim hanya ada dua, jumlah ini merupakan jumlah yang sedikit dibandingkan dengan jumlah mediator non hakim yang ada di Pengadilan Agama Kepanjen, yang sama kelas 1 A. dengan jumlah mediator yang minim diharapkan tujuan mediasi di Pengadilan Agama Blitar bisa mengurangi angka perceraian di Kota Blitar. Akan tetapi pada kenyataanya selama empat bulan, tepatnya bulan September sampai Desember 2014, hasil mediasi dapat dikatakan 80% mengalami kegagalan dalam mencapai kesepakatan. Hal ini terlihat dari laporan bulanan (buku register) mediasi di Pengadilan Agama tersebut. Dari permasalahan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang kinerja mediator non hakim di dalam proses mediasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan dan keberhasilan mediasi.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian empiris, dengan pendekatan kualitatif untuk menguji apakah ada kesesuaian antara teori mediasi dengan praktek mediasi di lapangan. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan data wawancara untuk mendapatkan data yang lebih detail dan dokumentasi peneliti gunakan sebagai bahan tambahan dari hasil wawancara, wawancara merupakan salah satu data primer yang peneliti gunakan dalam penelitian ini, sedangkan literatur atau buku bacaan yang berkaitan dengan pokok pembahasan, peneliti gunakan sebagai data sekunder, kemudian dalam menganalisis peneliti menggunakan teori sebagai pisau analisis.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa proses mediasi yang dilakukan oleh mediator non hakim di Pengadilan Agama Blitar belum sempurna, sebagaimana tertera dalam PERMA No. 1 Tahun 2008, hal ini dikarenakan ada beberapa tahapan yang di tinggalkan oleh mediator non hakim seperti kaukus. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan dan keberhasilan dalam mediasi: 1. Para pihak yang memegang teguh pendirian untuk melakukan perceraian, 2. Karena permasalahan yang mereka bahas di mediasi tidak sesuai dengan apa yang ada di posita, 3. Karena ke kurang jelian seorang mediator dalam melakukan mediasi. 4. Pendidikan, karena kebanyakan para pihak yang berperkara adalah mereka yang pendidikan rendah. Faktor keberhasilan dalam mediasi adalah 1. Adanya para pihak yang masih menginginkan keutuhan rumah tangga, 2. Keahlian seorang mediator dalam melaksanakan mediasi.
ENGLSIH:
Children are the victims of your divorce. This slogan of mediation can be read in Blitar religious court. It has a mediation division which gives solutions for divorcing spouse in First Level Religious Court. The court assigns non-judge mediator to carry out the mediation process. This local religious court only has two non-judge mediators. Even though in the same level, it is fewer than that of Kepanjen religious court. The mediation aims to decrease the divorce rate in Blitar. However, inadequate mediators leads to its failure. For four months, from September to December 2014, 80% of the mediation processes failed to settle disputes. It is shown by mediation monthly report of the religious court. The problem leads the researcher to observe the performance of non-judge mediators in the process of mediation and the factors influencing the failure and success of mediation.
The study employs an empirical research, by using a qualitative approach to test the correspondence between mediation theory and its practice. To collect data, the researcher conducts interview to get more detailed data and documentation for additional data after the interview. The researcher uses interview as primary data and related references as secondary data. The researcher also uses theories in Chapter II to analyze the data.
The result of the study shows that the mediation process conducted by non-judge mediator in Blitar Religious Court has not met the optimal result as expected in PERMA No. 1 of
2008 because the mediator misses some steps, such as caucus. Factors influencing the failure of mediation are 1. The divorcing spouses insist to get divorce, 2. The problems discussed in mediation is not matched with posita, 3. The mediator is lack of prudence to do the mediation, and 4. The divorcing spouses is lack of education. Factors influencing the success of mediation are 1. One of the marriage couple insists to keep the marriage relationship, 2. The mediator has a high performance in doing their task
Analisis harga pokok produksi dengan metode full costing dalam menetapkan harga jual produk: Studi pada UD Cemialanistimewa Sarang Walet Turen
INDONESIA:
Perkembangan UMKM di Indonesia merupakan sesuatu yang sangat membantu perokonomian khususnya di Indonesia, di butuhkan kreatifitas dan inovasi dalam membangun UMKM. Pemerintah seringkali memgadakan suatu kegiatan untuk pelaku UMKM diharapkan bisa lebih efektif dalam pengelolaan keuangan, pemilihan produk, biaya yang dikeluarkan sehingga mendapatkan laba maksimal. Permasalah yang seringkali muncul dalam UMKM mengenai laporan tentang biaya yang dikeluarkan selama prosses produksi berlangsung dalam satu periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail bahwa metode full costing bisa menjadi alat bandu di UD Cemilan Istimewa Sarang Walet dalam upaya menentukan harga pokok produksi dan harga jual. Jenis pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dokumentasi, observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan metode full costing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi menurut Perusahaan mengalami perbedaan dengan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing. Dalam perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan, ada beberapa biaya yang tidak dimasukkan ke dalam perhitungan biaya produksi, yakni biaya overhead variable dan biaya non produksi. Perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode full costing menghasilkan biaya produksi yang lebih tinggi daripada biaya produksi menurut perusahaan. Hal ini dikarenakan menghitung dengan rinci semua biaya yang dikeluarkan
INGGRIS:
The development of MSMEs in Indonesia is something that really helps the economy, especially in Indonesia, creativity and innovation are needed in building MSMEs. The government often organizes activities for MSME actors, it is hoped that they will be more effective in financial management, product selection, costs incurred so as to get maximum profits. Problems that often arise in MSMEs regarding reports on costs incurred during the production process take place in a certain period. This study aims to find out in more detail that the full costing method can be a bandu tool at UD Cemilan Istimewa Sarang Walet in an effort to determine the cost of production and selling prices. This type of research approach is descriptive qualitative. Data collection techniques namely observation, interviews, documentation, observation. Data analysis using data reduction, data presentation, and full costing method.
The results showed that the calculation of the cost of production according to the company experienced a difference with the calculation of the cost of production using the full costing method. In calculating the cost of production according to the company, there are several costs that are not included in the calculation of production costs, namely variable overhead costs and non-production costs. The calculation of the cost of production based on the full costing method results in higher production costs than according to the company's production costs. This is due to calculating in detail all the costs incurred.
مستخلص البحث
الكلمات املفتاحية: اإلنتاج الرئيسي، التكلفة الكاملة، الشركات املتناهية الصغر والصغية واملتوسطة
إن تطوير الشركات املتناهية الصغر والصغية واملتوسطة يف إندونيسيا هو أمر يساعد االقتصاد بشكل
كبي، وخاصة يف إندونيسيا، وهناك حاجة إىل اإلبداع واالبتكار يف بناء الشركات املتناهية الصغر
والصغية واملتوسطة. غالبا ما تعقد احلكومة نشاطا للجهات الفاعلة املتناهية الصغر والصغية واملتوسطة
ومن املتوقع أن تكون أكثر فعالية يف اإلدارة املالية واختيار املنتجات والتكاليف املتكبدة للحصول على
أقصى ربح. املشاكل اليت غالبا ما تنشأ يف الشركات املتناهية الصغر والصغية واملتوسطة فيما يتعلق
ابلتقارير عن التكاليف املتكبدة أثناء عملية اإلنتاج حتدث يف فرتة معينة. هتدف هذه الدراسة إىل معرفة
مبزيد من التفصيل أن طريقة التكلفة الكاملة ميكن أن تكون أداة لباندو يف األعمال التجارية وجبات
خفيفة خاصة عش السنونو يف حماولة لتحديد تكلفة السلع املنتجة وأسعار البيع. هذا النوع من هنج
البحث هو نوعي وصفي. تقنيات مجع البياانت هي املالحظة واملقابالت والتوثيق واملالحظة. يستخدم
حتليل البياانت تقليل البياانت وعرض البياانت وطرق التكلفة الكاملة.
أظهرت النتائج أن حساب تكلفة البضائع املنتجة وفقا للشركة كان خمتلفا عن حساب تكلفة
البضائع املنتجة ابستخدام طريقة التكلفة الكاملة. يف حساب تكلفة البضائع املنتجة وفقا للشركة، هناك
العديد من التكاليف اليت مل يتم تضمينها يف حساب تكاليف اإلنتاج، وهي التكاليف العامة املتغية
والتكاليف غي اإلنتاجية. يؤدي حساب تكلفة البضائع املنتجة بناء على طريقة التكلفة الكاملة إىل
ارتفاع تكاليف اإلنتاج مقارنة بتكاليف اإلنتاج وفقا للشركة. هذا ألنه حيسب ابلتفصيل مجيع التكاليف
املتكبدة
The Students' and Teachers' Perceptions on English Language Learning Through Learning Management System (LMS)
This research aims to identify the perception of using LMS at SMPN 2 Jember,
including the system’ and usability by using blended learning. In educational systems where
devices are used, technology development impacts learners' learning methods, learning styles,
and teaching approaches; One of these is the implementation of mobile learning into the
educational process. The practicality of smaller and lightweight devices, the availability of
space and time for learning, the adaptation of material to individual requirements, and All of
these benefits of mobile learning include the promotion of relationships between learners and
teachers. Furthermore, mobile learning can enhance mobility by adjusting the learning
technique and providing a more personalized and learner-centered experience. The growth of
technology is another factor that contributes to improving education. Science and technological
progress can support the educational system. Blended learning is an approach that uses digital
tools in the classroom to assist students develop their skills while also contributing to the
teaching process. The purpose of this study is to look into the viewpoints of students and
teachers on learning English through Learning Management System (LMS) media.
In this research, the researcher employed a qualitative as research design. The
researcher used surveys to gather information from teacher interviews and students who were
given questionnaires. This research approach was chosen because it would allow us to gauge
how teachers and students felt about using an LMS in blended learning. 126 students from the
7
th and 8th grades of SMPN 2 Jember were taken as the main data. The students got the
questionnaire from the researcher. The researcher also interviewed the EFL teachers from
SMPN 2 Jember. In-depth interview was conducted with the teachers. It aims to gather more
in-depth data on teachers' perceptions about the difficulties and benefits of using LMS in EFL
teaching. This is because the students from SMPN 2 Jember are members of the Learning
Management System. The following illustrations show how this research's methods were
carried out. Designing the instrument was adapted using Google Form from Ulya and Mercy
(2022). The researcher distributed the instrument to the 7th and 8th grade participants in order
to learn how the children saw it. The participants filled out the questionnaire. A thorough
interview was used to assess the teachers' viewpoint, though. The results were then presented
and extensively discussed in the discussion session.
The result of this research is that LMS has many interests from the students. The
students felt that the LMS is easy to operate. LMS is very easy for the students to understand
the subject and to support blended learning. Then the students focus more on reading and
studying when I used SPADA Online Learning. LMS also makes students feel happy because
they can do and learn everywhere. Students do not have limitations in using LMS. The weakness perceived in LMS is when a lot of students use the application, sometimes the
program is low, and then the application cannot work well. Once, in LMS SPADA Online
Learning, the teacher cannot give feedback to the students by using LM
Strategi Pengembangan Dakwah Islam Pada Masyarakat Pedesaan Oleh Gerakan Pemuda Ansor Di Desa Papringan Kaliwungu Kudus
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan implementasi, ide, gagasan, perencanan, dan pelaksanaan sebuah kegiatan dakwah dalam kurun waktu tertentu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pengembangan dakwah Islam pada masyarakat pedesaan oleh Gerakan Pemuda Ansor di Desa Papringan Kaliwungu Kudus. Jadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan dakwah Islam pada masyarakat pedesaan oleh Gerakan Pemuda Ansor di Desa Papringan Kaliwungu Kudus dan apa faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi strategi pengembangan dakwah Islam pada masyarakat pedesaan oleh Gerakan Pemuda Ansor di Desa Papringan Kaliwungu Kudus.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yakni dari pengurus (ketua, pembina, wakil ketua bidang dakwah, 2 (dua) orang anggota departemen bidang dakwah) dan 3 (tiga) orang masyarakat sekitar.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan dakwah Islam Gerakan Pemuda Ansor Papringan meliputi ngaji kitab salaf, majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor, kegiatan-kegiatan sosial diantaranya santunan anak yatim, donor darah, bakti sosial bersih lingkungan, dan penggalangan dana sosial. Faktor pendukung pengembangan dakwah ini adalah adanya kesamaan visi dan misi antar pengurus untuk menjadikan gerakan pemuda ansor menjadi lebih bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pendanaan, fasilitas dan sarana prasarana dalam kegiatan yang dilaksanakan
TRADISI PERHITUNGAN WETON SEBAGAI SYARAT PERNIKAHAN PERSPEKTIF ‘URF (Studi kasus di Desa Karangtalok Kecamatan Banglarangan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah Tentang Weton)
Regarding marriage, of course there are requirements that must be met, both requirements from the KUA and traditions in various regions. As with the calculation of weton in Karangtalok Village, Ampelgading District, Pemalang Regency, the author intends to examine weton from an 'urf perspective so that it is clear whether it can be used or not. What is the tradition of calculating weton in Karangtalok Village and analyzing the calculation of weton as a condition for marriage from an 'urf perspective.
Regarding this research, it is field research, because this research was carried out directly to determine the calculation of weton in Karangtalok Village, Ampelgading District, Pemalang Regency from the 'urf perspective. The data analysis carried out by this research was qualitative descriptive analysis and the data collection method used unstructured interviews. The primary data for this research is in the form of direct interviews and is supported by secondary data in the form of journals, articles and books. The aim of this research is to provide an understanding to the public about how to respond to the concept of weton as a calculation for determining a soul mate and the fate of a partner according to the 'urf perspective.
From this research it can be concluded that the tradition of calculating weton is a condition for marriage from the 'urf perspective in Karangtalok Village, Ampelgading District, Pemalang Regency. Based on the practice of calculating weton in Karangtalok village, the market day of each prospective bride and groom must be known in advance, after calculating the amount, this can be adjusted to Javanese standards. From this standard, shops and the public use it as a reference for Weton's conclusions. Second, Weton can be classified as al-'urf al-fasid bad custom/tradition if weton is believed to be an antidote to bad luck and a way to avoid bad luck. Weton can be studied but not trusted
Penerapan Konseling Cognitive Behaviour dengan Teknik Self Management untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa
Prokrastinasi akademik menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa. Hal ini memberikan dampak yang buruk pada akademik mahasiswa. Prokrastinasi ini muncul dipengaruhi dengan adanya keyakinan dan asumsi yang salah atau unhelpful rules yang dimiliki oleh individu. Persepsi yang salah terhadap tugas lalu menimbulkan suatu negative automatic thought yang dapat selalu mempengaruhi emosi serta perilaku yang muncul. Cognitive behavior therapy (CBT) merupakan psikoterapi yang menggabungkan antara terapi perilaku dan terapi kognitif yang didasarkan pada asumsi bahwa prilaku manusia secara bersama dipengaruhi oleh pemikiran, perasaan, proses fisiologis serta konsekuensinya pada perilaku. CBT terbukti mampu mereduksi perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Dalam CBT ini diterapkan intervensi teknik self-management sebagai salah satu teknik yang dapat membantu konseli mengatur perilaku dirinya sendiri dan mengontrol diri sendiri sehingga dapat mengurangi prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Dalam proses pelaksanaan teknik self-management untuk mengurangi prokrastinasi akademik mahasiswa, ada 3 tahap latihan yang diberikan, yaitu; self-monitoring, stimulus control, dan self-reinforcement. Academic procrastination is one of the problems faced by students. This has a negative impact on student academics. This procrastination appears to be influenced by the existence of false beliefs and assumptions or unhelpful rules that are owned by individuals. The wrong perception of the task then creates a negative automatic thought that can always influence emotions and behavior that arise. Cognitive behavior therapy (CBT) is a psychotherapy that combines behavioral therapy and cognitive therapy which is based on the assumption that human behavior is jointly influenced by thoughts, feelings, physiological processes and their consequences on behavior. CBT is proven to be able to reduce academic procrastination behavior in students. In this CBT, self-management technique intervention is applied as a technique that can help counselees regulate their own behavior and control themselves so that they can reduce academic procrastination in students. In the process of implementing self-management techniques to reduce student academic procrastination, there are 3 stages of training given, namely; self-monitoring, stimulus control, and self-reinforcement
- …
