4 research outputs found
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Imitasi Dalam Gerak Tari Di Taman Kanak Kanak Al Hikmah Lubuk Basung
Kemampuan motorik kasar anak masih rendah. Penelitian bertujuan untukmeningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Jenis Penelitian yaitupenelitian tindakan kelas. Subjek penelitian anak TK Al Hikmah kelompokB2, jumlah anak 14 orang tahun ajaran 2011/2012. Penelitian dilakukan 1siklus, masing-masing siklus 3 kali pertemuan. Teknik pengumpulan dataobservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I menunjukkan hasilpositif, terlihat dari persentase keberhasilan setiap indikatornya. Hasil rataratatingkat keberhasilan anak melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal yangtelah ditetapkan
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEHOleh:FirmawatiNim:1409200050016Komisi Pembimbing:1.Prof. Dr. Yusrizal, M. Pd.2.Dr. Nasir Usman, M. Pd.ABSTRAKKinerja guru menjadi sasaran utama dalam peningkatan mutu pendidikan secara umum. Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, dan upaya peningkatan faktor-faktor yang berkaitan dengan kinerja guru seperti kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear sederhana dan berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 35,8%. Artinya kedua variabel dapat berjalan seiring, semakin kondusif kepemimpinan kepala sekolah maka akan semakin baik tingkat kinerja guru; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru yaitu sebesar 99,3%. Artinya motivasi kerja pada guru akan mempengaruhi aktivitas guru di sekolah untuk pencapaian kinerja guru yang maksimal. Motivasi yang tinggi juga akan mendorong guru mengembangkan kreativitas dan mengaktualisasikan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal; dan 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 96,8%. Kedua variabel yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja berjalan seiring dengan variabel kinerja guru, artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja, maka semakin tinggi pula kinerja guru tersebut.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Motivasi Kerja, dan Kinerj
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU
Abstract: Generally, teacher performance becomes the main objective in improving the quality of education. Therefore, the improvement of the teacher performance requires serious attention from various parties and needs efforts to increase the factors relating to the teacher performance, such as principal leadership and work motivation. This study aimed at determining effects on school leadership and motivation on the performance of teachers at SMAN 7 of Banda Aceh. This study used a quantitative approach with the associative method. The data analysis technique used to test the hypothesis was simple linear regression analysis and multiple, t-test and F-test. The results showed that: 1) there was a significant correlation between the leadership of the principal on teacher performance that was equal to 35.8%. This meant that both variables affected each other, the more conducive school leadership is, the better the level of teacher performance is; 2) there was a significant correlation of work motivations on the performance of teachers of 99.3%. Where the work motivation of teachers would affect the activities of teachers in the school to achieve maximum performance of teachers. High motivation will also encourage teachers to develop creativity and actualize all of the capabilities as well as its energy in order to achieve maximum achievement; and 3) there was a significant correlation between the principal leadership and motivation to work together on teacher performance about 96.8%. Both variables, the principal leadership and motivation, were accordance with the teacher performance variable, meaning the better the principal leadership and motivation are, the higher the performance of the teacher is.Keywords: leadership, principal, work motivation, and teacher performanceAbstrak: Kinerja guru menjadi sasaran utama dalam peningkatan mutu pendidikan secara umum. Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, dan upaya peningkatan faktor-faktor yang berkaitan dengan kinerja guru seperti kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear sederhana dan berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 35,8%. Artinya kedua variabel dapat berjalan seiring, semakin kondusif kepemimpinan kepala sekolah maka akan semakin baik tingkat kinerja guru; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru yaitu sebesar 99,3%. Artinya motivasi kerja pada guru akan mempengaruhi aktivitas guru di sekolah untuk pencapaian kinerja guru yang maksimal. Motivasi yang tinggi juga akan mendorong guru mengembangkan kreativitas dan mengaktualisasikan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal; dan 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 96,8%. Kedua variabel yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja berjalan seiring dengan variabel kinerja guru, artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja, maka semakin tinggi pula kinerja guru tersebut.Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, motivasi kerja dan kinerja gur
EFEKTIFITAS PERMAINAN TRADISIONALTERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA PRASEKOLAH
Motoric development is a process of children to learn skilled in moving the limbs. One of the stimulation in motoric development that is with the Games. This research was conducted at TK AisyiyahBustanulAtfal I of Gorontalo City. The purpose of this study was to identify the effect before and after the traditional games given to motoric development of preschoolers. The study design used pre-experimental one group pretest-posttest. Population: all of students aged 4 until 5 years at TK Aisyiyah Bustanul Atfal I of Gorontalo City as many as 65 students. The sample of the study amounted to 18 respondents. Traditional games were done 16 times in 5 weeks, motoric development assessment before and after treatment using Dependent T-test on significance level of 95% (α = 0,05). The results of the study is the motoric has differences after and before the traditional game, with p-value 0.000 <α-0,05. Conclusion: There is an influence of traditional games on children motoric development of preschoolers. Suggestions: relevant agencies to contribute thoughts and implementation of traditional games are strained at least once a week.Keywords: Motoric, Development, Traditional Game
