1,720,970 research outputs found
ANALISIS FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR PADA NOVEL “CEWEK!!!” KARYA ESTI KINASIH
Perempuan sering dianggap lemah dan selalu bergantung pada orang lain dalam kehidupan, anggapan tersebut membentuk isu kesetaraan gender dan ketidakadilan terhadap perempuan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat kajian feminisme eksistensialis Simone De Beauvoir pada novel “Cewek!!!” karya Esti Kinasih, secara jelas untuk menemukan bentuk-bentuk eksistensi yang dilakukan tokoh perempuan pada novel tersebut. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskrtif, dimana sumber utama data penelitian ini ialah novel “Cewek!!!” karya Esti Kinasih. Adapun hasil analisis ini ditemukan berbagai bentuk eksistensi tiga tokoh perempuan dalam novel tersebut yaitu dalam aspek intelektual, kemandirian, dan keberanian.
KETERKAITAN ANTARA BUDAYA DENGAN PROBLEMATIKA SOSIAL: NOVEL JINGGA UNTUK MATAHARI KARYA ESTI KINASIH
Novel merupakan karya sastra berjenis prosa yang sangat populer. Tema yang diangkat dalam novel selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti kehidupan masyarakat dan problematika di dalamnya. Permasalahan sosial baik dari tingkat rendah hingga tinggi menjadi pembahasan yang menarik dengan digabungi karakter tokoh dalam karya sastra yang mempresentasikan bentuk nyata problematika kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur problematika sosial yang terjadi pada novel Jingga Untuk Matahari karya Esti Kinasih dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra mengkaji teks sastra dengan memperhatikan latar belakang sosial budaya cerita. Metode penelitian yang dipakai yaitu penelitian kualitatif dengan instrument dan subjek penelitian yang digunakan berupa novel berjudul Jingga Untuk Matahari karya Esti Kinasih. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah jenis-jenis permasalahan sosial yang menjadi point utama dalam kehidupan antar tokoh dan kaitannya dengan lingkungan sosial budaya
Representasi Bromance dan Maskulinitas dalam Novel Untuk Dia Yang Terlambat Gue Temukan Karya Esti Kinasih
Bromance Representation and Masculinity in Novel Untuk Dia Yang Terlambat Gue Temukan Written By Esti Kinasih ABSTRAKBromance merupakan hubungan dekat dan relatif intim di antara dua laki-laki atau lebih, tanpa didasari oleh ketertarikan seksual. Penelitian ini membahas bromance dan maskulinitas yang direpresentasikan di dalam novel bergenre teen lit Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan (2020) karya Esti Kinasih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan gender. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah dilakukan pembacaan tertutup. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi bromance dibangun di antara para tokoh laki-laki dengan latar sekolah dan konteks permasalahan remaja. Alasan yang mendasari bromance adalah kesamaan kepentingan dan pemahaman sebagai sesama laki-laki. Manifestasi bromance ditunjukkan melalui sikap mendengarkan, memahami, membantu, dan melindungi. Relasi bromance kuat karena laki-laki bekerja sama untuk tidak tampil sebagai pihak yang lemah dan emosional (terutama) di hadapan perempuan. Perempuan sendiri ditampilkan pasif, lemah, dan patuh menghadapi laki-laki dan persekutuan mereka di dalam bromance.Kata kunci: bromance, Esti Kinasih, maskulinitas, teen litABSTRACTBromance is a close and relatively intimate relationship between two or more men, without being based on sexual attraction. This research is aimed at discussing the bromance and masculinity which is represented in the teen literature genre in novel Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan (2020) written by Esti Kinasih. This research uses descriptive-qualitative method with a gender approach. Data in the form of words, phrases, and sentences were collected using a note-taking technique after a closed reading. The data are then classified, interpreted, and reviewed using content analysis techniques. The results of this study indicate that Bromance relationships are built between male figures with school backgrounds and the context of adolescent problems. The reason that underlies bromance is the same interests and understanding as fellow men. Bromance is manifested in an attitude of listening, understanding, helping, and protecting. Bromance relationships are strong because men work together to avoid appearing as weak and emotional (especially) in front of women. Women themselves are shown to be passive, weak, and obedient to men and their fellowship in bromance.Keyword: Bromance,Esti Kinasih, masculinity, teen literatur
Naturalization and Romanticization of Violence in Indonesian Teen Lit Jingga Series by Esti Kinasih
Esti Kinasih is an Indonesian woman writer who writes in the teen lit genre and has a wide readership. This study discusses and problematizes her novels named Jingga Series, a trilogy of novels comprising Jingga dan Senja, Jingga dalam Elegi, and Jingga untuk Matahari. With teenage romance as a backdrop, this series leaves an impression of intense violence towards the female protagonist perpetrated by her male partner, but also by other male and female characters. We find that the novels not only naturalize male aggressiveness, but also normalizes teenage girls as victims of violence. By applying the concepts offered by Connell, Milestone, and Bourdieu, this article aims to conclude that violence is not only depicted as acceptable through continuous consolidation by hegemonic masculinity and legalized by structure and culture, but it also is depicted as manifestation of romantic love. Through the narrative built by the author, the novel further strengthens the idea of violence as an attribute of masculinity desired and naturalized in romance. The highly popular Jingga has the potential to sustain violence amongst teenagers, specifically strengthening hegemonic masculinity
CINDERELLA COMPLEX PADA TEEN LIT “EIFFEL I’M IN LOVE” KARYA RAHMANIA ARUNITA DAN “FAIRISH” KARYA ESTI KINASIH
Cinderella compleks merupakan kecenderungan psikologis [pada perempuan], yang secara konsisten mengalami ketergantungan dan selalu berharap pada perlindungan [dari laki-laki]. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap Cinderella complex yang terinternalisasi pada tokoh perempuan dalam dua teen lit Indonesia yang berjudul Eiffel I’m in Love karya Rahmania Arunita dan Fairish karya Esti Kinasih. Telaah menggunakan pendekatan kritik sastra feminis dan metode deskriptif kualitatif. Konsep teoretis yang diapropriasi adalah psikologi sastra mengenai Cinderella complex dari Dowling, yang dikaitkan dengan gagasan-gagasan posfeminis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemicu Cinderella complex pada para tokoh perempuan adalah kepribadian yang belum matang, pola pengasuhan otoriter dalam keluarga, dan konsep diri yang rendah. Bentuk Cinderella complex yang terungkap dalam dua novel remaja tersebut di antaranya tokoh perempuan tergantung pada tokoh laki-laki dan mempertahankan sifat manja dan lemah yang diatribusikan sebagai karakter feminin. Dampaknya, tidak terbentuk kemandirian dan kemampuan tokoh perempuan untuk menyelesaikan permasalahan
TANGGAPAN REMAJA DI SAMARINDA TERHADAP NOVEL POPULER JINGGA DAN SENJA KARYA ESTI KINASIH: KAJIAN RESEPSI SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan atau respons remaja terhadap novel populer Jingga dan Senja karya Esti Kinasih.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Jingga dan Senja Karya Esti Kinasih. Subjek penelitian ini adalah kelompok siswa kelas XI Bahasa dan Budaya SMAN 2 Samarinda sebagai responden penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif, yang terdiri atas tiga komponen analisis, yaitu: reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, tanggapan remaja terhadap novel Jingga dan Senja telah menunjukan beberapa tanggapan. Dalam penelitian ini objek yang digunakan adalah pembaca real sehingga dapat memberikan tanggapan yang apa adanya. Responden beranggapan bahwa novel Jingga dan Senja merupakan novel teenlit yang bagus dengan alur yang dibuat semenarik mungkin oleh penulis sehingga responden dapat menikmati novel dan dimanfaatkan sebagai pengisi waktu luang. Responden memberikan tanggapan aktif dan pasif yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan responden terhadap karya sastra yang dibaca sebelumnya. Kedua, novel Jingga dan Senja banyak terdapat adegan-adegan tauran, melawan guru dan sifat tokoh utama yang badung. Jika pembaca tidak benar-benar meresapi makna yang ingin disampaikan oleh pengarang, maka pembaca akan berfikir bahwa perilaku seperti itu tidak masalah jika diterapkan dalam kehidupan nyata
- …
