1,720,980 research outputs found
Future Skills : Persiapan Menghadapi Masa Depan Tahun 2035
Umat manusia akan segera menghadapi perubahan radikal baik dari segi ekonomi maupun sosial. erubahan-perubahan ini akan didorong oleh percepatan pengembangan teknologi dan kebaruan sosial yang terkait. Dalam perspektif jangka panjang, transisi teknologi baru mengarah pada terobosan revolusioner dalam efisiensi tenaga kerja dan pengembangan ekonomi. Namun, dalamperspektif jangka pendek, transisis tersebut akan menyebabkan ketidakseimbangan substansial dalam ekonomi dunia, sehingga memperparah ketidaksetaraan dan mendorong risiko pengangguran secara global.
Sebagian besar tugas yang saat ini diberikan kepada karyawan akan diotomatisasi atau dihilangkan karena adanya perubahan cara organisasi sosial. Ekonomi baru akan membutuhkan spesialis baru. Pekerjaan yang ada di masa mendatang akan membutuhkan pendekatan kreatif dan kemampuan untuk bekerja, tidak hanya antar sesama manusia namun juga dengan kecerdasan buatan. Dibanding fokus pada satu pekerjaan, individu akan bekerja pada passion mereka dengan mencoba berbagai kegiatan spesifik.
Buku ini memuat tentang keahlian yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi masa depan. Keahlian yang dibutuhkan dibentuk berdasarkan serangkaian asumsi dan solusi metodologis, antara lain:
1. Kedepannya siklus pekerjaan akan semakin pendek maka tentunya lebih penting untuk membentuk seperangkat keterampilan baru daripada memperkirakan peluang kerjaan yang tersedia. Keterampilan ini akan membantu karyawan memastikan posisi mereka dalam aktivitas tertentu di masa depan karena mereka akan siap untuk pelatihan ulang berikutnya.
2. Metode-metode persiapan keahlian ini berdasarkan data yang ada dan tren pada masa lalu. Ekstrapolasi sederhana ini mengandalkan serangkaian tren dasar yang akan mengarahkan transisi yang nyata di masyarakat, ekonomi dan teknologi.
3. Terdapat kompleksitas dan politisasi yang terus tumbuh dari dunia. Masih banyak yang belum mengetahui bahkan belum tersentuh dengan teknologi dasar. Di lain sisi, ada pula sekumpulan masyarakat yang sangat maju dan telah memanfaatkan teknologi yang lebih lanjut kedepannya. Oleh karena itu, keahlian yang dijelaskan merupakan keahlian umum yang dapat diperoleh oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pendidikan dan pengembangan keterampilan adalah salah satu bidang yang paling konservatif. Penyedia pendidikan dan pelatihan perlu menyadari potensi kebutuhan pasar tenaga kerja di masa depan untuk memastikan bahwa mereka menawarkan pelatihan yang dibutuhkan individu
agar dapat berkompetisi di masa depan. Keputusan seorang individu tentang tingkat keterampilan yang ingin dicapai dan spesialisasi mata pelajaran yang dimiliki akan berdampak besar pada jalur karier mereka sepanjang kehidupan kerja.
Seseorang seharusnya tidak memperlakukan masa depan sebagai kelanjutan sederhana dari masa sekarang, seolah-olah hari esok tidak berbeda dari hari sebelumnya. Umat manusia harus mengambil pendekatan serius terhadap pembentukan citra masa depan yang diinginkan. Oleh karena itu, besar harapannya agar buku ini dapat dimanfaatkan untuk dapat memberikan gambaran dan bekal untuk bersaing dan bertahan di masa depan serta dapat berkontribusi dalam memberikan pembentukan citra positif masa depan
Panduan disain sekolah hijau : meningkatkan kualitas pengelolaan sarana dan prasarana SMK
Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu panduan tambahan bagi SMK-SMK di Indonesia, untuk menerapkan perlakukan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan desain sekolah hijau. Tidak hanya bagi pengajar, para pengelola diharapkan dapat memahami hal tersebut, baik saat masih menjalani pendidikan di SMK maupun setelahnya. Buku ini berisi tentang panduan tentang bagaimana menerapkan desain sekolah hijau dalam pengelolaan sarana dan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan. Melalui sekolah hijau, sarana dan prasarana dapat menjadi bagian input dan subsistem pendidikan di sekolah. Melalui konsep sekolah hijau, sarpras bisa didorong untuk menghasilkan KBM yang efektif dan efisien. Melalui sekolah hijau, KBM juga menjadi lebih menyenangkan dan tentu saja juga menunjang keterampilan peserta didik agar siap bersaing terhadap pesatnya teknologi
RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG PARSIAL (RAKTLSP)
Partially Balanced Incomplete Block Designs (PBIBD) is a design with v treatments arranged into b blocks with every block which is consist of into k treatment (k < v) that in every treatment only occurs once in every block, and there are pair treatment which occur together in the same block as much as λm times. The pair treatments on PBIBD is based on the association scheme. This undegraduate thesis uses triangular association scheme that is two-class association scheme (first and second association). This scheme is used to determine the first and second association of every treatment. Based on formed association, it will obtain the number of pairs treatment that occurs in every block that will be designed (λm, m=1,2). The test that is used is test of treatments effect because only treatments that is important which are adjusted treatment for the reason that not all treatments occurs in every block. Assumptions which is required is the assumption of residual normality, equal variances, and independence assumption. The advanced test to be held is Tuckey Test (Honest Significance Difference). To clarify the discussion on PBID, examples of applications in the field of animal husbandry are given to observe the effect of the type of foods that contain alfalfa effect toward weight gain of turkey. The result obtained indicate that there are significant types of foods that contain alfalfa effect toward weight gain of turkey. Where is the recommended type of food is the food of A that contain 2,5% alfafa type 22.
Keywords : PBIBD, Triangular association, Tuckey Test, Normality, Equal Variances, Independenc
Pendidikan ketarunaan SMK; solusi alternatif pembentukan karakter siswa SMK berbasis khasanah nusantara
Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan publik. Tidak hanya karena SMK dituding menyumbang pengangguran terbesar, namun juga ditambah dengan viralnya beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh siswa/i SMK. Salah satu strategi yang dapat diambil menghadapi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pembinaan karakter melalui Pendidikan Ketarunaan
Vocational Education Policy Vol. 3 Nomor 1 Tahun 2021: analisis keberlangsungan program Teaching Factory di sekolah menengah kejuruan
Dalam upaya menciptakan link and match antara SMK dengan dunia industri, Pemerintah telah menyusun model pembelajaran berbasis teaching factory (TEFA). Kajian ini dibuat untuk mengetahui kondisi keberlangsungan sekolah dalam melaksanakan TEFA di sekolah. Berdasarkan kajian ini diperoleh bahwa pelaksanaan pembelajaran TEFA di sekolah menengah kejuruan masih perlu ditingkatkan keberlangsungannya karena hanya sekitar separuh SMK yang melaksanakan pembelajaran TEFA di sekolah, selain itu pelaksanaan TEFA masih didominasi oleh sekolah penerima bantuan pengembangan Teaching Factory dari Pemerintah. Sehingga Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah dinilai perlu untuk meningkatkan intensitas sosialiasi pelaksanaan TEFA di sekolah menengah kejuruan secara mandiri dengan mengajak serta kontribusi dari mitra DUDI/ pemerintah daerah/ komite sekolah/ alumni dalam mendukung khususnya pengadaan peralatan yang menunjang pembelajaran TEFA. Sementara itu, apabila dilihat dari dukungan sarana dan prasarana sekolah, diperoleh bahwa sebagian besar sekolah telah memiliki peralatan praktik serta tata kelola penggunaan peralatan praktik dan ruangan yang mendukung pencapaian pembelajaran TEFA namun dukungan sarana dan prasarana tersebut masih belum diikuti dengan ketersediaan manajemen maintenance, perbaikan, dan kalibarasi alat yang sesuai dengan aktifitas pembelajaran TEFA. Oleh karena itu, perlu adanya pembuatan program pelatihan bagi sekolah untuk dapat meningkatkan kualitas manajemen sekolah agar dapat melakukan perbaikam, perawatan dan kalibrasi peralatan sekolah yang dapat mendukung keberlangsungan pembelajaran TEFA yang maksimal. Selain itu diperkuat dengan kemampuan SMK untuk menciptakan TEFA yang menarik sehingga dapat memanfaatkan penerapan Insentif Super Tax Deduction dan CSR oleh DUDIKA, dalam rangka ekspansi produk dari pengambangan TEFA Sekola
18 darurat guru kejuruan di SMK
Berbicara tentang masih kurang kualitas pendidikan di Indonesia maka tak lepas dari tersedianya guru yang cukup dan profesional&kompeten. Guru merupakan unsur yang paling penting dalam proses pendidikan. Tanpa adanya guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan dan pencitraan karena segala bentuk kebijakan dalam sektor pendidikan pada akhirnya yang akan menentukan tercapainya tujuan pendidikan adalah guru. Guru menjadi titik sentral dan awal dari semua pembangunan pendidikan yang berimbas pada pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia sebagai tema pembanguan RPJMN tahun 2020-2024. Revitalisasi SMK yang merupakan salah satu cara dalam pembangunan sumber daya manusia menghadapi kendala terkait ketersediaan guru kejuruan di sekolah, sehingga membutuhkan perhatian dan aksi nyata dari semua pihak
Gerakan one school-one product (1S-1P) bersertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) sebagai upaya membangun ekonomi Indonesia melalui SMK
Adanya stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia menuntut pemerintah untuk mengambil langkahlangkah strategis. Kemendikbud melalui Direktorat Pendidikan SMK menggagas Gerakan One School One Product (1S-1P) guna meningkatkan kualitas produk unggulan hasil teaching factory SMK. Hal ini sebagai langkah nyata untuk berpartisipasi dalam membangun ekonomi Indonesia melalui peningkatan kesadaran akkan pentingnya pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas produk yang dihasilkan sekola
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
