1,720,961 research outputs found
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI DALAM MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SDN RD MANGKUDIKUSUMAH KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas IV SDN Rd Mangkudikusumah yang menunjukkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada umumnya disampaikan melalui metode ceramah dimana guru bertindak sebagai subjek pembelajaran (Teacher Centered). Selain itu, pembelajaran yang dilakukan guru belum mampu mengembangkan budaya belajar yang melibatkan siswa, sehingga pembelajaran IPS menjadi membosankan, tidak menarik, dan terlalu banyak materi yang harus dihapal. Salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif adalaah model pembelajaran berbasis portofolio.
Pembelajaran berbasis portofolio merupakan inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS melalui model pembelajaran berbasis portofolio yang akan berdampak terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Rd Mangkudikusumah Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes/LKS, lembar observasi, wawancara dan daftar cek pelaksanaan tindakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran berbasis portofolio, partisipasi siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan sehingga hasil belajar siswa pun menjadi meningkat. Peningkatan partisipasi siswa ditunjukkan oleh rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I yaitu keaktifan 2,35, keberanian 2,44, bekerjasama 1,72, berinisiatif 1,56, penuh perhatian 1,59, dan bekerja sistematis sebesar 1,59. Pada siklus II meningkat menjadi keaktifan 3,06, keberanian 2,84, bekerjasama 2,63, berinisiatif 2,34, penuh perhatian 2,43, dan bekerja sistematis sebesar 2,41. Dengan adanya peningkatan partisipasi tersebut, maka hasil belajar siswa pun menjadi meningkat hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh rata-rata pada pos tes skor siswa pada siklus I sebesar 66,25 pada siklus II meningkat menjadi 75,31. Ini berarti pembelajaran berbasis portofolio dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa sehingga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa
ANALISIS FUKUSHI YANG TERDAPAT DALAM BUKU SHOKYU NIHONGO
Penelitian ini mengenai analisis fukushi yang terdapat dalam buku Shokyu Nihongo. Fukushi merupakan salah satu kelas kata dalam bahasa Jepang yang dapat berdiri sendiri, dan dapat menerangkan yoogen (verba, adjektiva-I, adjektiva-na), tidak dapat menjadi subjek maupun pelengkap, dan tidak mengalami perubahan bentuk (konjugasi). Pada umumnya fukushi diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, yaitu jotai no fukushi, teido no fukushi, dan chinjutsu no fukushi.
Jumlah fukushi dalam bahasa Jepang sangat banyak. Karena itu, penulis membatasi penelitian ini hanya meneliti jenis, makna, dan fungsi fukushi yang terdapat dalam buku Shokyu Nihongo.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejelasan mengenai jenis-jenis fukushi yang terdapat dalam buku Shokyu Nihongo, serta untuk mengetahui makna dan fungsinya dalam kalimat.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dalam menganalisis jenis, makna, serta fungsi fukushi dalam kalimat.Objek penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang menggunakan fukushi dalam buku Shokyu Nihongo.
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dalam buku Shokyu Nihongo terdapat 50 fukushi. Fukushi-fukushi tersebut diklasifikasikan ke dalam 3 jenis fukushi yaitu 20 fukushi termasuk jenis jotai no fukushi, 17 fukushi termasuk jenis teido no fukushi, dan 13 fukushi termasuk jenis chinjutsu no fukushi. Dari data yang diperoleh ada 492 kalimat yang menggunakan fukushi tersebut dalam buku Shokyu Nihongo. Kemudian dari hasil analisis kalimat-kalimat tersebut diketahui bahwa, pada umumnya masing-masing fukushi tersebut memiliki makna menyatakan keadaan atau proses yang terjadi pada kata yang diterangkannya. Selain itu, ada beberapa fukushi yang memiliki beberapa makna berdasarkan konteks kalimatnya. Kemudian, secara umum fukushi-fukushi tersebut memiliki fungsi sebagai kata keterangan bagi predikat terutama verba dan adjektiva. Tetapi ada juga yang berfungsi menerangkan nomina, bahkan ada beberapa fukushi yang berfungsi sebagai predikat dengan menyingkat atau menghilangkan bagian predikat yang diterangkannya
Peranan displin belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MI Al-Hidayah Jakarta Utara
PENERAPAN METODE BERMAIN BALOK DALAM MENGEMBANGKAN NILAI KOGNITIF ANAK USIA DINI PADA PAUD NUANSA KOTA BANDUNG
Penggunaan metode bermain balok di dalam proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini belum dikuasai oleh setiap guru PAUD. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana langkah-langkah mekanisme penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini, untuk mengetahui bagaimana strategi penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini, dan untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini pada PAUD Nuansa di kota Bandung. Landasan teori yang dipergunakan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah konsep bermain sambil belajar, konsep pembelajaran, konsep anak usia dini, dan konsep kognitif anak.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diharapkan dapat menghasilkan suatu gambaran tentang objek yang diteliti secara utuh dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan.Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut: penerapan metode bermain balok dilaksanakan oleh tutor dalam mengembangkan nilai kognitif anak, strategi bermain balok dengan diadakannya simulasi atau praktek penyusunan balok, dan efektivitas metode bermain balok yang sangat menunjang terhadap pengembangan nilai kognitif anak usia dini.Kesimpulan penelitian adalah metode bermain balok dapat meningkatkan kemampuan daya kreatifitas dan berpikir anak usia dini serta dapat melatih berpikir anak secara terstruktur atau konstruktif. Sedangkan Rekomendasi, meskipun dari penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif pada anak usia dini masih belum memenuhi harapan padahal secara potensial PAUD ini memiliki guru-guru yang terlatih dan fasilitas yang memadai, oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan pengembangan kreatifitas dalam membuat kontruksi melalui pelatihan ataupun penataran dan perlu adanya pengembangan dan penambahan sarana prasarana khususnya permainan balok
PENGARUH PROMOSI TERHADAP MINAT MASYARAKAT MENJADI NASABAH PADA BMT AL-ISHLAH BOBOS DUKUPUNTANG
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Bimbingan Kelompok melalui Metode Bercerita untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Penelitian pada Siswa Kelas VIII di SMP Mekar Arum Cinunuk Kabupaten Bandung)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusisme peserta didik dalam mempelajari materi, jarang masuk sekolah, jarang atau tidak menyelesaikan tugas, tidak kreatif, bahkan penurunan kualitas hasil belajar sehingga berdampak pada hasil belajarnya. Oleh karena itu, dipilih salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan adanya bimbingan konseling yang mampu memberikan layananan yang dapat memotivasi belajar siswa. Layanan bimbingan kelompok melalui metode bercerita dipandang sebagai alternatif yang dapat memotivasi belajar siswa. Didasarkan pada teori Abraham maslow, teori ini dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan peserta didik, agar dapat mencapai hasil belajar yang maksimal dan sebaik mungkin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa, mengetahui pelaksanaan bimbingan mkelompok melalui metode bercerita, dan hasil layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Mekar Arum.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Metode ini diambil bermaksud mengungkapkan fakta-fakta yang nampak di lapangan dan di deskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai program bimbingan kelompok melalui metode bercerita untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan teknik pengumpulan yang diambil dalam mengumpulkan data yaitu, observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, evaluasi hasil, dan dokumentasi.
Hasil penelitian di peroleh bahwa perencanaan program bimbingan telah melalui serangkaian tahapan yang sesuai teori. Motivasi siswa mengalami perubahan yang cukup signifikan di setiap siklusnya, dimulai dari siklus pertama yang menunjukan kurang antusiasnya anak hal tersebut dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang meningkatnya, kerjasama kelompok yang kurang hingga sikap minder dari anak yang kurang memililiki prestasi secara lambat laun berubah di dalam siklus yang ketiga.
Berdasarkan temuan ini, dapat di simpulkan bahwa program bimbingan kelompok melalui metode bercerita dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.
Metode bercerita terbukti dapat memberikan warna baru dalam proses pembelajaran, karena didalamnya siswa dituntut untuk bekerjasama dengan anggota kelompok yang lain, memperhatikan instruksi dari guru, ikut berperan aktif, memberikan solusi, memberikan ide/gagasan, melakukan apa saja yang menjadi tugasnya sekolah, dan mempunyai motivasi untuk berprestas
- …
