28 research outputs found
ANALISIS METODE LAGRANGE DAN TRANSFORMASI LAPLACE DALAM MENGHITUNG MUATAN RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA
Dalam menghitung muatan rangkaian listrik sederhana biasanya diselesaikan dengan ilmu Fisika. Salah satu solusi alternatif lain adalah dengan menggunakan Persamaan Differensial berupa metode Lagrange dan Transformasi Laplace. Keywords: Rangkaian Listrik Sederhana, Persamaan Differensial, Metode Lagrange, Transformasi Laplace
Peramalan dan penjadwalan ketersediaan bahan baku untuk mengoptimalkan perencanaan produksi usaha kecil menengah di bogor
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh Kerajinan Sandal Mendong (KSM) Insan Mandiri sebagai produsen kerajinan sandal anyaman untuk hotel dan rumah sakit di Bogor yang sering kali dihadapkan pada beberapa masalah mengenai persediaan bahan baku seperti anyaman mendong dan spon. Permasalahan yang terjadi yaitu: 1) proses produksi yang sering kali tidak didukung oleh persediaan bahan baku yang mencukupi sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya proses produksi. 2). pemesanan bahan baku yang tidak terencana dengan baik sehingga dapat mengakibatkan biaya pemesanan dan persediaan meningkat. 3). sering terhambat mendapatkan bahan baku spon dan kertas duplek yang merupakan limbah percetakan. Tujuan kegiatan ini yaitu 1). meramalkan permintaan sandal anyaman mendong pada masa yang akan datang (periode tertentu) sehingga dapat direncanakan ketersediaan jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi. 2). menjadwalkan waktu pemesanan bahan baku sendal anyaman (bulan), jumlah bahan baku yang harus dipesan untuk kebutuhan produksi, persediaan pengaman bahan sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan bahan baku, serta biaya persediaan dan pemesanan dapat diminimumkan. Metode untuk menentukan peramalan yaitu metode moving average dan untuk penjadwalan menggunakan metode Branch and Bound dengan bantuan perangkat lunak LINGO 11.0. Hasil yang diperoleh berupa banyaknya peramalan permintaan sandal anyaman, biaya yang dikeluarkan, waktu pemesanan, dan persediaan pengaman
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Hidup Pasien Tuberculosis dengan Model Regresi Cox (Studi kasus : Rumah Sakit Paru Bogor)
Ketahanan hidup penderita tuberculosis dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan hidup seorang penderita tuberculosis diantaranya yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, sanitasi lingkungan, kebiasaan merokok dan pencahyaan rumah. Analisis survival dapat menganalisis ketahanan hidup seorang penderita penyakit. Dalam mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup penderita tuberculosis menggunakan analisis survival dengan model regresi cox. Adapun hasil dari analisis survival untuk ketahanan hidup pasien yaitu faktor sanitasi lingkungan, kebiasaan merokok dan mempunyai pencahayaan rumah mempengaruhi ketahanan hidup penderita tuberculosis. Data waktu survival berdistribusi 3-parameter weibull dengan parameter , , dan masing-masing bernilai 1.36794, 8.48634 dan -0.05489. Hasil dari model regresi cox menunjukkan sanitasi lingkungan menjadi faktor yang paling mempengaruhi terhadap ketahanan hidup penderita tuberculosis Penderita dengan sanitasi lingkungan kurang baik akan meningkatkan fungsi hazard sebesar e1.237. Nilai Hazard ratio sanitasi sebesar 1/1.237 atau 0.8084 menunjukkan bahwa risiko untuk sembuh penderita yang memiliki sanitasi kurang baik adalah 0.8084 kali dari penderita dengan sanitasi lingkungan yang baik
ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBATASAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DI PASAR MODERN TERHADAP PENURUNAN VOLUME SAMPAH ANORGANIK DI KOTA BOGOR
Penelitian ini bertujuan memodelkan pengaruh jenis sampah anorganik, sampah organik dan sampah residu terhadap volume sampah di Kota Bogor dan mengetahui efektifitas pembatasan penggunaan kantong plastik di pasar modern terhadap penurunan sampah anorganik. Regresi linier berganda digunakan untuk memodelkan pengaruh jenis sampah terhadap volume sampah gabungan. Sementara itu, uji-t digunakan untuk mengetahui efektifitas pembatasan kantong plastik terhadap penurunan volume sampah anorganik. Model regresi yang diperoleh menunjukkan bahwa sampah anorganik memberikan kontribusi paling besar terhadap volume sampah gabungan di Kota Bogor. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa pembatasan penggunaan kantong plastik di pasar modern dalam satu tahun belum signifikan dalam menurunkan sampah anorganik Akan tetapi pemberlakuan peraturan tersebut berdampak positif dengan dihasilkannya trend penurunan persentase sampah plastik dalam sampah anorganik di Kota Bogor
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Hidup Pasien Tuberculosis dengan Model Regresi Cox (Studi kasus : Rumah Sakit Paru Bogor)
Ketahanan hidup penderita tuberculosis dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan hidup seorang penderita tuberculosis diantaranya yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, sanitasi lingkungan, kebiasaan merokok dan pencahyaan rumah. Analisis survival dapat menganalisis ketahanan hidup seorang penderita penyakit. Dalam mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup penderita tuberculosis menggunakan analisis survival dengan model regresi cox. Adapun hasil dari analisis survival untuk ketahanan hidup pasien yaitu faktor sanitasi lingkungan, kebiasaan merokok dan mempunyai pencahayaan rumah mempengaruhi ketahanan hidup penderita tuberculosis. Data waktu survival berdistribusi 3-parameter weibull dengan parameter , , dan  masing-masing bernilai 1.36794, 8.48634 dan -0.05489. Hasil dari model regresi cox menunjukkan sanitasi lingkungan menjadi faktor yang paling mempengaruhi terhadap ketahanan hidup penderita tuberculosis Penderita dengan sanitasi lingkungan kurang baik akan meningkatkan fungsi hazard sebesar e1.237. Nilai Hazard ratio sanitasi sebesar 1/1.237 atau 0.8084 menunjukkan bahwa risiko untuk sembuh penderita yang memiliki sanitasi kurang baik adalah 0.8084 kali dari penderita dengan sanitasi lingkungan yang baik
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya perokok di Kota Bogor. Sebagai salah satu bidang ilmu, matematika turut memberikan peranan penting dalam mencegah meluasnya perokok yaitu melalui model matematika terkait peningkatan jumlah perokok. Pada model matematika dinamika perokok, individu dalam populasi (N) dibagi ke dalam empat kelompok yaitu kelompok perokok potensial (P), kelompok perokok kadang-kadang (L), kelompok perokok berat (S), dan kelompok mantan perokok (Q). Model matematika dinamika perokok dikembangkan dengan melibatkan faktor efikasi diri untuk berhenti merokok, sehingga model matematika yang terbentuk tersebut diharapkan dapat lebih mendekati keadaan nyata dinamika perokok di Kota Bogor, langkah selanjutnya model matematika tersebut dianalisis secara analitik dan numerik. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa pada kondisi bebas perokok, jumlah perokok kadang-kadang akan mendekati nol pada 16 tahun yang akan datang dan pada kondisi marak perokok, jumlah perokok berat terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa setelah adanya faktor efikasi diri untuk berhenti merokok jumlah perokok di Kota Bogor mengalami penurunan tetapi tidak akan mencapai nol
FORECASTING ANORGANIC WASTE VOLUME AFTER THE IMPLEMENTATION OF PLASTIC BAG RESTRICTIONS USING DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING METHOD AT BOGOR CITY
Garbage is a classic problem causing environmental and ecosystem damage in every region, including in Bogor City. Plastic is one of the largest types of inorganic waste that causes ecosystem damage. In one day 1,7 tons of plastic waste are produced from a modern shopping center in Bogor. Several attempts were made to reduce the volume of inorganic waste. Since July 2018 the Regional Government of Bogor City has issued a regulation restricting the use of plastic bags in the modern market as an effort to reduce inorganic waste, especially plastic waste. Forecasting the volume of inorganic waste after the enactment of this regulation is needed as an evaluation step. The double exponential smoothing hole model is suitable for linear data trends. This is in accordance with the condition of inorganic waste volume data which tends to have a linear trend. Forecasting produces parameter parameter values α (level) 0,78 and γ (trend) 0,09 also MAPE 7,25%. The forecast results show that the volume of inorganic waste tends to increase in 2020. In order for this regulation to be optimal, it is necessary to consider applying these regulations not only in the modern market but also in the traditional market. In addition, it is also necessary to find an alternative to substitute for plastic so as not to switch to other inorganic types
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya perokok di Kota Bogor. Sebagai salah satu bidang ilmu, matematika turut memberikan peranan penting dalam mencegah meluasnya perokok yaitu melalui model matematika terkait peningkatan jumlah perokok. Pada model matematika dinamika perokok, individu dalam populasi (N) dibagi ke dalam empat kelompok yaitu kelompok perokok potensial (P), kelompok perokok kadang-kadang (L), kelompok perokok berat (S), dan kelompok mantan perokok (Q). Model matematika dinamika perokok dikembangkan dengan melibatkan faktor efikasi diri untuk berhenti merokok, sehingga model matematika yang terbentuk tersebut diharapkan dapat lebih mendekati keadaan nyata dinamika perokok di Kota Bogor, langkah selanjutnya model matematika tersebut dianalisis secara analitik dan numerik. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa pada kondisi bebas perokok, jumlah perokok kadang-kadang akan mendekati nol pada 16 tahun yang akan datang dan pada kondisi marak perokok, jumlah perokok berat terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa setelah adanya faktor efikasi diri untuk berhenti merokok jumlah perokok di Kota Bogor mengalami penurunan tetapi tidak akan mencapai nol
ANALYSIS OF THE IMPACT OF COVID IN THE SECOND YEAR ON INCOME OF WORKERS IN WEST JAVA WITH MULTINOMIAL LOGISTIC REGRESSION
The COVID-19 pandemic that hit Indonesia had a huge impact on the economy. The long period of restriction of population mobility impacted the changes of people's income. West Java is the province with the most workers affected by this pandemic. The income of workers in West Java in the first five months of the pandemic decreased by 50.1%. The existence of these problems shows that an analysis of the impact of covid on changes in worker income is very necessary. This study aims to determine the factors that have a significant effect on changes in workers' income in West Java. Based on the results of the multinomial logistic model suitability test, it was found that there was no difference in the model between the observed results and the predicted results for male workers, therefore the model could be used. In the second year of the covid pandemic, the opportunity for a person's income to decrease in West Java is still very high, at 0.9891. The factors with the highest opportunities that affect income changes in the reduced category are self-employed employment status, changes in work hours, the implementations of WFH, and workers working at terminal/station/airport locations
Analisis Regresi Logistik Multinomial pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Pasien Covid-19 di Kota Depok
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan antara status pasien COVID-19 terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi COVID-19 di Kota Depok dengan regresi logistik multinomial. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik snowball sampling. Peubah respon yang digunakan pada penelitian ini adalah suspek, terkonfirmasi, dan kontak erat dimana peubah tersebut merupakan jenis status pasien COVID-19. Peubah prediktor pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, lokasi tempat tinggal, kondisi tempat tinggal, jenis pekerjaan, informasi, gaya hidup, riwayat kontak, fasilitas kesehatan dimana peubah tersebut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi status pasien COVID-19 di Kota Depok. Hasil uji kesesuaian model menggunakan uji Pearson didapatkan nilai P-value > 5% sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan model hasil observasi dengan prediksi atau dengan kata lain model yang dihasilkan layak untuk digunakan. Hasil identifikasi diperoleh peubah yang sangat signifikan antara status pasien COVID-19 terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kota Depok yaitu gaya hidup dengan kategori teratur berolahraga, riwayat kontak dengan kategori kurang dari sama dengan 3 hari. Peluang yang didapatkan dari masing-masing status pasein COVID-19 di Kota Depok sebesar 0,000000036 pada kategori terkonfirmasi, 0,999 pada kategori kontak erat dan 0,00000048 pada kategori suspek
