55 research outputs found

    METODE PENGOLAHAN HIDANGAN PANCAKE DI DEMANDAILING CAFÉ SURABAYA

    No full text
    The purpose of this writing is to find out how the processing of pancake desserts at Demandailing cafe Surabaya. The author observes the processing of pancakes at the Demandailing Cafe. The author can conclude that the processing of pancake desserts at Demandailing Café Surabaya is as follows: Processing of pancakes is done according to existing standard recipes. Thus, pancakes have the same shape and taste

    Branding Politik Caleg Perempuan dari Partai Islam: Studi Kasus Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief di Kota Bekasi

    No full text
    Elections of 2019 are simultaneous elections. Elections 2019 require candidates to do a number of things to win the elections. Political branding is the common way of legislature candidates. Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief are candidates for legislative members in Bekasi City from the Prosperous Justice Party (PKS). Interestingly, Lilis Nurlia used a success team while Eka Widyani Latief did not use a successful team in facing the 2019 election. Lilis Nurlia does her political branding through face-to-face media and social media and carries the name of the party on every occasion. This study aims to look at the political branding of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief in facing the 2019 election in Bekasi City because there are still few studies that discuss political branding, especially in female legislative candidates. This research uses Kapferer political branding theory to analyze the experience of political branding implemented Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief. This research uses qualitative research with a case study approach. The author obtained primary data from the results of semi structure in-depth interviews and secondary data from article documents, journals, document archives, and so on. The results of the study obtained that Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief were legislative candidates with sequence number 1. Lilis Nurlia does political branding with various activities mainly through tabloids. Lilis Nurlia also uses a group approach to approach the community, while Eka Widyani Latief also carries out various activities, especially gatherings and social relations approached to approach society. Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief also introduced themselves and shared the activity on social media.Penelitian ini membahas tentang branding politik dari calon anggota legislatif perempuan dari Partai Islam dengan menganalisis Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief. Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief merupakan calon legislatif di Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menariknya, Lilis Nurlia menggunakan tim sukses sementara Eka Widyani Latief tidak menggunakan tim sukses dalam menghadapi pemilu 2019. Lilis Nurlia melakukan branding politiknya melalui media tatap muka dan media sosial serta membawa nama partai pada setiap kesempatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat branding politik Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief dalam menghadapi pemilu 2019 di Kota Bekasi dikarenakan masih sedikit penelitian yang membahas mengenai branding politik khususnya calon legislatif perempuan. Penelitian ini menggunakan teori branding politik Kapferer untuk menganalisis pengalaman branding politik yang diimplementasikan Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis memperoleh data primer dari hasil wawancara mendalam semistruktur dan data sekunder dari dokumen artikel, jurnal, arsip dokumen, dan sebagainya. Hasil penelitian diperoleh bahwa Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief merupakan calon legislatif dengan nomor urut 1. Lilis Nurlia melakukan branding politik dengan berbagai kegiatan terutama melalui tabloid. Lilis Nurlia juga menggunakan pendekatan kelompok untuk mendekati masyarakat, sementara Eka Widyani Latief juga melakukan berbagai kegiatan terutama silaturahmi dan pendekatan hubungan sosial untuk mendekati masyarakat. Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief juga memperkenalkan dirinya dan membagikan kegiatan di media sosial

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI COMPUTER BASED TEST (CBT) BERBASIS WEB DI SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR

    No full text
    This study aims to design a web-based Computer Based Test (CBT) information system at SMK Bangun Bangsa Mandiri. The software development method used is Waterfall while the programming language used in the implementation of information systems uses XAMPP and MySQL as a databas

    Aplikasi Kenaikan Gaji Berkala Berbasis Web Menggunakan Framework CodeIgniter

    No full text
    Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Bandung bertugas untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis kenaikan gaji berkala aparatur sipil negara. Dalam instansi tersebut, prosedur dan pelaporan dalam mengajukan kenaikan gaji barkala dari tiap aparatur masih berbentuk konvensional. Bentuk prosedur pengajuan kenaikan gaji berkala yang belum terkomputerisasi seperti ini, menimbulkan penumpukan berkas pengajuan dan proses pengajuan menjadi lama. Untuk itu, perlu dirancang dan dibangun sebuah sistem yang berfungsi untuk memfasilitasi data yang diajukan aparatur serta menyampaikannya kepada atasan melalui format dan dokumentasi penulisan yang baku. Sistem Informasi Kenaikan Gaji Berkala Berbasis Web ini dirancang dengan metode pengembangan model Waterfall dan menggunakan Framework CodeIgniter. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan sistem manajemen basis data MySQL. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan metode black box, sistem ini telah memenuhi kebutuhan fungsional. Sistem Informasi Kenaikan Gaji Berkala diharapkan dapat mengawasai aparatur yang mengajukan kenaikan gaji berkala secera terus menerus setiap harinya, dengan tujuan untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi waktu saat melakukan pengajuan kenaikan gaji berkala secara online di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Bandung

    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL NONTEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN HUKUM BERANCANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF-INTEGRATIF UNTUK KELAS X SMA

    No full text
    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL NONTEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN HUKUM BERANCANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF-INTEGRATIF UNTUK KELAS X SMA Lilis Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong digitalisasi pembelajaran, termasuk pengembangan bahan ajar digital. Selain itu, tantangan yang dihadapi peserta didik, seperti meningkatnya kenakalan remaja, menuntut adanya nilai-nilai hukum yang diintegrasikan dalam pembelajaran sehingga bahasa mempunyai peran dalam meminimalisasi kenakalan remaja yang marak terjadi. Berdasarkan wawancara ditemukan bahwa masih banyak peserta didik yang melakukan pelanggaran aturan sekolah. Oleh sebab itu, penulis mengembangkan buku pendamping digital yang berwawasan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku digital nonteks pelajaran bahasa Indonesia berwawasan hukum untuk kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap: define, design, development, dan diseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi kelayakan produk dari aspek bahan ajar mendapatkan nilai skor dengan rata-rata 4 pada kategori “layak” dari interval 0-5. Aspek materi dengan nilai skor rata-rata 4,6 pada kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Aspek bahasa dengan nilai skor rata-rata 4,4 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Secara keseluruhan diperoleh rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Adapun hasil nilai respons peserta didik dengan rata-rata skor 4,0 dengan kategori “layak” dari interval 0-5 dan hasil nilai respons pendidik dengan rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Bahan ajar ini mendapatkan respons positif dari peserta didik dan pendidik. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar digital bahasa Indonesia berwawasan hukum untuk SMA layak digunakan sebagai buku pendamping dalam proses pembelajaran. Kata kunci: bahan ajar digital, komunikatif-integratif, wawasan hukum. DEVELOPMENT OF A NON-TEXT BOOK OF DIGITAL LESSONS IN INDONESIAN WITH A LEGAL PERSPECTIVE WITH A COMMUNICATIVE-INTEGRATIVE APPROACH FOR CLASS X SENIOR HIGH SCHOOL Lilis Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRACT The existence of companion books is still inadequate and challenges in the world of education, such as the increase in juvenile delinquency, require legal values to be integrated in learning so that language has a role in minimizing juvenile delinquency that is rampant. Based on interviews, it was found that there are still many students who violate school rules. Therefore, the author developed a companion book with a legal perspective. This research aims to produce Indonesian digital teaching material products with legal insight for class X SMA. The research method used in this study is research and development (R&D) with the 4D development model consisting of four stages: define, design, develop, and disseminate. The results showed that the validation of product feasibility from the aspect of teaching materials received an average score of 4 in the “feasible” category from the interval 0-5. The material aspect with an average score of 4.6 in the “very feasible” category from the 0-5 interval. The language aspect with an average score of 4.4 in the “very feasible” category from the 0-5 interval. Overall, an average of 4.3 was obtained in the “very feasible” category from the 0-5 interval. The results of the learner response value with an average score of 4.0 with the category “feasible” from the interval 0-5 and the results of the educator response value with an average of 4.3 with the category “very feasible” from the interval 0-5. This teaching material received a positive response from learners and educators. This shows that Indonesian digital teaching materials with a legal perspective for high school are suitable for use as companion books in the learning process. Keyword: digital teaching materials, communicative-integrative, legal insight

    Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Bug Berbasis Website Di PT. Javan Cipta Solusi

    No full text
    Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dalam mengelola proyek dan meningkatkan kualitas perangkat lunak. PT. Javan Cipta Solusi sebagai perusahaan pengembangan perangkat lunak menghadapi tantangan dalam manajemen bug pada proyek-proyek yang dikerjakannya. Meskipun telah menggunakan QA Touch sebagai alat utama dalam manajemen pengujian, terdapat kebutuhan untuk sistem yang lebih terfokus dan efisien dalam pencatatan serta penanganan bug. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Pengelolaan Bug Berbasis Website yang dapat memenuhi kebutuhan spesifik tim Quality Assurance (QA) di PT. Javan Cipta Solusi. Sistem ini dirancang untuk membantu tim QA dalam mencatat, melacak, dan melaporkan bug secara lebih efisien dan transparan. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dirancang telah berhasil memenuhi kebutuhan tim QA dalam hal pencatatan dan pelaporan bug yang lebih terfokus dan sistematis. Fitur-fitur utama yang disediakan oleh sistem ini, seperti pelacakan status bug, penentuan prioritas bug, dan laporan analisis bug, telah meningkatkan transparansi dan kejelasan status bug, serta mempercepat siklus perbaikan perangkat lunak. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan kolaborasi yang lebih baik di antara anggota tim, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan tim QA

    Sistem Informasi Monitoring Kinerja Karyawan Berbasis Mobile Dengan Menggunakan Framework Flutter Di PT Makerindo Prima Solusi

    No full text
    Monitoring kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan sangat diperlukan, hal ini dilakukan untuk meninjau perkembangan karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan, sehingga evaluasi dari hasil pekerjaan tersebut dapat dilakukan. PT Makerindo Prima Solusi adalah sebuah perusahaan jasa di bidang IT yang fokus pada pembuatan dan pengembangan produk serta integrator sistem. Dalam memantau karyawan perusahaan tersebut menggunakan aplikasi sistem monitoring untuk melacak karyawan dengan teknologi Geofencing. Namun beberapa fitur lainnya seperti mengetahui tugas karyawan belum sepenuhnya berjalan dengan sempurna. Selain itu koordinasi mengenai perkembangan kinerja karyawan dalam pembuatan sebuah proyek masih dilakukan secara manual, yaitu menggunakan media sosial. Dan pencatatan hasil kinerja karyawannya masih menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini dikembangkan aplikasi monitoring kinerja karyawan berbasis mobile. Pada penelitian ini digunakan Agile Development sebagai metode pengembangan. Tahapan dari metode Agile Development diantaranya plan, design, develop, test, deploy, review, dan launch. Aplikasi yang digunakan untuk mendesain User Interface serta membuat prototype yaitu Balsamiq Wireframes sedangkan text editor nya menggunakan Visual Studio Code. Untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan database, authentication, hosting, API dan sejenisnya menggunakan Firebase Database. Dari hasil implementasi kemudian dilakukan pengujian menggunakan metode black box terhadap kebutuhan fungsional secara keseluruhan yang hasilnya aplikasi bisa berjalan dengan baik sesuai input dan output yang diharapkan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sistem informasi monitoring kinerja karyawan dengan penggunaan aplikasi fitur task list menjadi solusi bagi project manager untuk memantau kinerja karyawan mengenai pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh setiap karyawan dan dapat memantau perkembangan target proyek. Selain itu dengan fitur task list tersebut maka sistem akan membuat pelaporan kinerja secara otomatis

    Marketing communication strategy of national indie movies: a case study of Yogyakarta indie movies

    No full text
    Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth (Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo, nonton.com) and through press screening

    Gambaran Stres dan Stres Coping Wanita Dewasa Awal Penderita Gagagl Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis

    No full text
    This study aims to describe how the stress experienced by adult women who undergo early hemodialysis therapy and the use of stress coping. The subjects were four people aged 30-40 years and were married. Subjects suffering from chronic renal failure and undergoing hemodialysis therapy. Data collection started from October 2010 through November 2010 in a hospital. The author uses interview techniques in data collection on each subject. Financial stressors, family, work, body shape changes, and friendship environmental problems experienced by each subject. Stress coping strategies of the most widely used is planning, seeking social support for emotional reasons, acceptance, and turning to religion

    Marketing Communication Strategy of National Indie Movies

    No full text
    Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth (Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo, nonton.com) and through press screening
    corecore