124 research outputs found
PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X MA HUSNUL RI’AYAH SITUBONDO
RINGKASAN
Penggunaan Konjungsi dalam Karangan Narasi Siswa Kelas X MA Husnul
Ri’ayah Situbondo; Ely Hidayati, 070210402086; 2011: 84 halaman; Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidian Bahasa dan Seni,
Universitas Jember.
Konjungsi menjadi unsur yang sangat penting dalam pembentukan wacana
terutama dalam wacana tulis termasuk dalam karangan, karena dengan hadirnya
konjungsi yang tepat maka hubungan antarklausa atau kalimat menjadi padu sehingga
ide yang disampaikan menjadi mudah dipahami. Kelas X adalah kelas yang siswasiswanya
baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas jadi kemampuan siswa
dalam menulis masih seperti siswa Sekolah Menengah Pertama. Begitu juga
kemampuan siswa siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo dalam menggunakan
konjungsi. Penggunaan konjungsi dalam karangan narasi siswa perlu dikaji ulang,
karena ada kesalahan yang mengakibatkan kalimat yang dihasilkan tidak padu. Oleh
karena itu, rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) bagaimanakah bentuk
konjungsi yang digunakan dalam karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah
Situbondo? meliputi: bentuk konjungsi intrakalimat dan bentuk konjungsi
antarkalimat; dan (2) bagaimanakah bentuk kesalahan penggunaan konjungsi dalam
karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo? meliputi: bentuk
kesalahan konjungsi intrakalimat dan bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat.
Tujuannya adalah: (1) mendeskripsikan bentuk konjungsi antarkalimat yang
digunakan dalam karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo yang
meliputi: bentuk konjungsi intrakalimat dan bentuk konjungsi antarkalimat; (2)
mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan konjungsi dalam karangan narasi
siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo yang meliputi: bentuk kesalahan
konjungsi intrakalimat dan bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat.
x
Tinjauan pustaka meliputi; (1) pengertian konjungsi, (2) jenis-jenis konjungsi
(3) aturan penggunaan konjungsi, (4) kalimat majemuk, (5) pengertian mengarang,
(6) jenis-jenis karangan (pengertian karangan narasi), dan (7) kerangka teori.
Rancangan penelitian adalah kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah
deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung konjungsi,
sedangkan sumber data adalah karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah
Situbondo yang pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengumpulan
data adalah metode tes, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis
deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa tabel pemandu pengumpul data dan
tabel pemandu analisis data. Prosedur penelitian meliputi tiga tahap yaitu (1) tahap
persiapan; (2) tahap pelaksanaan; dan (3) tahap penyelesaian.
Dalam karangan narasi siswa bentuk penggunaan konjungsi intrakalimat
maupun bentuk penggunaan konjungsi antarkalimat sebagian sudah tepat. Akan
tetapi, masih ada penggunaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat yang kurang
tepat sehingga mengakibatkan kalimat yang dihasilkan kurang padu dan logis. Siswa
lebih banyak menggunakan konjungsi intrakalimat daripada konjungsi antarkalimat.
Hal ini dapat diamati dari 111 bentuk penggunaan konjungsi intrakalimat dan 18
bentuk penggunaan konjungsi antarkalimat. Bentuk kesalahan penggunaan konjungsi
intrakalimat dan bentuk kesalahan penggunaan konjungsi antarkalimat dapat
disimpulkan bahwa siswa kurang mampu dalam menggunakan konjungsi baik
konjungsi intrakalimat maupun konjungsi antarkalimat. Bentuk kesalahan
penggunaan konjungsi lebih banyak terdapat pada bentuk kesalahan intrakalimat
daripada bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat. Hal ini dapat diamati dari 19
kesalahan penggunaan konjungsi intrakalimat dan 10 kesalahan penggunaan
konjungsi antarkalimat. Saran penelitian ini antara lain (1) bagi siswa, dijadikan
pengalaman menggunakan konjungsi dalam menulis karangan narasi, (2) bagi guru
Bahasa Indonesia, dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk menghasilkan output
yang lebih baik, (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat digunakan untuk
mengadakan penelitian sejenis dengan kajian yang lebih luas
Trans-esterifikasi Minyak Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) menjadi Metil Ester Asam Lemaknya dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antibakteri
ABSTRAK Hidayati, Ely. 2017. Trans-esterifikasi Minyak Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) menjadi Metil Ester Asam Lemaknya dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antibakteri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutrisno, M.Si., (II) Dr. Siti Marfu’ah, M. S. Kata kunci: minyak biji asam jawa, reaksi trans-esterifikasi, metil ester asam lemak, aktivitas antibakteri.Biji asam jawa merupakan bagian tanaman asam jawa (Tamarindus indica Linn) yang belum banyak digunakan oleh masyarakat. Biji asam jawa dilaporkan mengandung minyak (trigliserida cair) yang tidak aktif antibakteri. Hal ini diduga trigliserida memiliki struktur molekul besar sehingga tidak mampu menembus dinding sel bakteri. Asam-asam lemak penyusun minyak biji asam jawa diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu perlu dilakukan transformasi minyak biji asam jawa menjadi molekul yang lebih sederhana dan berbasis pada struktur induknya. Diharapkan transformasi minyak biji asam jawa menjadi metil esternya dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mentransformasi minyak biji asam jawa menjadi metil ester asam lemaknya, (2) mengetahui karakteristik dan jenis metil ester asam lemak hasil transformasi,dan (3) menentukan aktivitas antibakteri metil ester asam lemak hasil transformasi.Penelitian ini terdiri dari 6 tahap. Tahap 1 adalah preparasi sampel meliputi pengumpulan biji asam jawa, pengeringan, dan pembuatan serbuk. Tahap 2 adalah ekstraksi minyak biji asam jawa. Tahap 3 adalah karakterisasi dan identifikasi hasil ekstraksi meliputi wujud, warna, massa jenis, indeks bias, viskositas, uji penyabunan, uji ketidakjenuhan, bilangan asam, bilangan iod, bilangan penyabunan, dan identifikasi secara spektrofotometri IR. Tahap 4 adalah trans-esterifikasi minyak biji asam jawa menjadi metil ester asam lemaknya. Tahap 5 adalah karakterisasi dan identifikasi metil ester asam lemak hasil transformasi meliputi wujud, warna, massa jenis, indeks bias, viskositas, uji ketidakjenuhan, bilangan asam, bilangan iod, bilangan penyabunan, identifikasi secara spektrofotometri IR dan GC-MS. Tahap 6 adalah uji aktivitas antibakteri metil ester asam lemak hasil trans-esterifikasi. Transformasi minyak biji asam jawa dilakukan melalui reaksi trans-esterifikasi. Minyak biji asam direaksikan dengan metanol berkatalis kalium hidroksida dihasilkan metil ester asam lemaknya. Metil ester asam lemak ini berwujud cair, berwarna kuning cerah, memiliki massa jenis 0,834 g.mL-1, indeks bias 1,457 (250C), viskositas 4,686 cSt, dapat menghilangkan warna brom dalam CCl4, memiliki bilangan asam 0,55, bilangan iod 224,69; dan bilangan penyabunan 215,36. Metil ester yang diperoleh adalah metil 9-heksedekenoat ( 0,46 %), metil heksadekanoat (12,24 %), metil 9,12-oktadekadienoat (42,81 %), metil 9-oktadekenoat (6,09 %), metil oktadekanoat (9,75 %), metil 8,11,14-dokosatrienoat (0,35 %), metil 11-eikosenoat (3,6 %), metil eikosanoat (4,88 %), metil 11,14-eikosadienoat (0,24 %), metil dokosanoat (5,20 %), metil trikosanoat (0,24 %), metil tetrakosanoat (11,70 %), metil heneikosanoat (0,27 %), dan metil heksakosanoat (1,09 %). Jenis dan kadar metil ester hasil transformasi analog dengan asam lemak penyusun trigliserida. Metil ester asam lemak ini memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus lebih besar dibandingkan Escherichia coli
PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X MA HUSNUL RI’AYAH SITUBONDO
Konjungsi menjadi unsur yang sangat penting dalam pembentukan wacana
terutama dalam wacana tulis termasuk dalam karangan, karena dengan hadirnya
konjungsi yang tepat maka hubungan antarklausa atau kalimat menjadi padu sehingga
ide yang disampaikan menjadi mudah dipahami. Kelas X adalah kelas yang siswa-
siswanya baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas jadi kemampuan siswa
dalam menulis masih seperti siswa Sekolah Menengah Pertama. Begitu juga
kemampuan siswa siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo dalam menggunakan
konjungsi. Penggunaan konjungsi dalam karangan narasi siswa perlu dikaji ulang,
karena ada kesalahan yang mengakibatkan kalimat yang dihasilkan tidak padu. Oleh
karena itu, rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) bagaimanakah bentuk
konjungsi yang digunakan dalam karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah
Situbondo? meliputi: bentuk konjungsi intrakalimat dan bentuk konjungsi
antarkalimat; dan (2) bagaimanakah bentuk kesalahan penggunaan konjungsi dalam
karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo? meliputi: bentuk
kesalahan konjungsi intrakalimat dan bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat.
Tujuannya adalah: (1) mendeskripsikan bentuk konjungsi antarkalimat yang
digunakan dalam karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo yang
meliputi: bentuk konjungsi intrakalimat dan bentuk konjungsi antarkalimat; (2)
mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan konjungsi dalam karangan narasi
siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo yang meliputi: bentuk kesalahan
konjungsi intrakalimat dan bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat. Tinjauan pustaka meliputi; (1) pengertian konjungsi, (2) jenis-jenis konjungsi
(3) aturan penggunaan konjungsi, (4) kalimat majemuk, (5) pengertian mengarang,
(6) jenis-jenis karangan (pengertian karangan narasi), dan (7) kerangka teori.
Rancangan penelitian adalah kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah
deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung konjungsi,
sedangkan sumber data adalah karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah
Situbondo yang pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengumpulan
data adalah metode tes, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis
deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa tabel pemandu pengumpul data dan
tabel pemandu analisis data. Prosedur penelitian meliputi tiga tahap yaitu (1) tahap
persiapan; (2) tahap pelaksanaan; dan (3) tahap penyelesaian.
Dalam karangan narasi siswa bentuk penggunaan konjungsi intrakalimat
maupun bentuk penggunaan konjungsi antarkalimat sebagian sudah tepat. Akan
tetapi, masih ada penggunaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat yang kurang
tepat sehingga mengakibatkan kalimat yang dihasilkan kurang padu dan logis. Siswa
lebih banyak menggunakan konjungsi intrakalimat daripada konjungsi antarkalimat.
Hal ini dapat diamati dari 111 bentuk penggunaan konjungsi intrakalimat dan 18
bentuk penggunaan konjungsi antarkalimat. Bentuk kesalahan penggunaan konjungsi
intrakalimat dan bentuk kesalahan penggunaan konjungsi antarkalimat dapat
disimpulkan bahwa siswa kurang mampu dalam menggunakan konjungsi baik
konjungsi intrakalimat maupun konjungsi antarkalimat. Bentuk kesalahan
penggunaan konjungsi lebih banyak terdapat pada bentuk kesalahan intrakalimat
daripada bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat. Hal ini dapat diamati dari 19
kesalahan penggunaan konjungsi intrakalimat dan 10 kesalahan penggunaan
konjungsi antarkalimat. Saran penelitian ini antara lain (1) bagi siswa, dijadikan
pengalaman menggunakan konjungsi dalam menulis karangan narasi, (2) bagi guru
Bahasa Indonesia, dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk menghasilkan output
yang lebih baik, (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat digunakan untuk
mengadakan penelitian sejenis dengan kajian yang lebih luas
PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X MA HUSNUL RI’AYAH SITUBONDO
Konjungsi menjadi unsur yang sangat penting dalam pembentukan wacana
terutama dalam wacana tulis termasuk dalam karangan, karena dengan hadirnya
konjungsi yang tepat maka hubungan antarklausa atau kalimat menjadi padu sehingga
ide yang disampaikan menjadi mudah dipahami. Kelas X adalah kelas yang siswasiswanya
baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas jadi kemampuan siswa
dalam menulis masih seperti siswa Sekolah Menengah Pertama. Begitu juga
kemampuan siswa siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo dalam menggunakan
konjungsi. Penggunaan konjungsi dalam karangan narasi siswa perlu dikaji ulang,
karena ada kesalahan yang mengakibatkan kalimat yang dihasilkan tidak padu. Oleh
karena itu, rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) bagaimanakah bentuk
konjungsi yang digunakan dalam karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah
Situbondo? meliputi: bentuk konjungsi intrakalimat dan bentuk konjungsi
antarkalimat; dan (2) bagaimanakah bentuk kesalahan penggunaan konjungsi dalam
karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo? meliputi: bentuk
kesalahan konjungsi intrakalimat dan bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat.
Tujuannya adalah: (1) mendeskripsikan bentuk konjungsi antarkalimat yang
digunakan dalam karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo yang
meliputi: bentuk konjungsi intrakalimat dan bentuk konjungsi antarkalimat; (2)
mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan konjungsi dalam karangan narasi
siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah Situbondo yang meliputi: bentuk kesalahan
konjungsi intrakalimat dan bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat.Tinjauan pustaka meliputi; (1) pengertian konjungsi, (2) jenis-jenis konjungsi
(3) aturan penggunaan konjungsi, (4) kalimat majemuk, (5) pengertian mengarang,
(6) jenis-jenis karangan (pengertian karangan narasi), dan (7) kerangka teori.
Rancangan penelitian adalah kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah
deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung konjungsi,
sedangkan sumber data adalah karangan narasi siswa kelas X MA Husnul Ri’ayah
Situbondo yang pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengumpulan
data adalah metode tes, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis
deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa tabel pemandu pengumpul data dan
tabel pemandu analisis data. Prosedur penelitian meliputi tiga tahap yaitu (1) tahap
persiapan; (2) tahap pelaksanaan; dan (3) tahap penyelesaian.
Dalam karangan narasi siswa bentuk penggunaan konjungsi intrakalimat
maupun bentuk penggunaan konjungsi antarkalimat sebagian sudah tepat. Akan
tetapi, masih ada penggunaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat yang kurang
tepat sehingga mengakibatkan kalimat yang dihasilkan kurang padu dan logis. Siswa
lebih banyak menggunakan konjungsi intrakalimat daripada konjungsi antarkalimat.
Hal ini dapat diamati dari 111 bentuk penggunaan konjungsi intrakalimat dan 18
bentuk penggunaan konjungsi antarkalimat. Bentuk kesalahan penggunaan konjungsi
intrakalimat dan bentuk kesalahan penggunaan konjungsi antarkalimat dapat
disimpulkan bahwa siswa kurang mampu dalam menggunakan konjungsi baik
konjungsi intrakalimat maupun konjungsi antarkalimat. Bentuk kesalahan
penggunaan konjungsi lebih banyak terdapat pada bentuk kesalahan intrakalimat
daripada bentuk kesalahan konjungsi antarkalimat. Hal ini dapat diamati dari 19
kesalahan penggunaan konjungsi intrakalimat dan 10 kesalahan penggunaan
konjungsi antarkalimat. Saran penelitian ini antara lain (1) bagi siswa, dijadikan
pengalaman menggunakan konjungsi dalam menulis karangan narasi, (2) bagi guru
Bahasa Indonesia, dapat digunakan sebagai bahan kajian untuk menghasilkan output
yang lebih baik, (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat digunakan untuk
mengadakan penelitian sejenis dengan kajian yang lebih luas
Persepsi masyarakat Islam terhadap agama Kristen
Masyarakat Islam dan Kristen sudah sejak lama hidup berdampingan di Indonesia, Katolik, Hindu, Budha, atau Konghuchu. Namun entah kenapa, akhir-akhir ini sering terjadi konflik. Stereotip, baik tentang orang Indonesia maupun masyarakat dunia adalah bahwa orang Islam dan Kristen tidak mungkin hidup berdampingan disatu daerah bersama tanpa konflik. Islam dianggap musuh Kristen dan sebaliknya. Karena konflik yang sudah terjadi dan karena Indonesia memang negara yang masyarakatnya majemuk, stereotip ini lebih terlihat di Indonesia.
Kalau kita mau memperbaiki hubungan antara orang Islam dan Kristen kita harus memperdalam pengetahuan kita. Kita harus menghindari stereotip-stereotip dan harus lebih banyak. Belajar tentang agama lain, sehingga kita mengerti bagaimana kehidupan mereka dan bagaimana kita bisa saling menghormati orang lain supaya kita bisa hidup berdampingan bersama dan tenteram.
Karena itulah penulis disini ingin mengetahui bagaimana hubungan antara masyarakat Islam dan Kristen di desa Punggelan, apakah berlangsung damai dan tenteram ataukah ada konflik didalamnya. Selain bertujuan untuk mengetahui kehidupan beragama masyarakat desa Punggelan, namun juga untuk mengetahui persepsi orang Islam di desa Punggelan terhadap orang Kristen dan untuk mengetahui dampak dari persepsi itu terhadap kehidupan beragama.
Dalam mengawali penelitian ini penulis pertama harus menemui pejabat pemerintah yang terkait di kabupaten, kemudian baru menemui pejabat pemeritah di desa, terutama kepala desanya. Setelah itu penulis menemui obyek dari penelitian ini yaitu warga masyarakat muslim yang bertetangga dan tidak bertetangga dengan orang Kristen, serta memastikan mereka mau membantu dan bekerjasama dengan penulis.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode filed research atau penelitian lapangan dimana sumber datanya berasal dari sampel dan respanden beberapa warga masyarakat yang baik yang bertetangga dan tidak bertetangga dengan orang Kristen. Sementara untuk metode pengumpulan data penulis menggunakan observasi langsung ke lokasi penelitian dan melakukan interview atau wawancara langsung kepada obyek yang menjadi tujuan penelitiannya itu masyarakat Islam yang bertetangga dan tidak bertetangga dengan orang Kristen. Dalam menganalisis penulis menggunakan metode analisis kualitatif, yaitu data yang berupa informasi, uraian dalam bentuk bahasa prosa kemudian dikaitkan dengan data yang lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau sebaliknya.
Jadi dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa tidak semua benar, bila masyarakat / orang Islam dan Kristen tidak dapat hidup bersama tanpa ada konflik, karena di desa Punggelan orang Islam dan Kristen bisa hidup berdampingan dengan damai, rukun dan saling toleransi. Orang Islam tidak menganggap orang Kristen sebagai musuh begitu pula sebaliknya, permasalahan yang terjadi di luar daerah mereka seperti konflik antar agama tidak mempengaruhi hubungan harmonis diantara mereka.
Kalau kita mau memperbaiki hubungan antara orang Kristen dan Islam kita harus memperdalam pengetahuan kita. Kita harus menghindari sterotip-sterotip harus lebih banyak belajar tentang agama lain sehingga kita mengerti bagaimana kehidupan mereka dan bagiamana kita bisa saling menghormati orang lain supaya kita bisa hidup berdampingan bersama dengan damai dan tenteram
Masalah Sosial dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari
This research is based on the thought of the importance of the existence of
literary works which are as an inseparable part of society's lives that form a
dialectical relationship between society and literary works. In addition, it is
important to understand the pattern of discourse structures used by authors in
producing texts in his works.
The purpose of this study is to discuss 1) the dialectical relationship
between the reality of the trilogy novel Ronggeng Dukuh Paruk and social reality
regarding social problems; 2) world view and human facts based on social
problems in the novel; 3) the pattern of discourse structure in producing texts on
social problems in the novel trilogy Ronggeng Dukuh Paruk.
The theory used is genetic structuralism to discuss and analyze world
views and human facts by using Sociology of Literature approach; and Critical
Discourse Analysis Theory is used to find out the pattern of discourse structure on
social problems. Qualitative descriptive paradigm with analytical descriptive
method is the method used in this research. The data is obtained from the text in
the primary and secondary data sources which refer to social problems and
patterns of discourse structure in the novel. In addition, data are obtained from
texts related to social problems and the results of interviews with the author. The
data analysis technique is based on the data analysis interactive model
component.
The reality of the novel and the social reality depicted through the text
regarding the social problems of poverty, occultism, prostitution, illiteracy, and
crime in the form of exploitation in the novel related to the results of interviews
with the author proves the existence of a dialectical relationship between novel
reality and social reality.
The world view related to social problems in the novel shows the world
views on economic, religious, and social fields related to the function of literary
texts in the form of affirmations and negations; meanwhile from the human facts
views, revealed the form of individual human fact and collective human fact.
The pattern of discourse structure on social problems in the novel based
on the text dimensions shows that there are some elements which form the
structure of the text used, namely: background elements, details, intentions,
presuppositions, coherence, pronouns, lexicon, and graphics. Based on the
elements of social cognition and social context, there are power practices,
domination, and ideology found in the novel.278 HalamanDisertasi Dokto
Masalah Sosial dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari
This research is based on the thought of the importance of the existence of
literary works which are as an inseparable part of society's lives that form a
dialectical relationship between society and literary works. In addition, it is
important to understand the pattern of discourse structures used by authors in
producing texts in his works.
The purpose of this study is to discuss 1) the dialectical relationship
between the reality of the trilogy novel Ronggeng Dukuh Paruk and social reality
regarding social problems; 2) world view and human facts based on social
problems in the novel; 3) the pattern of discourse structure in producing texts on
social problems in the novel trilogy Ronggeng Dukuh Paruk.
The theory used is genetic structuralism to discuss and analyze world
views and human facts by using Sociology of Literature approach; and Critical
Discourse Analysis Theory is used to find out the pattern of discourse structure on
social problems. Qualitative descriptive paradigm with analytical descriptive
method is the method used in this research. The data is obtained from the text in
the primary and secondary data sources which refer to social problems and
patterns of discourse structure in the novel. In addition, data are obtained from
texts related to social problems and the results of interviews with the author. The
data analysis technique is based on the data analysis interactive model
component.
The reality of the novel and the social reality depicted through the text
regarding the social problems of poverty, occultism, prostitution, illiteracy, and
crime in the form of exploitation in the novel related to the results of interviews
with the author proves the existence of a dialectical relationship between novel
reality and social reality.
The world view related to social problems in the novel shows the world
views on economic, religious, and social fields related to the function of literary
texts in the form of affirmations and negations; meanwhile from the human facts
views, revealed the form of individual human fact and collective human fact.
The pattern of discourse structure on social problems in the novel based
on the text dimensions shows that there are some elements which form the
structure of the text used, namely: background elements, details, intentions,
presuppositions, coherence, pronouns, lexicon, and graphics. Based on the
elements of social cognition and social context, there are power practices,
domination, and ideology found in the novel.278 HalamanDisertasi Dokto
Analysis of Translation Techniques, Methods, and Ideology on Children’s Bilingual Story Books
Purpose - This research aimed to describe, the techniques, methods and ideology used by the author of children’s bilingual books.
Design/methodology/approach - This study used descriptive qualitative in this research, in which the author used Molina & Albir and Newmark for the basic theory.
Findings - The author found that the bilingual books' author mostly used literal translation as the technique. Then, for the methods, the most frequent was a word-for-word and literal translation. It meant that the author's ideology was foreignization because the bilingual books' author tended to maintain the word of the source language.
Originality/value - The concluded that literal or word-for-word translation in translating stories for children is not suitable, since the sentences in the translated version tended to be complicated which is not suitable for teachers, parents, and children especially. The suggested for the bilingual books' authors use a communicative translation so that it can be easily read and understood.
Paper type – Research pape
Islamic Corporate Philanthropy in Islamic Banking: Implementation of Zakat Regulation and Sharia Compliance in Indonesia
This study aims to provide empirical evidence on the implementation of zakat management compliance and the influence of sharia corporate philanthropy on the performance of sharia commercial banks in Indonesia. This study uses a mixed method, combining quantitative and qualitative approaches. The collected data were then analyzed quantitatively using descriptive or inferential statistics. The research sample consisted of 12 Islamic banks registered with the OJK, and the secondary data for this study were taken from audited and published annual reports from 2017 to 2023. The data analysis technique used regression and legal interpretation analysis. The results of the study indicate that there is a significant influence of ICP performance and Islamic banks, and that there are examples of banking compliance with applicable laws. The contribution of this study lies in providing empirical evidence that compliance with zakat regulations and the implementation of Islamic corporate philanthropy have a positive impact on the performance of Islamic banking institutions. This study reinforces the argument that zakat is not only a moral or spiritual obligation, but also a strategic instrument in sustainable corporate governance. In addition, this research provides important input for regulators, banking practitioners, and zakat authorities in formulating more integrative and applicable policies, so as to optimize the potential of national zakat through synergy between regulations, institutions, and sharia corporate awareness
- …
