1,725,416 research outputs found

    Pembuktian atas hilangnya nyawa akibat keributan yang dilakukan oleh para pelaku pada perkara tindak pidana pengadiayaan / oleh Hardy Effendy

    No full text
    abstrak A. Nama : Hardy Effendy (NIM : 205000121) B. Judul Skripsi : PEMBUKTIAN ATAS HILANGNYA NYAWA AKIBAT KERIBUTAN YANG DILAKUKAN OLEH PARA PELAKU PADA PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN C. Halaman : (xi + 77 halaman + lampiran, 2007) D. Kata kunci : Pembuktian, Hukum Pidana. E. Uraian singkat : Di kota besar seperti Jakarta sering terjadi berbagai macam kejahatan, salah satunya adalah penganiayaan yang dilakukan oleh IFAN FIRMANSYAH dan ADITIARACHMAN yang melakukan penganiayaan terhadap THJIA PIAU PIAU secara bersama-sama, lalu ADITIARACHMAN sempat pulang ke rumahnya untuk mengambil pisau dan kembali lagi untuk menusuk THJIA PIAU PIAU yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kedua pelaku dijatuhkan hukuman menurut pasal 170 ayat (2) bagian ke-3 KUHP, dengan kurungan penjara masing-masing 7 tahun. Apakah penjatuhan hukuman kepada kedua terdakwa sudah tepat, padahal perbuatannya mengakibatkan korbannya meninggal dunia? F. Daftar acuan : 16 (1984 ? 2005) G. Pembimbing [Dr. Etty Utju Ruhayati, S.H., M.H.] H. Penulis [Hardy Effendy

    STILE KEPENGARANGAN TENAS EFFENDY DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

    Full text link
    Literary works are classified as works of imagination in the form of fictional or imaginary experiences. The messages to be conveyed through literary works must be creative so that they appear attractive to read and listen to, so it is necessary to have a stile from the authorship itself to make his work beautiful and attractive. There are many ways to enjoy, understand and appreciate the work of the author Tenas Effendy, one of which is by studying the Stile of Tenas Effendy's authorship in Tunjuk Ajar Melayu. This study aims to analyze and interpret Tenas Effendy's stile authorship in Tunjuk Ajar Melayu. This needs to be examined because the existence of a literary work can be seen from how the author packs his work so that he can create his own stile from the author's side. The method used in this research is content analysis method. The source of data in this research is Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy in 2013 which has been recorded. The data collection technique is done by applying the hermeneutic technique. After the author of the analysis, Tunjuk Ajar Melayu by Tenas Effendy has a unique and distinctive authorship stile seen from the stylistic aspect, namely the stile as a pack of thoughts, the stile as a deviation from linguistic norms and the stile as a collection of personal characteristics

    STUDI PEMIKIRAN BAHTIAR EFFENDY TENTANG DEMOKRASI

    Full text link
    Hubungan antara Islam dan Demokrasi merupakan wacana pemikiran yang berkembang dan selalu aktual mengisi kehidupan bemegara. Fenomena ini menarik respon positif-aktif para sarjana-sarjana Islam di seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. Hal ini terbukti dengan proses tarik ulur yang berkepanjangan di antara mereka dalam menentukan komposisi yang sesuai, tentang hubungan antara Islam dengan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bemegara. Salah satu diantara mereka adalah Bahtiar Effendy, beliau merupakan salah satu tokoh Intelektual Muslim dan pembaharu dalam perkembangan pemikiran Islam khususnya di Indonesia. Dalam penelitian tentang demokrasi (Studi Pemikiran Bahtiar Effendy tentang Demokrasi), haruslah diperlukan penjelasan substansi permasalahan dengan mendeskripsikan pemikiran Bahtiar Effendy, dengan demikian mendeskripsikan pemikiran Bahtiar Effendy haruslah diperlukan penelaahan terhadap karya-karyanya dan buku-buku yang mendukung penelitian ini. Dalam hal ini penyusun menggunakan pendekatan sosio-historis untuk mengetahui pengaruh-pengaruh terhadap pemikiran Bahtiar Effendy. Hal ini digunakan karena untuk mencari obyektifitas penelitian. Sedangkan untuk menguji relevansi pemikiran Bahtiar Effendy penyusun menggunakan teori-teori Fiqh Siyasah. Setelah dilakukan penelitian secara mendalam, penulis berkesimpulan bahwa corak pemi kiran Bahtiar Effendy bermula dari pemikiran yang rasionalistik dan realistis. Ia secara tegas, menerima demokrasi sebagai referensi final bagi sebuah sistem pemerintahan atau negara, hal ini didasarkan pada suatu asumsi, bahwa demokrasi merupakan suatu sistem yang paling rasional dan realistis yang memungkinkan terbentuknya suatu tatanan sosial dan politik yang adil, egaliter, manusiawi, toleransi dan terbuka sebagaimana Islam mencita-citakannya. Mengenai hubungan Islam dan demokrasi Bahtiar Effendy memandang kompatibilitas Islam dan demokrasi sendiri terlihat dengan adanya prinsip-prinsip dasar Islam yang mengatur tentang prinsip kesamaan, musyawarah dan keadilan. Prinsip ini merupakan hal yang inheren. dalam konsekuensi logis dari penafsiran doktrin agan1a yang transformatif. Sedangkan relevansinya terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia terdapat suatu relevansi pemikiran Bahtiar Effendy secara tampak dan nyata serta rasional dengan sistem ketatanegaraan Indonesia. Dengan bermusyawarah yang dilakukan dengan saling dialog dalam membuat kesepakatan atas pemecahan-pemecahan masalah. Saling dialog atau musyawarah oleh Bahtiar Effendy berarti secara akal sehat (rasional) berarti terjamin adanya kebebasan berpendapat dan kritik dengan saling tolereansi dan mempertahankan hak individu dalam kerangka saling percaya mempercayai

    Tenas Effendy punggawa Melayu

    Full text link
    Buku ini mengisahkan tentang seorang tokoh tersohor di Riau, yaitu Tenas Effendy. Tenas Effendy adalah seorang kurator yang teliti, peneliti yang tunak, dan budayawan yang jenius. Ia adalah seorang maestro yang mengukuhkan pancang Melayu, tidak hanya di Riau dan Kepulauan Riau, tetapi juga di negeri tetangga. Semasa hidupnya, Tenas telah mendedikasikan diri untuk mengumpulkan berbagai kearifan Melayu. Semua yang terserak dalam ungkapan, pantun, syair, nasihat orang tua, keputusan dan kebijakan kepala adat, serta berbagai sastra lisan lainnya dirangkum oleh Tenas dalam catatan yang bisa dikatakan lengkap

    Etika Politik perspektif Bahtiar Effendy

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemikiran Bahtiar Effendy mengenai Etika Politik. Adapun rumusan masalah yang akan digali ialah: ?Pada Teori Umum Tentang Etika, Ke manakah Kecondongan Konsep Pemikiran Etika Politik Menurut Bahtiar Effendy?? Metodologi yang digunakan adalah deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data menggunakan kajian pustaka (library research). Dalam penulisannya, peneliti menggunakan beberapa buku karya Bahtiar Effendy sendiri sebagai sumber primer dan peneliti juga mengumpulkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, artikel, dan web berita-berita sebagai data penunjang untuk memahami dan menyelami objek pemikiran yang diteliti. Dalam penelitian ini, Bahtiar menyorot dinamika, di antaranya; bagaimana menautkan etika dan moralitas pada politik. Selain itu, Bahtiar juga menyoroti kekeliruan pada banyaknya partai di sistem demokrasi yang tergolong suatu anomali, moralitas peserta pemilu, dan fatsun politik: menyikapi menang-kalah pemilu. Pada penelitian ini peneliti mendeskripsikan pemikiran Bahtiar yang tertuang dalam buku-buku karyanya kemudian menganalisis setiap poin pemikirannya dan menyandingkan pokok-pokok pemikiran itu ke dalam fenomena-fenomena politik yang masih relevan

    Analisis Gaya Bahasa dan Makna Syair Nasib Melayu Karya H. Tenas Effendy

    Full text link
    Poetry is an old poem, each verse consists of four lines and each end ends with the same, poetry as a form of written oral literature that contains a lot of teaching in it. The title of this research is "Analysis of Language Style and Meaning of the Poetry of Malay Fate by H Tenas Effendy". The problem of this research is 1. what style of language is found in Malay Poetry of H Tenas Effendy H 2. What are the meanings contained in the Malay Poetry of H Tenas Effendy. 2. to find out the meaning contained in the Poetry of Malay Fate H Tenas Effendy. The theory used to analyze the problem of this research is the Tarigan Theory (2013), Djajasudarma (1993). This research method is descriptive method. The results of the study are that there are six (6) verse verses that are included in the Comparison language style including three (3) types of parable language styles; two (2) types of personification language styles; one (1) type of pleonasm and tautology language style; one (1) type of periphrasis language style. The author also found nine (9) interrelated linguistic styles contained in H Tennas effendy poetry texts including; one (1) type of sinekdok language style; one (1) type of epithetic language style; two (2) types of parallelism language styles; one (1) type of ellipsis language style; one (1) type of grading language style; (2) types of erotic language styles; one (1) type of polysindeton language style. The author also finds meaning in the text of Poem H Tenas Effendy among; Nineteen (19) connotative meanings. So the total amount of data that the authors found was 19 comparative language styles, 8 interrelated language styles and 19 connotative meanings

    The spectrum of contact allergy in elderly patients with and without lower leg dermatitis

    No full text
    Uter W, Geier J, Pfahlberg A, Effendy I. The spectrum of contact allergy in elderly patients with and without lower leg dermatitis. Dermatology. 2002;204(4):266-272.Background. There is a strong influence of lower leg dermatitis on the spectrum of allergic contact sensitivity in elderly patients. Objective: To quantitatively assess the impact of this factor which confounds the age-related pattern of allergic contact sensitivity. Methods: Stratified analysis of allergic contact sensitivity data collected between 1996 and 1999 in the 32 centres of the Information Network of Departments of Dermatology (three age groups: less than or equal to 60, 61-75, greater than or equal to 76 years), both as crude and as directly standardised (for sex and leg dermatitis) proportions. Results: Among the 36,070 patients tested with the German standard series, allergic contact sensitivity to neomycin, lanolin, cetostearylic alcohols, colophony, fragrance mix and balsam of Peru, among others, was (much) more common in the elderly, with proportions more or less affected by standardisation. Conclusion: The comparison of crude and standardised proportions provides evidence that allergic contact sensitivity to several allergens strongly depends not only on age itself, but on age-related and thus confounding co-morbidity. Copyright (C) 2002 S. Karger AG, Basel

    Bima Arya:Abdi Bogor

    No full text

    Anogenitale Symptomatik allgemeiner Hautkrankheiten

    No full text
    Effendy I. Anogenitale Symptomatik allgemeiner Hautkrankheiten. In: Krause W, Effendy I, eds. Anogenitale Hautkrankheiten : erkennen, befunden, behandeln. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg; 2016: 99-196.Alle generalisierten Dermatosen können auch die Anogenitalregion betreffen. Ihre Symptome und Phänomene werden durch die Besonderheiten der Region modifiziert. Die Betrachtung des übrigen Integuments führt zur Diagnose. Das folgende Kapitel stellt einige besonders prägnante Dermatosen vor

    Effendy, Isaak

    No full text
    corecore